Gunung Bromo Kembali Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan Terjal

Gunung Bromo kembali terbakar, kondisi geografis yang berupa perbukitan curam dan terjal menjadi kendala prose pemadaman.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 19:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lumajang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di perbukitan Dusun Gedok, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (6/10/2026).

​Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat terkait kemunculan api ini dari Babinsa dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

​"Berdasarkan laporan, titik api pertama kali terdeteksi pada pukul 08.30 WIB. Hingga saat ini api dilaporkan masih belum berhasil dijinakkan akibat beratnya tantangan di lapangan," ujarnya, Selasa (6/10/2026).

​Kata dia, proses pemadaman manual di lapangan menghadapi hambatan masif. Kondisi geografis yang berupa perbukitan curam dan terjal membuat petugas gabungan kesulitan menjangkau pusat api secara optimal.

​"Akses ke titik api memang sangat sulit karena medannya terlalu curam. Keselamatan petugas tetap menjadi pertimbangan utama kami dalam melakukan upaya pemadaman," tambah Yudi.

​Selain faktor topografi, cuaca dan kondisi lingkungan turut memperparah situasi. Vegetasi yang kering akibat musim kemarau ditandai dengan banyaknya tumpukan ranting serta daun kering membuat api menjalar dengan cepat ke beberapa titik baru.

BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan belum dapat memastikan total luas kawasan TNBTS yang hangus terbakar. Fokus utama tim saat ini adalah melokalisir api agar tidak merembet ke area yang lebih luas, sembari terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

​"Karhutla mengakibatkan beberapa titik api meluas, namun kami belum bisa memastikan luasan area yang terbakar di lereng Gunung Bromo tersebut. Tim gabungan masih siaga dan terus berupaya melakukan penanganan maksimal di lapangan," pungkasnya.