Liputan6.com, Jakarta - Bacaan istighfar dan dzikir singkat untuk mengawali hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk menyambut lembaran baru yang penuh berkah. Secara khusus, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya berdzikir di waktu pagi dan pentang.
Dalam kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, dijelaskan bahwa dzikir pagi dan petang berfungsi sebagai perlindungan dari gangguan setan, bahaya dunia, hingga kecemasan batin.
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menyoroti bahwa dzikir dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa. Dzikir mengandung unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan dan rasa percaya diri, yang pada gilirannya meningkatkan kekebalan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan.
Advertisement
Mengawali hari dengan istighfar dan dzikir menjadi kebutuhan rohani yang membawa dampak nyata dalam kesehatan jiwa dan raga, sekaligus menambah keberkahan.
Bacaan Istighfar dan Dzikir Singkat untuk Mengawali Hari
Berikut ini adalah urutan bacaan istighfar dan dzikir singkat yang disusun berdasarkan kitab Hisnul Muslim, Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, serta Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI.
1. Istighfar Singkat (3x)
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Latin: Astaghfirullaah
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."
Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, istighfar singkat ini dianjurkan untuk dibaca sebagai pembuka dzikir pagi. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan" (HR. Abu Dawud).
2. Istighfar Lengkap (1x)
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."
3. Sayyidul Istighfar (1x)
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbii. Faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di waktu pagi dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa doa ini dinamakan Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar) karena maknanya yang sangat komprehensif, mencakup tauhid, pengakuan dosa, syukur nikmat, dan taubat dalam satu kalimat.
4. Dzikir Memasuki Waktu Pagi (1x)
Arab: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah, walhamdu lillaah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Rabbi as-aluka khaira maa fii haadzal yaumi wa khaira maa ba'dahu, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzal yaumi wa syarri maa ba'dahu. Rabbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Rabbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin naari wa 'adzaabin fil qabri.
Artinya: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur."
5. Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan (1x)
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Latin: Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'aafiyata fid dunyaa wal aakhirah. Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'aafiyata fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Allahummastur 'auraatii wa aamin rau'aati. Allahummahfazhnii min baini yadayya wa min khalfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fauqii, wa a'uudzu bi 'azhamatika an ughtaala min tahtii.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku."
Dalam kitab Hisnul Muslim, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca oleh Nabi SAW pada waktu pagi dan petang.
6. Doa Perlindungan dari Keburukan (1x)
Arab: اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Latin: Allahumma 'aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A'udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa 'alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
Artinya: "Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim."
7. Doa dengan Nama Allah yang Teragung (3x)
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.
Artinya: "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
8. Doa Ridha kepada Allah, Islam, dan Nabi Muhammad (3x)
Arab: رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Latin: Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama nabiyyaa.
Artinya: "Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai nabi."
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya tiga kali pada waktu pagi dan petang, maka Allah akan benar-benar ridha kepadanya di hari kiamat nanti" (HR. Ahmad).
9. Kalimat Tauhid (10x atau 100x)
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya sepuluh kali pada waktu pagi, maka dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapuskan baginya seratus kesalahan, dan ia akan dilindungi dari setan hingga sore hari" (HR. Bukhari dan Muslim).
10. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat (1x)
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Latin: Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah)
11. Istighfar 100x
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaaha wa atuubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim)
12. Shalawat kepada Nabi (10x)
Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad."
13. Doa Penutup: Kafaratul Majlis
Arab: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Latin: Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Artinya: "Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu." (HR. At-Tirmidzi)
Tata Cara dan Waktu Bacaan Istighfar dan Dzikir Singkat untuk Mengawali Hari
Waktu Pengamalan Istighfar dan Dzikir Singkat Mengawali Hari
Waktu yang paling utama untuk membaca istighfar dan dzikir singkat adalah setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit (bukroh). Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa waktu pagi yang dimaksud dalam hadits-hadits dzikir adalah antara Subuh dan terbitnya matahari. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 42 dan QS. Thaha ayat 130 yang memerintahkan untuk bertasbih sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.
Syaikh Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulum al-Din membagi waktu dzikir menjadi enam bagian, dan salah satunya adalah dari Subuh hingga terbit matahari. Apabila seseorang melewatkan waktu tersebut karena udzur tertentu, ia masih dapat membaca dzikir pagi setelah matahari terbit hingga sebelum waktu Dzuhur, meskipun pahala keutamaan waktu utamanya telah hilang.
Adab dan Tata Cara
Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan Kementerian Agama RI, terdapat beberapa tata cara berdoa dan berdzikir yang perlu diperhatikan:
Pertama, menghadap kiblat. Hal ini berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW datang ke tempat wuquf di Arafah dan menghadap kiblat lalu terus menerus berdoa hingga tenggelam matahari.
Kedua, membaca hamdalah, istighfar, dan shalawat sebelum berdoa. Salah seorang sahabat Nabi berkata: "Ketika Nabi Muhammad SAW duduk di masjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa, 'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka Rasulullah pun berkata, 'Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah, lalu bacalah shalawat kepadaku, kemudian barulah berdoa.'"
Ketiga, berdoa dengan suara lembut dan rasa takut. Allah berfirman: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).
Keempat, yakin akan dipenuhi. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku."
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menambahkan bahwa dzikir pagi sebaiknya dilakukan dengan khusyuk, menghadirkan hati, dan memahami makna dari setiap bacaan. Beliau juga menganjurkan untuk memvariasikan bacaan-bacaan dzikir agar tidak bosan dan tetap terjaga kekhusyukannya.
Keutamaan Bacaan Istighfar dan Dzikir Singkat untuk Mengawali Hari
1. Mendapatkan Ampunan dan Diampuni Dosanya
Istighfar merupakan sarana utama untuk memohon ampunan kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, dan kelapangan dari setiap kesusahan, serta memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (HR. Abu Dawud).
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa istighfar berarti permohonan ampun seorang hamba kepada Tuhan, dan sekaligus terapi ruhani.
2. Perlindungan dari Gangguan Setan dan Jin
Dzikir pagi berfungsi sebagai benteng yang melindungi seorang hamba dari gangguan setan dan jin. Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa barang siapa membaca Ayat Kursi pada waktu pagi, ia dipelihara dari gangguan jin hingga petang hari.
Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa dzikir adalah "perisai" yang menjaga seseorang dari segala keburukan yang tidak terlihat.
3. Ketenangan Hati dan Kesehatan Jiwa
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa.
Dzikir mengandung unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan, rasa percaya diri, dan ketenangan jiwa, yang pada gilirannya meningkatkan kekebalan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan. Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).
4. Mendapatkan Pahala Setara Membebaskan Budak
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membaca 'La ilaha illallah wahdahu la syarika lah...' seratus kali dalam sehari, maka ganjarannya sama seperti membebaskan sepuluh orang hamba sahaya" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, membaca dzikir pada waktu pagi juga mendapatkan pahala setara dengan membebaskan empat budak dari keturunan Nabi Ismail.
5. Memperbaiki Amal dan Meninggikan Derajat
Dalam kitab Dzikir Pagi Petang karya Ustadz Fadli Ramadhan disebutkan bahwa salah satu keutamaan dzikir adalah dapat memperbaiki amal dan meninggikan derajat (HR. Tirmidzi). Dzikir juga menjadikan seseorang tidak sibuk dengan dosa-dosa lisan seperti ghibah, namimah, dan dusta.
6. Doa Mustajab dan Shalat Diterima
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang terbangun di malam hari, lalu ia mengucapkan 'La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah...' kemudian ia berdoa, 'Allahummaghfir li' atau ia meminta sesuatu yang lain, maka doanya akan dikabulkan. Apabila ia mengambil wudhu lalu shalat, maka shalatnya akan diterima" (HR. Bukhari).
7. Mendapatkan Syafaat Nabi di Hari Kiamat
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. At-Thabrani).
Pertanyaan Seputar Istighfar
1. Kapan waktu terbaik membaca istighfar dan dzikir pagi?
Waktu terbaiknya adalah setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit. Imam Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menjelaskan bahwa waktu pagi yang dimaksud dalam hadits adalah antara Subuh dan terbitnya matahari. Jika terlewat, masih bisa dibaca hingga sebelum Dzuhur.
2. Apa bacaan istighfar yang paling utama?
Bacaan istighfar yang paling utama adalah Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar). Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di waktu pagi dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).
3. Apakah dzikir pagi harus dibaca lengkap?
Tidak harus, namun semakin lengkap semakin baik. Minimal membaca istighfar, kalimat tauhid, dan doa perlindungan. Yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan.
4. Apa keutamaan membaca istighfar 100 kali?
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya seratus kali dalam sehari, maka ganjarannya sama seperti membebaskan sepuluh orang hamba sahaya, dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapuskan seratus dosa, dan ia dilindungi dari setan hingga sore hari" (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Apakah dzikir pagi boleh dilakukan setelah matahari terbit?
Boleh, namun keutamaan waktu utamanya telah hilang. Waktu utama adalah setelah Subuh hingga terbit matahari. Setelah matahari terbit, masih bisa dibaca hingga sebelum Dzuhur sebagai waktu yang longgar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561710/original/027708500_1776757647-cek_fakta_bansos_ibu_hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230141/original/048825600_1747983618-PatungEmas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127391/original/030677700_1739170525-mufid-majnun-cM1aU42FnRg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366149/original/077806500_1791255518-WhatsApp-Image-2026-10-05-at-14.00.13-1.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366146/original/024669700_1791255245-IMG-20261006-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366138/original/099337400_1791254201-483611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366153/original/046688300_1791255890-DSC09789.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331429/original/028749300_1787543468-Material_Marmer_atau_Keramik_Bertekstur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366085/original/092401400_1791249418-1001410545.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366081/original/071448200_1791248654-1001105075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366077/original/073462400_1791245331-1229322.jpg)