Liputan6.com, Jakarta - Mencari contoh kultum singkat tentang memanfaatkan waktu sebelum terlambat sangat penting, terutama bagi para pendidik dan dai yang ingin menyampaikan pesan yang menyentuh. Dalam Islam, waktu adalah nikmat sekaligus amanah dari Allah SWT yang diberikan sama kepada setiap manusia. Perbedaannya terletak pada bagaimana setiap orang memanfaatkannya.
Islam mengajarkan bahwa waktu yang terbuang tanpa diisi dengan amal saleh merupakan kerugian besar. Tidak sedikit orang terlena karena merasa masih memiliki banyak waktu, hingga lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Padahal, kesempatan yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara. Nasihat ini menjadi pengingat agar setiap Muslim menghargai waktu sebaik mungkin, mengisinya dengan amal yang bermanfaat, dan tidak menunda kebaikan sebelum penyesalan datang.
Advertisement
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Fawa'id menjelaskan bahwa menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian. Menurutnya, kematian hanya memutus hubungan manusia dengan dunia, sedangkan waktu yang terbuang sia-sia dapat menjauhkan hati dari Allah SWT dan menghambat seseorang meraih kebaikan.
Merangkum berbagai sumber berikut ini adalah tujuh contoh kultum singkat tentang memanfaatkan waktu sebelum terlambat.
1. Menjaga 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya. Berkat kasih sayang-Nya jua kita masih diberikan kesempatan menghirup udara segar pada hari ini.
Shalawat dan salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau adalah sosok teladan agung yang telah membawa umat manusia dari zaman kegelapan menuju terangnya cahaya Islam.
Hadirin jamaah sekalian yang senantiasa dirahmati oleh Allah SWT. Pada kesempatan yang sangat mulia ini, izinkan saya menyampaikan sebuah nasihat singkat mengenai urgensi memanfaatkan waktu yang kita miliki di dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Artinya: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al-Hakim).
Hadits yang mulia ini merupakan pengingat yang sangat tegas bagi kita semua tentang betapa berharganya putaran waktu. Nabi Muhammad SAW merangkum seluruh fase krusial dalam kehidupan manusia ke dalam lima poin tersebut.
Sering kali kita merasa bahwa waktu yang kita miliki masih sangat panjang dan tak terbatas. Padahal, setiap detik yang berlalu sejatinya sedang mengantarkan kita semakin dekat menuju pintu gerbang kematian.
Banyak manusia yang merugi karena terus menunda-nunda amal saleh dengan alasan menunggu waktu yang tepat. Mereka berdalih menunggu tua untuk bertaubat, padahal tidak ada satu pun yang menjamin usianya akan sampai pada masa itu.
Oleh karena itu, jangan pernah menunda kebaikan walau sedetik pun mulai dari sekarang. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa ditarik kembali, berapapun harga yang sanggup kita bayar.
Kesimpulannya, mari kita jadikan hari ini sebagai titik tolak untuk mengevaluasi manajemen waktu kita. Jadikan setiap tarikan napas kita bernilai ibadah yang kelak akan memberatkan timbangan amal kebaikan di Padang Mahsyar.
Ya Allah Yang Maha Pengasih, berikanlah kami kekuatan untuk selalu menjaga waktu dalam ketaatan kepada-Mu. Jadikanlah sisa umur kami penuh dengan keberkahan dan jauhkanlah kami dari sifat lalai.
Demikian pesan singkat yang dapat saya sampaikan, semoga membawa manfaat yang besar bagi kita semua. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Masa Muda Sebelum Masa Tua
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syururi anfusina wamin sayyi’ati a’malina. Segala puji hanya milik Allah SWT yang tak henti-hentinya memberikan nikmat iman kepada kita.
Tak lupa, mari kita haturkan shalawat beriring salam kepada penutup para nabi, Muhammad SAW. Semoga kelak di hari kiamat, kita semua diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafaat dari beliau.
Saudara-saudaraku kaum muslimin wal muslimat yang dimuliakan Allah. Tema pembicaraan kita kali ini adalah penjabaran poin pertama dari lima perkara, yaitu memanfaatkan masa muda sebelum datang masa tua.
Dari Ibnu Mas'ud RA, Nabi SAW bersabda:
لاَ تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
Artinya: "Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Tuhannya, hingga ia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, dan tentang masa mudanya untuk apa ia pergunakan..." (HR. Tirmidzi).
Masa muda adalah masa emas di mana fisik manusia sedang berada pada puncak kekuatan dan staminanya. Otak masih sangat tajam, tenaga masih berlimpah, dan semangat sedang menyala-nyala untuk melakukan banyak hal.
Sangat disayangkan jika potensi luar biasa di masa muda ini hanya dihabiskan untuk bersenang-senang dan bermaksiat. Padahal, masa ini adalah ladang terbaik untuk menuntut ilmu agama dan beramal saleh sebanyak-banyaknya.
Ketika masa tua telah menghampiri, tulang mulai keropos dan pandangan mulai mengabur sehingga ibadah terasa berat. Orang yang baru ingin beribadah di masa tuanya pasti akan menangis menyesali kemalasan di masa mudanya.
Karena itu, wahai para pemuda, janganlah kalian tertipu oleh gemerlapnya dunia yang hanya fana ini. Bangkitlah dan jadilah pemuda tangguh yang masjid-masjid Allah selalu merindukan kehadiran dan sujud panjang kalian.
Mari kita manfaatkan kekuatan fisik saat ini untuk menegakkan syariat dan menolong agama Allah SWT. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan merupakan salah satu golongan yang kelak akan mendapatkan naungan di hari kiamat.
Ya Allah Yang Maha Kuat, bimbinglah langkah para pemuda kami agar selalu berada di jalan yang Engkau ridhai. Lindungilah mereka dari godaan syahwat dan fitnah dunia yang menyesatkan jiwa.
Sekian kultum singkat dari saya, kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Masa Sehat Sebelum Datang Sakit
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wash-shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in. Segala puji bagi Allah yang senantiasa menaungi kita dengan payung kesehatan yang paripurna.
Shalawat dan salam marilah senantiasa kita lantunkan teruntuk kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW. Sunnah-sunnah beliau adalah kompas kehidupan yang akan mengarahkan kita menuju keselamatan abadi.
Hadirin jamaah shalat yang senantiasa mengharapkan ridha Ilahi. Melanjutkan nasihat Rasulullah tentang lima perkara, hari ini kita akan merenungi pesan berharga tentang menjaga masa sehat sebelum datang masa sakit.
Rasulullah SAW telah mengingatkan kita dalam sabdanya:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya: "Ada dua kenikmatan yang membuat banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang." (HR. Bukhari).
Hadits ini sangat menampar nurani kita karena sering kali kesehatan dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja. Padahal sehat adalah mahkota di atas kepala orang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang sakit.
Saat raga sehat, langkah menuju masjid terasa sangat berat meskipun jaraknya hanya beberapa jengkal. Namun ketika kaki sudah lumpuh di ranjang rumah sakit, barulah muncul air mata penyesalan ingin shalat berjamaah.
Penyakit bisa datang kapan saja tanpa mengirimkan surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada tubuh kita. Saat sakit menyerang, jangankan untuk shalat tahajud, untuk bernapas secara normal pun kita sering kali membutuhkan bantuan medis.
Mumpung saat ini jantung masih berdetak kuat dan persendian masih berfungsi sempurna, perbanyaklah sujud kepada Allah. Gunakan mata, telinga, dan lisan yang sehat ini untuk membaca dan mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Jangan tunggu organ tubuh kita melemah baru kita sibuk mencari ampunan dari Sang Pencipta. Bersyukurlah atas kesehatan dengan cara taat, niscaya Allah akan menjaga raga kita dari berbagai mara bahaya.
Ya Allah Yang Maha Menyembuhkan, karuniakanlah keberkahan pada setiap jengkal kesehatan yang Engkau titipkan. Jika kelak Engkau menguji kami dengan rasa sakit, jadikanlah ia sebagai penggugur bagi dosa-dosa kami.
Demikian uraian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk mengingatkan diri kita masing-masing. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Masa Kaya Sebelum Jatuh Miskin
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Limpahan rezeki dan karunia-Nya yang tak terhitung memungkinkan kita melangkah ke majelis kebaikan ini.
Shalawat teriring salam mari bersama kita sampaikan kepada baginda Rasulullah SAW. Beliau adalah pemimpin umat yang selalu mengajarkan kedermawanan dan rasa peduli yang tinggi terhadap sesama umat manusia.
Kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah. Poin ketiga dari wasiat Rasulullah SAW tentang lima perkara yang wajib dijaga adalah memanfaatkan masa kaya sebelum datang masa miskin.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10:
وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Artinya: "Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'"
Harta benda yang kita kumpulkan dengan susah payah di dunia ini sejatinya hanyalah titipan sementara. Harta sejati yang akan menemani kita di alam kubur hanyalah harta yang kita infakkan di jalan Allah.
Sering kali setan membisikkan rasa takut miskin ke dalam hati kita saat tangan ini ingin bersedekah. Padahal sedekah tidak akan pernah mengurangi porsi rezeki, justru akan melipatgandakan harta dan menolak datangnya musibah.
Kita tidak pernah tahu kapan roda kehidupan berputar dan menjerumuskan kita ke dalam lembah kefakiran. Saat kebangkrutan tiba, kita tidak lagi memiliki apa-apa untuk disedekahkan, dan tersisalah penyesalan yang amat pedih.
Oleh karena itu, jangan pelit dan menahan tangan saat Allah sedang menitipkan kelapangan rezeki kepada kita. Santunilah anak-anak yatim, bantu para janda yang kesulitan, dan berkontribusilah dalam pembangunan tempat ibadah di sekitar kita.
Jadikanlah kekayaan dunia sebagai jembatan emas untuk membeli rumah termewah di surga kelak. Kaya hati dan dermawan adalah sifat terpuji yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan rasul-Nya.
Ya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki, jadikanlah harta yang kami miliki sebagai jalan menuju rida-Mu. Jauhkanlah sifat kikir dari hati kami dan lindungilah kami dari kerasnya kehidupan yang fakir.
Cukup sekian apa yang bisa saya utarakan, semoga menjadi motivasi beramal bagi kita semua. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Masa Luang Sebelum Datang Sibuk
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi alladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula an hadanallah. Bersyukur kita kepada Allah azza wa jalla yang telah memberikan kita waktu yang lapang untuk taqarrub kepada-Nya.
Rangkaian shalawat dan salam semoga selalu tersampaikan kepada panutan alam, Nabi Muhammad SAW. Risalah pencerahan yang beliau bawa telah menyelamatkan peradaban manusia dari jurang kehancuran moral.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah SWT. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita akan membahas poin keempat dari wasiat nabi, yakni memanfaatkan masa luang sebelum datang masa sibuk.
Allah SWT berfirman secara tegas dalam Surah Al-Insyirah ayat 7:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain."
Ayat yang singkat ini mengandung makna manajemen waktu produktif yang luar biasa hebat bagi kaum muslimin. Islam sangat membenci pengangguran dan waktu kosong yang tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat.
Waktu luang sering kali menjadi celah bagi setan untuk menyusupkan pikiran-pikiran negatif dan rencana maksiat. Orang yang terlalu banyak membuang waktu untuk sekadar berkhayal pada akhirnya akan terjatuh dalam perbuatan dosa yang merugikan.
Kita harus menyadari bahwa kesibukan duniawi yang berupa pekerjaan sering kali datang merampas waktu luang kita. Saat tugas kantor bertumpuk, jangankan untuk ikut pengajian, membaca Al-Qur'an sejenak saja rasanya tidak sempat.
Maka dari itu, selagi jadwal kita belum padat merayap, sempatkanlah diri untuk duduk di majelis ilmu. Basahi lisan yang menganggur ini dengan memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, dan istighfar kepada Sang Khalik.
Manusia yang cerdas adalah mereka yang mampu mendisiplinkan dirinya untuk selalu produktif dalam kebaikan. Jangan sampai waktu dua puluh empat jam yang Allah berikan berlalu begitu saja tanpa catatan amal saleh.
Ya Allah Yang Maha Mengatur Segala Urusan, jadikanlah waktu luang kami sebagai ladang ibadah yang subur. Hindarkanlah kami dari kesibukan fana dunia yang melalaikan kami dari mengingat kebesaran nama-Mu.
Akhirul kalam, mohon maaf atas segala khilaf lisan yang terucap tanpa sengaja di majelis ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Masa Hidup Sebelum Datang Kematian
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillah walhamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘ala alihi wa man walah. Tiada untaian kata terindah selain tahmid atas nikmat kehidupan yang Allah izinkan untuk terus kita jalani.
Shalawat beserta salam semoga selalu terlimpahkan kepada sayyidil mursalin, baginda Nabi Muhammad SAW. Beliaulah manusia paling sukses di dunia dan akhirat yang wajib kita jadikan poros keteladanan tertinggi.
Saudaraku seiman sekalian yang senantiasa saya cintai karena Allah. Poin terakhir sekaligus pamungkas dari sabda Rasulullah tentang lima perkara adalah memanfaatkan masa hidup sebelum datang masa kematian.
Allah SWT berfirman mengingatkan dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Ayat suci ini menekankan pentingnya visi masa depan seorang muslim, yaitu kebahagiaan sejati di hari akhirat. Hidup di dunia ibarat sekadar mampir minum sebentar sebelum melanjutkan perjalanan super panjang yang belum berujung.
Kematian adalah satu-satunya rahasia ilahi yang kedatangannya sangat pasti namun waktunya dirahasiakan rapat. Ia tidak pernah menunggu kapan kita siap, tidak melihat usia tua atau muda, dan tidak peduli pangkat jabatan manusia.
Ketika malaikat Izrail telah datang mencabut nyawa, maka putuslah kesempatan manusia untuk menambah amal dan meminta maaf. Di dalam kubur kelak, yang menemani hanyalah tumpukan ibadah atau justru tumpukan kemaksiatan yang membinasakan.
Mumpung saat ini roh masih bersatu dengan jasad jasmani, mari bertaubat nasuha atas segala kelalaian masa lalu. Hidupkan kembali sunnah-sunnah nabi, sebarkan kedamaian, dan berikan manfaat sebanyak mungkin bagi umat di sekitar kita.
Pastikan kelak saat mata tertutup untuk selamanya, kita menghembuskan napas terakhir dengan senyuman husnul khotimah. Jadikan dunia sebagai kebun untuk bercocok tanam yang buahnya akan dipanen dengan bahagia di surga nanti.
Ya Allah Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, matikanlah kami dalam keadaan beriman dan berserah diri sepenuhnya. Jadikanlah akhir kehidupan kami sebagai akhir yang indah penuh dengan pancaran cahaya rida-Mu.
Demikian renungan kematian yang dapat saya hadirkan di kesempatan mulia ini, semoga menjadi ikhtiar muhasabah kita. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Kerugian Waktu Jika Tidak Dimanfaatkan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarokan fih, asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah. Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui rahasia pergantian siang dan malam.
Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan umat, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Sunnah beliau senantiasa relevan sebagai solusi atas berbagai problematika zaman yang terus bergerak maju.
Hadirin dan hadirat yang senantiasa dijaga oleh Allah SWT. Mengakhiri rangkaian nasihat tentang pemanfaatan waktu, hari ini kita akan merenungi mengapa waktu berjalan begitu cepat dan kerugian senantiasa menyertainya.
Mari kita tadabburi firman Allah dalam Surah Al-'Asr ayat 1-3:
وَٱلْعَصْرِ (١) إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِفِى خُسْرٍ (٢) إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ (٣)
Artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
Allah SWT sampai bersumpah atas nama waktu dalam ayat ini untuk menegaskan betapa sakralnya kedudukan masa. Semua manusia tanpa terkecuali pada dasarnya divonis merugi dalam perputaran waktu yang tak kenal kompromi ini.
Hari demi hari yang kita lalui sejatinya bukanlah menambah usia umur kita, melainkan sedang mengurangi jatah hidup kita di dunia. Laksana bongkahan es balok yang dibiarkan di udara terbuka, entah digunakan atau tidak, es itu pasti akan mencair habis.
Pengecualian dari kerugian yang besar tersebut hanyalah diberikan kepada orang-orang cerdas yang mengisi waktunya dengan empat syarat mutlak. Syarat tersebut adalah iman kokoh, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, serta saling menguatkan dalam kesabaran.
Jika salah satu syarat ini hilang dari rutinitas harian kita, maka sebagian kerugian telah bersarang abadi di hidup kita. Oleh karena itu, kita dituntut untuk selalu proaktif menebar manfaat, sekecil apapun bentuk kebaikan yang bisa dilakukan hari ini.
Jadikan penyesalan kemarin sebagai pelajaran, dan jadikan waktu yang tersisa sebagai kesempatan untuk berlari mengejar ketertinggalan amal. Sebaik-baik manusia adalah ia yang usianya panjang namun amal kebaikannya semakin bertambah banyak seiring putaran waktu berjalan.
Ya Allah Yang Maha Menggenggam Waktu, berkahilah umur kami agar tidak terbuang sia-sia dalam lembah kemaksiatan. Kuatkanlah kami untuk selalu istiqamah berada di jalan yang Engkau tunjukkan hingga hari kiamat tiba.
Cukup sekian rangkaian kultum yang bisa saya bagikan, semoga Allah mengumpulkan kita kembali di jannah-Nya kelak. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan Seputar Makna 5 Perkara Sebelum 5 Perkara
1. Apa makna 5 perkara sebelum 5 perkara?
Maknanya adalah anjuran tegas bagi umat Islam untuk memaksimalkan potensi masa muda, nikmat sehat, masa kaya, waktu luang, dan masa hidup di dunia untuk beribadah dan memperbanyak amal saleh sebelum semua hal tersebut hilang dan berganti dengan kebalikannya.
2. Siapa perawi hadits 5 perkara sebelum 5 perkara?
Hadits masyhur tentang anjuran menjaga 5 perkara ini bersumber dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu dan diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, Imam Al-Baihaqi, serta dinyatakan keshahihannya oleh Syekh Al-Albani.
3. Mengapa waktu sangat penting dalam pandangan Islam?
Waktu dipandang sangat penting karena ia tidak bisa diputar kembali ke masa lalu, tidak bisa dibeli, dan tidak bisa ditabung. Islam memandang waktu sebagai modal beramal; menyia-nyiakannya berarti menabung penyesalan yang mendalam di akhirat kelak.
4. Surat apa di Al-Qur'an yang menjelaskan tentang kerugian waktu?
Surat yang paling lugas dan tegas menjelaskan tentang kerugian manusia akibat menyia-nyiakan waktu adalah Surah Al-'Asr. Dalam surat ini, Allah bersumpah "Demi Masa" untuk menegaskan pentingnya syarat iman, amal saleh, dan saling menasihati agar manusia tidak merugi.
5. Bagaimana cara memanajemen waktu menurut kaidah Islam?
Cara memanajemen waktu yang benar menurut Islam adalah dengan membuat skala prioritas untuk amal saleh, tidak menunda-nunda kebaikan, menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat (laghwu), serta senantiasa melakukan muhasabah diri sebelum tidur setiap harinya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032168/original/078212600_1653378088-cek_fakta_wuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313962/original/012980500_1785727335-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T102000.247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346802/original/063133700_1757650216-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__68_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5343504/original/064378800_1757424438-Timnas_Indonesia_u-23_vs_Korea_Selatan-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314096/original/072640900_1785733544-1001520648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314040/original/003597200_1785731355-1001520490.jpg)