Tanda-Tanda Sakaratul Maut Menurut Ajaran Islam dan Persiapan yang Harus Dilakukan

Allah SWT menegaskan kepastian datangnya sakaratul maut dalam Surah Qaaf ayat 19.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Detik-detik menjelang wafat dikenal sebagai sakaratul maut, yaitu fase ketika seseorang bersiap meninggalkan kehidupan dunia untuk memasuki alam akhirat. Memahami tanda-tanda sakaratul maut menurut Islam menjadi pengetahuan yang penting, bukan hanya bagi orang yang sedang menghadapi akhir hayat, tetapi juga bagi keluarga yang mendampinginya.

Allah SWT menegaskan kepastian datangnya sakaratul maut dalam Surah Qaaf ayat 19. Ayat tersebut menjelaskan bahwa sakaratul maut akan datang membawa kebenaran yang selama ini sering diabaikan atau dihindari manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat mengelak dari fase ini, sehingga setiap muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan iman, amal saleh, dan taubat.

Dalam manuskrip karya Syekh Zainal Abidin bin Muhammad Alfatoni dijelaskan bahwa sakaratul maut merupakan saat ketika ruh mulai berpisah dari jasad. Peristiwa ini bukan sekadar proses biologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang sangat mendalam dan banyak di antaranya berada di luar jangkauan pancaindra manusia.

Dengan memahami tanda-tanda sakaratul maut, keluarga dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat kepada orang yang sedang menghadapi ajal. Mereka dapat membantu mengingatkan untuk berdzikir, menenangkan hati, membimbing dengan kalimat-kalimat yang baik, serta menciptakan suasana yang penuh doa. Pendampingan seperti ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar agar seseorang mengakhiri hidupnya dalam keadaan husnul khatimah.

Tanda-Tanda Sakaratul Maut Menurut Ajaran Islam

Proses sakaratul maut dijelaskan oleh para ulama berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Waqi'ah ayat 83-84: "Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat".

Penjelasan tanda-tanda ini dapat diklasifikasikan menjadi tanda medis dan spiritual:

Tanda Fisik dan Medis

Merujuk Buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah karya Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag, tanda-tanda fisik menurunnya fungsi tubuh terlihat dengan jelas:

• Penginderaan dan gerakan tubuh menghilang secara berangsur-angsur, dimulai dari bagian ujung anggota gerak seperti kaki, tangan, dan ujung hidung yang mulai terasa dingin serta lembap.

• Kulit tampak kebiru-biruan atau pucat, dan detak nadi mulai tidak teratur serta melemah.

• Terdengar suara mendengkur yang disertai gejala pernapasan Cheyne-Stokes.

• Tekanan darah dan peredaran darah menurun drastis, serta otot rahang mengendur dengan ekspresi wajah yang pasrah.

Tanda Spiritual (Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah)

Diriwayatkan dari Usman bin Affan r.a., Nabi SAW bersabda mengenai ciri spiritual orang yang sedang mendekati ajal:

1. Tanda Kabar Gembira (Husnul Khatimah)

Apabila kedua matanya terbelalak, dahinya berkeringat, dan dua lubang hidungnya bertambah besar, hal itu membuktikan bahwa ia sedang memperoleh kabar gembira.

2. Tanda Kabar Buruk (Su'ul Khatimah)

Jika ia mengeluarkan suara seperti orang mendengkur atau tercekik, wajahnya pucat pasi, dan mulutnya bertambah besar, maka itu adalah tanda kabar buruk.

3. Kemampuan Melafazkan Kalimat Tahlil

Di antara tanda hamba yang baik akhir hayatnya adalah ketika dalam keadaan sakaratul maut seorang hamba dapat melafazkan kalimat tahlil, lafaz Allah SWT, ataupun kalimat thayyibah.

4. Melihat Malaikat Rahmat atau Azab

Saat proses sakaratul maut, seseorang mengalami kekhawatiran dan kesedihan yang hebat. Orang melihat malaikat rahmat dan malaikat azab yang sedang berdiskusi apakah dia masuk golongan yang dirahmati atau disiksa.

5. Godaan Setan

Salah satu yang akan dihadapi setiap manusia ketika sakaratul maut adalah godaan setan. Setan datang dalam bentuk orang tua serta mengajaknya kepada agama Nasrani dan Yahudi.

Hal yang Harus Dilakukan saat Mengalami Tanda-Tanda Sakaratul Maut

Berdasarkan tuntunan ajaran Islam, berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

1. Berbaik Sangka kepada Allah (Husnu Dhan)

Orang yang mengalami sakit dan merasakan tanda-tanda kematian dianjurkan untuk berbaik sangka (husnu dhan) kepada Allah. Dalam keadaan seperti ini, yang terbaik adalah membuang jauh-jauh bayangan dosa dan kemaksiatan, serta membayangkan bahwa Allah akan menerimanya dan mengampuni semua dosa-dosanya.

2. Memperbanyak Syukur dan Zikir

Disunnahkan bagi orang yang sakit menjelang kematian memperbanyak syukur kepada Allah, baik dengan hati maupun lisannya. Memperbanyak mengingat Allah (zikir), berdoa, dan memohon ampunan (istighfar) merupakan amalan-amalan yang dapat membantu seseorang merasakan kehadiran-Nya bahkan di saat-saat terakhir kehidupan.

3. Mempersiapkan Wasiat

Dianjurkan agar berwasiat apabila meninggalkan harta benda di hadapan dua orang saksi adil. Hal ini penting untuk memastikan hak-hak keluarga dan pihak lain terpenuhi setelah kepergiannya.

Panduan Pendampingan oleh Keluarga

Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi seseorang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Berikut panduan yang perlu diperhatikan:

1. Menghadapkan ke Arah Kiblat

Menidurkan/memiringkan orang tersebut ke sisi badan sebelah kanan untuk menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Bila hal ini dirasa susah, maka menelentangkannya dengan posisi kepala sedikit diangkat sehingga wajahnya menghadap ke kiblat.

2. Mentalqin dengan Kalimat Syahadat

Disunahkan mengajari (men-talqin) orang yang sedang sekarat kalimat syahadat lâ ilâha illallâh dengan cara yang halus dan tidak memaksanya. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW: "Ajarilah orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat lâ ilâha illallâh" (HR. Muslim).

3. Membacakan Surah Yasin

Disunahkan membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat berdasarkan sabda Rasulullah: "Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian" (HR. Ibnu Hiban).

4. Memberikan Ketenangan dan Doa

Keluarga maupun orang terdekat dianjurkan untuk memberikan ketenangan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut, memperbanyak doa, membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, serta menuntun kalimat Laa ilaaha illallah dengan cara yang lembut dan tidak memaksa.

5. Memberi Minum

Memberikan air minum pada orang yang sakaratul maut hukumnya sunnah, bahkan wajib apabila ada tanda-tanda bahwa ia memang sangat membutuhkannya.

Amalan-Amalan agar Sakaratul Maut Ringan

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan agar sakaratul maut terasa ringan:

1. Memperbanyak Membaca atau Mendengarkan Al-Qur'an

Disunnahkan memperbanyak membaca atau mendengarkan bacaan Al-Qur'an, hadits, kisah orang-orang saleh ketika meninggal dunia, menambah kebaikan setiap waktu, menjaga shalat, menjauhi najis, dan konsisten mengamalkan amalan agama lainnya.

2. Membaca Shalawat dan Yasin

Di samping bacaan shalawat agar Rasulullah hadir, terdapat juga hadis hasan yang menjelaskan bahwa anjuran untuk membacakan Yasin atas orang yang menghadapi maut dapat meringankan sakaratul maut.

3. Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Mengingat Allah (zikir), berdoa, dan memohon ampunan (istighfar) merupakan amalan-amalan yang dapat membantu seseorang untuk merasakan kehadiran-Nya bahkan di saat-saat terakhir kehidupan.

4. Membaca Takbir

Menjelang kematian tiba, penting membaca takbir "Allahu Akbar" supaya setan yang selalu membisikkan kejelekan takut dan tidak selalu menggodanya.

Pertanyaan Seputar Sakaratul Maut

1. Apa yang dimaksud dengan sakaratul maut?

Sakaratul maut adalah kondisi pingsan atau hampir pingsannya seseorang disebabkan rasa sakit yang hebat ketika akan meninggal dunia. Secara bahasa, istilah ini berasal dari kata sakarat (keadaan tertutupnya kesadaran) dan maut (kematian). Para ulama mendefinisikannya sebagai kesusahan dan kepedihan yang dialami seseorang beberapa saat sebelum rohnya meninggalkan badan.

2. Apa saja tanda-tanda fisik sakaratul maut?

Tanda-tanda fisik sakaratul maut meliputi: napas cepat dan dangkal, tubuh menjadi lemas dan mengalami mual, kening bercucuran keringat, keluar air mata, dan hidung melebar, serta rasa dahaga yang amat sangat.

3. Apa yang harus dilakukan keluarga saat mendampingi orang sakaratul maut?

Keluarga harus menghadapkan pasien ke arah kiblat, mentalqin dengan kalimat syahadat, membacakan Surah Yasin, memberikan ketenangan dan doa, serta memberi minum jika diperlukan.

4. Apa amalan agar sakaratul maut terasa ringan?

Amalan yang dapat meringankan sakaratul maut antara lain: memperbanyak membaca Al-Qur'an, membaca shalawat dan Yasin, memperbanyak zikir dan istighfar, serta membaca takbir "Allahu Akbar".

5. Bagaimana cara mengetahui seseorang mendapat husnul khatimah?

Di antara tanda hamba yang baik akhir hayatnya adalah ketika dalam keadaan sakaratul maut ia dapat melafazkan kalimat tahlil, lafaz Allah SWT, atau kalimat thayyibah. Selain itu, orang yang sedang sakaratul maut dapat melihat tempatnya di surga atau di neraka.

 

Â