Gema Takbir dan Lantunan Doa Jemaah Menyambut Kiswah Baru Ka’bah

Pemasangan Kiswah dimulai sejak sore dan baru selesai lewat tengah malam.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 00:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana Masjidil Haram tepatnya di mataf Ka’bah tampak tidak seperti biasanya. Di antara cahaya yang memantul dari marmer putih dan jutaan jemaah yang sedang tawaf, lantunan takbir menggema.

Kemudian, kain hitam bersulam benang emas yang selama setahun menyelimuti Ka’bah berganti. Setiap tarikan kiswah baru diiringi suara takbir yang bersahutan dari para jemaah. Seolah membawa doa dan harapan menyambut datangnya Tahun Baru Islam.

Senin malam, 15 Juni 2026, menjadi waktu yang tidak mudah dilupakan bagi siapa pun yang hadir menyaksikan pergantian kiswah secara langsung. Bukan hanya karena melihat kain penutup Ka’bah berganti, tapi merasakan sebuah perjalanan spiritual yang berlangsung di depan mata.

Bagi Dwi Vera Anggreani, jemaah haji kloter BPN 15, malam itu menjadi pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Perempuan yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji itu akhirnya berdiri menyaksikan langsung prosesi yang selama ini hanya ia lihat melalui layar televisi.

Sejak sore, Dwi sudah berada di sekitar Masjidil Haram. Ia menunggu dengan harapan bisa melihat lebih dekat momen bersejarah tersebut. Meski sempat beberapa kali diarahkan petugas keamanan untuk berpindah posisi, rasa syukurnya tidak berkurang ketika akhirnya dapat menyaksikan kiswah baru dipasang.

“Masya Allah banget, Alhamdulillah. Senang, kayak enggak nyangka bisa melihat secara langsung,” ujar Dwi pada tim Media Center Haji di Makkah.

Malam itu, Dwi tidak hanya melihat kain berganti. Ia melihat bagaimana jutaan manusia berhenti sejenak dari langkah mereka, mengarahkan pandangan ke arah Ka’bah, lalu mengangkat doa dalam hati masing-masing.

Prosesi pergantian kiswah berlangsung panjang. Rangkaian dimulai sejak setelah salat Asar dan baru selesai melewati tengah malam Selasa, 16 Juni 2026. Petugas memasang kiswah baru secara perlahan menggunakan sebelas tali di setiap sisi kain untuk menarik dan menempatkannya mengelilingi Ka’bah.

Dari sisi pintu Ka’bah, kain itu kemudian dipasang hingga menutup bagian Hijir Ismail, Rukun Yamani, dan Rukun Syami. Sedikit demi sedikit, kiswah baru dengan warna hitam pekat dan sulaman benang emas kembali menyempurnakan wajah Baitullah.

 

Bukan Sekadar Pergantian Kain Penutup Ka'bah

Namun, pergantian kiswah bukan hanya tentang kain yang berubah. Ada pesan tentang manusia yang juga perlu memperbarui diri.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah Erti Herlina mengatakan pergantian kiswah pada awal Muharram menjadi simbol bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan memulai perjalanan baru dengan semangat yang lebih baik.

“Pergantian kiswah menjadi simbol bahwa tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan pencucian diri,” ujar Erti pada tim Media Center Haji di Makkah, Senin.

Menurut dia, kiswah lama yang dilepas dapat dimaknai sebagai gambaran perjalanan manusia selama satu tahun terakhir. Ada kesalahan yang perlu diperbaiki, ada kekurangan yang harus ditinggalkan, dan ada tekad baru yang perlu dibangun.

“Kita senantiasa memperbarui kualitas spiritual kita. Hal-hal yang masih tersimpan dalam hati dan amal kita terus kita koreksi dan perbaiki. Kalau masih ada hal jelek di masa lalu, kita buang dan kita perbaiki dengan tekad yang baru,” tuturnya.

Di balik keindahan kiswah yang baru, tersimpan pula kisah panjang tentang kesungguhan manusia. Erti menjelaskan, pembuatan kiswah membutuhkan waktu hampir 11 bulan dengan melibatkan ratusan perajin, kain sutra terbaik, serta ketelitian dalam setiap detailnya.

Ketika malam semakin larut dan kiswah baru telah sempurna menyelimuti Ka’bah, doa-doa terus terdengar di antara langkah para jemaah. Mereka mungkin datang dari negeri yang berbeda, berbicara dalam bahasa yang berbeda, dan membawa doa yang berbeda.

Namun, malam itu mereka dipersatukan oleh satu pemandangan yang sama: Ka’bah yang kembali mengenakan kiswah baru, menjadi pengingat bahwa setiap pergantian waktu selalu membawa kesempatan untuk memperbaiki diri.