Bacaan Niat Puasa 10 Muharram, Tata Cara dan Jadwal pada 2026

Umat Islam penting memahami niat puasa 10 Muharram dan tata caranya mengingat besarnya keutamaan yang diperoleh ketika mengamalkannya

Diterbitkan 18 Juni 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun baru Hijriah 1448 Hijriah, umat Islam akan bertemu dengan hari yang penuh limpahan keberkahan, Hari Asyura. Pada hari istimewa ini, umat Islam dianjurkan berpuasa sunnah. Karenanya, umat Islam perlu mengetaui niat puasa 10 Muharram.

Puasa Asyura memiliki keutamaan besar. Berdasarkan dalil hadis sahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa berpuasa pada hari kesepuluh Muharram dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

Penting dicatat, Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu'in mengungkapkan bahwa kesempurnaan ibadah ini diawali dengan kemantapan ikrar di dalam hati sejak malam hari. Hal ini juga sesuai dengan sabda nabi dalam sebuah hadis, bahwa segala sesuatu tergantung niatnya.

Merangkum buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, Penerjemah Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si dan Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya, Said Yai, serta sumber kredibel lain, berikut ini adalah bacaan niat puasa 10 Muharram teks Arab, Latin dan artinya, serta tata cara dan jadwalnya pada 2026.

Bacaan Niat Puasa 10 Muharram

1. Niat Puasa Asyura yang Dibaca pada Malam Hari

Bacaan ini adalah yang paling utama dan sesuai dengan sunnah, karena niat dilakukan pada malam harinya.

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

2. Niat Puasa Asyura yang Dilakukan pada Hari Puasa

Jika seseorang lupa berniat pada malam hari, ia diperbolehkan berniat pada pagi atau siang hari dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Berikut lafal yang sesuai:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya berniat puasa sunah Asyura hari ini karena Allah SWT.”

3. Niat Puasa Asyura Versi Ringkas

Bacaan ringkas ini juga sah digunakan sebagai niat puasa Asyura:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma âsyûrâ-a sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Asyura sunnah karena Allah ta‘âlâ.”

Para ulama menjelaskan bahwa niat puasa sunnah, termasuk puasa Asyura, dapat dilakukan sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib) hingga terbit fajar.

Namun, jika seseorang lupa berniat pada malam hari, ia masih diperbolehkan berniat pada siang hari, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar dan niat dilakukan sebelum masuk waktu zawal (matahari tergelincir ke barat, sekitar pukul 12.00 siang). Hal ini berdasarkan kemudahan (rukhsah) yang diberikan untuk puasa sunnah.

Tata Cara Puasa Asyura

Berikut adalah langkah-langkah praktis menjalankan ibadah puasa Asyura:

  • Membaca Niat: Lafalkan niat sesuai waktu pelaksanaan (malam hari untuk esok, atau siang sebelum zawal jika lupa niat malam).
  • Makan Sahur: Sangat dianjurkan (sunnah) untuk makan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air, untuk menguatkan tubuh dalam menjalani ibadah puasa. Sahur juga merupakan pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa ahli kitab.
  • Menahan Diri: Menjaga diri dari segala hal yang membatalkan puasa (makan, minum, hubungan suami istri) sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
  • Menjaga Kualitas Puasa: Menghindari perkataan dusta, ghibah, pertengkaran, serta segala hal yang dapat mengurangi pahala puasa.
  • Menyegerakan Berbuka: Segera berbuka ketika waktu Maghrib tiba, sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.
  • Membaca Doa Buka: Membaca doa berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Jadwal Puasa 10 Muharram 2026

1. Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah (KHGT)

Pemerintah (melalui Kriteria MABIMS) dan Muhammadiyah (melalui Kalender Hijriah Global Tunggal/KHGT) menetapkan awal tahun 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Maka, rincian jadwal pelaksanaan puasa sunnah Muharram bagi umat Islam yang mengikuti ketetapan ini adalah sebagai berikut:

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026.
  • Puasa 11 Muharram 1448 H (Opsional/Penyempurna): Jumat, 26 Juni 2026.

2. Jadwal Versi LF PBNU (Istikmal/Rukyatul Hilal)

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menggunakan metode rukyatul hilal (pemantauan bulan sabit). Karena hilal tidak terlihat pada 29 Dzulhijjah, PBNU menggenapkan bulan Dzulhijjah menjadi 30 hari (istikmal), sehingga menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

Dengan demikian, rincian jadwal pelaksanaan puasa sunnah Muharram bagi warga Nahdliyin adalah sebagai berikut:

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026.
  • Puasa 11 Muharram 1448 H (Opsional/Penyempurna): Sabtu, 27 Juni 2026.

Rincian dan Panduan Pelaksanaan Tiga Puasa Utama MuharramUntuk mendapatkan kesempurnaan pahala di bulan Muharram, para ulama menganjurkan umat Islam melaksanakan puasa berurutan pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

Keutamaan Puasa 10 Muharram

Kesungguhan niat dalam berpuasa menjadi kunci utama untuk meraih keutamaan puasa Asyura. Ikhlas karena Allah merupakan landasan agar amalan diterima dan pahala dilipatgandakan.

1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Inilah keutamaan paling utama dari puasa Asyura. Rasulullah ﷺ bersabda: “Puasa pada hari Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar puasa itu dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

2. Puasa Paling Utama Setelah Ramadhan

Rasulullah ﷺ juga bersabda: Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim no. 1163)

Hal ini juga dijelaskan dalam buku Bimbingan Islam Seputar Bulan Muharram (Tim Bimbingan Islam, Yayasan Bimbingan Islam) bahwa puasa di bulan Muharram, terutama Asyura, memiliki keutamaan yang sangat besar setelah Ramadhan.

3. Mengikuti Sunnah Nabi dan Menyelisihi Yahudi

Nabi Muhammad ﷺ sangat bersemangat dalam menjalankan puasa Asyura. Beliau bersabda: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).”

Beliau juga memerintahkan umatnya untuk menyelisihi kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 saja, dengan cara berpuasa juga pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a).

Pertanyaan Terkait Niat Puasa 10 Muharram

Puasa 9 dan 10 Muharram tanggal berapa?

Puasa Asyura dan Tasua dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Pada tahun 2024, tanggal 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Sabtu, 6 Juli 2024. Oleh karena itu, puasa Tasua akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juli 2024, dan puasa Asyura pada hari Minggu, 14 Juli 2024.

Apakah kita boleh berpuasa pada tanggal 10 Muharram?

Rasulullah ﷺ bersabda: 'Puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.' (Muslim) Nabi ﷺ menganjurkan kita untuk berpuasa di bulan Muharram, pada tanggal 9 dan 10 (atau 10 dan 11) bulan tersebut .

Berapa hari puasa Muharram yang dianjurkan?

Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sunnah di bulan Muharram selama tiga hari, yaitu pada tanggal 9 (Puasa Tasu'a), 10 (Puasa Asyura), dan 11 Muharram. Jika tidak mampu menjalankan ketiganya, Anda bisa memilih alternatif tingkatan di bawahnya seperti berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, atau berpuasa 10 Muharram saja.

Apa niat puasa 9 Muharram dan 10 Muharram?

Niat puasa 9 Muharram (Puasa Tasu'a) dan 10 Muharram (Puasa Asyura) dibaca di malam hari (sebelum subuh) untuk puasa sunnah, atau boleh di siang hari sebelum waktu zawal (matahari tergelincir) selama belum makan dan minum sejak subuh.