Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran awal tahun dalam sistem penanggalan kalender Hijriah menyimpan makna spiritual yang sangat mendalam, terutama jika menilik 10 Muharram artinya bagi umat Islam. Tanggal ini merupakan hari paling istimewa di dalam bulan mulia tersebut.
Secara historis, hari ke-10 Muharram yang masyhur disebut sebagai hari Asyura, menjadi saksi berbagai peristiwa besar. Di antara yang paling kuat dalilnya adalah keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Fir'aun. Terkait keutamaannya, Rasulullah bersabda, "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa tahun berlalu."
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram menjelaskan, fadhilah pengampunan hadits ini secara spesifik mencakup dosa-dosa kecil hamba. Oleh karena itu, menghayati makna di balik tanggal agung ini semestinya membangkitkan semangat umat untuk memperbanyak amal shalih.
Advertisement
Merangkum berbagai sumber kredibel, artikel ini akan membedah makna 10 Muharram dari sisi etimologi (kebahasaan), sejarah hingga syariat. Simak selengkapnya.
10 Muharram Artinya dari Makna Bahasa dan Asal Usul Nama
Secara etimologis, kata "Asyura" (عاشوراء) berasal dari bahasa Arab "'asyarah" (عشرة) yang berarti sepuluh. Dengan demikian, Asyura secara harfiah adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama.
Selain penjelasan literal ini, terdapat beberapa pandangan lain mengenai penamaan hari ini:
- Sepuluh Kemuliaan (Karamah): Sebagian ulama berpendapat bahwa hari ini disebut Asyura karena Allah memberikan sepuluh kemuliaan (karamah) kepada sepuluh nabi-Nya pada tanggal tersebut, di antaranya diterimanya taubat Nabi Adam AS dan diselamatkannya Nabi Musa AS dari Fir'aun. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa pada hari ini Allah memberikan sepuluh keistimewaan khusus kepada umat Nabi Muhammad SAW.
- Hari Kesembilan: Pendapat lain yang langka menyebutkan bahwa Asyura justru merujuk pada hari kesembilan Muharram.
Namun, pandangan yang paling masyhur dan diterima luas tetaplah bahwa Asyura adalah hari ke-10 bulan Muharram.
Advertisement
Makna Historis, Saki Peristiwa-Peristiwa Agung
Hari Asyura memiliki makna historis yang sangat dalam karena dikaitkan dengan serangkaian peristiwa besar dalam sejarah para nabi. Berbagai riwayat menyebutkan bahwa pada tanggal 10 Muharram inilah terjadi peristiwa-peristiwa monumental.
1. Peristiwa Paling Masyhur: Keselamatan Nabi Musa AS
Peristiwa yang paling terkenal dan menjadi inti dari pensyariatan puasa Asyura adalah keselamatan Nabi Musa 'alaihissalam dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Dalam Al-Qur'an, kisah ini diabadikan dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 63-68:
"Lalu Kami wahyukan kepada Musa, 'Pukullah laut itu dengan tongkatmu.' Maka terbelahlah laut itu dan setiap belahan seperti gunung yang besar... Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain." (QS. Asy-Syu'ara [26]: 63-68)
Peristiwa ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang, bahkan ketika jalan tampak tertutup dari segala arah.
Ketika Rasulullah ï·º tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa. Rasulullah ï·º lalu bersabda:Â "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian." Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Peristiwa Penting Lainnya
Selain kisah Nabi Musa, sejumlah riwayat juga mengaitkan hari Asyura dengan peristiwa-peristiwa besar lainnya:
- Diterimanya taubat Nabi Adam AS setelah beliau memakan buah khuldi.
- Berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS di bukit Judi setelah banjir besar usai.
- Diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari kobaran api Raja Namrud.
- Dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari perut ikan paus.
- Disembuhkannya Nabi Ayyub AS dari penyakitnya.
- Dibebaskannya Nabi Yusuf AS dari penjara Mesir.
- Diangkatnya Nabi Isa AS ke langit.
Penting untuk dicatat bahwa beberapa riwayat tentang peristiwa selain Nabi Musa dinilai lemah (dha'if) oleh para ulama. Namun, secara keseluruhan, hari ini tetap dikenang sebagai hari penuh peristiwa besar yang menjadi pelajaran bagi umat manusia.
Makna Spiritual dan Keistimewaannya
Makna 10 Muharram tidak berhenti pada sejarah; ia memiliki dimensi spiritual yang sangat kuat bagi umat Islam.
1. Bulan yang Dimuliakan (Asyhurul Hurum)
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) yang disebutkan dalam Al-Qur'an (QS. At-Taubah: 36). Dalam bulan-bulan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan, dan dosa juga mendapat balasan yang lebih berat. Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsirnya menyatakan:
"Yang dimaksudkan dengan bulan-bulan yang dimuliakan di sini, sesungguhnya maksiat dalam bulan ini siksanya lebih berat, dan menjalankan ketaatan di dalam bulan ini pahalanya dilipatgandakan." (Fakhruddin ar-Razi, Tafsir ar-Razi, juz 16, hlm. 14)
2. Puasa Penghapus Dosa
Keistimewaan paling utama dari 10 Muharram adalah puasa Asyura. Rasulullah ï·º bersabda:Â "Puasa pada hari Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar puasa itu dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Ini menjadikan puasa Asyura sebagai puasa sunnah dengan keutamaan terbesar setelah puasa Ramadhan.
3. Momentum Introspeksi dan Perbaikan Diri
Asyura adalah pengingat akan pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang taat dan sabar. Umat Islam diajak untuk menjadikan hari ini sebagai momentum introspeksi, penguatan iman, serta memperbanyak amal kebaikan.
Advertisement
Makna 10 Muharram dalam Budaya Nusantara
Di Indonesia, terutama dalam masyarakat Jawa, Muharram dikenal dengan sebutan bulan Suro. Nama ini merupakan adaptasi lokal yang merujuk pada hari penting Asyura (10 Muharram).
Bulan Suro dianggap sebagai bulan yang sakral dan penuh dengan berbagai tradisi, mulai dari tirakatan, mubeng beteng, hingga larangan-larangan tertentu. Namun, penting untuk dipahami bahwa esensi utama 10 Muharram—sebagai hari untuk berpuasa, bersyukur, dan mendekatkan diri kepada Allah—harus tetap menjadi prioritas utama.
Menyikapi Berbagai Informasi Seputar Asyura
Para ulama dari kalangan Ahlussunnah mengingatkan pentingnya sikap moderat dalam menyikapi berbagai informasi tentang amalan di hari Asyura:
- Untuk hukum (halal-haram), harus berdasarkan dalil yang shahih.
- Untuk motivasi beramal, hadits yang lemah (dha'if) boleh digunakan selama bukan hadits palsu (maudhu').
- Beramal kebaikan di hari yang baik adalah baik, selama tidak diyakini sebagai amalan yang secara khusus dicontohkan oleh Nabi ï·º.
Dengan demikian, umat Islam dapat memaknai 10 Muharram secara utuh: sebagai hari bersejarah, hari spiritual, dan momentum untuk meningkatkan ketakwaan, tanpa terjebak dalam mitos atau amalan yang tidak memiliki landasan yang jelas.
Amalan-Amalan pada 10 Muharram
Dalam tradisi keilmuan Islam, khususnya merujuk pada anjuran para ulama klasik seperti yang tercantum dalam kitab I'anah at-Thalibin atau Kanzun Najah was Surur, terdapat sejumlah amalan yang sangat baik dihidupkan pada hari Asyura (10 Muharram).
Sebagian amalan memiliki dalil sahih yang spesifik untuk hari Asyura, sementara sebagian lainnya merupakan amal kebaikan umum yang sangat dianjurkan karena bertepatan dengan kemuliaan "Bulan Haram". Berikut adalah 10 amalan tersebut beserta penjelasan singkatnya:
1. Berpuasa (Puasa Asyura)
Ini adalah amalan paling utama dan satu-satunya ibadah mahdhah yang memiliki dalil sahih paling kuat secara spesifik pada 10 Muharram. Rasulullah menjanjikan bahwa puasa ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil selama satu tahun yang berlalu.
2. Meluaskan Belanja Keluarga
Memberikan kelonggaran nafkah, menyajikan makanan yang lebih baik, atau membahagiakan istri dan anak-anak pada hari Asyura sangat dianjurkan. Beberapa ulama mengutip hadits (meski ada perdebatan derajat sanadnya) bahwa barangsiapa yang meluaskan belanja keluarganya di hari Asyura, Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun.
3. Memperbanyak Sedekah
Bersedekah pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan berlipat ganda karena dilakukan di dalam Asyhurul Hurum (bulan-bulan suci). Memberi makan orang yang berbuka puasa Asyura juga menjadi ladang pahala yang besar.
4. Menyantuni Anak Yatim
Tradisi Islam sangat menekankan kepedulian terhadap anak yatim di hari Asyura. Meskipun sebagian ulama ahli hadits menilai riwayat tentang "mengusap kepala anak yatim khusus di hari Asyura" berderajat dhaif (lemah), esensi menyantuni dan membahagiakan mereka tetap merupakan amal mulia yang pahalanya sangat besar.
5. Bertaubat (Taubat Nasuha)
Karena 10 Muharram adalah momentum pengampunan dosa, amalan ini sangat esensial. Puasa Asyura yang menghapus dosa kecil harus disempurnakan dengan taubat nasuha agar dosa-dosa besar juga mendapatkan ampunan Allah.
6. Menyambung Silaturahmi
Mempererat tali persaudaraan dengan keluarga, kerabat, dan tetangga. Menjaga silaturahmi adalah kewajiban yang keutamaannya semakin bertambah jika dilakukan di hari-hari yang dimuliakan Allah.
7. Menjenguk Orang Sakit
Mengunjungi saudara sesama muslim yang sedang sakit untuk mendoakan dan menghibur mereka. Amal sosial ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan empati di hari yang penuh berkah.
8. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Memanfaatkan hari Asyura—hari di mana Allah menyelamatkan para Nabi—untuk memperbanyak munajat, istighfar, dan doa. Hari ini diyakini sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.
9. Membaca Al-Qur'an (Tilawah)
Menghidupkan waktu luang saat berpuasa Asyura dengan memperbanyak bacaan Al-Qur'an guna menjaga lisan dari perkataan sia-sia dan mengumpulkan pundi-pundi kebaikan di bulan Syahrullah.
10. Menahan Diri dari Segala Bentuk Kezaliman
Selain melakukan ketaatan, amalan batin yang tak kalah penting adalah menahan diri dari berbuat dosa atau menzalimi orang lain (seperti berghibah atau berbohong). Di bulan haram, bobot keburukan sebuah dosa dilipatgandakan kemurkaannya oleh Allah.
Advertisement
Pertanyaan Seputar 10 Muharram Artinya
10 Muharram itu artinya apa?
Dalam ajaran Islam, 10 Muharram disebut sebagai hari Asyura. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan sunnah seperti berpuasa Asyura. Selain itu, hari Asyura juga memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Hal ini tak lepas dari sejarah hari Asyura di masa lalu.
Apa saja 10 hal penting di bulan Muharram?
Tanggal sepuluh Muharram dikenal sebagai Asyura, hari peringatan penting dalam Islam . Bagi Muslim Sunni, Asyura menandai terbelahnya Laut Merah oleh Musa dan keselamatan Bani Israel.
Kenapa 10 Muharram harus menyantuni anak yatim?
Menyantuni anak yatim pada 10 Muharram dianjurkan karena bulan Muharram adalah salah satu bulan yang mulia (asyhurul hurum) dan menjadi momentum untuk melipatgandakan amal kebaikan. Selain itu, hari tersebut juga menjadi tradisi untuk bersedekah.
10 Muharram terjadi peristiwa apa?
Tanggal 10 Muharram (dikenal sebagai Hari Asyura) sangat bersejarah. Umat Islam memperingatinya karena menjadi momen diselamatkannya Nabi Musa dari Firaun, Tragedi Karbala (wafatnya cucu Nabi, Husein), serta hari pertobatan Nabi Adam dan berbagai mukjizat para nabi lainnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292184/original/051444300_1783587540-IMG-20260709-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102800/original/012961600_1737448281-1737446419683_arti-doa-tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270292/original/089440700_1671764205-masjid-pogung-dalangan-DdMZbKFFbaU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4863406/original/036872700_1718344791-21918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261589/original/039274900_1781748540-673849350_18359362258230347_6610283334227226820_n.jpg)