12 Amalan Pembuka Rezeki Menurut Al Quran dan Hadis, Berkah dari Arah Tak Terduga

Islam mengajarkan bahwa konsep rezeki tak terbatas materi. Muslim perlu memahami amalan pembuka rezeki menurut Al Quran dan hadis

Diterbitkan 05 Juni 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan, terkadang seseorang merasa rezekinya seret walau sudah berusaha maksimal. Barangkali ada sisi bathiniah yang dilupakan. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui amalan pembuka rezeki menurut Al Quran dan hadis.

Penting dicatat, dalam Islam, rezeki bukanlah sekadar materi. Rezeki adalah segala bentuk karunia Allah Swt. yang meliputi kesehatan, ilmu yang bermanfaat, umur yang berkah, hingga ketenangan hati.

Muslim diajarkan bahwa usaha keras (ikhtiar) dan doa adalah kesatuan yang tak terpisahkan dalam meraih rezeki yang halal dan penuh berkah. Amalan pembuka rezeki memperkuat relasi spiritual dengan Allah Sang Maha Pemberi dan Pemilik Rezeki. Jangan heran jika lantas mendapat berkah dari hal dan arah yang tak terduga.

Merujuk Buku Rahasia Magnet Rezeki, Nasrullah, Skripsi Analisis Isi Pesan-Pesan Dakwah pada Buku Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan, oleh Venny Yunita, Ebook Agar Dimudahkan Rezeki, karya Asep Maulana dan Abdullah Jinaan dan sumber kredibel lainnya, berikut ini adalah amalan-amalan pembuka rezeki berdasar Al-Qur'an dan hadis.

1. Bertakwa dan Berbaik Sangka (Husnudzan) kepada Allah

Takwa adalah fondasi segala amalan. Dalam setiap kajian tentang rezeki, ayat yang paling sering dikutip adalah firman Allah dalam Surat Ath-Thalaq ayat 2–3:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Syekh Sayyid Quthb dalam “Fi Zhilalil Qur’an” menjelaskan bahwa ketakwaan bukan sekadar ritual, tetapi sebuah sistem hidup yang membuat seseorang senantiasa berada dalam lindungan Allah. Hasilnya, rezeki mengalir deras seperti air bah yang tak terduga. Sementara itu, Ippho Santosa dalam “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan” menekankan pentingnya husnudzan (berbaik sangka) kepada Allah. Beliau mengutip hadis qudsi: “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku” (HR. Bukhari Muslim). Jika kita meyakini Allah sebagai Pemberi Rezeki Yang Maha Pemurah, maka keyakinan itu sendiri menjadi doa yang dikabulkan.

2. Istighfar dan Taubat, Menghapus Penghalang Rezeki

Salah satu sebab utama rezeki terhambat adalah dosa. Sebaliknya, istighfar membuka pintu-pintu langit. Dalil yang sangat kuat adalah Surat Nuh ayat 10–12:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu…”

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim menegaskan bahwa ayat ini menunjukkan istighfar sebagai sebab turunnya rezeki secara berlimpah, bahkan hingga melimpahkan air hujan (simbol keberkahan alam). Nasrullah dalam “Rahasia Magnet Rezeki” menambahkan bahwa istighfar membersihkan energi negatif dalam jiwa yang selama ini menghalangi datangnya “energi berlian” berupa rezeki. Di dalam buku “Agar Dimudahkan Rezeki”, penulis mengutip perkataan ulama: “Sebab-sebab rezeki ada enam hal yang pasti: ketakwaan, tawakal, shalat, sedekah, istighfar, dan usaha.”

3. Shalat Dhuha, Membuka Pintu Rezeki di Awal Siang

Shalat Dhuha adalah amalan yang sangat dianjurkan sebagai “shalat rezeki”. Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Daud, Allah berfirman:

“Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di penghujung hari.”

Asep Maulana dalam “Agar Dimudahkan Rezeki” mengutip perkataan Ibnu al-Qayyim bahwa shalat Dhuha adalah salah satu warisan spiritual Nabi yang langsung berdampak pada kelapangan hidup. Ippho Santosa bahkan menyebut shalat Dhuha sebagai “kerja beberapa menit yang dibayar lebih besar”.

“Perumpamaan inilah yang kami maksud dengan shalat Dhuha. Ketika Anda melakukan shalat Dhuha, berarti Anda telah menghabiskan sebagian waktu produktif Anda untuk-Nya. Bukankah Dhuha adalah waktu, dan waktu adalah uang?” tulisnya.

4. Sedekah

Tidak ada amalan yang paling populer dalam kaitannya dengan rezeki selain sedekah. Allah berfirman dalam Surat Saba’ ayat 39:

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menulis bahwa sedekah memiliki rahasia tersendiri: ia memutus bala, menyembuhkan penyakit, dan melipatgandakan harta hingga 700 kali lipat. Nasrullah dalam “Rahasia Magnet Rezeki” menyebut sedekah sebagai “investasi gaib” karena balasannya sering datang dari arah yang tak terduga.

Buku “Agar Dimudahkan Rezeki” memuat kisah Ahmad bin Musayyaf yang dalam kefakiran justru bersedekah, lalu Allah mendatangkan rezeki berupa warisan puluhan ribu dinar. Ippho Santosa bahkan membuat rumus praktis: “Sedekah tidak harus ikhlas, tetaplah bersedekah, karena kita tidak tahu ikhlas sejati itu seperti apa.”

5. Membaca Surah Al-Waqi’ah: Perisai Kemiskinan

Di antara surah-surah Al-Qur’an yang memiliki keutamaan khusus untuk rezeki adalah Al-Waqi’ah. Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, ia tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” (HR. Al-Baihaqi)

Ibnu Mas’ud ra. sangat menekankan amalan ini. Ketika beliau sakit dan akan wafat, Khalifah Utsman ra. menjenguknya dan khawatir akan nasib anak-anak perempuan Ibnu Mas’ud. Ibnu Mas’ud menjawab, “Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan menimpa mereka? Padahal aku telah memerintahkan mereka membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, karena aku mendengar Rasulullah bersabda demikian.” (Diriwayatkan dalam kitab At-Tamhid karya Ibnu Abdil Barr).

Dalam skripsi Venny Yunita, amalan membaca Al-Qur’an termasuk dalam pesan syariah yang menjadi salah satu pilar pembuka rezeki.

6. Silaturahmi, Melapangkan Rezeki

Hadis yang sangat masyhur diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa silaturahmi memperluas jaringan sosial yang menjadi saluran rezeki, sekaligus mendatangkan berkah karena melibatkan doa-doa dari keluarga.

Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki” disebutkan bahwa silaturahmi adalah salah satu dari enam sebab rezeki yang pasti. Bahkan, orang yang memutus silaturahmi diancam dengan tertundanya rezeki di dunia sebelum azab di akhirat.

7. Bersyukur, Kunci Nikmat Berlipat Ganda

Setiap muslim hafal firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

Hasan al-Bashri berkata, “Allah memberikan kenikmatan, tetapi apabila nikmat itu tidak disyukuri, Allah akan menggantinya dengan azab.” Nasrullah dalam “Rahasia Magnet Rezeki” mengembangkan konsep syukur sebagai positive feeling—perasaan tenang dan bahagia atas apa pun yang terjadi.

Beliau mengutip penelitian Masaru Emoto tentang air: kata-kata syukur membuat struktur air menjadi indah seperti berlian, sedangkan keluhan menghancurkannya. Karena 70% tubuh manusia adalah air, maka syukur secara langsung memengaruhi kesehatan dan energi yang menarik rezeki.

8. Melunasi Utang dan Menunaikan Hak Orang Lain

Utang yang tidak dibayar menjadi penghalang rezeki yang serius. Ippho Santosa dalam “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan” menyebutnya sebagai “akar serabut kerugian”. Beliau menulis: “Ketika Anda menahan hak orang lain, itu berarti masih ada sangkutan yang tidak bisa ditebus dengan sedekah sebanyak apa pun. Rezeki Anda pun tertunda-tunda.”

Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki”, diceritakan doa yang diajarkan Nabi Isa as. kepada para sahabatnya untuk melunasi utang sebesar gunung emas. Doa tersebut dibaca oleh Abu Bakar ra. dan Aisyah ra., dan keduanya mengalami kemudahan luar biasa dalam membayar utang.

Doa itu berbunyi: “Ya Allah Yang Maha Menghilangkan kesulitan, limpahkanlah rahmat-Mu kepadaku hingga aku tidak perlu lagi kepada siapa pun kecuali hanya kepada Engkau.”

9. Bekerja Keras dan Berdagang (Ikhtiar)

Rezeki tidak turun begitu saja tanpa usaha. Allah memerintahkan manusia untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya (QS. Al-Jumu’ah: 10). Ibnu al-Qayyim dalam Al-Fawaid mengatakan, “Rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin. Maka selama ajal masih ada, rezeki akan tiba.”

Namun, beliau juga menegaskan bahwa jaminan rezeki tidak berarti seseorang boleh duduk pasif. Nabi Daud as. makan dari hasil kerja tangannya sendiri. Umar bin Khattab pernah menegur orang-orang yang bermalas-malasan setelah shalat Jumat, mengatakan bahwa tawakal sejati seperti petani yang menanam benih lalu bertawakal.

Dalam “Rahasia Magnet Rezeki”, Nasrullah mendefinisikan ulang ikhtiar sebagai upaya menciptakan energi positif. Beliau berkata, “Ikhtiar tanpa energi positif seperti menginjak gas mobil tapi rem tangan belum dilepas.”

10. Doa dan Zikir, Frekuensi Positif

Doa adalah senjata mukmin. Rasulullah bersabda, “Doa adalah ibadah” (HR. Tirmidzi). Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki” disebutkan doa-doa khusus seperti:

“Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan...” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gelisah, sedih, lemah, malas, pengecut, kikir, dan lilitan utang).

Ippho Santosa mengajarkan zikir sebagai bentuk positive thinking. “Subhanallah” (Mahasuci Allah) untuk membersihkan pikiran negatif, “Alhamdulillah” untuk menenangkan perasaan, dan “Allahu Akbar” untuk menguatkan motivasi. Zikir harian ini, jika diulang 33 kali setiap selesai shalat, menjadi magnet yang menarik energi rezeki.

11. Menikah dan Membina Keluarga

Ayat yang sering luput dari perhatian adalah Surat An-Nur ayat 32: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu... Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.”

Ibnu Abbas menafsirkan bahwa Allah menjanjikan kekayaan bagi mereka yang menikah. Umar bin Khattab bahkan berkata, “Aku heran kepada orang yang membaca ayat ini tetapi tidak segera menikah.”

Menikah adalah salah satu pintu rezeki karena dengan adanya tanggungan keluarga, seseorang akan lebih giat berusaha dan Allah akan membukakan jalan.

12. Kesabaran dan Qana’ah: Kaya Hati, Lapang Dada

Rasulullah bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.” (HR. Bukhari Muslim). Sifat qana’ah (merasa cukup) adalah perhiasan orang beriman. Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki” dijelaskan bahwa orang yang qana’ah akan diluaskan rezekinya, karena ia tidak disibukkan dengan mengejar dunia.

Sabda Nabi: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari dalam keadaan sehat, memiliki makanan pokok, dan aman dalam lingkungannya, maka ia telah memiliki dunia seluruhnya.” (HR. Abu Daud).

Imam al-Ghazali dalam Minhajul ‘Abidin menyatakan bahwa qana’ah membebaskan hati dari ketergantungan kepada makhluk, sehingga rezeki justru datang karena hati dipenuhi rasa cukup kepada Allah.

Pertanyaan Seputar Amalan Pembuka Rezeki

Apa zikir pembuka pintu rezeki?

Zikir pembuka rezeki adalah amalan spiritual untuk memohon kelancaran dan keberkahan harta. Rutin melantunkan zikir ini setiap hari—terutama setelah salat fardhu atau di waktu pagi—dapat membukakan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka.

Baca surat apa supaya rezeki mengalir deras?

Dalam Islam, tidak ada surat yang secara instan membuat rezeki mengalir deras hanya dengan dibaca tanpa ikhtiar. Namun, ada beberapa surat dalam Al-Qur'an yang diyakini sebagai pembuka pintu rezeki, mendatangkan keberkahan, serta memudahkan segala urusan jika diamalkan secara rutin.

Amalan apa yang membuat rezeki mengalir deras?

Istighfar (memohon ampunan) adalah amalan yang berfungsi membersihkan sumbatan tersebut, sehingga aliran rezeki kembali lancar dan deras.

10 pintu rezeki itu apa saja?

Dalam Islam, 10 pintu rezeki mencakup dua hal utama: amalan spiritual (ikhtiar batin) yang mendatangkan berkah dari Allah SWT dan ikhtiar lahiriah berupa usaha di muka bumi.