12 Amalan Penghapus Dosa yang Mudah Dilakukan Setiap Hari, Amalkan Mulai Sekarang!

Amalan penghapus dosa yang mudah dilakukan setiap hari penting diamalkan karena dalam kehidupan sehari-hari seseorang tak luput dari khilaf

Diterbitkan 05 Juni 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umat manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, baik sengaja maupun tak sengaja. Sebagai umat beriman, penting bagi kita bertaubat dan mengamalkan amalan penghapus dosa yang mudah dilakukan setiap hari.

Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa setiap anak Adam pasti sering berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah mereka yang banyak bertaubat. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).

Di dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SAW berfirman bahwa hamba-hamba-Nya selalu berbuat kesalahan di waktu malam dan siang, namun Dia selalu sedia mengampuni semua dosa tersebut.

Sebagaimana diuraikan oleh Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi dalam bukunya Amalan-Amalan Pelebur Dosa, dosa yang menumpuk pada hakikatnya adalah beban yang memberatkan langkah kaki kita dalam beribadah kepada Allah.

Apabila punggung telah terasa berat oleh beban tumpukan dosa, maka hati akan terasa berat melangkah menuju Allah dan tubuh enggan melakukan ketaatan. Oleh karena itu, rutinitas amalan pelebur dosa wajib dilakukan agar langkah menuju ridha-Nya kembali ringan.

Berikut ini adalah amalan-amalan penghapus dosa yang mudah dilakukan setiap hari:

1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Beristighfar adalah pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah.

Sabda Nabi SAW: "Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, karena aku bertobat dalam sehari sebanyak seratus kali." (HR. Muslim no. 2702).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin dalam kitab Tafsir Juz 'Amma menyoroti realita bahwa kita sering berbuat dosa siang dan malam namun justru jarang bertaubat. Padahal Rasulullah SAW yang telah dijamin ampunan dosanya saja rutin beristighfar seratus kali dalam sehari.

2. Membiasakan Dzikir Harian (Mengingat Allah)

Dzikir adalah penyejuk hati sekaligus rontokan bagi kesalahan-kesalahan yang berlalu.

Hadis Nabi SAW: "Barang siapa mengucapkan: Subhanallahi wa bihamdih (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan dihapuskan, meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Bukhari no. 6405 dan Muslim no. 2691) . 

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menegaskan bahwasanya keutamaan dzikir tidaklah terbatas pada tasbih, tahlil, takbir dan lain sebagainya. Namun dzikir itu mencakup semua orang yang melakukan ketaatan kepada Allah berarti dia berdzikir kepada Allah. Dzikir yang membasahi bibir sejatinya melunturkan noda-noda hati.

3. Menyempurnakan Wudhu

Berwudhu bukan sekadar membasuh air ke kulit, melainkan menyucikan jiwa.

 

Hadis Nabi SAW: "Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?... (Di antaranya) menyempurnakan wudhu meskipun dalam keadaan yang tidak menyenangkan (seperti saat sangat dingin)..." (HR. Muslim no. 251).

Dalam kitab Taisir Al Karim Ar Rahman , Syaikh Abdurrahman As-Sa'di menjelaskan bahwa Allah sangat mencintai kebersihan lahir batin. Menyempurnakan wudhu berfungsi untuk menyucikan kotoran lahir yang nampak, yang pada prosesnya bersamaan dengan bergugurannya dosa-dosa melalui tetesan air.

4. Menjaga Kualitas Shalat Lima Waktu

Shalat lima waktu adalah ibadah fisik dan spiritual utama bagi umat Muslim.

"Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian, ia mandi darinya setiap hari lima kali, apakah tersisa sedikit pun dari kotorannya?... Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu..." (HR. Bukhari dan Muslim).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Baari menguraikan bahwa hadits ini adalah perumpamaan realistis yang menunjukkan shalat fardhu merupakan pembersih dari dosa-dosa kecil yang tidak sengaja dilakukan di sela-sela waktu shalat tersebut.

5. Meneladani Nabi (Mutaba'ah) dalam Aktivitas Harian

Segala tindakan sehari-hari bisa diubah menjadi pahala pelebur dosa jika meniatkannya untuk mengikuti sunnah Nabi.

Allah berfirman, yang artinya: "Katakanlah: "Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali Imran: 31) . 

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur'anil Adzim menyatakan, ayat mulia ini merupakan hakim (penentu kebenaran) bagi orang-orang yang mengaku cinta Allah. Jika dia tidak mengikuti jalan yang ditempuh Nabi, dia dusta dalam pengakuannya.

6. Bersedekah Setiap Hari walau Kecil

Sedekah harian walau hanya senilai uang kecil atau berbentuk senyuman memiliki kekuatan luar biasa.

Hadis Nabi: "Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi no. 2616).

Syaikh Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi (Syarah Sunan At-Tirmidzi) memaparkan bahwa amal sedekah yang diiringi dengan keikhlasan memiliki kekuatan ajaib untuk meredam kemurkaan Allah dan secara instan memadamkan api dosa-dosa kecil yang kita kumpulkan setiap harinya.

7. Berjabat Tangan Sesama Muslim

Peleburan dosa tidak hanya berkaitan dengan Allah (Hablum Minallah), namun juga sesama manusia (Hablum Minannas).

Hadis Nabi SAW: "Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum mereka berpisah." (HR. Abu Dawud no. 5212).

 Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menggarisbawahi bahwa jabat tangan adalah perekat persaudaraan yang melambangkan kebersihan hati dari kedengkian. Momen menyentuh tangan saudara seiman menjadi proses pengguguran dosa sebelum keduanya melepaskan genggaman tersebut.

8. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Kepedulian terhadap fasilitas umum dan keselamatan orang lain di jalan raya dinilai sebagai ibadah yang mampu mendatangkan ampunan Allah.

"Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di sebuah jalan, ia menemukan ranting berduri di jalan itu, lalu ia menyingkirkannya. Maka Allah pun berterima kasih kepadanya, lalu mengampuninya." (HR. Bukhari no. 652 dan Muslim no. 1914).

Syaikh Ibnu Utsaimin dalam kitab Syarh Arba'in Nawawiyyah (hlm. 266) mengelaborasi makna ini lebih jauh. Beliau menyatakan, jika menyingkirkan gangguan fisik dari jalan saja bernilai sedekah, maka menyingkirkan gangguan yang bersifat maknawi—seperti memberantas kebid'ahan dan kemungkaran di masyarakat—jauh lebih utama kedudukannya.

9. Memberi Minum kepada Manusia atau Hewan

Tindakan empati dan kasih sayang sekecil apa pun kepada sesama makhluk hidup, bahkan kepada hewan, memiliki timbangan yang berat.

"Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing pada suatu hari yang sangat panas, yang mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Maka wanita itu mengambilkan air untuknya dengan sepatunya, lalu Allah mengampuni dosa-dosanya." (HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244).

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya, Al Jami' li Ahkamil Qur'an (7/215), menukil nasihat para tabi'in: "Barang siapa yang banyak dosanya maka hendaknya dia memberi minum."

Beliau menegaskan sebuah logika prioritas: jika memberi minum anjing saja bisa mengundang ampunan Allah, lantas betapa agungnya pahala memberi minum dan makan kepada manusia beriman yang sedang kehausan atau kelaparan.

10. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Lisan yang senantiasa basah dengan shalawat adalah kunci untuk meraih ganjaran lipat ganda setiap harinya.

"Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali shalawat maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali dan menghapus sepuluh dosanya." (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 643).

Al-Khathib Al Baghdadi dalam kitab Syaraf Ashabil Hadits (hlm. 76) menyebutkan bahwa keutamaan shalawat ini sangat identik dengan para ahli ilmu (ahli hadits). Beliau mencatat bahwa tidak ada golongan yang secara konsisten dan masif bershalawat kepada Nabi—baik melalui lisan maupun goresan pena—melebihi para pencari ilmu dan ahli hadits.

11. Membiasakan Diri Bersifat Pemaaf

Membersihkan hati dari rasa dendam terhadap rekan kerja, keluarga, atau orang lain di penghujung hari adalah tiket menuju ampunan Allah.

"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22).

Imam Hasan Al Bashri menuturkan dalam Al Adab Syar'iyyah (1/171) bahwa, "Sebaik-baik akhlak seorang mukmin adalah memaafkan.". Hal senada ditegaskan oleh Imam Ahmad bin Hanbal sebagaimana dinukil dalam Siyar A'lam Nubala' (11/262).

Beliau memberikan teguran yang mendalam: "Maafkanlah saudaramu, apa manfaatnya bagimu bila Allah menyiksa saudaramu karena sebab kamu?".

12. Membaca Doa Kaffaratul Majelis

Dalam interaksi harian, obrolan kosong (laghath) sering kali tidak terhindarkan. Doa penutup ini bertindak sebagai "penghapus" instan.

"Barang siapa duduk dalam suatu majelis, lalu banyak berkata-kata yang tidak bermanfaat di dalamnya, kemudian sebelum ia berdiri dari majelis itu ia mengucapkan: 'Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu', maka akan diampuni baginya apa yang terjadi di majlis tersebut." (HR. Tirmidzi no. 3433).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam An Nukat 'ala Ibnu Shalah (2/715-743) menguatkan keshahihan berbagai jalur periwayatan hadits ini.

Sementara itu, Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Miftah Dar Sa'adah (1/342) menggarisbawahi bahwa menghadiri majelis ilmu (yang sering diakhiri dengan doa ini) merupakan amalan krusial karena di tempat itulah seseorang yang lalai akan kembali tersadar dan orang yang berbuat dosa dipandu untuk segera bertaubat.

Pertanyaan Seputar Amalan Penghapus Dosa

Zikir apa yang bisa menghapus dosa?

Ada beberapa zikir utama yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai penghapus dosa. Semuanya ringan di lisan namun memiliki keutamaan yang luar biasa

Sholawat apa yang bisa menghapus dosa selama 80 tahun?

Sholawat yang diyakini dapat menghapus dosa selama 80 tahun adalah Sholawat Ummi. Berdasarkan riwayat hadits, barangsiapa membacanya sebanyak 80 kali pada hari Jumat, Allah SWT akan mengampuni dosanya selama 80 tahun.

Apakah dosa zina bisa dihapus dengan istighfar?

Ya, dosa zina bisa dihapus dengan istighfar asalkan disertai dengan tobat nasuha (tobat yang sungguh-sungguh). Allah SWT Maha Pengampun dan pintu tobat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang bersujud dan memohon ampun.

Amalan apa saja yang bisa menghapus dosa?

Amalan penghapus dosa meliputi Taubat Nasuha (taubat sungguh-sungguh), memperbanyak istighfar dan zikir, serta melakukan ibadah harian seperti menyempurnakan wudhu, sholat lima waktu, sedekah, dan puasa (seperti puasa sunnah Arafah yang menghapus dosa dua tahun).