Liputan6.com, Jakarta - Literasi mengenai contoh khutbah Jumat menyambut tahun baru Hijriah menjadi hal penting di momen menjelang atau sesudah pergantian tahun baru Islam. Momen sakral ini sangat strategis untuk menggugah kesadaran umat agar berhijrah menuju ketaatan, dengan perspektif ukhrowi.
Allah SWT memuliakan hamba-Nya yang berhijrah melalui firman-Nya, yang artinya: Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah - QS. An-Nahl: 41). Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa hakikat hijrah yang sejati adalah kemauan meninggalkan seluruh larangan-Nya.
Perlu diingat pula, penyampaian naskah khutbah tersebut wajib mematuhi aturan syariat. Di dalam buku Rukun & Syarat Sah Khutbah Jum'at Menurut Madzhab al-Syafi'iyyah karya Ahmad Zarkasih, Lc, dijelaskan secara tegas bahwa seluruh rukun khutbah mutlak harus disampaikan dengan menggunakan bahasa Arab.
Advertisement
Kepatuhan pada rukun yang dipadukan dengan pesan muhasabah berhasa Indonesia atau bahasa lokal lainnya akan menghasilkan khutbah yang sah dan berkesan. Berikut adalah tujuh contoh naskah khutbah Jumat menyambut tahun baru Hijriah:
Contoh Khutbah Jumat 1: Makna Hijrah Menuju Ketaatan
KHUTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta'ala.
Saat ini kita telah berada di ambang pintu gerbang pergantian tahun baru Hijriah, sebuah momentum penting yang senantiasa mengingatkan kita pada peristiwa agung hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah.
Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik secara geografis, melainkan sebuah transformasi spiritual dari kegelapan menuju cahaya, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan yang sejati kepada Allah Sang Pencipta.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai kemuliaan orang-orang yang senantiasa berhijrah di jalan kebaikan:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 218).
Ayat ini menjadi bukti nyata bahwa hijrah dan perjuangan meninggalkan dosa adalah kunci utama untuk meraih rahmat serta jalan keselamatan bagi setiap muslim yang merindukan surga-Nya.
Di tahun yang baru ini, mari kita tinggalkan segala bentuk perbuatan dosa, sifat dengki, permusuhan, dan kemalasan beribadah yang selama ini membelenggu batin dan menjadi beban masa lalu kita.
Jadikanlah pergantian tahun Hijriah ini sebagai titik tolak untuk memulai lembaran kehidupan baru yang lebih bersih, lebih produktif, dan jauh lebih bertaqwa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ.
Pada khutbah kedua ini, mari kita bulatkan tekad di dalam hati untuk terus mengukir amal shalih di tahun yang baru, sembari menundukkan kepala memohon kemudahan dari Yang Maha Kuasa.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Advertisement
Contoh Khutbah 2: Muhasabah di Penghujung Tahun
KHUTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta'ala.
Pergantian tahun baru Islam ini sejatinya adalah sebuah pengingat keras bagi kita bahwa jatah umur yang dititipkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala semakin menipis setiap harinya.
Evaluasi diri atau muhasabah merupakan ciri utama seorang mukmin yang cerdas, yang tidak ingin jatuh pada lubang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya dalam kehidupannya.
Allah Ta'ala memerintahkan kita secara tegas untuk senantiasa memperhatikan dan menyiapkan bekal menuju hari esok:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18).
Waktu selama setahun ke belakang yang telah berlalu tidak akan pernah bisa ditarik kembali, dan segala perbuatan yang terekam di dalamnya akan dipertanggungjawabkan kelak di Padang Mahsyar.
Maka bertanyalah pada hati nurani masing-masing, apakah tumpukan dosa kita di tahun ini lebih berat dibandingkan pahala amal kebaikan yang berhasil kita kumpulkan?
Jadikanlah lembaran baru di tahun Hijriah ini sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki kualitas shalat, dan menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ.
Di khutbah kedua ini, marilah kita perkuat kembali niat untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh, serta berdoa agar tahun yang akan datang dipenuhi dengan ridha dan hidayah-Nya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Khutbah 3: Semangat Baru Membangun Ukhuwah
KHUTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta'ala.
Memasuki tahun baru Hijriah, kita kembali diingatkan pada sejarah peradaban Islam di Madinah yang berhasil dibangun di atas pilar persaudaraan yang teramat kokoh.
Ketika Rasulullah tiba di Madinah setelah berhijrah, langkah strategis pertama beliau adalah mempersatukan dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar dalam satu ikatan iman.
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan urgensi persaudaraan sesama umat ini dalam firman-Nya:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10).
Di tahun yang baru ini, buanglah segala dendam, prasangka buruk, dan permusuhan yang hanya akan menggerogoti pahala amal kebaikan yang telah susah payah kita kumpulkan.
Umat Islam tidak akan pernah meraih kejayaan kembali di pentas dunia jika kekuatan internalnya masih sibuk bertikai dan meributkan perbedaan-perbedaan kecil yang tidak mendasar.
Mari kita rajut kembali ukhuwah Islamiyah yang sempat terkoyak, saling tolong-menolong dalam kebaikan, dan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengedepankan perdamaian serta rahmat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ.
Menutup khutbah kedua ini, mari kita serahkan segala urusan hati kepada Allah, memohon agar Dia melembutkan batin kita untuk senantiasa mencintai saudara seiman di tahun yang baru ini.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Advertisement
Khutbah 4: Waktu yang Terus Berjalan
KHUTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta'ala.
Momentum tahun baru Hijriah secara tidak langsung menyadarkan kita betapa cepatnya roda waktu berputar meninggalkan kita di dunia yang fana ini.
Tanpa terasa, usia kita semakin berkurang dan jatah waktu yang diberikan Allah untuk mengumpulkan bekal di muka bumi ini semakin menipis.
Allah Ta'ala bahkan bersumpah demi waktu untuk memperingatkan manusia agar sama sekali tidak menyia-nyiakan anugerah yang sangat berharga tersebut:
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-Ashr: 1-3).
Ayat ini menjadi tamparan keras bahwa siapapun yang tidak mengisi tahun lalu dengan keimanan dan perbuatan shalih akan terjatuh pada kerugian yang amat dalam.
Jangan biarkan tahun baru yang mulia ini kembali dihabiskan dengan kelalaian, kemalasan, dan penundaan amal kebaikan seperti yang sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Segeralah bertaubat dan manfaatkan setiap sisa detik kehidupan ini untuk merajut kedekatan kepada Allah, membaca firman-Nya, dan memberikan manfaat bagi sesama manusia.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ.
Di khutbah kedua ini, marilah kita berkomitmen memanfaatkan waktu setahun ke depan dengan penuh disiplin beribadah, seraya menadahkan tangan memohon ampunan dari Allah Ta'ala.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Khutbah 5: Meneladani Pengorbanan Muhajirin
KHUTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta'ala.
Memperingati tahun baru Hijriah berarti merenungi dan mengingat kembali betapa besarnya pengorbanan yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat saat berhijrah.
Kaum Muhajirin rela meninggalkan rumah yang nyaman, harta kekayaan, dan bahkan keluarga yang mereka cintai murni demi menyelamatkan aqidah serta menaati Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat memuji pengorbanan tulus para sahabat Muhajirin tersebut dalam firman-Nya:
وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Artinya: "Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui." (QS. An-Nahl: 41).
Semangat pengorbanan yang tak kenal pamrih ini wajib kita teladani secara maksimal dalam menjalani dinamika kehidupan modern saat ini yang penuh tantangan.
Berkorbanlah dengan menahan hawa nafsu yang menyesatkan, meninggalkan kebiasaan buruk yang merugikan, serta menginfakkan harta benda untuk menolong agama Allah.
Sambutlah tahun baru Hijriah ini dengan sebuah komitmen pengorbanan yang penuh keikhlasan, demi menegakkan syariat serta kebenaran di tengah-tengah keluarga dan lingkungan masyarakat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ.
Memasuki khutbah kedua ini, mari kita berdoa agar jiwa kita senantiasa diberikan kelapangan untuk mau berkorban demi kebaikan Islam dan kebahagiaan di akhirat kelak.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Advertisement
Khutbah 6: Meninggalkan Kemaksiatan (Hijrah Maknawiyah)
KHUTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta'ala.
Makna hijrah di zaman sekarang bukanlah sekadar berpindah dari satu kota menuju kota yang lain demi melarikan diri dari musuh secara fisik.
Hakikat hijrah yang sesungguhnya saat ini adalah kemampuan kita untuk meninggalkan segala perbuatan maksiat dan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebagaimana firman Allah yang secara langsung menginstruksikan Nabi Muhammad dan umatnya untuk segera menjauhi perbuatan dosa:
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
Artinya: "Dan perbuatan dosa tinggalkanlah." (QS. Al-Muddassir: 5).
Meskipun singkat, namun ayat ini memiliki penekanan yang teramat kuat agar kita senantiasa mempraktikkan hijrah maknawiyah di sepanjang usia dan setiap hela nafas kita.
Di lembaran tahun baru Hijriah ini, marilah kita berani berhijrah dari harta yang haram, lisan yang gemar berdusta, dan mata yang lalai memandang kemaksiatan.
Hiasi dan penuhi tahun ini dengan rangkaian ibadah shalih, kedisiplinan shalat berjamaah di masjid, serta kejujuran yang murni dalam mencari nafkah yang halal.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ.
Menutup khutbah kedua yang ringkas ini, marilah bersama-sama memohon hidayah kepada Allah agar langkah hijrah batiniah kita dimudahkan di sepanjang tahun baru ini.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Khutbah 7: Merencanakan Kebaikan di Tahun Baru
KHUTBAH I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta'ala.
Pergantian tahun menuju tahun baru Islam merupakan momentum yang sangat tepat bagi setiap mukmin untuk membuat resolusi dan merancang kebaikan masa depan.
Resolusi dan target seorang mukmin tentu tidak boleh dibatasi hanya pada indikator kesuksesan finansial dan karier duniawi semata tanpa mengindahkan akhirat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dengan sangat jelas memerintahkan seluruh hamba-Nya untuk proaktif dan berlomba-lomba dalam merencanakan pundi-pundi kebaikan:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Artinya: "Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu." (QS. Al-Maidah: 48).
Rencanakanlah target ibadah harian secara konkret di tahun ini, seperti target mengkhatamkan Al-Qur'an setiap bulan, menunaikan qiyamul lail, serta konsisten bersedekah jumat.
Tahun yang baru secara otomatis harus diiringi dengan pencapaian grafik spiritual yang baru, yang jauh lebih bermutu dan lebih istiqamah dari masa-masa lampau.
Mari kita langkahkan kaki dengan optimisme dan perencanaan yang matang untuk berevolusi menjadi sosok hamba Allah yang lebih paripurna dan bermanfaat bagi sesama.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ.
Di penghujung khutbah kedua ini, mari kita tajamkan resolusi kebaikan kita setahun ke depan, memanjatkan doa kepada Allah agar senantiasa diberkahi, dimudahkan, dan diselamatkan.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Contoh Khutbah Jumat Menyambut Tahun Baru Hijriah
1 Muharram 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Bulan Muharam dipilih sebagai bulan pertama dalam penanggalan Hijriah. Merujuk pada SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Tahun Baru Islam 2026 sekaligus 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah jatuh pada 16 Juni 2026.
1447 Hijriah kapan?
Tahun 1447 Hijriah berlangsung sejak pertengahan tahun 2025 dan puncaknya berlanjut hingga pertengahan tahun 2026 Masehi.
Tahun baru Islam 1446 H kapan?
Sedangkan elongasinya berkisar antara 6,91° di Merauke sampai 8,17° di Sabang. Jika tidak mendung maka hilal sudah mudah diamati, sehingga dengan demikian ditetapkan bahwa awal Muharram 1446 H jatuh pada 7 Juli 2024.
1 Muharram adalah hari apa?
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan pada Selasa, 16 Juni 2026.
1 Suro tidak boleh apa saja?
Malam 1 Suro sangat disakralkan dalam tradisi Jawa. Dipercaya sebagai bulan prihatin dan waktu di mana makhluk gaib berkeliaran.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302828/original/029922600_1784608224-744109091_2878715122499118_855064475453451994_nfd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302386/original/025200300_1784544811-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301640/original/047977900_1784506281-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4502079/original/065939100_1689309031-Daging_Dam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243956/original/072932600_1600665128-photo-1493894473891-10fc1e5dbd22__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7798256/original/088527600_1780613602-Menhaj_Moch_Irfan_Yusuf_rapat_dengan_penyedia_katering_jemaah_haji_Indonesia_di_Madinah__Rabu__3_Juni_2026.__dok._Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102627/original/058220500_1737446569-1737444761877_cara-mandi-wajib-haid.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3195813/original/076650300_1596187131-20200731-Hagia-Sophia-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7806373/original/004985400_1780623029-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_06.12.54.jpeg)