Menhaj Panggil 23 Perusahaan Katering Jelang Kedatangan Jemaah ke Madinah

Ada tiga aspek utama layanan konsumsi yang ditekankan Menhaj.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 06:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah untuk memastikan kesiapan layanan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026 itu difokuskan pada evaluasi layanan konsumsi selama fase kedatangan gelombang pertama, sekaligus persiapan menghadapi perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dalam arahannya, Menhaj meminta seluruh penyedia katering memberikan perhatian khusus terhadap tiga aspek utama layanan, yakni ketepatan gramasi makanan, keamanan pangan, dan ketepatan waktu distribusi.

“Pelayanan konsumsi pada gelombang pertama secara umum berjalan dengan baik. Namun, untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua, kualitas layanan tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tapi juga perlu ditingkatkan,” kata dia pada tim Media Center Haji di Madinah, Rabu.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, terutama konsistensi porsi makanan sesuai standar, kesesuaian cita rasa dengan selera jemaah Indonesia, daya tahan makanan, serta pengelolaan distribusi agar konsumsi diterima tepat waktu.

Menurut dia, kualitas layanan konsumsi memiliki peran penting dalam menjaga kondisi fisik jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat selama berada di Makkah.

“Kita ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan konsumsi yang berkualitas, aman, dan tepat waktu. Karena itu, seluruh penyedia katering perlu memperhatikan setiap detail pelayanan agar kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Seluruh perusahaan katering yang hadir menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti hasil evaluasi dan melakukan berbagai perbaikan selama masa layanan di Madinah.

Disiplin Jadwal Makan

Selain bertemu penyedia katering, Menhaj juga mengingatkan jemaah agar disiplin memperhatikan jadwal makan. Ia menilai, kedekatan hotel-hotel jemaah Indonesia dengan Masjid Nabawi sering membuat sebagian jemaah menunda makan karena memilih memperpanjang waktu ibadah.

“Saya mengimbau seluruh jemaah agar memperhatikan jadwal makan. Jika waktu makan telah tiba, segera kembali ke hotel untuk mengonsumsi makanan yang telah disiapkan,” kata Menhaj.

Ia menambahkan, batas waktu aman konsumsi telah dicantumkan pada setiap kemasan makanan sehingga jemaah dapat memastikan makanan dikonsumsi dalam kondisi layak.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhah) RI berharap koordinasi antara penyedia katering, petugas haji, dan jemaah dapat meningkatkan kualitas layanan konsumsi di Madinah. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kecukupan nutrisi jemaah sehingga tetap sehat dan bugar hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah.

Jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada Minggu, 7 Juni 2026 sebelum kembali ke Tanah Air.