Kisah Emak Ijah Hilang Paspor Saat Pulang Haji, PPIH Gerak Cepat

Jemaah haji yang paspornya hilang sempat panik dan menangis karena khawatir tidak bisa pulang ke Indonesia.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 10:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah bergerak cepat menangani kasus kehilangan paspor yang dialami dua jemaah haji Indonesia, termasuk Siti Khodijah atau Emak Ijah, saat proses pemulangan di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Rabu, 3 Juni 2026.

Kepala PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdul Basir mengatakan dua jemaah yang kehilangan paspor berasal dari embarkasi berbeda. Dua jemaah tersebut adalah Abas Suganda dari kloter KJT 04 dan Siti Khodijah dari kloter JKG 04 yang dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Saudia Airlines.

Bagi Emak Ijah, kehilangan paspor memicu kepanikan. Pedagang kopi keling di Pelabuhan Tanjung Priok itu sempat menangis karena khawatir tidak bisa kembali ke Indonesia bersama rombongannya.

“Tadinya nangis. Katanya Emak enggak boleh pulang. Akhirnya Emak nangis,” ujar Emak Ijah pada tim Media Center Haji saat ditemui di Bandara Jeddah.

Petugas Daker Bandara segera menangani kasus tersebut dengan mengurus penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai dokumen pengganti. Mereka juga berkoordinasi dengan Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah untuk mempercepat proses administrasi.

Sekretaris Daker Bandara Aruji Maswatu menjelaskan pihaknya langsung mengajukan permohonan penerbitan SPLP pada KJRI setelah menerima laporan kehilangan paspor.

“Penanganannya adalah kami di Daerah Kerja Bandara membuat permohonan ke KJRI untuk penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor),” kata Aruji.

Selain mengurus dokumen, petugas membawa Emak Ijah ke fasilitas penginapan Daker Bandara di Hotel Ashil agar dapat beristirahat sambil menunggu proses penerbitan SPLP selesai. Petugas juga menghubungi keluarga Emak Ijah di Indonesia untuk memberikan informasi mengenai kondisinya sehingga mereka tidak khawatir.

Respons cepat tersebut membuahkan hasil. Kepala Daker Bandara memastikan kedua jemaah tetap dapat melanjutkan perjalanan pulang tanpa kendala berkepanjangan.

“Abas Suganda tetap dapat terbang dengan kloternya. Sementara Siti Khodijah dimutasi ke kloter KJT-5 dan terbang hari ini juga,” ungkapnya.

Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah Okky Aditya Yaqsa menegaskan pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap kasus darurat yang dialami jemaah haji Indonesia.

“KJRI berkomitmen menyelesaikan proses SPLP secepat mungkin demi pelayanan terbaik kepada jemaah haji. KJRI juga mendukung penuh PPIH Arab Saudi,” ujar Okky.

Terharu

Emak Ijah mengaku terharu atas bantuan dan pendampingan yang diberikan petugas sejak berada di Madinah, Makkah, hingga Bandara Jeddah. Ia menyampaikan rasa syukur dan doa bagi para petugas yang membantunya melewati situasi sulit tersebut.

“Ya Allah, terima kasih para petugas haji yang di Madinah, maupun yang (di) hotel. Petugas-petugasnya istimewa semua, terima kasih. Emak cuman punya doa dan doa,” tutur Emak Ijah.

Perempuan yang memiliki lima cucu itu menyebut ibadah haji tahun ini sebagai hadiah terindah karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-61 saat berada di Tanah Suci.

PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah yang masih menjalani proses pemulangan agar menjaga paspor dan dokumen perjalanan lainnya dengan baik. Jemaah juga diminta tidak sering mengeluarkan paspor dari tas kecil yang selalu melekat di badan untuk menghindari risiko kehilangan.