Kalimat Tauhid Sang Istri Lepas Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal di Makkah

Jemaah haji Indonesia yang sempat hilang di Makkah sebelum ditemukan meninggal itu dimakamkan pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Diterbitkan 24 Mei 2026, 19:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta -la ilaha illallah Muhammadur Rasulullah,” kalimat tauhid itu berkali-kali diucapkan pelan oleh Nafsiah Nawan dari luar pagar pemakaman Al Sharayea, Makkah, Sabtu, 23 Mei 2026 pagi.

Melalui panggilan video, prosesi pemakaman Muhammad Firdaus Akhlan, jemaah haji Indonesia yang sempat hilang sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, juga disaksikan keluarga di Jakarta.

“Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak (pada) petugas (haji) Indonesia atas bantuan yang masya Allah begitu besar,” katanya pada tim Media Center Haji seusai pemakaman suaminya di Makkah.

Ia menyambung, “Mudah-mudahan, Pak Firdaus, Allah ampuni dosanya, diterima amat ibadahnya, dan dilapangkan kuburnya.”

Di kesempatan yang sama, Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Tulus Widodo, mengaturkan doa serupa. Pihaknya turut menyampaikan ucapan belasungkawa saat mendampingi langsung Nafsiah selama proses pemakaman.

Sebelum dimakamkan, jenazah Firdaus disalatkan di Masjidil Haram, Sabtu dini hari, 23 Mei 2026, waktu Arab Saudi. Salat jenazah digelar usai salat subuh bersama tujuh jenazah lainnya.

Tim Media Center Haji ikut mengantarkan jenazah dari ambulans menuju area salat jenazah. Petugas membawa jenazah menggunakan buggy car sekitar pukul 03.10, waktu setempat, dan tiba di area salat pada pukul 03.21, waktu setempat.

Firdaus ditemukan dalam kondisi wafat pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026, setelah dilaporkan hilang pada Jumat pagi, 15 Mei 2026. Jemaah berusia 73 tahun itu tercatat sebagai anggota kelompok terbang (kloter) JKG 27.

 

Imbauan PPIH

Koordinator Bidang Media Center Haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Hasan Afandi, menyampaikan duka cita atas wafatnya Firdaus.

“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Hasan saat jumpa pers di Makkah, Jumat.

Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses pencarian jemaah tersebut. Menurut dia, pencarian melibatkan keluarga almarhum, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit setempat, petugas haji, hingga masyarakat Indonesia yang ikut mendoakan.

PPIH Arab Saudi memastikan pemerintah akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Petugas haji Indonesia akan melaksanakan badal haji tersebut.

Selain itu, PPIH mengingatkan seluruh jemaah dan petugas agar meningkatkan kepedulian selama berada di Tanah Suci. Petugas meminta jemaah segera membantu bila menemukan jemaah lain yang berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

“Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter,” ujar Hasan.

PPIH juga meminta jemaah tidak membiarkan lansia, penyandang disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu berjalan tanpa pendamping. Menurut Hasan, kepedulian antarsesama jemaah penting untuk mengurangi risiko tersesat selama pelaksanaan ibadah haji.