Kopi dan Kurma, Simbol Keramahan Ramadan di Rumah-rumah Arab Saudi

Seperti apa cerita warga di Arab Saudi yang jadikan kopi dan kurma sebagai tradisi Ramadan?

Diterbitkan 16 Maret 2026, 07:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Riyadh - Kopi dan kurma menjadi dua elemen yang hampir tak terpisahkan dari tradisi Ramadan di rumah-rumah masyarakat Arab Saudi. Kedua hidangan sederhana ini telah lama menjadi simbol keramahan, nilai keagamaan, serta identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di banyak rumah tangga, persiapan kopi untuk Ramadan dilakukan dengan cermat. Jawahir Al-Juhani, warga Medina, mengatakan keluarganya biasanya membeli bahan-bahan utama seperti biji kopi Harari berwarna pirang, cengkeh, kapulaga, dan saffron dalam jumlah besar menjelang bulan suci.

“Kami biasanya menyiapkan kopi sebelum berbuka puasa dan kembali menyajikannya setelah salat Tarawih,” ujarnya dikutip dari Arab News, Senin (16/3/2026)

Al-Juhani juga menaruh perhatian khusus pada cara penyajian. Ia kerap memilih cangkir yang mencerminkan suasana Ramadan dan menatanya di atas nampan bersama dallah, teko kopi tradisional berwarna emas yang menjaga minuman tetap hangat. Di sampingnya, ia meletakkan piring berisi kurma yang ditutup rapi.

Meski mengonsumsi berbagai jenis kurma sepanjang tahun, selama Ramadan Al-Juhani cenderung memilih kurma sagai serta rutab segar, yang dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa manis alami.

Urutan penyajian hidangan ini mengikuti pola yang umum ditemui di banyak rumah di Arab Saudi. Saat matahari terbenam, keluarga biasanya berbuka dengan kurma dan kopi. Setelah itu mereka menunaikan salat Maghrib, kemudian menikmati hidangan utama. Sesi kopi kedua biasanya disajikan setelah salat Tarawih, sering kali ditemani aneka manisan rumahan yang disiapkan anggota keluarga.

Tradisi berbuka dengan kurma juga memiliki dasar dalam ajaran Islam. Amal Al-Harbi, warga Mecca, menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dianjurkan berbuka dengan kurma segar atau kurma kering jika yang segar tidak tersedia.

“Kebiasaan ini terus membentuk tradisi meja makan Ramadan hingga sekarang,” ujarnya.

Permintaan kurma biasanya meningkat pesat menjelang Ramadan, terutama di wilayah penghasil kurma utama seperti Qassim Region. Aktivitas pasar di kawasan tersebut umumnya mulai meningkat sejak pertengahan bulan Sya’ban dan mencapai puncaknya pada sepuluh hari pertama Ramadan.

Bashar Al-Kuriea, CEO Zadna Dates Co., mengatakan bahwa konsumsi dan variasi produk kurma meningkat signifikan selama periode tersebut.

 

Preferensi Jenis Kurma

Menurutnya, faktor tradisi memengaruhi sekitar 60 persen keputusan pembelian masyarakat, meskipun preferensi jenis kurma dapat berbeda di tiap wilayah. Varietas yang paling banyak dicari selama Ramadan antara lain khalas, sukkari, ajwa, helwa, dan sufri. Di antara jenis tersebut, khalas dan sukkari secara konsisten mencatat penjualan tertinggi.

Al-Kuriea menambahkan bahwa kurma ajwa memiliki makna religius yang kuat, terutama di kota-kota suci seperti Makkah dan Madinah. Varietas ini juga kerap menjadi pilihan para peziarah yang datang ke wilayah tersebut.

Musim panen juga turut memengaruhi pola konsumsi. Ketika Ramadan bertepatan dengan masa panen, permintaan untuk kurma rutab segar meningkat, meskipun jenis ini tidak dapat disimpan dalam waktu lama.

Selain itu, perbedaan iklim antara musim dingin dan musim panas, serta warisan tradisi keluarga di berbagai daerah, turut memengaruhi selera masyarakat. Varietas seperti wannaan dan halwat Hail, misalnya, populer di wilayah tertentu.

Meski jenis kurma tradisional masih mendominasi pasar, sejumlah tren baru mulai muncul. Pedagang kurma di Riyadh, Ahmed Al-Mutairi, mengatakan kemasan premium serta kurma isi kini semakin diminati, terutama sebagai hadiah Ramadan.

“Namun, khalas dan sukkari tetap menjadi tulang punggung pasar,” ujarnya.

Terlepas dari perubahan pola konsumsi dan perkembangan cara distribusi, ritual inti Ramadan di rumah-rumah Saudi tetap terjaga. Kopi tetap dituangkan dari dallah yang dipoles rapi, sementara kurma disajikan sebagai hidangan pertama saat azan Maghrib berkumandang.

Bagi banyak keluarga di Arab Saudi, tradisi ini bukan sekadar soal makanan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol keberlanjutan nilai, keimanan, dan ikatan budaya yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

  • Arab Saudi ialah sebuah negara yang terletak di Jazirah Arab
    Arab Saudi ialah sebuah negara yang terletak di Jazirah Arab
    Arab Saudi
  • Riyadh ialah ibu kota Arab Saudi yang terletak di kawasan Nejd
    Riyadh ialah ibu kota Arab Saudi yang terletak di kawasan Nejd
    Riyadh
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • kopi
  • Kurma