Pemantauan Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Sulsel Digelar di Menara Kampus Unismuh Makassar

Menara Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tempat pemantauan hilal 1 Ramadhan 1447 H untuk wilayah Sulsel.

Diterbitkan 17 Februari 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Pemantauan hilal 1 Ramadhan 1447 Hijriah di wilayah Sulsel bakal digelar pada Selasa (17/2/2026), di Menara Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid mengatakan, pemantauan hilal 1 Ramadhan ini melibatkan banyak pihak, termasuk BMKG.

"Ada beberapa yang dilibatkan, tidak hanya Kanwil Kemenag, tetapi juga Badan Hisab Rukyat Sulsel, BMKG IV Makassar, Pengadilan Agama, MUI Sulawesi Selatan (Sulsel), lembaga pemantau dari perguruan tinggi, dan unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan," katanya.

Pemantauan rukyatul hilal tersebut dilaksanakan di observatorium lantai 18 Menara Iqra Unismuh Makassar. Pemantauan ini sudah dua kali dilaksanakan, sebelumnya tahun 2024.

Ali juga menyampaikan, wilayah Sulsel menjadi salah satu lokasi pemantauan serentak dari 36 titik rukyatul hilal penentuan awal Ramadhan di berbagai daerah di Indonesia. Rencananya berlangsung mulai 16.30-19.00 Wita.

Pemantauan hilal setelah pengamatan bulan melalui teropong oleh tim, hasilnya akan dilaporkan kepada pemerintah pusat sebelum sidang isbat digelar di Kementerian Agama RI pada Selasa (17/2) malam di Jakarta untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 H.

"Insya Allah memasuki bulan Ramadhan 2026, pemerintah telah menjadwalkan rukyatul hilal pada 17 Februari (esok) dan kita dilaksanakan di Gedung Iqra lantai 18 Kampus Unismuh," tuturnya.

Sebelumnya, pemantauan hilal dilaksanakan di Delft Apartemen CPI Kota Makassar pada 2025, selanjutnya di Roof Top Gedung GTC Metro Tanjung Bunga Makassar, pada 2022, di Pantai Galesong, Kabupaten Takalar pada 2023, dan di Pantai Padongko, Sumpang Binangae, Kabupaten Barru pada 2019.

Perpindahan lokasi pemantauan tersebut, kata Ali, tidak ada masalah, sebab tujuannya agar menjaga silaturahim dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan maupun lembaga terkait.

"Tentunya ada dukungan dari organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga yang memiliki kapasitas rukyatul hilal, karena ini sangat penting. Kita inginkan agar komunikasi dan silaturahim tetap terjalin dengan baik, termasuk bersama Muhammadiyah," katanya.