Doa Meluluhkan Hati Mertua Teks Arab, Latin, dan Terjemah: Kunci Keharmonisan

Ingin hubungan harmonis dengan mertua? Temukan panduan lengkap doa meluluhkan hati mertua, bacaan Arab, Latin, artinya, serta tips menjaga silaturahmi yang diajarkan Islam untuk keluarga yang damai.

Diterbitkan 18 September 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hubungan antara menantu dan mertua seringkali menjadi dinamika yang kompleks dalam sebuah keluarga. Keharmonisan dalam hubungan ini sangat penting untuk menciptakan suasana rumah tangga yang damai dan penuh berkah.

Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan untuk meluluhkan hati mertua adalah dengan memanjatkan doa. Doa merupakan bentuk permohonan dan penyerahan diri kepada Allah SWT, memohon agar hati yang keras dapat dilembutkan dan hubungan dapat terjalin harmonis.

Mengutip dari MAAHAD AL-TAHZIB WA AL-TA'ALIM, doa dalam pengertian syara' adalah "memohon kepada Allah SWT dengan meminta kebaikan dari sisiNya dengan penuh ketulusan hati dan penuh pengharapan."

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (18/9/2025).

Bacaan Doa Meluluhkan Hati Mertua (Arab, Latin, dan Artinya)

Ada beberapa doa yang dapat diamalkan untuk memohon agar hati seseorang, termasuk mertua, menjadi lembut dan menerima. Doa-doa ini umumnya memohon kepada Allah SWT untuk menundukkan hati dan melembutkannya, sebagaimana Allah menundukkan Fir'aun kepada Nabi Musa atau melembutkan besi bagi Nabi Daud.

1. Doa Meluluhkan Hati Seseorang (Umum)

Doa ini dapat digunakan untuk meluluhkan hati seseorang dari jarak jauh, termasuk sebagai doa meluluhkan hati mertua.

Arab: اَللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Arab Latin: Allahumma laa sahla illaa maa ja'al- tahu sahlan wa anta taj'alu al-haz-na idza shii'ta sahlan.

Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan, terkecuali sesuatu itu telah Engkau jadikan mudah. Dan Engkau dapat menjadikan tanah yang keras menjadi mudah jika Engkau berkehendak." (Dikutip dari Doa Rindu Jodoh dan Momongan oleh Mohammad Irsyad)

2. Doa Meluluhkan Hati dengan Menyebut Nama

Doa ini dapat diamalkan sambil menyebut nama mertua yang dituju untuk meluluhkan hati mertua secara lebih spesifik.

Arab: اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِي .....(sebut nama orang yang dituju) كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Arab Latin: Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadika. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah dan hina, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Ya Allah tundukkan (sebut nama) kepadaku sebagaimana Engkau tundukkan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya untukku sebagaimana Engkau melembutkan besi pada Daud. Karena dia tidak berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya ada di tangan-Mu, dan hatinya ada di tangan-Mu." (Dikutip dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap oleh Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf)

3. Doa Meluluhkan Hati Mertua agar Disayang

Doa ini secara spesifik disebutkan untuk meluluhkan hati mertua dan memohon agar disayangi.

Arab: اللهم انك انت العزيز الكبير، وانا عبدك الضعيف الذليل، الذي لا حول ولا قوة الا بك. اللهم سخر لي... (...) كما سخرت فرعون لموسى، ولين قلبه كما لينت الحديد لداود، فانه لا ينطق الا باذنك، نشيطه في قبضتك، وقلبه في يدك، جل وجهك يا ارحم الراحمين.

Arab Latin: Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii ... (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadika. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah dan hina, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Ya Allah tundukkan (sebut nama mertua) kepadaku sebagaimana Engkau tundukkan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya untukku sebagaimana Engkau melembutkan besi pada Daud. Karena dia tidak berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya ada di tangan-Mu, dan hatinya ada di tangan-Mu." 

Adab dan Sikap Menantu dalam Meluluhkan Hati Mertua

Selain memanjatkan doa meluluhkan hati mertua, menantu juga perlu mengiringinya dengan adab dan sikap yang baik. Sikap yang terpuji dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang.

  1. Memperlakukan Mertua seperti Orang Tua Sendiri - Seorang menantu hendaknya memperlakukan mertua layaknya orang tua kandung sendiri. Hal ini mencakup menghormati, menghargai, dan menyayangi mereka dengan tulus. Dengan menganggap mertua sebagai bagian dari keluarga inti, menantu menunjukkan kepercayaan penuh atas kehormatan putra atau putri mereka.

  2. Bersikap Sopan dan Tidak Kasar - Penting bagi menantu untuk selalu bersikap baik, sopan, lembut, dan penuh kasih kepada mertua. Hindari kata-kata kasar saat berbicara dengan mertua dan gunakan istilah yang merujuk pada penghormatan kepada yang lebih tua. Sikap ini mencerminkan bakti dan penghormatan yang diajarkan dalam Islam.

  3. Bijak dan Adil dalam Menilai - Mertua dan menantu perlu mempraktikkan kebijaksanaan dengan menolak kejahatan dan menerima kebaikan. Jika ada kesalahan, nasihatilah secara pribadi dan jelaskan keinginan untuk menjaga pernikahan tetap langgeng. Menantu juga perlu memahami bahwa mertua adalah orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan pasangan, sehingga patut dihormati.

  4. Menjaga Silaturahmi dan Memberi Perhatian - Menjaga tali silaturahmi yang baik adalah kewajiban dalam Islam, termasuk kepada mertua. Meskipun jarak berjauhan, tetap saling berkontak dan menanyakan kabar dapat mempererat hubungan. Memberikan perhatian penuh dan bersikap empati juga merupakan adab yang harus dipraktikkan agar tercipta suasana keluarga yang aman dan tentram.

  5. Mendoakan yang Terbaik untuk Mertua - Selain doa meluluhkan hati mertua, menantu juga wajib memberikan doa terbaik untuk mertua. Mendoakan orang lain merupakan ajaran yang sangat diutamakan dalam Islam. Ini menunjukkan kasih sayang dan kepedulian menantu terhadap kesejahteraan mertua.

Pentingnya Menjaga Hubungan Baik dengan Mertua dalam Islam

Dalam ajaran Islam, pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan mertua adalah aspek krusial dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkah.

Hubungan yang baik antara mertua dan menantu menciptakan suasana harmoni dan damai dalam rumah tangga, yang selaras dengan ajaran Islam yang menggalakkan silaturahim dan kasih sayang sesama manusia. Ketika menantu merasakan dukungan dan kasih sayang dari mertua, hal ini dapat mengurangi tekanan dan perselisihan yang mungkin timbul.

Dijelaskan dalam buku Trending Topic of Marriage Life susunan Eva Nur Khofifah (2022), Rasulullah SAW sudah mewanti-wanti umatnya agar sebisa mungkin menjaga hubungan baik antara menantu dan mertua. Keduanya harus bisa saling menyikapi berbagai masalah bersama-sama.

Meskipun demikian, menantu juga memiliki kewajiban untuk menghormati dan memuliakan mertua, sebagaimana menghormati orang tua kandung sendiri. Hadis tentang mertua dan menantu mengajarkan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara keduanya dalam keluarga baru yang terbentuk setelah pernikahan. Bahkan, dalam Islam, hubungan mertua dan menantu adalah mahram muabbad, yaitu mahram selamanya, sehingga sangat penting untuk menjaga hubungan baik tersebut.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Memanjatkan doa meluluhkan hati mertua akan lebih baik jika dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, di mana doa memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Berikut adalah beberapa waktu mustajab untuk berdoa:

  1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur): Waktu ini dianggap sangat mustajab karena Allah SWT mendekat kepada hamba-Nya dan mendengarkan doa-doa mereka.
  2. Ketika Berbuka Puasa: Saat berbuka puasa adalah salah satu waktu di mana doa tidak akan ditolak.
  3. Ketika Malam Lailatul Qadar: Malam Lailatul Qadar adalah waktu di mana rahmat dan ampunan Allah SWT sangat melimpah, sehingga memperbanyak doa sangat dianjurkan.
  4. Ketika Azan Berkumandang dan di Antara Azan dan Iqamah: Pintu-pintu langit dibuka ketika azan dikumandangkan, dan doa pun dikabulkan.
  5. Ketika Sedang Sujud dalam Salat: Sujud adalah momen di mana seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya, sehingga doa yang dipanjatkan saat sujud memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
  6. Sebelum Salam pada Salat Wajib: Doa yang dipanjatkan sebelum salam pada salat wajib juga termasuk waktu mustajab.
  7. Pada Hari Jumat: Hari Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam, di mana ada waktu tertentu yang jika seorang Muslim berdoa pada waktu itu, doanya akan dikabulkan.
  8. Ketika Turun Hujan: Hujan adalah rahmat dan keberkahan dari Allah SWT, dan doa yang dipanjatkan saat hujan turun tidak akan ditolak.

Mengutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri, memanjatkan doa alangkah baiknya dilakukan saat sepertiga malam, tepatnya usai menunaikan ibadah salat tahajud. Berdoa harus dilakukan dengan sepenuh hati kepada Allah SWT, mengharapkan keridaan, ampunan, bantuan, serta hidayah-Nya.

FAQ

1. Apa itu doa meluluhkan hati mertua?

Doa ini adalah permohonan kepada Allah SWT agar hati mertua menjadi lembut, penuh kasih sayang, dan menerima menantu dengan tulus.

2. Mengapa doa penting dalam hubungan mertua dan menantu?

Karena doa menjadi ikhtiar batiniah yang memohon pertolongan Allah SWT, pemilik hati manusia, untuk menciptakan keharmonisan.

3. Kapan waktu terbaik membaca doa meluluhkan hati mertua?

Sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, ketika sujud dalam salat, atau pada waktu mustajab lainnya.

4. Apakah doa saja cukup untuk meluluhkan hati mertua?

Tidak. Doa harus diiringi dengan adab, sikap hormat, dan usaha menjaga silaturahmi.

5. Apakah ada doa khusus untuk meluluhkan hati mertua?

Ya. Salah satunya doa agar hati seseorang dilembutkan, dengan menyebut nama mertua dalam bacaan.

6. Bagaimana adab menantu agar disayang mertua?

Dengan menghormati seperti orang tua sendiri, bersikap sopan, menjaga silaturahmi, dan mendoakan yang terbaik.

7. Apa manfaat menjaga hubungan baik dengan mertua menurut Islam?

Menciptakan rumah tangga yang harmonis, penuh berkah, serta memperkuat silaturahmi antar keluarga.