Liputan6.com, Jakarta Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya Karim menjadi kalimat yang paling sering terdengar di kalangan umat Islam saat Idul Fitri dan Idul Adha. Ungkapan ini tidak hanya menjadi simbol perayaan dan silaturahmi, tetapi juga merupakan doa mendalam yang penuh makna. Kalimat tersebut mengandung harapan agar amal ibadah selama Ramadan atau pada hari-hari besar keagamaan diterima oleh Allah SWT dengan segala rahmat dan kemurahan-Nya.
Secara bahasa, taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya Karim berarti “Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kalian, terimalah wahai Dzat Yang Maha Mulia.” Kalimat ini mengajarkan keikhlasan dan kebersamaan dalam berdoa untuk diri sendiri dan orang lain.
Dalam buku Adab dan Etika Islami dalam Kehidupan Sehari-hari karya Mahdy Saeed Reziq Krezem As-Sa'udy, dijelaskan bahwa ucapan seperti ini menunjukkan sikap saling mendoakan antar sesama Muslim, sekaligus bentuk rasa syukur dan pengakuan atas kelemahan manusia dalam beribadah tanpa bantuan dan penerimaan dari Allah.
Advertisement
Penggunaan kalimat taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim bahkan diteladani dari para sahabat Nabi Muhammad SAW yang saling mendoakan pada hari raya. Dalam buku Indahnya Hidup Bersyariat oleh Dato’ Ismail Kamus, juga disebutkan bahwa doa penerimaan amal seperti ini merupakan bagian dari adab hari raya yang diajarkan oleh ulama salaf.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (9/7/2025).
Arti dan Makna Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762045/original/071350500_1709611264-medium-shot-women-holding-hands.jpg)
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya Karim menjadi salah satu kalimat penuh makna yang kerap diucapkan saat Idul Fitri dan Idul Adha. Kalimat ini merupakan doa yang mengandung harapan agar amal ibadah diterima oleh Allah SWT, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Ungkapan ini menandakan bahwa ibadah tidak cukup hanya dikerjakan, tetapi harus diiringi dengan permohonan agar diterima oleh Allah Yang Maha Pemurah.
Secara harfiah, kalimat tersebut berarti “Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kalian. Terimalah, wahai Yang Maha Mulia.” Kata taqabbal berarti “terimalah,” minna wa minkum berarti “dari kami dan dari kalian,” sedangkan ya Karim adalah seruan kepada Allah dengan menyebut salah satu asmaul husna-Nya, yaitu Dzat Yang Maha Mulia. Dalam hal ini, seseorang tidak hanya berdoa untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengajak saudaranya untuk bersama-sama berharap akan rida dan penerimaan dari Allah SWT.
Advertisement
Asal Usul Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5147896/original/006880000_1740974062-arti-idul-fitri.jpg)
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum memiliki akar dalam tradisi para sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa sahabat-sahabat saling mengucapkan doa ini saat hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Meskipun tidak terdapat dalam hadits shahih dari Nabi secara langsung, ucapan ini diriwayatkan sebagai kebiasaan di kalangan sahabat dan generasi tabi’in.
Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam karyanya Fathul Bari menyebut bahwa sebagian sahabat Nabi Muhammad SAW seperti Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud biasa mengucapkan kalimat taqabbalallahu minna wa minkum pada Hari Raya. Ini menunjukkan bahwa doa ini adalah bagian dari sunnah hasanah (kebiasaan baik) yang berkembang sejak masa awal Islam.
Dengan tambahan kalimat taqabbal ya Karim, ucapan ini menjadi lebih lengkap dan sarat makna spiritual. Kata “Karim” merujuk pada sifat Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemberi, sehingga harapan diterimanya amal menjadi lebih kuat dan penuh adab.
Cara Menjawab Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3121593/original/032323300_1588827946-two-women-standing-by-the-door-1071968__2_.jpg)
Ketika seseorang mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya Karim, maka jawaban terbaik dan paling tepat menurut adab dalam Islam adalah:
"Taqabbalallahu minna wa minkum."
Atau dengan menjawab Minna wa minkum taqobbal ya karim. Ini berarti "Ya Allah yang Maha Mulia, terimalah amalan kami."
Kalimat jawaban ini adalah doa kepada Allah agar menerima amal ibadah dan perbuatan baik dari kedua belah pihak. Selain itu, kalimat ini juga mengandung penghormatan dan doa bagi umat Islam.
Atau bisa juga diulang secara utuh:
"Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya Karim."
Jawaban ini bersifat doa timbal balik. Dalam tradisi Islam, membalas doa dengan doa yang serupa atau lebih baik adalah bagian dari sunnah. Tidak ada larangan untuk menambahkan kalimat seperti “amin” atau “minal ‘aidin wal faizin” setelahnya, selama tidak meyakini hal itu sebagai bagian wajib dari syariat.
Yang paling penting adalah menjawab dengan niat tulus, tanpa menjadikannya sekadar basa-basi. Dalam ajaran Islam, setiap doa yang tulus dari hati berpotensi membuka pintu rahmat, terutama di hari-hari yang penuh kemuliaan seperti Hari Raya.
Advertisement
Kapan Sebaiknya Mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2816398/original/008787600_1558932036-iStock-1146895845.jpg)
Ucapan ini paling lazim diucapkan pada dua momen penting dalam Islam, yaitu:
1. Idul Fitri
Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan, umat Islam saling bermaafan dan mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya Karim sebagai ungkapan harapan agar amal puasa, salat malam, sedekah, dan semua ibadah lainnya diterima Allah.
2. Idul Adha
Setelah melaksanakan ibadah haji atau kurban, ucapan ini juga biasa dipakai sebagai bentuk doa agar amalan ibadah haji dan penyembelihan kurban diterima oleh Allah SWT.
Meski begitu, tidak ada batasan waktu tertentu. Ucapan ini tetap bisa digunakan di luar dua hari raya sebagai bentuk saling mendoakan atas amal ibadah yang dilakukan.
QnA Seputar Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim
Q: Apakah ucapan ini berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW?
A: Tidak secara langsung. Kalimat taqabbalallahu minna wa minkum tidak terdapat dalam hadits yang diriwayatkan secara eksplisit dari Nabi. Namun, itu adalah ucapan yang dilakukan oleh para sahabat dan tabi’in. Dengan demikian, kalimat ini termasuk sunnah hasanah atau tradisi baik yang sesuai dengan semangat syariat Islam.
Q: Bolehkah menambahkan kata-kata lain seperti “minal ‘aidin wal faizin”?
A: Boleh, selama tidak dianggap sebagai bagian wajib dari syariat. Kalimat “minal ‘aidin wal faizin” sendiri berarti “semoga termasuk orang-orang yang kembali (suci) dan menang (dari perjuangan melawan hawa nafsu).” Ini merupakan doa tambahan yang baik jika diucapkan dengan adab.
Q: Apakah doa ini hanya boleh diucapkan oleh orang yang sudah salat Id?
A: Tidak. Ucapan ini bersifat umum dan tidak terbatas hanya kepada orang yang melaksanakan salat Id. Semua umat Islam dianjurkan saling mendoakan penerimaan amal ibadah, terlepas dari status ibadah masing-masing selama bulan Ramadan atau hari raya.
Q: Apakah ucapan ini boleh dikirim melalui pesan teks atau media sosial?
A: Boleh. Selama pesan tersebut disampaikan dengan niat baik, tidak ada larangan dalam syariat untuk menyampaikan doa atau ucapan semacam ini melalui media digital seperti pesan singkat, status, atau unggahan media sosial. Bahkan, itu bisa menjadi cara menyebarkan kebaikan.
Q: Bagaimana jika tidak bisa mengucapkannya dalam bahasa Arab?
A: Jika kesulitan, seseorang bisa mengucapkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia seperti “Semoga Allah menerima amal kita semua.” Namun, belajar dan membiasakan diri mengucapkannya dalam bahasa Arab tetap lebih utama karena mempertahankan orisinalitas lafaz dan kedalaman maknanya.
Q: Apakah ucapan ini bisa menjadi pengganti ucapan “selamat Idul Fitri”?
A: Bisa. Bahkan menurut beberapa ulama, ucapan taqabbalallahu minna wa minkum lebih utama dibandingkan “selamat Idul Fitri,” karena mengandung doa dan harapan yang sesuai syariat. Namun, tidak ada larangan jika seseorang menggabungkannya dengan ucapan lainnya selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Q: Apakah perempuan juga disunnahkan mengucapkan kalimat ini?
A: Ya. Ucapan ini tidak terbatas pada jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan disunnahkan untuk saling mendoakan dengan ucapan ini, karena nilai utamanya terletak pada makna dan niat di balik doa tersebut.
Q: Apakah ada versi lain dari doa ini?
A: Beberapa orang menambahkan kalimat seperti “wa ghafarallahu lana wa lakum” yang berarti “dan semoga Allah mengampuni kami dan kalian.” Ini juga termasuk doa yang baik dan diperbolehkan selama tidak menyimpang dari akidah dan tidak diyakini sebagai bagian wajib dari syariat.
Q: Apakah ucapan ini hanya untuk orang yang beragama Islam?
A: Ya. Doa ini ditujukan sebagai bagian dari tradisi dan ibadah umat Islam, karena berisi harapan agar amal ibadah diterima oleh Allah. Mengucapkannya kepada sesama Muslim adalah bentuk ukhuwah dan penyambung kebaikan di antara saudara seiman.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1282431/original/018345900_1467789111-tr.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6204862/original/088637800_1779083702-94b8bfbd-ccdc-4a6b-97b7-a164a1ba9236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4480657/original/067372600_1687701903-person-ready-eat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)