Liputan6.com, Jakarta - Puasa Syawal merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah bulan Ramadan berakhir. Banyak umat Islam berusaha meraih keutamaannya karena pahala yang dijanjikan sangat besar. Namun, muncul kebingungan saat puasa ini bertepatan dengan hari Jumat.
Di sisi lain, terdapat hadits yang melarang mengkhususkan puasa pada hari Jumat saja. Larangan ini membuat sebagian orang ragu untuk tetap melaksanakan puasa Syawal di hari tersebut. Akibatnya, tidak sedikit yang menunda bahkan meninggalkannya. Padahal, para ulama telah menjelaskan bahwa ada sebab tertentu yang membuat puasa Syawal tetap diperbolehkan di hari Jumat. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (9/4/2026).
Keutamaan Puasa Syawal yang Jadi Dasar Anjuran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan besar yang dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Amalan ini menjadi pelengkap dari ibadah Ramadan yang telah dilakukan selama sebulan penuh. Bahkan, pahalanya disamakan dengan puasa selama satu tahun.
Arab:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Latin:
Man ṣāma Ramaḍāna tsumma atba‘ahu sittan min Syawwālin kāna kaṣiyāmid-dahr
Artinya:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)
Hadits ini menjadi landasan kuat bagi mayoritas ulama yang menyatakan puasa Syawal hukumnya sunnah. Mazhab Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad sepakat dalam hal ini. Hal ini menunjukkan bahwa amalan tersebut sangat dianjurkan.
Imam Nawawi juga menegaskan bahwa dalil ini sangat jelas dan tidak bisa ditinggalkan. Menurutnya, ajaran Nabi harus diutamakan meskipun ada perbedaan pendapat. Inilah yang membuat puasa Syawal tetap dikejar oleh banyak umat Islam.
Advertisement
Hadits Larangan Mengkhususkan Puasa Hari Jumat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5080724/original/045439100_1736161253-1736157409120_caption-hari-jumat.jpg)
Terdapat hadits shahih yang melarang mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa. Larangan ini bertujuan agar hari Jumat tidak dijadikan hari puasa secara khusus tanpa sebab tertentu.
Arab:
لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ
Latin:
Lā yaṣūmannā aḥadukum yaumal-jumu‘ati illā yauman qablahu aw ba‘dahu
Artinya:
“Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali jika ia berpuasa pula pada hari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits lain juga memperkuat larangan ini:
Arab:
لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي، وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ
Latin:
Lā takhtaṣṣū laylatal-jumu‘ati biqiyāmin min bainil-layālī, wa lā takhuṣṣū yaumal-jumu‘ati biṣiyāmin min bainil-ayyāmi illā an yakūna fī ṣaumin yaṣūmuhu aḥadukum
Artinya:
“Janganlah kalian mengkhususkan malam Jumat dengan salat malam tertentu… dan jangan mengkhususkan hari Jumat dengan puasa…” (HR. Muslim)
Larangan ini sering disalahpahami sebagai larangan mutlak. Padahal, ada penjelasan lebih rinci dari para ulama. Hal inilah yang perlu dipahami agar tidak keliru dalam beribadah.
Penjelasan Ulama tentang Maksud Larangan Puasa di Hari Jumat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
Para ulama menjelaskan bahwa larangan puasa di hari Jumat tidak bersifat mutlak. Maksudnya adalah larangan mengkhususkan hari Jumat saja tanpa sebab tertentu. Jika ada sebab, maka hukumnya bisa berbeda.
Imam Nawawi menyebutkan bahwa puasa Jumat secara sendiri hukumnya makruh. Namun, jika disertai puasa sebelum atau sesudahnya, maka tidak makruh. Begitu juga jika bertepatan dengan kebiasaan puasa, hukumnya tetap boleh. Hal ini menunjukkan bahwa niat dan sebab menjadi faktor penting dalam penentuan hukum. Puasa yang memiliki alasan syar’i tidak termasuk dalam larangan.
Syaikh Ibnu Utsaimin juga menjelaskan bahwa jika seseorang berpuasa di hari Jumat karena waktu luang, maka tidak mengapa. Selama tidak ada niat mengkhususkan hari tersebut, hukumnya tetap boleh. Ini menjadi solusi bagi kondisi tertentu.
Advertisement
Hukum Puasa Syawal di Hari Jumat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
Puasa Syawal termasuk puasa sunnah yang memiliki sebab jelas. Oleh karena itu, jika dilakukan di hari Jumat, tidak termasuk dalam larangan. Puasa ini dilakukan karena keutamaan bulan Syawal, bukan karena hari Jumat. Inilah yang membedakannya dari puasa yang dilarang. Oleh karena itu, para ulama membolehkannya.
Namun, untuk lebih hati-hati, dianjurkan agar puasa tersebut digabung dengan hari sebelum atau sesudahnya. Misalnya Kamis-Jumat atau Jumat-Sabtu. Cara ini lebih sesuai dengan hadits Nabi. Meski demikian, ada pendapat yang membolehkan puasa Jumat saja jika tidak ada niat khusus. Terutama jika hanya hari itu yang memungkinkan. Pendapat ini memberikan kemudahan dalam praktik ibadah.
Hikmah Larangan Puasa di Hari Jumat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5211926/original/011374200_1746600887-Baju_Koko_Pria.jpeg)
Sementara itu, larangan puasa di Hari Jumat memiliki hikmah yang mendalam dalam Islam. Hari Jumat adalah hari penuh ibadah seperti shalat Jumat, dzikir, dan doa. Umat Islam dianjurkan dalam kondisi terbaik untuk menjalankannya.
Arab:
قَالَ الْعُلَمَاءُ: وَالْحِكْمَةُ فِي النَّهْيِ عَنْهُ أَنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ يَوْمُ دُعَاءٍ وَذِكْرٍ وَعِبَادَةٍ
Latin:
Qālal-‘ulamā’u: wal-ḥikmatu fin-nahyi ‘anhu anna yaumal-jumu‘ati yaumu du‘ā’in wa dzikrin wa ‘ibādah
Artinya:
“Ulama menjelaskan hikmah larangan tersebut adalah bahwa pada hari Jumat merupakan hari berdoa, zikir, dan ibadah…”
Saat tidak berpuasa, seseorang bisa lebih kuat dalam menjalankan ibadah tersebut. Ini membantu menjaga kualitas ibadah agar tetap maksimal. Islam selalu mengajarkan keseimbangan dalam beribadah. Larangan ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk kebaikan umat Islam.
Advertisement
Pertanyaan seputar Bolehkah Puasa Syawal di Hari Jumat
1. Bolehkah puasa Syawal di hari Jumat saja?
Boleh, selama tidak berniat mengkhususkan hari Jumat.
2. Apakah puasa Jumat itu haram?
Tidak, hukumnya makruh jika tanpa sebab.
3. Apakah puasa Syawal wajib?
Tidak, hukumnya sunnah.
4. Apakah puasa Syawal harus berurutan?
Tidak harus, boleh terpisah.
5. Kenapa dianjurkan tidak puasa di hari Jumat?
Agar lebih fokus menjalankan ibadah khusus di hari Jumat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6690011/original/022981800_1779511004-ari.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6204862/original/088637800_1779083702-94b8bfbd-ccdc-4a6b-97b7-a164a1ba9236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4480657/original/067372600_1687701903-person-ready-eat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)