8 Tanaman yang Cocok Ditanam untuk Kebutuhan Dapur, Tinggal Petik saat Memasak

Tak perlu bolak-balik membeli bumbu dan sayuran. Kenali 8 tanaman yang cocok ditanam untuk kebutuhan dapur, mulai dari cabai, daun bawang hingga serai.

Diterbitkan 05 November 2026, 11:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan halaman rumah untuk menanam bahan masakan bisa menjadi cara sederhana untuk menghemat pengeluaran sehari-hari. Tidak harus memiliki pekarangan luas, beberapa jenis tanaman bumbu dan sayuran bahkan bisa tumbuh dengan baik di dalam pot.

Menariknya, tanaman yang dipilih tidak harus selalu berupa sayuran. Berbagai rempah dan tanaman aromatik juga bisa dibudidayakan agar kebutuhan memasak lebih mudah terpenuhi.

Lantas apa saja tanaman yang cocok ditanam untuk kebutuhan dapur? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (5/11/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Cabai

Cabai menjadi salah satu tanaman yang layak diprioritaskan. Bagaimana tidak, cabai hampir selalu dibutuhkan untuk berbagai masakan rumahan. Mulai dari sambal, tumisan, sayur berkuah, hingga aneka lauk.

Dijelaskan oleh University of Maryland Extension, tanaman cabai termasuk jenis sayuran yang bisa dibudidayakan menggunakan pot, wadah atau polybag. Pilih bibit cabai yang sehat, kemudian tanam pada media yang gembur dan memiliki drainase baik. Letakkan pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup agar pertumbuhannya optimal.

Perawatannya meliputi penyiraman teratur, pemberian pupuk sesuai kebutuhan, serta pemeriksaan daun dan batang untuk mengetahui kemungkinan serangan hama. Ketika buah sudah berwarna sesuai varietas dan cukup matang, cabai bisa dipetik sedikit demi sedikit untuk kebutuhan memasak.

2. Daun Bawang

Daun bawang termasuk tanaman dapur yang cukup praktis untuk dibudidayakan karena tidak membutuhkan pekarangan luas. Rutgers Cooperative Extension memasukkan green onions atau bawang daun sebagai salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan dalam wadah.

Daun bawang bisa ditanam dalam pot memanjang atau wadah bekas yang memiliki lubang drainase. Selain itu, daun bawang bisa dibudidayakan dari biji maupun bagian pangkal daun bawang yang masih memiliki akar.

Jika menggunakan pangkal daun bawang, tanam bagian akarnya ke dalam media tanam dan pastikan bagian hijau tetap berada di atas permukaan tanah. Letakkan di tempat yang mendapatkan cahaya matahari cukup dan jaga kelembapan media agar tidak terlalu kering.

Setelah tumbuh, bagian daun dapat dipotong secukupnya untuk memasak. Sisakan bagian pangkal dan akar agar tanaman tetap memiliki kesempatan untuk menghasilkan pertumbuhan baru.

Dengan cara tersebut, satu wadah kecil bisa dimanfaatkan sebagai kebun daun bawang yang praktis di dekat dapur. Terlebih bahan ini sering digunakan sebagai pelengkap mi, sup, telur dadar, bakwan, hingga berbagai tumisan.

3. Seledri

Seledri menjadi tanaman berikutnya yang cocok ditanam untuk memenuhi kebutuhan dapur. Daunnya sering digunakan sebagai pelengkap bakso, sup ayam, soto, tumisan, dan berbagai hidangan berkuah.

Walaupun sering dibeli dalam jumlah sedikit, seledri termasuk bahan yang cukup sering dibutuhkan. Karena itu, menanamnya sendiri bisa menjadi alternatif agar tidak perlu selalu membeli ketika ingin memasak.

Tanaman seledri dapat dibudidayakan menggunakan pot dengan media tanam yang subur dan mampu mempertahankan kelembapan. Berbeda dari beberapa tanaman aromatik yang lebih menyukai kondisi kering, seledri membutuhkan ketersediaan air yang cukup agar daunnya tumbuh segar.

Letakkan tanaman di tempat terang dengan perlindungan dari panas berlebihan. Penyiraman perlu dilakukan secara teratur, tetapi jangan sampai air menggenang di dalam pot.

Daun seledri dapat dipanen secara bertahap ketika sudah cukup rimbun. Ambil bagian daun yang diperlukan dan biarkan bagian tengah tanaman tetap tumbuh agar menghasilkan daun baru.

4. Kemangi

Bagi yang menyukai lalapan atau masakan dengan aroma segar, kemangi menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk dibudidayakan di rumah. Daunnya sering dijadikan lalapan, pelengkap pepes, campuran tumisan, hingga berbagai hidangan khas Nusantara.

Kemangi bisa ditanam dari biji menggunakan pot, polybag, maupun bedengan kecil. Siapkan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik, kemudian letakkan tanaman di area yang mendapatkan sinar matahari cukup.

Ketika tanaman mulai tumbuh rimbun, lakukan pemangkasan pada bagian pucuk untuk membantu merangsang pertumbuhan cabang. Daun yang sudah cukup besar bisa dipetik sesuai kebutuhan.

Sebaiknya jangan membiarkan tanaman terlalu cepat berbunga jika tujuan utamanya adalah menghasilkan banyak daun. Pemangkasan bunga dan pucuk secara berkala dapat membantu mempertahankan pertumbuhan daun.

Selain mudah dimanfaatkan untuk memasak, kemangi juga bisa membuat kebun dapur terlihat lebih hijau dan segar.

5. Serai

Serai merupakan salah satu tanaman rempah yang sangat berguna untuk kebutuhan dapur. Batangnya sering digunakan untuk membuat sup, soto, opor, rendang, ayam ungkep, hingga aneka masakan berkuah santan.

Tanaman ini juga cukup menarik untuk dibudidayakan. Hal ini karena serai bisa tumbuh berumpun dan menghasilkan tunas baru. Serai bisa ditanam menggunakan pot besar maupun langsung di tanah pekarangan.

Untuk memulai penanaman, gunakan batang serai yang masih segar dan memiliki pangkal sehat. Batang dapat dirangsang untuk menghasilkan akar, kemudian dipindahkan ke media tanam yang subur dan memiliki drainase baik.

Serai menyukai tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media tanam, terutama jika ditanam di dalam pot karena tanahnya lebih cepat mengering.

Ketika rumpun sudah cukup besar, beberapa batang bagian luar dapat dipanen untuk memasak. Bagian tengah tanaman sebaiknya tetap dibiarkan tumbuh agar rumpun tidak cepat habis.

6. Tomat

Tomat juga layak dimasukkan ke dalam daftar tanaman kebutuhan dapur karena sering digunakan untuk berbagai jenis masakan. Buahnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan sambal, sup, tumisan, saus, hingga pelengkap hidangan segar.

Bagi yang memiliki halaman terbatas, tomat bisa ditanam dalam pot atau grow bag. Pilih varietas tomat ceri atau jenis berukuran kompak agar lebih mudah dirawat dalam wadah.

Gunakan pot dengan ukuran yang sesuai dengan varietas tanaman. Media tanam harus gembur, kaya bahan organik, dan tidak mudah tergenang air.

Tanaman tomat membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah. Selain itu, sediakan ajir atau penyangga agar batang tidak mudah roboh ketika mulai berbuah.

Jika dirawat dengan baik, tanaman tomat bisa menghasilkan buah secara bertahap. Panen dapat dilakukan ketika buah sudah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.

Menanam tomat sendiri juga memberikan keleluasaan untuk memetik buah sesuai kebutuhan, terutama ketika ingin membuat sambal atau memasak sayur.

7. Jahe

Jahe termasuk tanaman rimpang yang sering digunakan untuk berbagai kebutuhan dapur. Mulai dari bumbu tumisan, olahan ikan, ayam, sup, hingga minuman hangat, jahe memiliki aroma khas yang mudah dikenali.

Tanaman ini bisa dibudidayakan di rumah menggunakan rimpang jahe yang sehat dan memiliki mata tunas. Pilih pot yang cukup lebar dan dalam karena bagian yang akan dipanen tumbuh di bawah permukaan tanah.

Siapkan media tanam yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik. Tanam rimpang dengan posisi mata tunas menghadap ke atas, kemudian tutup menggunakan media tanam secukupnya.

Jahe bisa diletakkan di area yang mendapatkan cahaya terang tetapi tidak harus terus-menerus terkena matahari terik. Jaga kelembapan tanah tanpa membuatnya terlalu basah karena rimpang rentan mengalami pembusukan jika kondisi media terus tergenang.

Ketika tanaman sudah tumbuh cukup lama dan rimpangnya berkembang, jahe bisa dipanen sesuai kebutuhan. Jika ingin memperoleh hasil lebih banyak, berikan waktu tumbuh yang cukup sebelum melakukan panen besar.

8. Daun Mint

Tanaman terakhir yang bisa melengkapi kebun dapur adalah daun mint. Meski tidak selalu digunakan dalam masakan sehari-hari, tanaman ini cukup serbaguna untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari minuman segar, teh, salad, hingga pelengkap makanan tertentu.

Mint termasuk tanaman yang relatif mudah tumbuh dalam pot. Bahkan, penanaman menggunakan wadah justru disarankan karena tanaman ini bisa menyebar dengan cepat melalui pertumbuhan akar dan rimpangnya.

Gunakan pot dengan lubang drainase dan media tanam yang mampu mempertahankan kelembapan. Letakkan di tempat terang dengan paparan matahari yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Penyiraman perlu dilakukan secara teratur agar media tidak terlalu kering. Jika pertumbuhannya mulai terlalu lebat, lakukan pemangkasan untuk menjaga bentuk tanaman sekaligus merangsang munculnya tunas baru.

Daun mint dapat dipetik ketika tanaman sudah cukup rimbun. Ambil beberapa helai daun sesuai kebutuhan dan sisakan cukup banyak bagian tanaman agar pertumbuhannya tetap terjaga.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanaman yang Cocok Ditanam untuk Kebutuhan Dapur

1. Apa tanaman yang paling mudah ditanam untuk kebutuhan dapur?

Daun bawang, kemangi, mint, dan cabai bisa menjadi pilihan untuk pemula. Tanaman tersebut dapat dibudidayakan menggunakan pot dengan perawatan yang disesuaikan.

2. Apakah tanaman kebutuhan dapur bisa ditanam di pot kecil?

Bisa. Beberapa tanaman seperti daun bawang dan herba berukuran kecil dapat tumbuh dalam wadah terbatas. Namun, ukuran pot tetap harus disesuaikan dengan perkembangan akar dan ukuran tanaman.

3. Tanaman apa yang bisa dipanen berkali-kali?

Daun bawang, kemangi, mint, dan serai dapat dipanen secara bertahap selama tanaman dirawat dengan baik dan bagian pertumbuhan utamanya tetap dipertahankan.

4. Apakah kebun dapur harus mendapatkan sinar matahari langsung?

Sebagian besar tanaman sayuran dan bumbu membutuhkan cahaya yang cukup. Tanaman seperti cabai dan tomat umumnya memerlukan paparan matahari lebih banyak dibandingkan beberapa tanaman daun.

5. Bagaimana cara menghemat tempat untuk membuat kebun dapur?

Gunakan rak tanaman bertingkat, pot gantung, planter box, atau susunan pot vertikal. Pilih tanaman yang berukuran relatif kecil agar tidak memenuhi seluruh area.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6