5 Cara Memanfaatkan Koran Bekas untuk Kebutuhan Tanaman, Bisa Jadi Kompos

Cara memanfaatkan koran bekas untuk kebutuhan tanaman, mulai dari mulsa alami, penekan gulma, bahan kompos, hingga pot semai bibit.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 10:08 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara memanfaatkan koran bekas untuk kebutuhan tanaman bisa menjadi solusi praktis untuk mengurangi limbah rumah tangga. Selain mudah ditemukan, koran bekas memiliki berbagai kegunaan yang mendukung perawatan tanaman dan kebiasaan berkebun ramah lingkungan.

Koran bekas dapat digunakan sebagai mulsa untuk menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, bahan campuran kompos, hingga pot semai bibit. Potongan koran juga bisa dicampurkan ke media tanam umbi-umbian untuk membantu memperbaiki struktur tanah.

Penggunaan koran bekas dapat menghemat biaya berkebun sekaligus mengurangi sampah kertas. Namun, pilih koran biasa tanpa lapisan mengilap atau lilin. Gunakan secukupnya agar sirkulasi udara dan air tetap terjaga, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Berikut cara memanfaatkan koran bekas untuk kebutuhan tanaman, Liputan6.com, Kamis (15/10/2026).

1. Memanfaatkan Koran Bekas sebagai Mulsa Alami

Koran bekas dapat dimanfaatkan sebagai mulsa alami untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus melindungi tanaman dari perubahan suhu. Lapisan koran juga membantu mengurangi penguapan air dan menghambat pertumbuhan gulma yang bersaing dengan tanaman dalam menyerap nutrisi.

Cara menggunakannya cukup mudah. Siapkan sekitar 3–5 lembar koran, lalu hamparkan di atas permukaan tanah di sekitar tanaman. Basahi koran dengan air agar tidak mudah tertiup angin, kemudian tutupi dengan lapisan tipis kompos, sekam, atau daun kering.

Pastikan koran tidak menumpuk terlalu tebal agar air dan udara tetap bisa menembus tanah. Berikan jarak beberapa sentimeter dari pangkal batang untuk mencegah kelembapan berlebih yang dapat memicu pembusukan. Seiring waktu, koran akan terurai dan menambah bahan organik ke dalam tanah.

2. Menggunakan Koran Bekas untuk Menekan Pertumbuhan Gulma

Gulma sering tumbuh di sekitar tanaman dan menyerap air serta nutrisi yang seharusnya tersedia bagi tanaman utama. Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah menggunakan koran bekas sebagai penghalang sinar matahari yang dibutuhkan gulma untuk tumbuh.

Caranya, bersihkan area tanam dari gulma yang sudah tumbuh, lalu bentangkan beberapa lembar koran di atas permukaan tanah. Basahi kertas agar lebih mudah menempel dan tidak bergeser. Setelah itu, tambahkan lapisan kompos atau mulsa organik di atasnya supaya koran tetap berada di tempatnya.

Pastikan area di sekitar pangkal tanaman utama tidak tertutup terlalu rapat. Koran akan membantu menghambat pertumbuhan gulma baru sekaligus menjaga kelembapan tanah. Periksa lapisan secara berkala dan tambahkan koran jika mulai terurai atau terbuka.

3. Menjadikan Koran Bekas sebagai Bahan Campuran Kompos

Koran bekas bisa menjadi bahan tambahan untuk membuat kompos karena mengandung karbon yang dibutuhkan mikroorganisme selama proses penguraian. Karbon berperan menyeimbangkan bahan organik kaya nitrogen, seperti sisa sayuran dan potongan rumput, sehingga proses pengomposan dapat berlangsung lebih baik.

Untuk membuatnya, sobek koran menjadi potongan kecil agar lebih mudah terurai. Campurkan dengan sisa sayuran, kulit buah, daun kering, atau bahan organik lain di dalam wadah kompos. Usahakan campuran memiliki keseimbangan antara bahan kaya karbon dan nitrogen.

Tambahkan air secukupnya hingga kondisinya lembap, tetapi tidak terlalu basah. Aduk campuran secara berkala untuk membantu sirkulasi udara dan mempercepat penguraian. Setelah kompos matang, bahan tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki struktur tanah dan menambah unsur hara. Pilih koran biasa dan hindari kertas berlapis plastik, lilin, atau lapisan mengilap yang sulit terurai.

4. Membuat Pot Semai Bibit dari Koran Bekas

Alih-alih membeli pot plastik kecil, koran bekas dapat diubah menjadi wadah untuk menyemai benih sayuran, bunga, maupun tanaman herbal. Pot kertas ini praktis karena dapat membantu mengurangi sampah dan meminimalkan gangguan pada akar ketika bibit dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.

Cara membuatnya, potong koran menjadi lembaran, lalu lilitkan pada gelas kecil atau cetakan berbentuk tabung. Lipat bagian bawah kertas hingga membentuk alas yang kokoh, kemudian lepaskan cetakannya. Isi pot dengan media semai yang gembur dan memiliki drainase baik.

Masukkan benih sesuai petunjuk penanaman, lalu siram secukupnya dan letakkan di tempat yang sesuai dengan kebutuhan cahaya tanaman. Ketika bibit sudah cukup kuat, pot koran dapat ditanam langsung bersama bibitnya. Gunakan koran tanpa lapisan mengilap dan pastikan pot tidak terlalu basah agar bentuknya tetap kokoh selama penyemaian.

5. Mencampurkan Koran Bekas ke Media Tanam Umbi-umbian

Tanaman umbi-umbian seperti kentang dan ubi jalar membutuhkan media tanam yang gembur agar umbinya dapat berkembang dengan baik. Koran bekas yang sudah disobek kecil-kecil dapat ditambahkan dalam jumlah terbatas untuk membantu memperbaiki struktur media dan meningkatkan kandungan bahan organik seiring proses penguraian.

Untuk menggunakannya, sobek koran menjadi potongan kecil, kemudian campurkan dengan tanah, kompos matang, dan bahan lain yang membantu memperbaiki drainase. Aduk hingga potongan kertas tersebar merata dan tidak menggumpal. Hindari menambahkan koran terlalu banyak karena kertas yang basah dan padat dapat menghambat sirkulasi udara serta mengganggu pertumbuhan akar.

Gunakan campuran tersebut untuk mengisi wadah tanam atau bedengan yang sesuai bagi tanaman umbi. Pastikan media tetap gembur, tidak tergenang air, dan memiliki nutrisi yang cukup. Koran sebaiknya menjadi bahan tambahan, bukan pengganti utama tanah dan kompos.

Pertanyaan Seputar Memanfaatkan Koran Bekas untuk Kebutuhan Tanaman

Apakah tinta koran aman untuk tanaman?

Mayoritas tinta koran modern menggunakan bahan dasar minyak kedelai (soy-based ink) atau air, sehingga aman terurai dalam tanah dan tidak meracuni tanaman. Namun, hindari kertas majalah glossy atau dengan tinta berwarna mencolok karena berpotensi mengandung residu kimia.

Bagaimana cara menggunakan koran bekas sebagai mulsa?

Lapisi permukaan tanah dengan 3-5 lembar koran, lalu siram hingga basah dan tutup dengan lapisan tipis tanah atau sekam. Koran yang disobek kecil-kecil juga bisa ditebarkan sebagai mulsa. Pastikan tidak menumpuk terlalu tebal (sekitar 2,5 cm) dan beri jarak dari pangkal tanaman.

Mengapa koran bekas baik untuk kompos?

Koran bekas memiliki kadar karbon yang tinggi, yang diperlukan tanaman untuk tumbuh subur. Kertas berseratnya juga disukai cacing tanah dan mikroorganisme pengurai, membantu memperbaiki struktur kompos dan mengurangi bau.

Cara memanfaatkan koran bekas untuk kebutuhan tanamanApa itu 'Green Newspaper'?

'Green Newspaper' adalah inovasi koran dari Jepang yang dicetak menggunakan kertas biodegradable dan mengandung biji tanaman. Setelah dibaca, koran ini dapat dirobek, ditanam, disiram, dan akan tumbuh menjadi bunga atau tanaman herbal.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6