Cara Menanam Lengkuas di Pot dan Pekarangan agar Rimpang Besar dan Panen Melimpah

Cara menanam lengkuas di pot, polybag, dan pekarangan mulai dari pemilihan bibit, media tanam, perawatan, hingga panen agar rimpang besar dan hasil melimpah.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 20:02 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam lengkuas di pot paling mudah dimulai dari rimpang segar yang sudah bertunas. Rimpang cukup ditanam pada media gembur, lalu dirawat dengan penyiraman dan pupuk secukupnya.

Lengkuas bisa ditanam di pot, polybag, maupun langsung di pekarangan rumah. Dengan cara menanam lengkuas yang benar, rimpang tumbuh besar dan siap dipanen dalam 8-12 bulan.

Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan rempah dari keluarga jahe-jahean yang tumbuh sebagai rimpang di dalam tanah. Tanaman ini tergolong bandel, menyukai iklim hangat dan lembap, serta cocok dijadikan pilihan pertama untuk apotek hidup di rumah.

Cara Menyiapkan Bibit dan Media Tanam Lengkuas

Fondasi utama dalam cara menanam lengkuas adalah menyiapkan bibit dari rimpang sehat sekaligus media tanam yang subur. Pemilihan bibit yang tepat akan menentukan seberapa besar rimpang yang Anda panen nanti.

  1. Pilih rimpang tua berkualitas: Gunakan rimpang yang sudah tua dengan tekstur keras, kulit mengkilap, dan memiliki minimal 2-3 mata tunas. Hindari rimpang yang keriput, lembek, atau berbercak hitam karena rawan busuk.

  2. Potong dan keringkan luka: Potong rimpang menjadi beberapa ruas sepanjang 5-7 cm, pastikan tiap potongan memiliki mata tunas. Jemur di tempat teduh selama 1-2 hari agar bekas potongan mengering dan terhindar dari serangan bakteri.

  3. Semai hingga bertunas: Letakkan potongan rimpang pada media semai lembap seperti pasir atau sekam. Tunggu sekitar 3-4 minggu hingga muncul tunas sepanjang 1-2 cm sebelum dipindahkan.

  4. Racik media tanam gembur: Campurkan tanah, kompos atau pupuk kandang matang, dan sekam atau pasir dengan perbandingan 2:1:1. Media yang gembur memberi ruang bagi rimpang untuk berkembang leluasa.

  5. Siapkan wadah atau lahan: Untuk lahan sempit, gunakan pot atau polybag berdiameter minimal 40 cm berlubang drainase. Jika memakai pekarangan, cangkul tanah 20-30 cm, campur pupuk kandang, lalu diamkan sekitar satu minggu.

Merujuk panduan Morning Chores, lengkuas berpotensi menghasilkan rimpang yang tidak maksimal jika ditanam dalam wadah terlalu kecil. Oleh karena itu, disarankan menggunakan pot berkapasitas minimal lima galon AS atau sekitar 19 liter.

Baca juga: cara menyiapkan bibit dan menanam jahe di polybag yang langkahnya mirip dengan lengkuas.

Cara Menanam Lengkuas di Pot, Polybag, dan Pekarangan

Setelah bibit bertunas dan media siap, proses penanaman bisa dimulai. Cara menanam lengkuas di pot pada dasarnya sama dengan di polybag maupun di tanah terbuka, yang membedakan hanya ukuran ruang tumbuhnya.

  1. Tentukan waktu tanam terbaik: Tanam pada awal musim penghujan agar kebutuhan air tunas muda selalu tercukupi secara alami. Jika menanam di musim kemarau, siapkan jadwal penyiraman yang konsisten.

  2. Buat lubang tanam: Buat lubang sedalam 5-10 cm; untuk pekarangan gunakan kedalaman sekitar 10 cm. Beri jarak antar lubang 40-50 cm karena lengkuas tumbuh merumpun dan butuh ruang melebar.

  3. Letakkan rimpang dengan benar: Posisikan rimpang dengan mata tunas menghadap ke atas agar arah tumbuh batang tidak terhambat. Tutup kembali dengan media tanam secara tipis, jangan menimbun mata tunas terlalu dalam.

  4. Siram secukupnya: Siram hingga media lembap, tetapi jangan sampai becek atau tergenang. Genangan air adalah penyebab utama pembusukan rimpang lengkuas.

  5. Tempatkan di lokasi tepat: Letakkan tanaman di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh hingga teduh parsial. Naungan ringan dari pepohonan atau paranet boleh diberikan, asal tidak sepenuhnya menghalangi cahaya.

Merujuk panduan The Seed Collection, lengkuas membutuhkan suhu tanah 20–30°C untuk memunculkan tunas. Rimpangnya ditanam sedalam sekitar 10 cm dengan titik tumbuh menghadap ke atas agar tunas dapat berkembang.

Baca juga: model taman apotek hidup dari tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan lengkuas serta panduan menanam jahe merah di polybag.

Cara Merawat dan Memanen Lengkuas agar Rimpang Besar

Perawatan rutin menentukan keberhasilan cara menanam lengkuas hingga masa panen tiba. Rawatan yang baik membuat rimpang padat, beraroma kuat, dan berukuran memuaskan.

  1. Penyiraman teratur: Jaga media tetap lembap, terutama pada 1-3 bulan pertama. Kurangi penyiraman saat hujan terus-menerus agar rimpang tidak membusuk.

  2. Pemupukan berkala: Berikan pupuk organik tambahan setiap dua bulan sekali untuk menjaga kesuburan media. Penyerapan hara bisa dioptimalkan dengan tambahan pupuk organik cair yang disiramkan atau disemprotkan.

  3. Pembumbunan: Tutup kembali pangkal batang atau rimpang yang menyembul ke permukaan dengan media baru. Langkah ini membuat rimpang terus tumbuh ke atas sehingga ukurannya makin besar dan terlindung dari sinar langsung.

  4. Penyiangan gulma: Cabut rumput liar di sekitar pangkal tanaman secara rutin. Gulma adalah pesaing utama dalam memperebutkan unsur hara, terutama nitrogen.

  5. Pengendalian hama alami: Aroma lengkuas yang tajam sudah menjadi pengusir hama alami, tetapi bila ada ulat atau bercak, semprotkan larutan air sabun pada sore hari. Cegah busuk rimpang dengan menjaga drainase dan tidak menyiram berlebihan.

  6. Panen pada waktunya: Panen raya dilakukan saat tanaman berumur 8-12 bulan dengan tanda daun menguning dan batang mengering; untuk bumbu harian, rimpang muda bisa diambil sebagian sejak umur 4-6 bulan. Gali dengan garpu tanah agar rimpang tidak terpotong, bersihkan, lalu simpan di kulkas, bekukan, atau keringkan menjadi bubuk, dan sisihkan rimpang terbaik untuk bibit berikutnya.

Menurut Gardening Know How, perawatan lengkuas perlu memperhatikan kondisi tumbuh yang sesuai, terutama kelembapan tanah dan kebutuhan cahaya. Pastikan media tanam tidak tergenang air agar pertumbuhan tanaman tetap optimal. Untuk pupuknya, Anda bisa membuat sendiri pupuk organik dari sisa dapur maupun pupuk organik cair yang praktis.

Satu hal penting saat panen, bagian ujung rimpang yang muda cenderung lebih empuk dan tidak terlalu berserat, sedangkan bagian yang tua beraroma paling kuat namun bertekstur keras. Anda juga cukup mencongkel rimpang di sisi luar rumpun agar tanaman tetap hidup dan bisa dipanen berulang kali.

Baca juga: resep ayam rempah lengkuas, daftar bumbu dapur yang mudah tumbuh di polybag, dan cara membedakan jahe dan lengkuas.

Syarat Tumbuh dan Keuntungan Menanam Lengkuas Sendiri

Sebelum menanam, ada baiknya memahami syarat tumbuh sekaligus keuntungan membudidayakan lengkuas sendiri. Memahami habitat aslinya akan membantu Anda menciptakan kondisi tumbuh yang paling ideal.

  • Dua jenis lengkuas: Menurut Gardener’s Path, istilah galangal merujuk pada dua spesies yang dikenal, yaitu greater galangal (Alpinia galanga) dan lesser galangal (Alpinia officinarum). Greater galangal lebih dikenal sebagai bumbu masakan, sedangkan lesser galangal memiliki riwayat penggunaan dalam pengobatan tradisional.

  • Iklim hangat: Menurut Epic Gardening, lengkuas cocok tumbuh di iklim hangat. Untuk mendukung pertumbuhan awal, proses penanaman perlu memperhatikan suhu dan kondisi lingkungan yang sesuai agar rimpang dapat bertunas dengan baik. Tanaman ini peka terhadap dingin, sehingga pertumbuhannya melambat pada suhu rendah.

  • Kelembapan terjaga: Lengkuas menyukai udara lembap; di lingkungan yang kering, daun bisa disemprot air untuk menjaga kelembapan.

  • Tanah berdrainase baik: Media ideal bersifat gembur, kaya bahan organik, dengan pH sedikit asam hingga netral (sekitar 6,0-7,0).

  • Minim hama dan penyakit: Lengkuas tergolong tahan gangguan, dengan masalah utama hanya busuk rimpang akibat tanah terlalu basah.

  • Bisa dipanen bertahun-tahun: Dengan memanen rimpang di sisi luar rumpun, tanaman induk tetap produktif dalam jangka panjang.

  • Hemat dan bebas pestisida: Menanam sendiri memastikan rimpang bebas bahan kimia, menghemat belanja bumbu, sekaligus menambah nilai ekonomi dan estetika pekarangan.

Selain untuk bumbu, lengkuas dikenal kaya senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari beragam khasiat kesehatan, manfaat untuk kesuburan, hingga membantu menurunkan kolesterol. Varian lengkuas merah bahkan lebih sering dimanfaatkan untuk herbal, sementara konsumsi rutin lengkuas dikaitkan dengan daya tahan tubuh, dan Anda bisa mengenali kualitasnya lewat ciri-ciri fisik rimpangnya.

Menurut Afi Candra Trinugraha, periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi khasiat lengkuas mendukung pengembangannya sebagai bahan baku obat berbasis tanaman rempah.

Potensi itulah yang membuat lengkuas layak dikembangkan lebih dari sekadar bahan baku obat dan kosmetik maupun tanaman obat di pagar rumah. Dengan langkah yang konsisten, siapa pun bisa berhasil membudidayakan lengkuas sendiri, cukup mulai dari satu atau dua rimpang hingga menjadi rumpun produktif sepanjang tahun.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Lengkuas

Berapa lama lengkuas bisa dipanen sejak tanam?

Umumnya lengkuas siap dipanen secara penuh pada umur 8-12 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan batang mengering. Untuk kebutuhan bumbu harian, sebagian rimpang muda sudah bisa diambil sejak usia 4-6 bulan.

Apakah lengkuas bisa ditanam di dalam pot atau polybag?

Bisa, bahkan sangat cocok untuk lahan sempit. Gunakan pot atau polybag berdiameter minimal 40-50 cm dengan lubang drainase yang baik agar rimpang leluasa berkembang dan tidak mudah membusuk.

Mengapa tanaman lengkuas hanya tumbuh daun tetapi rimpangnya kecil?

Kondisi ini biasanya disebabkan tanah yang terlalu padat, kekurangan unsur hara, atau wadah tanam yang terlalu sempit. Lakukan pembumbunan, gemburkan media, dan berikan pupuk organik secara rutin agar pembesaran rimpang kembali optimal.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6