Liputan6.com, Jakarta - Elang Peregrine atau Alap-alap Kawah (Falco peregrinus) dikenal sebagai burung tercepat di dunia. Saat menukik untuk menangkap mangsa, burung pemangsa ini mampu melesat dengan kecepatan luar biasa, bahkan mengungguli banyak kendaraan darat.
Dalam teknik berburu yang disebut stoop, Elang Peregrine dapat mencapai kecepatan lebih dari 300 km/jam. Kecepatan puncaknya pernah tercatat mencapai 389 km/jam, melampaui kecepatan mobil Formula 1 yang sekitar 358 km/jam.
Kemampuan menukik dengan sangat cepat didukung oleh adaptasi fisik dan teknik berburu yang efisien. Elang Peregrine juga tersebar di berbagai belahan dunia, mulai dari wilayah perkotaan hingga alam terbuka, menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan beragam lingkungan. Berikut daftar burung tercepat di dunia, Liputan6.com, Rabu (14/10/2026).
Advertisement
1. Elang Peregrine (Falco peregrinus)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373734/original/024854400_1791974220-j.jpg)
Elang peregrine dikenal sebagai burung tercepat di dunia ketika menukik untuk berburu. Dalam posisi menyelam atau stoop, kecepatannya dilaporkan dapat melampaui 300 km/jam. Tubuh ramping, sayap runcing, dan kemampuan mengendalikan arah membantu burung ini menyergap mangsa di udara.
Elang peregrine tersebar luas di berbagai benua dan memangsa beragam jenis burung, mulai dari burung kecil hingga mangsa yang berukuran lebih besar.
2. Elang Emas (Aquila chrysaetos)
Elang emas merupakan burung pemangsa besar yang dikenal karena kekuatan dan kemampuannya meluncur di udara. Saat berburu, burung ini dapat menukik dengan kecepatan tinggi untuk menangkap kelinci, mamalia kecil, dan mangsa lainnya.
Angka kecepatan menukiknya berbeda-beda menurut sumber, sehingga klaim kecepatan maksimum perlu diperiksa dengan cermat. Elang emas hidup di berbagai kawasan belahan bumi utara, termasuk pegunungan, padang rumput, dan habitat terbuka.
3. Gyrfalcon (Falco rusticolus)
Gyrfalcon merupakan falcon berukuran besar yang hidup di wilayah Arktik dan subarktik, termasuk bagian Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Burung ini mampu terbang cepat serta bermanuver ketika mengejar mangsa di udara.
Makanannya terutama berupa burung lain, seperti ptarmigan, serta beberapa jenis hewan kecil. Bulu gyrfalcon dapat berwarna putih, abu-abu, atau cokelat. Kemampuan terbangnya menjadikannya salah satu pemburu udara yang tangguh di lingkungan bersuhu dingin.
Advertisement
4. Saker Falcon (Falco cherrug)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373735/original/029023200_1791974220-h.jpg)
Saker falcon merupakan burung pemangsa yang tersebar di sejumlah wilayah Eropa, Asia, dan Afrika. Burung ini memiliki sayap panjang dan kuat yang mendukung penerbangan cepat ketika mengejar mangsa. Makanannya mencakup burung berukuran kecil hingga sedang dan mamalia kecil.
Saker falcon sering berburu di area terbuka, memanfaatkan kecepatan dan manuver untuk mendekati sasaran. Namun, angka kecepatan maksimumnya perlu dibedakan antara penerbangan mendatar dan saat menukik.
5. Red-tailed Hawk (Buteo jamaicensis)
Red-tailed hawk merupakan burung pemangsa yang banyak ditemukan di Amerika Utara. Ciri khasnya adalah ekor berwarna merah kecokelatan pada burung dewasa. Spesies ini mengandalkan penglihatan tajam untuk menemukan mangsa, seperti tikus, kelinci kecil, dan reptil.
Saat berburu, red-tailed hawk dapat melayang di udara sebelum menukik menuju sasaran. Kemampuan terbang dan pengendalian arah membantunya berburu secara efektif di kawasan terbuka.
6. Eurasian Hobby (Falco subbuteo)
Eurasian hobby adalah burung pemangsa berukuran kecil yang dikenal lincah dan cepat saat mengejar mangsa. Burung ini memangsa serangga besar serta burung kecil, termasuk walet, ketika terbang di udara. Sayapnya yang runcing membantu melakukan perubahan arah secara cepat selama berburu.
Eurasian hobby berkembang biak di sebagian Eropa dan Asia, kemudian bermigrasi ke Afrika untuk melewati musim dingin. Kecepatan dan kelincahannya menjadikannya pemburu udara yang efektif.
7. Merlin (Falco columbarius)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373736/original/032710800_1791974220-g.jpg)
Merlin merupakan falcon berukuran kecil yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan untuk menangkap mangsa. Burung ini biasanya mengejar burung kecil dengan penerbangan cepat dan rendah, memanfaatkan kejutan ketika mendekati sasaran.
Merlin dapat ditemukan di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian Asia, dengan persebaran yang berubah mengikuti musim. Meski ukurannya relatif kecil, kemampuan mengejar mangsa dan bermanuver membuatnya menjadi salah satu burung pemangsa yang efektif.
8. Elang Harpy (Harpia harpyja)
Elang harpy merupakan salah satu burung pemangsa terbesar yang hidup di hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan. Berbeda dari falcon yang terkenal karena kecepatan menukik, elang harpy mengandalkan kekuatan, cakar besar, dan kemampuan bermanuver di antara pepohonan.
Mangsanya meliputi monyet dan kungkang yang hidup di hutan. Sayapnya memungkinkan burung ini bergerak di antara vegetasi lebat saat berburu, meskipun tidak dikenal sebagai pemegang rekor kecepatan terbang.
9. Osprey (Pandion haliaetus)
Osprey atau elang ikan merupakan burung pemangsa yang memiliki keahlian khusus menangkap ikan. Burung ini tersebar luas di berbagai wilayah dunia dan biasanya tinggal di dekat danau, sungai, atau pesisir.
Saat berburu, osprey mengamati permukaan air dari udara, kemudian menukik untuk mencengkeram ikan menggunakan cakarnya. Kaki yang kuat dan cakar melengkung membantu menangkap mangsa yang licin. Kecepatan menukiknya mendukung strategi berburu tersebut, meskipun angka maksimumnya bervariasi menurut sumber.
Advertisement
10. American Kestrel (Falco sparverius)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373737/original/036720200_1791974220-f.jpg)
American kestrel merupakan salah satu falcon terkecil yang banyak ditemukan di Amerika Utara. Burung ini memangsa serangga, tikus kecil, dan burung berukuran kecil. Saat berburu, American kestrel sering melayang di udara sambil mengamati pergerakan mangsa sebelum menyergapnya.
Penglihatan tajam dan kemampuan mengendalikan posisi di udara mendukung strategi tersebut. Meski tubuhnya kecil, burung ini memiliki kemampuan terbang cepat dan dapat melakukan manuver yang membantu menangkap mangsa di area terbuka.
11. White-throated Needletail (Hirundapus caudacutus)
White-throated needletail merupakan burung yang dikenal memiliki kemampuan terbang mendatar dengan kecepatan tinggi. Spesies ini ditemukan di sejumlah wilayah Asia dan bermigrasi ke Australia. Tubuhnya ramping dengan sayap panjang yang mendukung penerbangan cepat ketika mencari serangga di udara.
Burung ini menghabiskan banyak waktu untuk terbang dan menangkap mangsa sambil bergerak. Meski sering disebut sebagai salah satu burung tercepat dalam penerbangan mendatar, angka kecepatan maksimumnya masih perlu ditafsirkan berdasarkan metode pengukuran.
12. Common Swift (Apus apus)
Common swift merupakan burung migran yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di udara, termasuk untuk mencari makan dan berpindah tempat. Sayapnya panjang dan berbentuk menyerupai sabit, sehingga mendukung penerbangan yang cepat serta efisien.
Burung ini menangkap serangga kecil sambil terbang dan dapat melakukan manuver untuk mengikuti pergerakan mangsa. Common swift berkembang biak di Eropa dan sebagian Asia, kemudian bermigrasi ke Afrika. Kemampuan terbangnya menjadikannya salah satu burung yang menarik dalam pembahasan kecepatan penerbangan.
Pertanyaan Seputar Burung Tercepat di Dunia
Apa burung tercepat di dunia?
Elang Peregrine (Falco peregrinus), yang juga dikenal sebagai Alap-alap Kawah, merupakan burung tercepat di dunia saat menukik untuk berburu.
Berapa kecepatan maksimal Elang Peregrine?
Elang Peregrine dapat mencapai kecepatan menukik hingga sekitar 389 km/jam, menjadikannya salah satu hewan tercepat di dunia.
Apa yang dimaksud dengan teknik stoop pada Elang Peregrine?
Stoop adalah teknik berburu ketika Elang Peregrine menukik tajam dari ketinggian untuk mengejar dan menangkap mangsa di udara.
Mengapa Elang Peregrine mampu terbang sangat cepat?
Kecepatan Elang Peregrine didukung oleh adaptasi fisik dan teknik berburu yang efisien, terutama saat menukik untuk menangkap mangsa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152114/original/020170500_1741235399-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4588612/original/076171200_1695698562-20230926-Bansos-Beras-Arbas-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373733/original/018781800_1791974220-k.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372976/original/016311000_1791939894-d6c9566d-2af7-4cef-b000-b619e160d117.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365327/original/042494100_1791173448-yXyr6UWROQVkBhRD8vJFak6bZXv7vPrLUe4iEca5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373719/original/041750400_1791973831-Gemini_Generated_Image_5dkd3m5dkd3m5dkd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364972/original/070656700_1791088193-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373614/original/077603600_1791970419-pexels-lana-kravchenko-25433295-7529264.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373618/original/021734000_1791970531-Gemini_Generated_Image_9poe3d9poe3d9poe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373565/original/048100000_1791968252-Warna_cat_ruang_tamu_yang_disesali_pemilik_rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452250/original/077159100_1766392048-Ilustrasi_Tanaman_Terong_Ungu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547829/original/033974100_1775473222-Teras_dengan_Keramik_Motif_Bata__Brick_Look_.jpg)