Liputan6.com, Jakarta - Lantai teras rumah sering kali menjadi licin ketika hujan turun, terutama jika permukaannya halus, air menggenang, atau lumut mulai tumbuh di sela-sela lantai. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko terpeleset saat penghuni keluar rumah, menerima tamu, atau sekadar menyapu teras. Karena itu, memilih material lantai teras sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan warna dan tampilannya.
Kabar baiknya, lantai teras yang lebih aman saat basah tetap bisa terlihat menarik. Ada berbagai pilihan material, mulai dari keramik bertekstur, ubin porselen untuk area luar ruangan, batu alam, hingga beton dengan permukaan bertekstur. Setiap material memiliki karakter, kebutuhan perawatan, dan tampilan yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi rumah.
Selain memilih material yang tepat, pemilik rumah juga perlu memperhatikan kemiringan lantai, aliran pembuangan air, dan kebersihan permukaan. Ketiga hal tersebut berperan penting dalam mengurangi genangan dan pertumbuhan lumut. Lantas apa saja ide lantai teras rumah yang tidak licin saat hujan? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Keramik Antiselip dengan Permukaan Bertekstur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547826/original/010532100_1775473220-Teras_dengan_Keramik_Motif_Bunga__Floral_Look_.jpg)
Keramik antiselip menjadi salah satu pilihan praktis untuk teras rumah karena tersedia dalam berbagai ukuran, warna, dan motif. Berbeda dengan keramik mengilap yang permukaannya cenderung halus, keramik khusus area basah atau luar ruangan memiliki tekstur yang dirancang untuk membantu meningkatkan traksi ketika diinjak.
Untuk rumah minimalis, keramik berwarna abu-abu, krem, atau cokelat muda dapat memberikan tampilan yang sederhana dan mudah dipadukan dengan dinding teras. Jika ingin kesan lebih natural, pilih motif batu alam atau tekstur semen. Motif tersebut juga dapat membantu menyamarkan debu dan kotoran ringan di area yang sering terkena hujan.
Namun, jangan hanya mengandalkan label antiselip atau tampilan kasar. Periksa spesifikasi produk untuk penggunaan luar ruangan dan kondisi basah, termasuk data ketahanan terhadap selip jika tersedia. Keramik yang tepat tetap perlu dipasang dengan kemiringan menuju saluran pembuangan agar air tidak menggenang di permukaan.
Advertisement
2. Ubin Porselen Khusus Area Luar Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547828/original/056906600_1775473221-Teras_dengan_Keramik_Motif_Geometri__Modern_Look_.jpg)
Ubin porselen atau porcelain tile dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menginginkan teras modern dengan tampilan rapi. Material ini tersedia dalam berbagai desain, termasuk motif batu alam, kayu, dan beton. Beberapa produk dirancang khusus untuk penggunaan luar ruangan sehingga memiliki karakteristik yang lebih sesuai untuk menghadapi perubahan cuaca.
Untuk area yang sering terkena hujan, pilih porselen dengan permukaan bertekstur dan spesifikasi antiselip untuk kondisi basah. Jangan memilih hanya berdasarkan motif atau tingkat kilapnya karena porselen yang terlihat mewah belum tentu aman ketika terkena air. Ketahanan terhadap cuaca, daya serap air, dan kesesuaian dengan lokasi pemasangan juga perlu diperiksa.
Dari segi desain, porselen berukuran besar dapat membuat teras terlihat lebih lapang karena jumlah garis nat lebih sedikit. Meski begitu, pemasangannya membutuhkan dasar yang stabil, perekat yang sesuai, serta kemiringan lantai yang benar. Nat juga harus dirawat agar tidak menjadi tempat penumpukan kotoran atau lumut.
3. Batu Alam Bertekstur untuk Kesan Natural
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513967/original/001118200_1772078255-cat_teras_keramik_batu_awal_4.jpg)
Batu alam cocok untuk teras yang ingin menghadirkan suasana natural dan menyatu dengan taman. Jenis batu tertentu memiliki permukaan bertekstur yang dapat memberikan pijakan lebih baik dibandingkan permukaan batu yang dipoles hingga licin. Warna dan pola alaminya juga membuat tampilan teras terasa lebih hidup.
Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah batu andesit dengan penyelesaian permukaan yang sesuai untuk area basah, batu alam bertekstur, atau batu lain yang secara spesifik direkomendasikan untuk lantai luar ruangan. Karakter setiap jenis batu berbeda, sehingga penting memastikan bahwa produk yang dipilih memang cocok untuk diinjak saat basah.
Perawatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Permukaan batu alam dan natnya dapat ditumbuhi lumut jika terus lembap atau jarang dibersihkan. Gunakan metode pembersihan yang sesuai dengan jenis batu, hindari bahan kimia yang berpotensi merusak permukaan, dan pertimbangkan pelapis pelindung hanya jika direkomendasikan untuk batu tersebut serta tidak membuatnya semakin licin.
Advertisement
4. Lantai Beton dengan Finishing Sapu atau Bertekstur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547820/original/044573800_1775473212-Teras_dengan_Keramik_Motif_Semen.jpg)
Bagi rumah yang mengusung desain industrial atau minimalis modern, lantai beton bertekstur bisa menjadi alternatif menarik. Permukaannya dapat dibuat dengan teknik finishing tertentu, misalnya broom finish atau finishing sapu, yang menghasilkan garis-garis halus pada beton. Tekstur tersebut membantu menciptakan permukaan yang tidak terlalu licin dibandingkan beton yang dipoles hingga halus.
Warna abu-abu alami beton mudah dipadukan dengan dinding putih, elemen kayu, tanaman hias, maupun rangka besi berwarna gelap. Lantai ini juga memungkinkan pemilik rumah mengatur pola dan luas bidang sesuai bentuk teras. Dengan perencanaan yang tepat, tampilannya bisa sederhana tetapi tetap berkarakter.
Agar hasilnya baik, pengerjaan perlu memperhatikan tekstur yang merata, kemiringan lantai, sambungan, dan sistem drainase. Beton yang retak atau memiliki cekungan dapat menampung air dan kotoran. Hindari pula pelapis dekoratif yang membuat permukaan terlalu halus ketika basah, kecuali produk tersebut memang dirancang dan diuji untuk kebutuhan antiselip di luar ruangan.
5. Paving Block untuk Teras Terbuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354676/original/095134700_1790058823-5.jpg)
Paving block dapat dipertimbangkan untuk teras terbuka, halaman depan, atau area transisi antara pintu rumah dan taman. Material ini tersedia dalam berbagai bentuk dan warna sehingga bisa disusun menjadi pola sederhana maupun geometris. Tampilan tersebut cocok untuk rumah minimalis, tropis, hingga hunian dengan halaman yang cukup luas.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tekstur permukaan paving block. Pilih produk yang sesuai untuk jalur pejalan kaki dan kondisi luar ruangan, bukan semata-mata berdasarkan bentuknya. Pemasangan yang tepat juga sangat penting karena paving yang tidak rata dapat membuat pijakan kurang nyaman dan meningkatkan risiko tersandung.
Paving block umumnya dipasang di atas lapisan dasar yang telah dipersiapkan. Permukaan perlu diratakan dan diarahkan agar air mengalir menuju area pembuangan yang sesuai. Sela-selanya juga perlu diperiksa secara berkala karena dapat ditumbuhi rumput atau lumut, terutama pada lokasi yang teduh dan lembap.
Advertisement
6. Ubin Motif Kayu dengan Permukaan Antiselip
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547821/original/023788800_1775473215-Teras_dengan_Keramik_Motif_Kayu__Wood_Look_.jpg)
Lantai motif kayu dapat memberikan kesan hangat pada teras tanpa harus menggunakan kayu alami. Material ini cocok untuk rumah bergaya tropis, Japandi, atau minimalis yang mengutamakan nuansa alami. Warna cokelat muda, cokelat tua, dan abu-abu kecokelatan bisa dipilih sesuai dengan warna pintu serta fasad rumah.
Agar lebih aman ketika hujan, gunakan ubin motif kayu yang memang dirancang untuk area luar ruangan dan memiliki karakteristik antiselip saat basah. Jangan berasumsi bahwa semua keramik atau porselen bermotif kayu memiliki tekstur yang sama. Permukaan yang tampak seperti serat kayu belum tentu memberikan traksi yang memadai.
Perhatikan pula arah pemasangan dan lebar nat agar tampilannya terlihat menyerupai susunan papan. Untuk teras yang sering terkena hujan, pilih material yang tahan terhadap cuaca dan mudah dibersihkan. Kotoran pada alur tekstur tetap perlu disikat secara berkala agar tidak menumpuk dan membuat permukaan semakin sulit dirawat.
7. Batu Sik atur atau Kerikil Terikat untuk Area Teras Tertentu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302211/original/092129300_1784536574-c9df27c8-e4e6-4a2e-9c10-2fd636a3323f__1_.jpg)
Bagi yang menyukai desain taman natural, batu sikat atau kerikil yang diikat menggunakan bahan pengikat dapat menjadi pilihan untuk bagian tertentu di teras. Material ini menghasilkan tekstur yang khas dan dapat menjadi aksen menarik di dekat taman, jalur samping rumah, atau area transisi menuju halaman.
Tekstur permukaannya dapat membantu meningkatkan cengkeraman dibandingkan permukaan yang sangat halus. Namun, hasil akhirnya sangat bergantung pada ukuran agregat, jenis pengikat, teknik pengerjaan, serta kondisi permukaan. Karena itu, pastikan sistem yang dipilih memang direkomendasikan untuk area pejalan kaki yang dapat terkena hujan.
Pemasangan harus dilakukan secara merata dan cukup stabil agar batu tidak mudah lepas atau menciptakan permukaan yang tidak nyaman diinjak. Untuk jalur utama menuju pintu, perhatikan pula kemudahan berjalan bagi anak-anak, lansia, atau penghuni dengan mobilitas terbatas. Area bertekstur dapat dipadukan dengan lantai yang lebih rata selama peralihannya tidak menimbulkan perbedaan ketinggian yang berbahaya.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Ide Lantai Teras Rumah yang Tidak Licin saat Hujan
1. Apa jenis lantai teras yang paling cocok untuk musim hujan?
Keramik antiselip, ubin porselen khusus luar ruangan, batu alam bertekstur, dan beton dengan finishing bertekstur dapat dipertimbangkan. Pilihan terbaik bergantung pada spesifikasi produk, kondisi teras, drainase, dan perawatannya.
2. Apakah keramik kasar pasti tidak licin saat hujan?
Tidak selalu. Tekstur yang terlihat kasar belum menjamin ketahanan selip yang memadai. Periksa spesifikasi produk untuk penggunaan basah dan bersihkan permukaannya secara berkala agar tidak tertutup lumut atau kotoran.
3. Apakah batu alam cocok untuk teras yang sering terkena hujan?
Bisa, selama jenis batu dan finishing permukaannya sesuai untuk area luar ruangan yang basah. Batu alam tetap memerlukan perawatan karena sebagian jenisnya dapat ditumbuhi lumut atau menjadi licin akibat lapisan kotoran.
4. Bagaimana cara mengatasi lantai teras yang sudah terlanjur licin?
Bersihkan kotoran, lumut, dan lapisan yang menumpuk menggunakan metode yang sesuai dengan material lantai. Periksa juga kemiringan serta saluran pembuangan. Jika permukaannya memang terlalu halus, pertimbangkan solusi antiselip yang kompatibel atau penggantian material.
5. Apakah lantai teras berwarna gelap lebih aman daripada warna terang?
Tidak. Warna tidak menentukan tingkat ketahanan terhadap selip. Keamanan lebih dipengaruhi tekstur, karakter permukaan saat basah, kebersihan, dan kondisi drainase.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547829/original/033974100_1775473222-Teras_dengan_Keramik_Motif_Bata__Brick_Look_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363732/original/023071300_1790915391-93f8acfd-4c62-4544-a619-68088354b5df.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373503/original/024296500_1791967145-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373552/original/002563200_1791967924-pexels-sam-lion-5709634.jpg)