Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah di dekat teras menjadi pilihan menarik untuk menghadirkan suasana hijau dan menyegarkan area rumah. Selain mempercantik halaman, pohon buah dapat memberikan hasil panen segar untuk kebutuhan keluarga.
Meski begitu, pemilihan jenis tanaman dan penempatan lokasi perlu diperhatikan agar paving tetap rapi. Memahami cara menanam pohon buah dekat teras agar akar tidak mudah mengganggu paving rumah, menjadi langkah awal sebelum menentukan jenis pohon dan area tanam.
Keterbatasan lahan sering membuat pemilik rumah memilih area sekitar teras sebagai tempat menanam pohon buah. Lokasi ini cukup strategis untuk perawatan harian, penyiraman dan pemantauan pertumbuhan tanaman.
Advertisement
Akan tetapi, sistem perakaran beberapa jenis pohon juga berkembang luas hingga mengangkat permukaan paving. Oleh sebab itu, penerapan cara menanam pohon buah dekat teras agar akar tidak mudah mengganggu paving rumah perlu mempertimbangkan karakter akar, ukuran pohon saat dewasa dan kondisi tanah di halaman.
Pemilihan varietas buah berukuran kecil membantu mengurangi risiko kerusakan pada area berlapis paving. Tanaman seperti jeruk, delima, atau jambu air berukuran relatif ringkas dapat dipertimbangkan sesuai kondisi halaman dan kebutuhan penghuni.
Penentuan jarak tanam juga penting, supaya akar memiliki ruang tumbuh memadai tanpa terlalu dekat dengan permukaan keras. Melalui cara menanam pohon buah dekat teras agar akar tidak mudah mengganggu paving rumah, area hijau tetap dapat hadir tanpa mengabaikan ketahanan lantai luar.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026).
1. Pilih Jenis Pohon Buah yang Sesuai untuk Area Teras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350294/original/063530500_1789609997-e464f08d-3a95-4205-8b43-53eaa843f310.jpg)
Langkah pertama dalam menanam pohon buah dekat teras adalah memilih jenis tanaman berdasarkan ukuran akhir pohon, karakter akar, serta luas halaman yang tersedia. Pohon berukuran kecil hingga sedang umumnya lebih mudah ditata pada taman rumah dibandingkan pohon besar yang membutuhkan ruang tumbuh luas.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain jambu air, jeruk, delima, belimbing, dan tanaman buah dalam pot. Meski demikian, ukuran tanaman dewasa dan pola perakarannya tetap perlu diperhatikan karena setiap varietas dapat memiliki karakter pertumbuhan berbeda.
Jambu Air
Jambu air dapat menjadi pilihan untuk taman rumah karena tajuknya bisa dibentuk melalui pemangkasan. Pohon ini cocok ditanam di halaman yang mendapatkan sinar matahari cukup. Berikan ruang bagi akar untuk berkembang dan hindari menempatkannya terlalu dekat dengan paving atau pondasi.
Jeruk
Berbagai jenis jeruk, seperti jeruk nipis, jeruk limau, dan jeruk manis, dapat ditanam di halaman maupun dalam pot berukuran memadai. Pilihan ini menarik untuk rumah dengan lahan terbatas. Jika menggunakan pot, pastikan ukuran wadah mendukung pertumbuhan akar dan memiliki lubang drainase yang baik.
Delima
Pohon delima relatif mudah dibentuk sebagai tanaman taman berukuran kecil hingga sedang. Tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk area dekat teras selama memperoleh sinar matahari cukup dan tidak ditanam terlalu rapat dengan struktur bangunan.
Belimbing
Belimbing dapat memberikan hasil buah sekaligus menjadi elemen penghijauan halaman. Akan tetapi, pohon dewasa tetap membutuhkan ruang untuk tajuk dan akar. Pilih lokasi tanam berdasarkan ukuran varietas serta kondisi tanah di sekitar rumah.
Catatan: Tidak ada jenis pohon buah yang sepenuhnya bebas risiko terhadap paving. Faktor jarak, kondisi tanah, ketersediaan air, ukuran tanaman, dan konstruksi paving turut menentukan potensi gangguan akar.
Advertisement
2. Tentukan Jarak Tanam dari Teras dan Paving
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373593/original/019505100_1791969644-Gemini_Generated_Image_3pq0z13pq0z13pq0.jpg)
Jarak tanam menjadi salah satu faktor terpenting untuk mengurangi risiko akar mengangkat permukaan paving rumah. Pohon yang ditanam terlalu dekat dengan teras memiliki ruang tumbuh terbatas. Seiring bertambahnya usia, akar dapat berkembang ke arah area yang lebih lembap atau memiliki akses air dan nutrisi lebih baik.
Untuk pohon buah berukuran kecil, jarak sekitar 1,5–2 meter dari tepi paving dapat dijadikan titik awal pertimbangan. Sementara itu, pohon berukuran sedang atau besar umumnya membutuhkan jarak lebih jauh, bergantung pada jenis tanaman, ukuran tajuk dewasa, dan kondisi lahan. Angka tersebut bukan batas aman universal, sehingga kebutuhan masing-masing jenis pohon perlu diperiksa sebelum penanaman.
Selain jarak dari paving, perhatikan pula posisi pondasi, saluran air, septic tank, serta jaringan pipa bawah tanah. Akar dapat tumbuh menuju sumber kelembapan dan berpotensi mengganggu instalasi jika penempatannya tidak tepat.
Jika halaman terlalu sempit, pertimbangkan tanaman buah dalam pot besar atau pohon yang dapat dipertahankan pada ukuran lebih kecil melalui perawatan rutin. Cara ini membantu mengendalikan kebutuhan ruang tanpa menghilangkan fungsi taman sebagai area penghijauan.
3. Gunakan Pembatas Akar untuk Melindungi Paving
Pembatas akar atau root barrier dapat digunakan untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari paving maupun struktur tertentu. Material ini biasanya dipasang secara vertikal di dalam tanah pada sisi yang perlu dilindungi. Pilihan material harus cukup kuat dan sesuai untuk penggunaan bawah tanah.
Pemasangan pembatas akar sebaiknya dilakukan ketika pohon masih muda, sebelum sistem perakarannya berkembang terlalu luas. Tentukan kedalaman serta panjang pembatas berdasarkan jenis pohon, kondisi tanah, dan area yang ingin dilindungi. Pembatas yang terlalu dangkal atau tidak dipasang secara tepat mungkin hanya mengalihkan akar ke bagian lain, bukan sepenuhnya mencegah gangguan.
Untuk hasil yang lebih baik, pembatas akar perlu direncanakan bersama jarak tanam dan tata letak taman. Hindari memasangnya sembarangan di dekat pondasi atau utilitas bawah tanah. Jika pohon sudah besar dan akar mulai mengganggu paving, mintalah bantuan tenaga profesional sebelum melakukan penggalian atau pemotongan akar.
4. Pertimbangkan Menanam Pohon Buah dalam Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373594/original/038722800_1791969645-Gemini_Generated_Image_ortv76ortv76ortv.jpg)
Menanam pohon buah dalam pot merupakan alternatif praktis untuk halaman sempit atau teras yang memiliki area paving luas. Wadah tanam membantu membatasi ruang tumbuh akar sehingga tanaman lebih mudah ditempatkan tanpa kontak langsung dengan tanah di bawah paving.
Pilih pot berukuran sesuai dengan jenis dan perkiraan ukuran tanaman dewasa. Pastikan bagian dasar memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar tetap memperoleh kondisi tumbuh yang baik. Gunakan media tanam yang gembur, mampu menahan kelembapan secukupnya, dan memiliki aerasi memadai.
Beberapa tanaman buah yang dapat dipertimbangkan untuk metode ini adalah jeruk, jambu air berukuran kecil, delima, serta varietas buah hasil okulasi atau cangkok yang sesuai untuk budidaya dalam wadah. Pemilihan varietas tetap penting karena tidak semua pohon dapat tumbuh dan berbuah optimal di dalam pot.
Letakkan pot di atas alas yang stabil dan tidak menghalangi saluran air. Perhatikan pula berat pot setelah terisi tanah dan air, terutama jika ditempatkan pada teras bertingkat atau balkon. Tanaman dalam pot juga membutuhkan penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan kemungkinan penggantian wadah secara berkala.
5. Siapkan Lubang Tanam dan Kondisi Tanah dengan Benar
Persiapan tanah yang baik membantu akar tumbuh sehat tanpa perlu mencari sumber air secara berlebihan di area yang tidak diinginkan. Sebelum menggali lubang, periksa kondisi tanah, arah aliran air, serta keberadaan pipa dan instalasi bawah tanah.
Buat lubang tanam sesuai ukuran bola akar atau wadah bibit. Sebaiknya lubang tidak dibuat jauh lebih dalam daripada posisi akar sebelumnya. Tanah hasil galian dapat diperbaiki menggunakan bahan organik matang jika kondisi tanah memang memerlukannya. Hindari memberikan pupuk pekat langsung bersentuhan dengan akar karena dapat menyebabkan kerusakan.
Setelah bibit ditempatkan, timbun kembali menggunakan tanah yang sesuai dan padatkan secara ringan agar tanaman berdiri stabil. Jangan menimbun pangkal batang terlalu tinggi karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada batang dan akar utama.
Pastikan area tanam memiliki drainase memadai. Tanah yang terus-menerus tergenang dapat merusak kesehatan akar, sedangkan tanah yang sangat kering bisa membuat tanaman mengalami stres. Kondisi tanah yang seimbang membantu pertumbuhan tanaman dan mendukung perawatan jangka panjang.
Advertisement
6. Atur Penyiraman agar Akar Tidak Terus Mencari Air di Dekat Paving
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373595/original/074665900_1791969646-Gemini_Generated_Image_y9x9rdy9x9rdy9x9.jpg)
Penyiraman perlu disesuaikan dengan jenis pohon, usia tanaman, cuaca, dan kemampuan tanah menahan air. Bibit yang baru ditanam umumnya membutuhkan pemantauan kelembapan lebih sering dibandingkan pohon yang sudah mapan.
Siram area perakaran secara merata hingga air mencapai kedalaman akar aktif, tetapi hindari membuat tanah terus-menerus basah. Penyiraman yang hanya membasahi permukaan dapat mendorong akar halus berkembang di dekat permukaan tanah. Dalam kondisi tertentu, akar permukaan lebih berpeluang berinteraksi dengan paving, meskipun pola pertumbuhan akar juga dipengaruhi karakter tanaman dan kondisi tanah.
Gunakan mulsa organik di sekitar pangkal pohon untuk membantu mempertahankan kelembapan dan mengurangi penguapan. Sisakan jarak dari batang agar pangkal pohon tidak terus-menerus lembap. Pastikan air penyiraman tidak mengalir dan menggenang di bawah paving atau dekat pondasi rumah.
Perlu dipahami bahwa akar tidak selalu merusak paving hanya karena mencari air. Akar juga dapat membesar seiring pertumbuhan pohon dan memanfaatkan celah tanah yang tersedia. Karena itu, pengaturan penyiraman sebaiknya menjadi bagian dari perawatan keseluruhan, bukan satu-satunya cara mencegah gangguan akar.
7. Berikan Ruang Tanam yang Cukup di Sekitar Pangkal Pohon
Salah satu cara menjaga paving tetap rapi adalah menyediakan area tanah terbuka di sekitar batang pohon. Ruang ini memungkinkan air meresap ke tanah dan memberi kesempatan bagi akar serta pangkal batang untuk berkembang secara alami.
Hindari menutup seluruh permukaan tanah sampai menempel rapat pada batang. Berikan ruang terbuka yang sesuai dengan ukuran tanaman dan desain taman. Area tersebut dapat ditata menggunakan batu hias, mulsa, atau tanaman penutup tanah yang tidak bersaing secara berlebihan dengan pohon buah.
Jika ingin mempertahankan tampilan teras yang rapi, buat lubang tanam atau petak taman dengan bentuk geometris yang selaras dengan pola paving. Gunakan pembatas taman yang tidak menghambat drainase dan tidak menekan pangkal batang ketika pohon tumbuh.
Perencanaan ruang terbuka ini juga memudahkan pemantauan kondisi tanah dan akar. Apabila permukaan paving mulai terangkat atau muncul retakan, kamu dapat memeriksa penyebabnya lebih awal sebelum kerusakan meluas.
8. Lakukan Pemangkasan Tajuk secara Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373596/original/010876600_1791969648-Gemini_Generated_Image_laywq5laywq5layw.jpg)
Pemangkasan tajuk membantu mempertahankan ukuran pohon agar sesuai dengan luas halaman. Cabang yang terlalu panjang atau saling bertumpuk dapat dikurangi melalui pemangkasan yang tepat sehingga pohon tidak menghalangi jalur berjalan, jendela, maupun area duduk di teras.
Namun, pemangkasan tajuk tidak otomatis menghentikan pertumbuhan akar. Akar dan tajuk memang saling berkaitan dalam kebutuhan serta pertumbuhan tanaman, tetapi mengurangi cabang tidak menjamin akar berhenti berkembang atau tidak lagi mengganggu paving.
Lakukan pemangkasan berdasarkan jenis pohon dan waktu yang sesuai. Buang cabang mati, sakit, atau tumbuh tidak beraturan menggunakan alat yang bersih dan tajam. Hindari pemangkasan berlebihan karena dapat mengurangi kemampuan tanaman berfotosintesis dan memengaruhi produksi buah.
Jika pohon tumbuh terlalu besar untuk lokasi penanaman, pertimbangkan konsultasi dengan ahli tanaman mengenai pemeliharaan atau pemindahan pohon. Memotong akar besar tanpa penilaian yang tepat dapat mengurangi kestabilan pohon dan meningkatkan risiko tumbang.
9. Periksa Kondisi Paving dan Akar secara Berkala
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan sebelum kerusakan menjadi lebih serius. Amati permukaan paving di sekitar pohon, terutama bagian yang berdekatan dengan batang, tepi petak taman, serta jalur air.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi paving mulai terangkat, permukaan lantai menjadi tidak rata, muncul retakan baru, atau terdapat akar yang terlihat di atas tanah. Perubahan tersebut tidak selalu disebabkan oleh akar pohon. Penurunan tanah, pemasangan paving yang kurang baik, dan drainase buruk juga dapat menjadi penyebabnya.
Jika ditemukan perubahan, jangan langsung memotong akar yang terlihat. Periksa kondisi area terlebih dahulu dan tentukan apakah akar benar-benar menjadi penyebab kerusakan. Untuk pohon besar atau akar yang dekat dengan pondasi, mintalah penilaian tenaga profesional sebelum melakukan perbaikan.
Perawatan paving juga perlu memperhatikan sambungan dan kondisi lapisan dasar. Paving yang dipasang di atas fondasi kurang stabil dapat bergeser meskipun tidak ada akar yang menekannya. Dengan pemeriksaan teratur, penyebab masalah dapat diketahui lebih tepat dan penanganannya menjadi lebih aman.
Â
Pertanyaan Seputar Menanam Pohon Buah Dekat Teras
Apakah pohon buah bisa ditanam dekat teras rumah?
Bisa, selama jenis pohon, jarak tanam, dan ruang perakarannya diperhitungkan. Untuk halaman sempit, tanaman buah dalam pot dapat menjadi alternatif yang lebih mudah dikendalikan.
Pohon buah apa yang cocok ditanam dekat teras?
Jeruk, delima, dan varietas jambu air berukuran kecil dapat dipertimbangkan. Pilihan terbaik tetap bergantung pada ukuran tanaman dewasa, kondisi tanah, serta luas area tanam.
Berapa jarak ideal menanam pohon buah dari paving?
Untuk pohon kecil, jarak sekitar 1,5–2 meter dapat menjadi titik awal pertimbangan, tetapi bukan jaminan aman. Pohon berukuran lebih besar mungkin memerlukan jarak yang lebih jauh.
Apakah akar pohon buah bisa merusak paving rumah?
Bisa. Akar yang membesar atau tumbuh di bawah permukaan paving dapat mengangkat dan membuat susunan paving tidak rata, terutama jika ruang tumbuhnya terbatas.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373592/original/082238400_1791969642-Gemini_Generated_Image_laywq5laywq5layw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363732/original/023071300_1790915391-93f8acfd-4c62-4544-a619-68088354b5df.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373503/original/024296500_1791967145-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373552/original/002563200_1791967924-pexels-sam-lion-5709634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570575/original/015269500_1777531639-ub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373465/original/056809600_1791965805-Gemini_Generated_Image_dgwtsadgwtsadgwt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373386/original/005004000_1791964378-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373364/original/015634000_1791963693-5a0767dc-444f-45b4-873f-717cc963ae56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373357/original/023947100_1791963289-13796b70-4482-4316-b267-9272e9ee4b24.jpg)