Cara Menanam Jagung dari Benih hingga Panen agar Tongkol Besar dan Berisi

Panduan cara menanam jagung mulai dari memilih benih, penanaman di lahan maupun pot, perawatan, sampai panen agar tongkol besar, berisi, dan hasilnya melimpah.

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam jagung sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan di lahan kebun maupun pot di pekarangan rumah. Kuncinya terletak pada benih unggul, tanah yang gembur, serta paparan sinar matahari penuh sepanjang hari.

Jagung termasuk tanaman semusim yang relatif cepat panen, umumnya sekitar 60 sampai 100 hari sejak benih ditanam. Dengan menerapkan cara menanam jagung yang tepat, siapa pun berpeluang memperoleh tongkol besar dan berisi penuh.

Dilansir dari The Old Farmer's Almanac, jagung membutuhkan tiga hal utama untuk tumbuh subur, yakni sinar matahari terik minimal 6 sampai 8 jam sehari, air yang cukup, serta tanah yang subur dan kaya nutrisi.

Cara Menanam Jagung di Lahan atau Kebun Terbuka

Menanam jagung di lahan terbuka memberi ruang leluasa bagi perakaran dan memudahkan penyerbukan alami oleh angin. Sebelum mulai, kenali dulu beberapa jenis jagung seperti jagung komposit, hibrida, dan transgenik, lalu pahami urutan cara menanam jagung berikut agar tanaman tumbuh sehat sejak awal.

Lucie Bradley dari perusahaan perlengkapan kebun Two Wests, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Pilih lokasi yang cerah dan terlindung dari angin kencang."

  1. Tentukan lokasi dan waktu tanam: Pilih lahan terbuka yang menerima sinar matahari penuh minimal 6 sampai 8 jam sehari. Di Indonesia, jagung cocok ditanam di dataran rendah dengan curah hujan 85-200 mm per bulan, suhu udara ideal 23-27 derajat Celsius, dan pH tanah 5,6-7,5. Sebaiknya tanam saat cuaca kering dan tanah sudah cukup hangat, yakni di atas 16 derajat Celsius (sekitar 60 derajat Fahrenheit) agar benih tidak busuk.

  2. Olah dan gemburkan tanah: Cangkul atau bajak tanah sedalam 20-30 cm hingga gembur, lalu perkaya dengan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang. Jagung menyukai tanah berdrainase baik dengan pH sekitar 6,0-6,8.

  3. Pilih benih jagung unggul: Gunakan benih dari sumber terpercaya yang berukuran seragam, tidak keriput, dan tidak berjamur. Menanam jagung manis paling populer di kebun rumah karena rasanya manis dan mudah diolah; pahami pula perbedaan jagung manis dan jagung biasa sebelum memilih.

  4. Atur kedalaman tanam: Buat lubang sedalam 3-5 cm, masukkan satu sampai dua benih per lubang, tutup tanah tipis, lalu siram secukupnya. Mengacu pada panduan Pioneer, menanam benih pada kedalaman sekitar 3,8 sampai 5 cm optimal untuk perkembangan akar nodal yang kuat.

  5. Terapkan pola tanam blok: Tanam jagung dalam beberapa baris berdekatan membentuk blok, bukan satu baris memanjang, dengan jarak sekitar 70-75 cm antarbaris dan 20 cm dalam barisan agar penyerbukan oleh angin berlangsung sempurna dan tongkol terisi penuh.

Sebagaimana dilaporkan Utah State University Extension, jagung sebaiknya ditanam dalam blok berisi tiga baris atau lebih daripada satu baris tunggal yang panjang untuk memperbaiki penyerbukan dan pembentukan tongkol. Ed Bollom, Head Gardener di Gordon Castle, Skotlandia, dikutip dari Homes & Gardens, menuturkan, "Jika Anda tinggal di wilayah yang lebih dingin, pilihlah varietas yang sangat cepat matang."

Cara Menanam Jagung di Pot atau Polybag untuk Lahan Sempit

Bagi yang memiliki lahan terbatas, cara menanam jagung di pot atau polybag bisa menjadi solusi praktis. Panduan menanam jagung di pot memungkinkan tanaman tetap tumbuh subur meski hanya menggunakan wadah sederhana di teras atau balkon, bahkan cocok untuk membudidayakan jagung ketan ungu di pot yang kaya antioksidan.

  1. Siapkan pot permanen dan media tanam: Gunakan polybag atau pot berukuran besar sejak awal (diameter minimal 30–40 cm atau kapasitas sekitar 20 liter). Jagung memiliki akar serabut tunggal dan akar nodal yang sangat sensitif, sehingga tidak menyukai proses pindah tanam (transplanting shock). Isi wadah tersebut dengan campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 agar media gembur sekaligus kaya nutrisi.

  2. Tanam langsung benih: Masukkan dua benih langsung ke dalam pot permanen tersebut dengan kedalaman sekitar 3–5 cm, lalu tutup dengan sedikit media tanam. Siram secukupnya dan letakkan di tempat terbuka.
  3. Pastikan sinar matahari cukup: Penempatan pot sangat memengaruhi pertumbuhan; letakkan di area terbuka yang menerima sinar matahari langsung minimal 6–8 jam setiap hari. Cahaya penuh penting untuk proses fotosintesis.
  4. Siram secara rutin: Jaga media tetap lembap dengan menyiram teratur tetapi jangan sampai becek. Benih biasanya mulai berkecambah pada hari kelima hingga ketujuh.
  5. Atur penempatan dalam kelompok (blok): Letakkan minimal 3 sampai 4 pot jagung secara berdekatan membentuk kelompok (blok), bukan berjejer memanjang. Karena ditanam di area rumahan yang sempit, pola kelompok ini sangat krusial untuk membantu penyerbukan oleh angin agar tongkol jagung terisi penuh hingga masa panen.

Meski ditanam di rumah, hasilnya tetap memuaskan bila perawatannya benar. Simak juga trik praktis menanam jagung di rumah untuk memaksimalkan panen di lahan sempit. Lotte Berendsen, pakar taman di PlantIn, dikutip dari AOL, mengingatkan, "Jika Anda menanam jagung terlalu dini, Anda berisiko memaparkannya pada suhu dingin yang dapat membahayakan kesehatan bibit."

Cara Merawat Tanaman Jagung hingga Panen

Cara menanam jagung tidak berhenti pada proses tanam; perawatan rutin sangat menentukan bobot dan kualitas tongkol. Dengan mengenali ciri-ciri tumbuhan jagung yang sehat, seperti batang tegak tanpa cabang dan daun hijau segar, Anda lebih mudah memantau perkembangannya.

  1. Siram secara teratur: Jagung berakar sangat dangkal sehingga bila tanah mengering pertumbuhannya melemah. Jaga tanah tetap lembap, terutama saat pembungaan dan pengisian tongkol, tetapi hindari genangan.

  2. Berikan pupuk susulan: Jagung tergolong tanaman rakus nutrisi. Petani umumnya menambahkan pupuk nitrogen susulan saat tanaman setinggi sekitar 30 cm untuk mendorong pertumbuhan sebelum tongkol terbentuk.

  3. Lakukan penyiangan dan pembumbunan: Bersihkan gulma dengan hati-hati karena akar jagung yang dangkal tidak mampu bersaing dengan tanaman lain. Timbun kembali pangkal batang agar tanaman berdiri kokoh dan tidak mudah roboh.

  4. Jarangkan tanaman: Saat tunas mencapai tinggi sekitar 10-15 cm, potong tanaman yang lebih kecil atau lemah tepat di permukaan tanah sehingga tersisa satu tanaman terkuat di tiap titik.

  5. Bantu penyerbukan: Malai di pucuk tanaman menjatuhkan serbuk sari ke rambut tongkol. Bila ditanam di pot atau lahan sempit, goyangkan malai secara perlahan untuk meningkatkan jumlah biji yang terisi.

  6. Kendalikan hama dan penyakit: Pantau serangan hama, terutama ulat grayak yang bisa membuat tanaman terancam gagal panen. Bersihkan sisa batang segera setelah panen karena sejumlah hama memanfaatkannya sebagai tempat bertahan hidup.

  7. Panen pada waktu yang tepat: Jagung siap dipetik ketika rambut tongkol mengering dan berwarna cokelat serta bijinya mengeluarkan cairan seperti susu saat ditekan. Panen dengan menarik tongkol ke bawah lalu memutarnya hingga terlepas dari batang.

Sebagaimana disampaikan Bonnie Plants, jagung membutuhkan ruang yang luas karena menyerap banyak nutrisi dari tanah dan sebagian besar diserbuki oleh angin. Prinsip perawatan ini berlaku baik di lahan luas maupun ketika menerapkan cara menanam jagung ala rumahan dalam skala kecil.

Tips agar Panen Jagung Semakin Melimpah

Beberapa tips tambahan dalam cara menanam jagung berikut dapat membantu memaksimalkan hasil panen. Gail Pabst, hortikulturis dari National Garden Bureau, dikutip dari AOL, menyatakan, "Karena setiap tanaman hanya menghasilkan satu atau dua tongkol, Anda memerlukan blok tanaman jagung yang besar."

Merujuk Gardening Know How, menanam beberapa jenis jagung yang matang pada waktu berbeda, atau menanam jenis yang sama dengan jeda 10 hingga 14 hari, akan menghasilkan panen yang berkelanjutan.

  • Tanam secara bertahap: Menyemai benih baru setiap 10-14 hari membuat panen berlangsung berkelanjutan dan tidak menumpuk dalam satu waktu.

  • Jaga jarak antarvarietas: Karena penyerbukan silang dapat mengubah karakter biji, isolasi varietas yang berbeda, misalnya jauhkan jagung manis dari jagung pakan atau popcorn.

  • Terapkan pola Three Sisters: Tanam jagung berdampingan dengan kacang dan labu; jagung menjadi penyangga bagi tanaman yang merambat, kacang mengembalikan nutrisi ke tanah, dan daun labu yang lebar menjadi mulsa hidup penekan gulma. Prinsip ini serupa saat Anda menanam kacang merah di sela tanaman utama.

  • Lindungi bibit dari burung: Burung menyukai bibit jagung, jadi tutup bedengan dengan jaring hingga tanaman setinggi 10-15 cm.

  • Gunakan mulsa: Tambahkan lapisan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah dan mencegah gulma di sekitar tanaman berakar dangkal ini.

  • Panen di pagi hari: Memetik saat udara masih sejuk membantu mengunci rasa manis tongkol.

  • Segera olah setelah panen: Gula alami pada jagung manis cepat berubah menjadi pati begitu dipetik, jadi semakin cepat dimasak semakin manis rasanya.

Soal waktu tanam, Bailey Van Tassel, pendiri The Kitchen Garden Society, dikutip dari AOL, menuturkan, "Tanamlah jagung ketika pohon dogwood berbunga; ini tips kuno yang didasarkan pada ilmu yang benar."

Baca juga: cara menanam biji mangga agar cepat tumbuh dan berbuah

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Jagung

Berapa lama jagung bisa dipanen?

Jagung manis biasanya siap panen sekitar 60 sampai 75 hari setelah tanam, lebih cepat dibanding jenis lain karena dipetik saat biji masih muda. Tanda utamanya adalah rambut tongkol yang mengering dan berwarna cokelat serta biji yang mengeluarkan cairan seperti susu saat ditekan.

Berapa jarak tanam ideal untuk jagung?

Jarak tanam yang umum dipakai sekitar 70 x 20 cm atau 75 x 20 cm dengan satu sampai dua benih per lubang sedalam 3-5 cm. Tanamlah dalam beberapa baris berdekatan membentuk blok, bukan satu baris memanjang, agar penyerbukan oleh angin berlangsung sempurna.

Apakah jagung bisa ditanam di pot atau polybag?

Bisa, jagung dapat ditanam di pot atau polybag berukuran besar dengan media campuran tanah, sekam, dan kompos. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh serta letakkan beberapa pot berdekatan agar penyerbukannya tetap optimal.

Setelah panen, jagung dapat dinikmati dalam beragam bentuk. Bulir manisnya bisa direbus, dibakar, atau diolah menjadi nasi jagung sebagai alternatif karbohidrat. Di berbagai daerah ada pula olahan jagung khas Jawa Timur serta berbagai masakan berbahan dasar jagung yang menggugah selera.

Selain lezat, jagung menyimpan banyak manfaat karena kaya serat, vitamin, dan antioksidan, sehingga jagung rebus pun menjadi camilan sehat dan manfaat jagung untuk kesehatan menjangkau pencernaan hingga jantung. Bahkan bagian yang kerap dibuang seperti rambut jagung dan air rebusan jagung ternyata memiliki khasiat tersendiri, sehingga usaha menanam sendiri di rumah terasa semakin sepadan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6