Liputan6.com, Jakarta Setiap kali menikmati mangga matang, kebanyakan orang langsung membuang bagian keras di tengah buah. Padahal, bagian keras di dalam buah mangga itu sebenarnya cangkang yang menyimpan sebuah biji besar , dan mangga termasuk salah satu biji buah yang bisa ditanam kembali dengan mudah di rumah.
Cara menanam biji mangga pada dasarnya mencakup mengeluarkan biji dari buah, membuka cangkang kerasnya, memacu perkecambahan, menyemai, lalu memindahkan bibit ke pot atau lahan. Prosesnya sederhana dan bisa dilakukan siapa saja, meski butuh kesabaran hingga tanaman benar-benar tumbuh subur.
Perlu diketahui, biji mangga hanya layak tanam beberapa hari setelah buah matang , sehingga sebaiknya segera diproses. Untuk hasil terbaik, cara menanam biji mangga dimulai dari buah segar dan matang sempurna.
Advertisement
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Menanam Biji Mangga?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327416/original/056892700_1787108651-Ilustrasi_biji_mangga_yang_siap_ditanam.jpeg)
Sebelum praktik cara menanam biji mangga dimulai, ada dua hal penting yang perlu dipahami, yaitu memilih biji berkualitas dan mengenali jenis biji mangga. Kedua hal ini menentukan apakah bibit bisa tumbuh sekaligus seberapa mirip buahnya nanti dengan induknya.
Memilih Biji Mangga yang Berkualitas
Biji terbaik berasal dari buah yang matang penuh dan sehat. Biji yang sehat terasa padat, berwarna keputihan, dan agak berat, sedangkan biji yang keriput atau kecokelatan sebaiknya tidak digunakan. Jika memungkinkan, ambil biji dari pohon mangga di sekitar tempat tinggal karena varietasnya sudah terbukti cocok dengan iklim setempat.
Mengenali Jenis Biji: Monoembrionik vs Poliembrionik
Salah satu hal yang jarang dibahas adalah biji mangga terbagi menjadi dua jenis. Berdasarkan studi yang dipublikasikan National Library of Medicine, kultivar mangga dikelompokkan menjadi monoembrionik dan poliembrionik berdasarkan jumlah embrio dalam bijinya, dengan tipe monoembrionik berasal dari anak benua India dan poliembrionik dari Asia Tenggara.
Biji monoembrionik hanya menghasilkan satu bibit dan sifatnya tidak sama persis dengan induk sehingga varietasnya harus diperbanyak lewat sambung atau okulasi. Sebaliknya, biji poliembrionik memunculkan beberapa tunas sekaligus, dan sebagian besar tunas itu merupakan klon dari pohon induknya. Satu tunas yang berasal dari pembuahan biasanya lemah dan sebaiknya dibuang, sementara tunas kuat yang menyerupai induk dipelihara.
Advertisement
Cara Menanam Biji Mangga Langkah demi Langkah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5679606/original/020755300_1778550163-Membuat_Media_Tanam_Organik_Subur_dalam_Ember_Bekas.jpg)
Setelah biji siap, cara menanam biji mangga bisa dijalankan melalui tiga tahap utama, mulai dari membuka cangkang, memacu perkecambahan, hingga menyemai ke media tanam. Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengeluarkan dan Membuka Cangkang Biji
Bersihkan sisa daging buah dari cangkang, lalu keringkan selama satu hingga dua hari agar lebih mudah ditangani. Setelah itu, buat lubang kecil pada tepi tipis cangkang, lalu gunting sepanjang sisinya sampai bisa dibuka dan bijinya dikeluarkan.
Lakukan dengan hati-hati dan mengungkit menjauh dari tubuh karena pisau bisa tergelincir. Bersihkan pula selaput tipis seperti kertas yang menempel di permukaan biji. Membuka cangkang ini penting karena kulit biji mangga sangat keras dan perlu dilepas untuk mempercepat perkecambahan.
Memacu Perkecambahan Biji
Ada dua metode populer untuk memacu perkecambahan, yaitu merendam biji dan membungkusnya dengan tisu lembap. Pada metode rendam, biji direndam dalam air bersih agar menyerap air dan siap tumbuh. Pada metode tisu, biji dibungkus tisu atau kain lembap, dimasukkan ke kantung plastik, lalu disimpan di tempat hangat yang tidak terkena sinar matahari langsung sambil dijaga kelembapannya.
Merujuk panduan Empress of Dirt, menyemai biji dalam tisu lembap lebih dulu membantu memastikan biji benar-benar hidup sebelum ditanam. Biji biasanya mulai bertunas dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Teknik merendam benih ini juga umum dipakai saat menanam buah matoa dari biji.
Baca juga: menanam kemangi ungu dari biji untuk pemula.
Menyemai dan Menanam Bibit ke Media Tanam
Begitu muncul akar dan tunas, pindahkan biji ke pot berisi campuran tanah, pasir, dan kompos yang berdrainase baik. Tanam biji sekitar 2-3 cm di dalam media dengan sisi cembung menghadap ke bawah, lalu siram secukupnya. Letakkan pot di tempat hangat dengan sinar matahari yang cukup dan jaga kelembapan medianya. Dalam sekitar sepuluh hari hingga dua minggu, tunas akan mulai muncul dan pohon mangga kecil pun mulai terbentuk.
Menanam Mangga dari Biji vs Cangkok, Mana Lebih Cepat Berbuah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470487/original/019715800_1768207250-unnamed-21.jpg)
Banyak pembaca bertanya apakah menanam biji mangga sama cepatnya dengan bibit hasil cangkok. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada waktu berbuah, kualitas buah, serta ukuran dan kekuatan pohon. Pohon dari biji butuh waktu lebih lama untuk berbuah, tetapi tumbuh vigor dengan akar tunggang yang dalam dan kuat. Sebaliknya, bibit dari cara mencangkok mangga lebih cepat berbuah, dengan buah yang mirip induk dan ukuran pohon yang lebih terkendali.
     Â
| Aspek | Dari Biji | Cangkok atau Okulasi |
|---|---|---|
| Waktu berbuah | Sekitar 5-8 tahun, kadang lebih | Sekitar 3-4 tahun |
| Kemiripan dengan induk | Tidak menentu, kecuali biji poliembrionik | Selalu mirip induk (true to type) |
| Ukuran dan vigor pohon | Besar, kuat, akar dalam | Lebih kompak dan mudah diatur |
| Biaya awal | Murah, bahkan gratis | Relatif lebih mahal |
| Paling cocok untuk | Hobi, eksperimen, peneduh | Target panen lebih cepat |
Â
Pohon hasil cangkok atau sambung umumnya berbuah dalam 3-4 tahun, sedangkan pohon dari biji sekitar 5-8 tahun. Kelebihan bibit cangkok adalah berbuah lebih cepat, kualitas buah yang bisa diprediksi, dan ukuran terkendali, meski biaya awalnya lebih tinggi. Karena itu, bila tujuannya panen cepat, banyak pekebun memilih bibit vegetatif, misalnya untuk menanam mangga dengan tabulampot. Namun, bila ingin menikmati prosesnya, menanam dari biji tetap menyenangkan dan terjangkau.
Â
Baca juga: budidaya anggrek bulan dari biji hingga berbunga.
Advertisement
Perawatan agar Bibit Mangga Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470488/original/075672500_1768207250-unnamed-22.jpg)
Keberhasilan cara menanam biji mangga tidak berhenti saat bibit tumbuh, tetapi berlanjut pada perawatan rutin. Mangga adalah tanaman tropis yang menyukai kehangatan, sehingga kondisi lingkungan sangat menentukan.
Sinar Matahari, Air, dan Media Tanam
Tanaman mangga membutuhkan sinar matahari langsung minimal enam sampai delapan jam per hari untuk tumbuh dan berbuah optimal. Penyiraman harus konsisten, tetapi media wajib berdrainase baik karena mangga tidak menyukai akar yang tergenang air. Di Indonesia, pertumbuhan paling optimal umumnya terjadi di dataran rendah yang hangat. Bagi yang lahannya terbatas, mangga tetap bisa ditanam dengan cara menumbuhkan mangga di pekarangan sempit.
Pemupukan dan Pemindahan ke Lahan
Berikan pupuk seimbang secukupnya dan jangan berlebihan, karena pupuk yang terlalu banyak justru membuat tanaman lebih banyak menghasilkan daun daripada buah. Seiring pertumbuhan, pindahkan tanaman secara bertahap ke pot yang lebih besar atau ke lahan setelah sistem akarnya kuat agar tanaman tidak stres. Agar pohon tetap ringkas sekaligus produktif, sebagian orang menerapkan teknik membuat pohon mangga kerdil cepat berbuah.
Berapa Lama sampai Berbuah?
Inilah bagian yang membutuhkan kesabaran paling besar. Saat ditanam dari biji, pohon mangga melewati fase juvenil selama lima hingga delapan tahun, yaitu periode ketika tanaman secara genetik belum mampu berbunga. Meski begitu, penantian panjang ini sepadan dengan kepuasan memetik mangga hasil tanam sendiri, apalagi jika dirawat dengan telaten sejak awal.
Baca juga: cara menanam jagung manis yang jauh lebih cepat panen.
Singkatnya, cara menanam biji mangga dapat dipahami sebagai rangkaian sederhana, mulai dari memilih biji berkualitas, membuka cangkang, memacu perkecambahan, menyemai, hingga merawat bibit sampai dewasa. Dengan benih segar, media yang tepat, sinar matahari cukup, dan kesabaran, biji sisa mangga favorit di rumah pun berpeluang tumbuh menjadi pohon rindang yang kelak berbuah.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Biji Mangga
Apakah biji mangga bisa langsung ditanam setelah diambil dari buah?
Bisa, tetapi sebaiknya biji dibersihkan terlebih dahulu dari sisa daging buah. Biji mangga yang masih segar umumnya lebih cepat berkecambah dibandingkan biji yang sudah lama disimpan dan mengering.
Bagaimana cara agar biji mangga cepat berkecambah?
Gunakan biji dari mangga yang matang, bersihkan, lalu tanam pada media yang gembur dan memiliki drainase baik. Jaga media tetap lembap tanpa membuatnya tergenang agar biji dapat berkecambah dengan baik.
Berapa lama biji mangga mulai tumbuh?
Biji mangga umumnya mulai berkecambah dalam beberapa minggu. Waktunya dapat berbeda tergantung kesegaran biji, suhu, kelembapan, media tanam, dan kondisi lingkungan.
Apakah biji mangga perlu dikupas sebelum ditanam?
Tidak wajib. Biji dapat ditanam bersama cangkangnya, tetapi cangkang juga bisa dibuka dengan hati-hati untuk mengambil bagian bijinya. Jika memilih cara ini, pastikan calon tunas di dalam biji tidak rusak.
Apakah pohon mangga dari biji bisa cepat berbuah?
Bisa berbuah, tetapi biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pohon mangga hasil okulasi atau sambung. Jika tujuan utamanya mendapatkan buah lebih cepat, perbanyakan vegetatif lebih efektif daripada menanam dari biji.
Bagaimana agar pohon mangga dari biji cepat berbuah?
Berikan sinar matahari yang cukup, media tanam subur, penyiraman sesuai kebutuhan, dan pupuk secara berkala. Pemangkasan juga dapat dilakukan untuk membentuk tajuk dan mengatur pertumbuhan. Untuk mempercepat tanaman menghasilkan buah, bibit dari biji dapat disambung atau diokulasi menggunakan entres dari pohon mangga yang sudah produktif.
Apakah biji mangga bisa ditanam langsung di tanah?
Bisa. Namun, pada tahap awal penggunaan pot atau polybag lebih praktis karena kelembapan, drainase, dan pertumbuhan bibit lebih mudah dikontrol. Setelah bibit cukup kuat, tanaman dapat dipindahkan ke lahan.
Mengapa biji mangga tidak kunjung tumbuh?
Penyebabnya bisa berupa biji yang sudah tidak segar, media terlalu basah atau terlalu kering, tanah terlalu padat, atau biji mengalami kerusakan. Biji dari buah matang yang segera ditanam biasanya lebih berpeluang tumbuh dengan baik.
Kapan bibit mangga dari biji bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar?
Bibit dapat dipindahkan ketika tanaman sudah tumbuh cukup kuat, memiliki beberapa daun, dan akar mulai berkembang. Saat memindahkan, angkat tanaman bersama sebagian media di sekitar akarnya agar akar tidak banyak rusak.
Apakah mangga dari biji pasti menghasilkan buah yang sama dengan pohon induknya?
Tidak selalu. Tanaman mangga yang berasal dari biji dapat memiliki karakter buah yang berbeda dari pohon induknya. Jika ingin mempertahankan sifat varietas tertentu, okulasi atau sambung lebih dapat diandalkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3339591/original/000480600_1609737725-cek_fakta_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307986/original/033339200_1785125047-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T110150.449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414739/original/008691500_1763347745-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-17T094821.756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335018/original/094825600_1787908281-01M13P51EGF6JFZB8NDY3HYZ56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543189/original/087971600_1775018379-kecil_tanpa_lemari_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343977/original/059390500_1788929315-bc74e11a-e771-4436-89e3-edaa9067688a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296539/original/006351500_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__3_.jpeg)