12 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Bisa Ditanam di Rumah, Cantik dan Mudah Dirawat

Tanaman pengusir nyamuk seperti serai wangi, lavender, dan kemangi bisa ditanam di rumah. Kenali 12 pilihan tanaman dan cara merawatnya.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 14:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman pengusir nyamuk bisa menjadi pilihan untuk membantu mengurangi gangguan serangga di rumah sekaligus mempercantik halaman. Beberapa tanaman memiliki aroma khas yang tidak disukai nyamuk, seperti serai wangi, lavender, kemangi, dan rosemary. Selain ditanam di pekarangan, sejumlah tanaman tersebut juga dapat tumbuh di pot sehingga cocok untuk rumah dengan lahan terbatas.

Kehadiran nyamuk bukan sekadar mengganggu waktu beristirahat atau berkumpul bersama keluarga. Nyamuk tertentu dapat menularkan penyakit, termasuk demam berdarah dengue. Karena itu, menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk merupakan langkah penting yang perlu dilakukan secara rutin.

Meski demikian, tanaman pengusir nyamuk tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya perlindungan dari gigitan nyamuk. Aroma tanaman hidup belum tentu cukup kuat untuk mengusir nyamuk dari seluruh ruangan. Agar hasilnya lebih optimal, penanaman perlu disertai pengelolaan genangan air, pembersihan lingkungan, dan penggunaan perlindungan antinyamuk yang sesuai. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (27/10/2026).

1. Serai Wangi

Serai wangi (Cymbopogon spp.) dikenal luas sebagai bahan alami dalam berbagai produk pengusir nyamuk. Tanaman ini menghasilkan aroma sitrus yang berasal dari minyak atsiri pada bagian daunnya. Senyawa aromatik tersebut, termasuk sitronelal pada jenis tertentu, dimanfaatkan dalam formulasi produk antinyamuk.

Di rumah, serai wangi bisa ditanam langsung di tanah atau menggunakan pot berukuran cukup besar. Tanaman ini menyukai sinar matahari dan media tanam yang memiliki drainase baik. Penyiraman dilakukan sesuai kelembapan tanah agar akar tidak terus-menerus tergenang.

Serai wangi sering dianggap mampu mengusir nyamuk hanya dengan ditanam di halaman. Padahal, efek perlindungan dari tanaman hidup tidak selalu sama dengan minyak atsiri yang telah diekstrak dan diformulasikan. Karena itu, serai wangi lebih tepat dipandang sebagai pelengkap upaya pengendalian nyamuk, bukan pengganti losion antinyamuk.

2. Lavender

Lavender (Lavandula spp.) memiliki bunga berwarna ungu dan aroma lembut yang banyak disukai manusia. Minyak atsiri pada daun dan bunganya mengandung senyawa aromatik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengusir serangga.

Tanaman ini cocok ditempatkan di area yang mendapatkan sinar matahari cukup, seperti balkon, teras terbuka, atau halaman depan. Lavender membutuhkan media tanam yang tidak mudah becek karena akar yang terlalu lama terendam air berisiko membusuk.

Di Indonesia yang beriklim tropis, lavender perlu mendapat perhatian khusus, terutama dalam hal sirkulasi udara, kelembapan, dan drainase. Pilih lokasi yang terang dan hindari penyiraman berlebihan.

Keunggulan lavender bukan hanya aromanya, tetapi juga tampilannya yang menarik. Meski begitu, keberadaan tanaman lavender di dekat pintu atau jendela tidak otomatis membuat area tersebut bebas nyamuk. Efek pengusir serangga biasanya lebih terukur pada minyak atau ekstrak yang digunakan dengan cara tertentu.

3. Kemangi

Kemangi (Ocimum spp.) merupakan tanaman herbal yang mudah dijumpai di Indonesia. Daunnya memiliki aroma khas yang berasal dari berbagai senyawa volatil. Beberapa jenis kemangi dan basil diteliti karena potensi minyak atsirinya dalam mengusir nyamuk.

Tanaman ini relatif mudah ditanam di pot, polybag, maupun bedengan kecil. Kemangi menyukai sinar matahari dan media tanam yang subur, tetapi tetap mampu mengalirkan air dengan baik. Penyiraman perlu dilakukan secara teratur, terutama ketika cuaca panas.

Salah satu kelebihannya, kemangi dapat dimanfaatkan sebagai lalapan atau bahan masakan. Dengan demikian, tanaman ini memiliki fungsi ganda sebagai tanaman pangan dan penghias pekarangan.

Aroma daun kemangi dapat dilepaskan lebih kuat ketika daunnya diremas, tetapi hal tersebut tidak berarti mengoleskan daun mentah ke kulit otomatis memberikan perlindungan yang aman dan efektif. Untuk mencegah gigitan nyamuk, gunakan produk antinyamuk yang telah teruji dan ikuti petunjuk pada labelnya.

4. Rosemary

Rosemary (Salvia rosmarinus) merupakan tanaman herbal dengan daun kecil menyerupai jarum dan aroma tajam yang khas. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang dimanfaatkan dalam berbagai produk aromatik dan telah diteliti untuk mengetahui aktivitasnya terhadap serangga.

Rosemary menyukai sinar matahari langsung dan media tanam yang tidak terlalu lembap. Tanaman ini cocok ditanam di pot dengan lubang drainase, sehingga mudah dipindahkan ke tempat yang memperoleh cahaya cukup.

Selain berpotensi membantu mengurangi gangguan serangga, rosemary dapat digunakan sebagai bumbu untuk memasak daging, ikan, atau sayuran. Daunnya juga menarik sebagai tanaman hias berdaun hijau sepanjang tahun di lingkungan yang sesuai.

Sebagian orang memanfaatkan aroma rosemary dari daun yang dipanaskan atau dibakar. Namun, membakar daun di dalam ruangan tidak disarankan karena asap dapat mengganggu pernapasan. Lebih baik rawat tanaman dalam kondisi sehat dan gunakan produk antinyamuk yang tepat ketika perlindungan langsung diperlukan.

5. Marigold

Marigold (Tagetes spp.) merupakan tanaman berbunga dengan warna kuning, jingga, hingga merah-oranye. Tanaman ini dikenal memiliki aroma khas yang berasal dari berbagai senyawa pada daun dan bunganya. Beberapa senyawa tersebut diteliti karena berpotensi mengganggu serangga tertentu.

Marigold dapat ditanam dalam pot di dekat pintu masuk, teras, atau sepanjang tepi taman. Tanaman ini menyukai sinar matahari dan tanah yang subur dengan drainase baik. Perawatannya relatif sederhana, sehingga cocok untuk orang yang baru mulai berkebun.

Selain menambah warna pada pekarangan, marigold juga sering ditanam di kebun sayur sebagai tanaman pendamping. Namun, manfaatnya dalam mengurangi nyamuk di sekitar rumah tidak boleh dianggap pasti. Menanam marigold saja tidak cukup untuk mencegah nyamuk masuk ke ruangan atau menggigit penghuni rumah.

6. Catnip

Catnip (Nepeta cataria) merupakan tanaman herbal dari keluarga mint yang dikenal karena kandungan nepetalakton. Senyawa ini telah diteliti karena aktivitasnya sebagai pengusir beberapa jenis serangga, termasuk nyamuk.

Catnip memiliki daun hijau dan bunga kecil yang dapat berwarna putih atau keunguan. Tanaman ini relatif mudah tumbuh dan dapat menyebar dengan cepat jika ditanam langsung di tanah. Karena itu, penggunaan pot menjadi pilihan yang lebih praktis untuk membatasi pertumbuhannya.

Catnip dapat menjadi alternatif bagi penghobi tanaman yang ingin menambah koleksi herbal aromatik. Namun, efektivitasnya bergantung pada jenis serangga, konsentrasi senyawa aktif, dan cara penggunaan. Hasil penelitian terhadap ekstrak atau minyak catnip tidak dapat langsung disamakan dengan efek tanaman hidup di halaman.

Jika memelihara kucing, pertimbangkan pula perilaku hewan tersebut. Sebagian kucing tertarik pada catnip dan mungkin mengunyah atau menjatuhkan potnya. Tempatkan tanaman di lokasi yang sesuai agar tetap terawat.

7. Geranium Beraroma Lemon

Geranium beraroma lemon atau citronella geranium merupakan tanaman hias yang memiliki daun beraroma sitrus ketika disentuh atau diremas. Tanaman ini kerap dipromosikan sebagai tanaman pengusir nyamuk karena aromanya menyerupai serai wangi.

Geranium dapat ditanam di pot dan ditempatkan di teras yang mendapat cahaya cukup. Tanaman ini membutuhkan media tanam yang tidak mudah tergenang serta sirkulasi udara yang baik. Pemangkasan ringan dapat membantu mempertahankan bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan tunas baru.

Meskipun aromanya menyerupai bahan yang digunakan dalam produk antinyamuk, geranium hidup tidak serta-merta memberikan perlindungan setara dengan produk yang mengandung minyak sitronela dalam konsentrasi terukur. Tanaman ini sebaiknya dipilih terutama sebagai tanaman hias aromatik dengan manfaat tambahan yang masih bergantung pada kondisi penggunaannya.

8. Mint

Mint (Mentha spp.) dikenal karena aroma segar yang berasal dari minyak atsiri pada daunnya. Beberapa jenis mint mengandung mentol dan senyawa aromatik lain yang diteliti untuk mengetahui potensi aktivitasnya terhadap serangga.

Tanaman ini cocok untuk pekarangan sempit karena dapat tumbuh dalam pot berukuran sedang. Mint menyukai media tanam yang cukup lembap dan mendapatkan cahaya matahari atau sinar tidak langsung yang memadai. Hindari membiarkan tanah mengering terlalu lama, tetapi jangan pula membuat akar tergenang.

Satu hal yang perlu diperhatikan, mint dapat tumbuh menyebar dengan cepat. Menanamnya dalam pot membantu membatasi pertumbuhan akar dan memudahkan perawatan.

Daun mint juga dapat digunakan untuk minuman atau campuran makanan. Namun, aroma segarnya tidak menjamin nyamuk akan menjauh dari seluruh area di sekitarnya. Manfaat sebagai pengusir nyamuk lebih bergantung pada jenis mint, kandungan minyak atsiri, serta cara pemanfaatannya.

9. Thyme

Thyme (Thymus vulgaris) merupakan tanaman herbal dengan daun kecil dan aroma yang cukup tajam. Minyak atsirinya mengandung senyawa seperti timol yang banyak dipelajari karena aktivitas biologisnya, termasuk potensi terhadap serangga.

Thyme lebih cocok ditanam di tempat yang mendapat cahaya matahari cukup dan memiliki drainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh dalam pot kecil sehingga bisa menjadi pilihan untuk balkon atau teras yang tidak terlalu luas.

Daunnya dapat digunakan sebagai bumbu masakan, terutama untuk memberi aroma pada daging, sup, dan sayuran. Karena memiliki dua fungsi, thyme menarik bagi orang yang ingin menanam tanaman herbal sekaligus memperkaya koleksi tanaman aromatik.

Ada sumber yang menyebutkan bahwa pembakaran daun thyme dapat membantu mengusir nyamuk untuk jangka waktu tertentu. Namun, durasi perlindungan dapat berbeda menurut kondisi dan cara penggunaannya. Membakar tanaman juga menghasilkan asap, sehingga bukan metode yang dianjurkan untuk ruang tertutup.

10. Seledri

Seledri (Apium graveolens) lebih dikenal sebagai sayuran dan penyedap masakan, tetapi tanaman ini juga pernah diteliti karena potensi kandungan senyawa pada bagian daun dan bijinya terhadap nyamuk.

Seledri bisa ditanam dalam pot atau wadah bekas yang memiliki lubang pembuangan air. Tanaman ini membutuhkan media yang cukup lembap, subur, dan kaya bahan organik. Tempatkan di lokasi yang mendapatkan cahaya memadai tanpa membuat tanaman terlalu cepat kehilangan kelembapan.

Bagi rumah dengan lahan terbatas, seledri menawarkan manfaat praktis karena daunnya dapat dipanen untuk kebutuhan dapur. Akan tetapi, hasil penelitian terhadap ekstrak atau minyak biji seledri tidak otomatis membuktikan bahwa tanaman seledri hidup efektif mencegah gigitan nyamuk.

11. Bawang Putih

Bawang putih (Allium sativum) merupakan bumbu dapur yang mengandung senyawa sulfur, termasuk allicin yang terbentuk ketika jaringan bawang dihancurkan. Senyawa sulfur tersebut menghasilkan aroma khas yang kuat.

Bawang putih dapat ditanam di pot atau wadah dengan kedalaman yang memadai. Gunakan media tanam yang gembur, subur, dan tidak menahan air berlebihan. Tanaman ini juga membutuhkan pencahayaan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan umbi.

Sejumlah penelitian mengeksplorasi ekstrak bawang putih untuk mengendalikan serangga, termasuk larva nyamuk. Meski demikian, penggunaan ekstrak dalam penelitian tidak sama dengan menanam bawang putih di halaman rumah. Tidak ada jaminan bahwa beberapa pot bawang putih akan melindungi penghuni dari gigitan nyamuk.

12. Kunyit

Kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman rimpang yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan jamu tradisional. Selain kurkumin, kunyit mengandung minyak atsiri dengan berbagai senyawa aromatik yang telah diteliti untuk mengetahui potensi aktivitasnya terhadap serangga.

Tanaman kunyit dapat tumbuh di pekarangan maupun pot berukuran besar. Gunakan tanah yang gembur dan kaya bahan organik, lalu letakkan tanaman di lokasi yang mendapat cahaya cukup. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media agar tetap lembap tanpa tergenang.

Keunggulan kunyit adalah rimpangnya bisa dipanen untuk kebutuhan dapur setelah tanaman cukup matang. Meski demikian, potensi pengusir nyamuk dari minyak atsiri kunyit tidak berarti tanaman hidup memberikan perlindungan yang sama. Kunyit lebih tepat dijadikan bagian dari kebun herbal rumah daripada satu-satunya cara mengendalikan nyamuk.

Cara Memaksimalkan Manfaat Tanaman Pengusir Nyamuk

Memilih tanaman yang tepat merupakan langkah awal. Agar pekarangan tetap nyaman dan tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Tempatkan tanaman di area yang sering digunakan. Pot serai wangi, kemangi, atau geranium bisa diletakkan di teras dan dekat pintu. Namun, jangan menganggap tanaman sebagai penghalang nyamuk yang sepenuhnya efektif. Pasang kasa pada jendela atau pintu jika diperlukan.

Rawat tanaman sesuai kebutuhan. Tanaman yang sehat akan tumbuh lebih baik dan menghasilkan daun yang optimal. Sesuaikan penyiraman, pencahayaan, pemangkasan, dan ukuran pot dengan jenis tanaman yang dipilih.

Hindari genangan air. Periksa tatakan pot, ember, wadah penampung air, talang, dan sudut halaman setelah hujan. Kosongkan atau bersihkan wadah secara rutin agar nyamuk tidak memiliki tempat untuk bertelur. Jika air harus ditampung, pastikan wadah tertutup rapat.

Gunakan perlindungan tambahan. Jika nyamuk masih banyak, gunakan kelambu, kasa jendela, atau produk antinyamuk yang terdaftar dan digunakan sesuai petunjuk. Perlindungan ini penting terutama ketika berada di area dengan risiko penularan penyakit oleh nyamuk.

Jangan mengoleskan ekstrak tanaman sembarangan. Minyak atsiri yang pekat dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit. Produk alami tidak selalu bebas risiko, terutama untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan hewan peliharaan.

Dengan kombinasi penanaman, perawatan lingkungan, dan perlindungan yang sesuai, pekarangan dapat menjadi lebih nyaman tanpa bergantung pada satu metode saja.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Pengusir Nyamuk

1. Apa tanaman pengusir nyamuk yang cocok ditanam di rumah?

Serai wangi, kemangi, rosemary, mint, dan lavender dapat menjadi pilihan. Sesuaikan tanaman dengan kondisi lahan, pencahayaan, dan kemampuan perawatan. Untuk rumah dengan halaman sempit, mint, kemangi, dan serai wangi dapat ditanam dalam pot.

2. Apakah tanaman pengusir nyamuk benar-benar efektif?

Beberapa tanaman mengandung senyawa aromatik yang berpotensi mengusir nyamuk. Namun, efektivitas tanaman hidup umumnya tidak bisa disamakan dengan minyak atsiri atau produk antinyamuk yang diformulasikan secara khusus. Karena itu, tanaman sebaiknya digunakan sebagai pelengkap pengendalian nyamuk.

3. Di mana sebaiknya meletakkan tanaman pengusir nyamuk?

Tanaman dapat diletakkan di teras, dekat pintu masuk, balkon, atau pekarangan yang sering digunakan untuk beraktivitas. Pastikan tanaman mendapatkan cahaya dan sirkulasi udara sesuai kebutuhannya. Hindari menempatkan pot di area yang membuat air menggenang.

4. Apakah tanaman pengusir nyamuk aman untuk anak-anak dan hewan peliharaan?

Tidak semua tanaman dan ekstraknya aman jika tertelan atau digunakan langsung pada kulit. Pilih tanaman sesuai kondisi rumah, jauhkan tanaman yang berisiko dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan, serta hindari penggunaan minyak atsiri pekat tanpa petunjuk yang jelas.

5. Bagaimana cara paling efektif mengurangi nyamuk di rumah?

Cara yang disarankan adalah menghilangkan genangan air, menutup tempat penampungan air, membersihkan wadah secara berkala, memasang kasa jendela, dan menggunakan perlindungan antinyamuk sesuai kebutuhan. Tanaman aromatik dapat menjadi pelengkap, tetapi tidak menggantikan langkah-langkah tersebut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6