Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan dalam agenda reformasi pasar modal Indonesia. Koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah juga terus dilakukan guna mendorong perbaikan pasar modal nasional.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, pihaknya menghargai setiap masukan yang disampaikan para pemangku kepentingan. Menurut dia, masukan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap upaya memperbaiki kualitas pasar modal Indonesia.
"Pada prinsipnya kami menghargai dan menerima masukan dari semua pihak, yang pada dasarnya tentu bentuk perhatian dan untuk kebaikan pasar modal," kata Iding dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Advertisement
Iding menegaskan, BEI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR dan pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pasar modal agar semakin kredibel dan mampu memberikan perlindungan kepada investor.
"BEI selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk DPR dan pihak pemerintah," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad turut berkomentar terkait sorotan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Stand Alone Market pada Oktober 2026.
Usulan tersebut disampaikan Dasco melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan gagasan agar Indonesia dapat menentukan peringkat atau rating sendiri untuk pasar modal domestik.
"Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri. Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!,” kata Dasco dalam unggahannya, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.
Respons Presiden ke MSCI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak gentar terhadap rencana MSCI Inc. yang membuka peluang untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Beliau menilai hal tersebut sebagai salah satu tantangan yang sedang dihadapi saat ini.
Prabowo menyampaikan, meski pemerintah telah melakukan banyak pekerjaan dengan baik, bukan berarti Indonesia terhindar dari tantangan. Bahkan, beliau menyebut ada pihak yang menghadang upaya negara.
"Kita telah bekerja dengan baik, tetapi kita tahu tantangan masih sangat besar. Rakyat kita berharap lebih banyak, kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, ya. Kita terus dihadang, iya kan. Ada apa itu? Macam-macamlah, MSCI, macam-macam, ya kan,” ungkap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menegaskan tidak gentar dengan gangguan tersebut. Lebih dari itu, Kepala Negara mengirimkan pesan tegas kepada MSCI, Indonesia tidak takut dan tidak akan gentar.
"Dia mau menakut-nakuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut kepada siapa pun dan tidak akan gentar,” tegasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475259/original/069032500_1687331408-cek_fakta_bohir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502785/original/075044200_1771042664-alat_pertanian_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383132/original/088044500_1793074246-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375354/original/010762400_1792140974-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_15.50.56.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)