Liputan6.com, Jakarta - Tanaman yang rajin disiram belum tentu tumbuh lebih subur. Jika air terlalu banyak menggenang di dalam pot, akar justru berisiko membusuk sehingga tanaman layu, daun menguning, bahkan mati.
Masalah ini sering terjadi pada tanaman hias maupun tanaman sayur yang ditanam di pot. Kondisi tanah yang terus-menerus basah dapat mengurangi pasokan oksigen di sekitar akar dan memicu pertumbuhan organisme penyebab pembusukan.
Kabar baiknya, masalah tersebut bisa dicegah dengan memperhatikan cara penyiraman, kondisi media tanam, hingga sistem drainase pot. Dengan perawatan yang tepat, akar tanaman dapat tetap sehat dan mampu menyerap air serta nutrisi secara optimal.
Advertisement
Lantas, bagaimana cara mencegah akar tanaman membusuk akibat terlalu banyak air? Berikut sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan di rumah, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (21/10/2026).Â
1. Periksa Kelembapan Tanah Sebelum Menyiram
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351813/original/086316800_1789715940-1.jpg)
Salah satu penyebab akar membusuk adalah kebiasaan menyiram tanaman setiap hari tanpa memeriksa kondisi tanah terlebih dahulu.
Sebelum menyiram, sentuh permukaan tanah menggunakan jari. Jika bagian atas media tanam masih terasa lembap, tunda penyiraman hingga kondisinya lebih kering sesuai kebutuhan tanaman.
Untuk pemeriksaan lebih dalam, masukkan jari sekitar 2–3 sentimeter ke dalam tanah. Pada tanaman tertentu, terutama yang menyukai kondisi agak kering, penyiraman sebaiknya dilakukan setelah media tanam mulai mengering.
Namun, kebutuhan air setiap tanaman berbeda. Tanaman tropis yang menyukai kelembapan tentu membutuhkan pola penyiraman berbeda dari kaktus atau sukulen.
2. Gunakan Pot dengan Lubang Drainase
Lubang drainase berfungsi mengalirkan kelebihan air agar tidak terus tertahan di dalam pot. Tanpa lubang tersebut, air dapat menggenang dan membuat akar kekurangan oksigen.
Pilih pot yang memiliki lubang di bagian bawah dengan ukuran dan jumlah yang memadai. Setelah menyiram, pastikan air berlebih bisa keluar dengan lancar.
Jika pot diletakkan di atas tatakan, buang air yang terkumpul setelah penyiraman. Jangan membiarkan bagian bawah pot terendam air terlalu lama karena dapat membuat media tanam tetap basah.
Advertisement
3. Pilih Media Tanam yang Tidak Mudah Memadat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308805/original/090208500_1785202763-c85781c6-1f20-49ac-9df4-5974b325e699.jpg)
Media tanam yang terlalu padat membuat air sulit mengalir dan udara sulit mencapai akar. Akibatnya, bagian dalam pot bisa tetap basah meskipun permukaannya terlihat kering.
Gunakan campuran media tanam yang sesuai dengan jenis tanaman. Untuk banyak tanaman hias dalam pot, campuran tanah atau kompos dengan bahan berpori seperti perlit, sekam bakar, atau bahan sejenis dapat membantu memperbaiki sirkulasi udara dan drainase.
Sementara itu, tanaman yang menyukai kelembapan tetap membutuhkan media yang mampu menahan air secukupnya tanpa membuat akar terendam.
Hindari menggunakan tanah kebun yang sangat liat secara langsung sebagai satu-satunya media dalam pot karena dapat memadat dan menghambat aliran air.
4. Sesuaikan Frekuensi Penyiraman dengan Cuaca
Tanaman tidak selalu membutuhkan jumlah air yang sama setiap hari. Saat cuaca panas, air dari tanah lebih cepat menguap. Sebaliknya, ketika musim hujan atau udara lembap, media tanam dapat bertahan basah lebih lama.
Karena itu, jangan terpaku pada jadwal penyiraman yang kaku. Periksa kelembapan tanah dan sesuaikan frekuensinya dengan kondisi cuaca, ukuran pot, jenis tanaman, serta lokasi penanaman.
Tanaman yang diletakkan di dalam ruangan biasanya memiliki tingkat penguapan berbeda dari tanaman yang terkena sinar matahari langsung. Memahami kondisi tersebut membantu mencegah penyiraman berlebihan.
5. Hindari Pot yang Terlalu Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483502/original/086122100_1769395984-unnamed__30_.jpg)
Pot berukuran terlalu besar untuk tanaman kecil dapat menampung lebih banyak media tanam daripada yang mampu dimanfaatkan oleh akarnya. Akibatnya, sebagian media tanam bisa bertahan lembap lebih lama.
Pilih pot yang ukurannya sesuai dengan sistem perakaran tanaman. Ketika melakukan pemindahan pot, pilih ukuran yang sedikit lebih besar daripada pot sebelumnya, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan akar.
Selain membantu mengatur kelembapan, ukuran pot yang sesuai juga memudahkan pemantauan kondisi tanah dan mengurangi risiko kelebihan air.
6. Kenali Tanda-Tanda Akar Mulai Membusuk
Mendeteksi masalah sejak awal dapat membantu menyelamatkan tanaman sebelum kerusakan semakin parah. Akar yang membusuk sering kali menunjukkan sejumlah tanda berikut.
- Daun menguning: daun berubah warna meskipun tanaman mendapatkan air secara rutin.
- Tanaman layu saat tanah basah: akar yang rusak tidak mampu menyerap air secara optimal.
- Media tanam berbau tidak sedap: kondisi terlalu basah dapat disertai pembusukan jaringan atau aktivitas mikroorganisme.
- Akar berwarna cokelat tua atau hitam: akar yang membusuk sering terasa lembek dan mudah hancur.
Perlu diketahui, daun menguning dan tanaman layu tidak selalu berarti akar membusuk. Kekurangan air, gangguan nutrisi, dan masalah lainnya juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Jika mencurigai pembusukan akar, periksa bagian akar secara hati-hati. Akar yang sehat umumnya terasa kokoh, sedangkan akar yang membusuk cenderung lunak dan berbau tidak sedap.
Advertisement
7. Segera Atasi Tanaman yang Terlanjur Terlalu Basah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7244260/original/030410600_1780030057-penyiraman22222.jpeg)
Jika media tanam terus basah dan tanaman mulai menunjukkan gejala kerusakan, segera perbaiki kondisi lingkungan akarnya.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Hentikan penyiraman sementara sampai kelembapan media tanam sesuai kebutuhan tanaman.
- Pastikan lubang drainase tidak tersumbat dan air dapat mengalir keluar.
- Jika akar menunjukkan tanda pembusukan, keluarkan tanaman dari pot secara hati-hati untuk memeriksanya.
- Potong bagian akar yang jelas-jelas busuk menggunakan alat yang bersih.
- Tanam kembali menggunakan media tanam baru yang sesuai dan pot dengan drainase baik.
Setelah perbaikan, letakkan tanaman di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan cahaya dan kelembapannya. Hindari langsung memberikan pupuk dalam dosis tinggi ketika akar masih mengalami stres.
Jika sebagian besar akar sudah rusak, peluang pemulihan tanaman akan lebih kecil. Karena itu, pencegahan dan pemeriksaan rutin menjadi langkah yang sangat penting.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Akar Tanaman Membusuk
1. Apa penyebab utama akar tanaman membusuk?
Penyebab yang umum adalah media tanam terlalu basah dalam waktu lama sehingga akar kekurangan oksigen. Kondisi tersebut juga dapat mendukung aktivitas organisme penyebab pembusukan.
2. Bagaimana cara mengetahui tanaman terlalu banyak air?
Tandanya dapat berupa tanah yang terus basah, daun menguning, tanaman layu meskipun tanah lembap, serta munculnya bau tidak sedap dari media tanam.
3. Apakah akar tanaman yang membusuk masih bisa diselamatkan?
Bisa, terutama jika kerusakan belum terlalu parah. Buang akar yang busuk, ganti media tanam jika diperlukan, dan pastikan pot memiliki drainase yang baik.
4. Apakah tanaman perlu disiram setiap hari?
Tidak selalu. Frekuensi penyiraman bergantung pada jenis tanaman, kondisi cuaca, ukuran pot, dan kelembapan media tanam. Periksa kondisi tanah sebelum menambahkan air.
5. Apakah kerikil di dasar pot bisa mencegah akar membusuk?
Kerikil tidak otomatis memperbaiki drainase dan bahkan dapat membuat zona media tanam di atasnya tetap jenuh air. Lebih baik gunakan pot berlubang dan media tanam dengan struktur yang sesuai.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353425/original/015455100_1789963838-Tanaman_hampir_layu_dan_menguning_karena_akarnya_sudah_terlalu_penuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8924456/original/020841900_1782956832-72b17176-5519-4ee0-88fb-e4afd6ad61a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261025/original/088504600_1781674847-5166f45a-580a-41d1-83e5-3504647f40ab.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537137/original/083829000_1774412015-8.jpg)