Liputan6.com, Jakarta Cara memberi makan ikan cupang yang benar dimulai dari porsi kecil, kira-kira seukuran bola matanya. Berikan pakan berprotein tinggi 1-2 kali sehari dan pastikan langsung habis dalam satu sampai dua menit.
Kalau ada sisa pakan, segera angkat supaya air tidak cepat kotor. Selingi juga dengan satu hari puasa setiap minggu, karena cara memberi makan ikan cupang seperti ini membantu mencegah perut kembung.
Dilansir dari Petco, perut ikan cupang kurang lebih sebesar bola matanya, jadi jangan beri makan lebih dari ukuran itu dalam sekali makan. Takaran ini setara dengan sekitar 3 ekor cacing darah atau udang artemia per sekali makan, atau sekitar 2-3 butir pelet yang sudah direndam.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).
1. Cara Memberi Makan Ikan Cupang dengan Porsi yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4046872/original/085726500_1654694985-IMG-20220608-WA0029.jpg)
Langkah pertama memahami cara memberi makan ikan cupang adalah menguasai soal porsi, sebab porsi adalah sumber kesalahan paling umum. Cupang termasuk ikan yang rakus, jadi kamu tidak bisa menunggu sampai ia berhenti makan sendiri.
- Gunakan patokan bola mata: Bayangkan bola mata cupangmu, lalu siapkan pakan yang volumenya kira-kira sama. Untuk pelet kecil ukuran standar, jumlahnya biasanya 2-4 butir sekali makan.
- Rendam pelet kering lebih dulu: Kalau kamu hanya bisa memberi pakan kering, rendam pelet dalam segelas air akuarium sekitar 10 menit sebelum diberikan, supaya pelet sudah mengembang penuh sebelum dimakan ikan. Cara ini juga berlaku untuk cacing darah kering.
- Masukkan pakan satu per satu: Jangan tuang semua pelet sekaligus. Masukkan satu butir, tunggu sampai dimakan, baru tambah lagi. Dengan begitu tidak ada pelet yang tenggelam dan terlupakan.
- Batasi waktu makan: Mengacu pada panduan perawatan cupang dari PIJAC, sebaiknya cupang hanya diberi pakan sebanyak yang bisa ia habiskan dalam satu menit. Kalau ada pakan yang tergeletak di dasar akuarium atau mangkuk, artinya ikan sudah kebanyakan makan.
- Angkat sisa pakan: Gunakan jaring kecil atau pipet untuk membuang sisa pakan. Pakan yang membusuk bisa menaikkan kadar amonia dan merusak kualitas air.
- Sesuaikan dengan ukuran pelet: Kalau peletnya tergolong besar, pakai jumlah paling sedikit dari kisaran tadi. Kalau cupang masih tampak lahap dan perutnya tetap rata, tambah satu butir pelan-pelan.
Tips singkat: Kalau kamu masih ragu, lebih aman memberi terlalu sedikit daripada terlalu banyak. Porsi bisa ditambah besok, tapi perut yang kembung butuh beberapa hari untuk pulih.
Porsi hanyalah satu bagian dari perawatan. Kamu juga bisa membaca panduan lengkap tentang cara merawat ikan cupang supaya wadah dan kualitas airnya juga terjaga.
Advertisement
2. Cara Memberi Makan Ikan Cupang Sesuai Jadwal dan Usia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295421/original/047496300_1783929204-3.jpeg)
Setelah porsinya pas, kamu perlu mengatur jadwal. Dalam praktiknya, cara memberi makan ikan cupang dewasa dan anakan (burayak) cukup berbeda, karena kebutuhan energi keduanya juga tidak sama.
- Tetapkan jam makan yang konsisten: Untuk cupang dewasa, pilih pagi dan sore, atau cukup sekali sehari. Berdasarkan panduan WebMD, cupang dianjurkan diberi dua sampai empat pelet, sekali atau dua kali sehari.
- Terapkan satu hari puasa setiap minggu: Banyak pemelihara di Indonesia memilih hari Minggu sebagai hari puasa. Melewatkan makan selama satu hari memberi kesempatan saluran cerna cupang untuk bersih, sehingga risiko kembung, sembelit, dan gangguan gelembung renang jauh berkurang.
- Beri anakan cupang pakan lebih sering: Merujuk panduan dokter hewan di Hepper, cupang yang baru menetas butuh makan lebih sering dan biasanya belum mau menerima pelet atau flake. Pakan hidup berukuran mikro seperti infusoria, rotifera, atau artemia yang baru menetas jadi pilihan utama di fase ini.
- Jangan beri makan burayak di hari-hari pertama:Â Burayak baru perlu diberi makan di hari kelima setelah pemijahan, karena kuning telur yang diserapnya cukup untuk bertahan sampai hari keempat.
- Kurangi porsi untuk cupang tua: Cupang berusia lebih dari 3 tahun atau yang kurang aktif cukup diberi 2-3 pelet, sekali sehari.
- Siapkan rencana saat bepergian: Jangan titipkan cupang ke orang yang belum paham porsinya. Untuk perjalanan sampai satu minggu, pilihan paling aman justru tidak memberi makan, karena cupang biasa bertahan 5-7 hari tanpa masalah selama akuariumnya sudah matang dan suhunya terjaga.
Agar lebih mudah, berikut gambaran jadwal pakan berdasarkan usia cupang:Â Â Â Â Â Â
| Tahap Usia | Jenis Pakan | Frekuensi |
|---|---|---|
| Burayak 0-4 hari | Belum perlu pakan | - |
| Burayak 5-14 hari | Rotifera atau infusoria | 1 kali sehari |
| Burayak 15-62 hari | Artemia yang baru menetas | 2-4 kali sehari |
| Remaja (2-4 bulan) | Pelet mikro dan pakan hidup | 2-3 kali sehari |
| Dewasa | 2-4 pelet kecil | 1-2 kali sehari, puasa 1 hari per minggu |
| Tua atau kurang aktif | 2-3 pelet | 1 kali sehari |
Kalau kamu sempat telat atau cupang sedang mogok makan, tidak perlu panik. Cupang butuh sekitar 2 minggu sampai mati kelaparan, jadi kalau ikanmu tidak makan beberapa hari karena sakit atau sedang beradaptasi dengan rumah baru, jangan panik.
Â
3. Cara Memberi Makan Ikan Cupang dengan Variasi Pakan
Cupang adalah karnivor, jadi menu hariannya harus didominasi protein hewani. Cara memberi makan ikan cupang yang ideal menjadikan pelet khusus cupang sebagai menu utama, lalu diselingi pakan beku atau pakan hidup sebagai camilan.
- Pilih pelet khusus cupang: Jangan asal pakai pelet ikan hias umum. Tim WebMD menegaskan, "Penting untuk memilih formula pelet yang dibuat untuk cupang. Pelet yang dirancang untuk ikan lain, seperti ikan tropis, tidak akan menyehatkan.
- Cek kandungan protein dan lemak: Kandungan protein 35% terbukti memberi hasil pertumbuhan dan reproduksi terbaik pada cupang. Untuk cupang yang kurang aktif, kadar lemak yang disarankan sekitar 5%.
- Tambahkan camilan beberapa kali seminggu: Cacing darah, artemia, udang mysis, dan kutu air (Daphnia) bisa jadi selingan. Pakan kering-beku atau segar bisa menggantikan jatah pelet 1 sampai 2 hari dalam seminggu.
- Cairkan pakan beku sebelum diberikan: Ambil sepotong kecil cacing darah beku, cairkan dengan sedikit air akuarium, lalu berikan pakai pipet. Cacing darah beku sangat disukai cupang dan kaya protein, tapi jangan berlebihan karena pakan ini cukup berat dan bisa memicu sembelit kalau diberikan setiap hari.
- Hindari serangga dari alam liar: Serangga atau cacing yang ditangkap sendiri dari got atau sawah bisa membawa parasit dan penyakit. Pilih pakan hidup dari penjual terpercaya atau hasil budidaya sendiri.
- Gunakan pakan rumahan dengan hemat: Kuning telur rebus bisa jadi pakan burayak dengan cara diperas lewat kain berpori. Tepung udang rebon juga bisa jadi camilan, asalkan udangnya dicuci dulu untuk menghilangkan garam dan porsinya sekitar 20% dari pakan utama. Ingat, remah kuning telur mudah membuat air keruh.
Advertisement
Tanda Ikan Cupang Kelebihan atau Kekurangan Makan
Manfaat utama mengamati tubuh cupang bagi kamu sebagai pemelihara adalah bisa menyesuaikan porsi sebelum muncul masalah kesehatan. Jangan tertipu saat cupang mendekat ke kaca dan tampak "minta makan". Cupang sering meminta makan karena kebiasaan dan rasa ingin tahu, bukan karena lapar.
- Perut bulat seperti kelereng: Perut yang menonjol melewati insang dan tidak mengempis dalam satu jam adalah tanda paling jelas cupang kebanyakan makan.
- Kotoran putih panjang menjuntai: Kotoran yang pucat dan berserabut biasanya menandakan pencernaan sedang terganggu.
- Berenang miring atau sulit naik-turun: Seperti diberitakan laman perawatan cupang Bassleer Biofish Food, gangguan gelembung renang muncul akibat sembelit atau kembung karena pakan berkualitas rendah atau berlebihan.
- Air cepat keruh: Air yang cepat keruh atau lumut yang tumbuh makin cepat di antara jadwal ganti air menandakan pakan yang masuk terlalu banyak.
- Sisik berdiri seperti nanas: Kondisi ini dikenal sebagai dropsy dan termasuk tanda serius. Segera pisahkan ikan dan konsultasikan ke penjual ikan atau dokter hewan yang menangani ikan.
- Perut rata atau cekung: Kebalikannya, perut yang tampak cekung berarti cupang kurang makan. Tambahkan satu pelet per sekali makan.
- Warna pudar dan sirip menguncup:Â Gizi yang buruk membuat cupang lesu, sirip menguncup, warna memudar, dan mudah terkena infeksi.
Gunakan tabel cek perut berikut sebagai patokan cepat setelah cupang selesai makan:Â Â Â Â
| Kondisi Perut | Artinya | Yang Perlu Dilakukan |
|---|---|---|
| Rata atau sedikit cekung | Kurang makan | Tambah satu pelet per sekali makan |
| Melengkung lembut | Porsi pas | Pertahankan jadwal |
| Menonjol bulat melewati insang | Kebanyakan makan | Kurangi porsi dan tambah hari puasa |
Â
Kalau cupang sudah terlanjur kembung, langkah pemulihannya cukup sederhana:
- Hentikan pemberian pakan: Solusinya hampir selalu sama, yaitu berhenti memberi makan selama 2-3 hari, lalu lanjutkan dengan setengah porsi normal.
- Ganti sebagian air: Lakukan penggantian air sebagian untuk membuang kotoran dan sisa pakan, gunakan air yang sudah diendapkan dan suhunya sama.
- Berikan kutu air setelah puasa: Seratnya membantu melancarkan pencernaan sebelum kamu kembali ke pelet.
- Pantau perilakunya: Kalau kembung tidak membaik atau ikan tampak makin lemas, segera minta bantuan dokter hewan yang paham ikan.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ikan Cupang
Berapa kali sehari ikan cupang harus diberi makan?
Cupang dewasa cukup diberi makan 1-2 kali sehari dengan porsi kecil, yaitu sekitar 2-4 pelet sekali makan. Anakan cupang butuh makan lebih sering dengan porsi yang sangat kecil, dan sebaiknya ada satu hari puasa dalam seminggu untuk cupang dewasa.
Apakah ikan cupang boleh diberi makan nasi atau sayuran?
Sebaiknya tidak. Cupang adalah karnivor, jadi menu utamanya harus berupa protein hewani seperti pelet khusus cupang, cacing darah, artemia, atau kutu air. Nasi dan sayuran tidak memenuhi kebutuhan gizinya dan cepat mengotori air.
Apa yang harus dilakukan jika ikan cupang tidak mau makan?
Periksa dulu kualitas dan suhu air, lalu ganti sebagian airnya kalau sudah kotor. Cupang yang baru pindah wadah atau stres memang kadang mogok makan beberapa hari. Coba tawarkan pakan lain seperti cacing darah atau kutu air, dan konsultasikan ke ahli ikan kalau nafsu makannya tidak kembali.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303659/original/025526200_1784685277-e72295c3-ce7e-4e46-ad7a-8e63d8fb9125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302240/original/046731000_1784537651-Gemini_Generated_Image_t5rl65t5rl65t5rl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295418/original/006986500_1783929204-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295423/original/057638700_1783929204-5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290830/original/020578500_1783496270-733719ee-8812-471e-ae1d-86481f6858db.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428801/original/027571800_1618396680-20210414-Budidaya-Cupang-Vietnam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7006616/original/094048200_1779778207-ide_ternak_ikan_mini_1_ember_kecil.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379188/original/014940700_1792577793-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378975/original/063347200_1792570188-SZ.jpg)