6 Cara Menyulap Galon Bekas Jadi Soliter Cupang, Hemat dan Ramah Lingkungan

Cara menyulap galon bekas jadi soliter cupang ini bisa jadi solusi wadah murah sekaligus mengurangi sampah plastik di rumah.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 09:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Galon bekas air minum sering berakhir di gudang tanpa fungsi jelas. Padahal, benda ini bisa diubah menjadi tempat tinggal baru untuk ikan hias kesayangan. Cara menyulap galon bekas jadi soliter cupang kini banyak dicari karena prosesnya sederhana dan tidak membutuhkan modal besar.

Selain hemat biaya, metode ini juga membantu mengurangi sampah plastik di rumah. Banyak pemilik cupang memilih cara menyulap galon bekas jadi soliter cupang karena bentuk galon yang bulat memberi ruang gerak lebih luas dibanding wadah kotak biasa. Ikan cupang pun terlihat lebih nyaman berenang di dalamnya.

Proses pembuatannya melibatkan beberapa tahap, mulai dari pemilihan galon, pemotongan, hingga penataan air dan aksesori. Berikut cara menyulap galon bekas jadi soliter cupang yang bisa diikuti di rumah, lengkap dengan tips perawatan cupang agar tetap sehat setelah dipindahkan ke wadah baru, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (22/7/2026).

Siapkan Galon Bekas dan Peralatan Potong

Pilih galon bekas air minum yang masih utuh, tidak retak, dan bebas dari bau bahan kimia. Galon jenis ini lebih aman digunakan karena bahan plastiknya sudah dirancang untuk menampung air minum. Ukuran 19 liter menjadi pilihan umum karena cukup luas untuk satu ekor cupang.

Alat yang dibutuhkan meliputi cutter, gergaji kecil, spidol permanen, dan penggaris. Cutter berguna untuk membuat garis potongan awal, sementara gergaji kecil membantu memotong bagian plastik yang tebal. Spidol dipakai untuk menandai pola potongan sebelum proses pemotongan dimulai.

Siapkan juga amplas untuk menghaluskan sisi galon setelah dipotong. Sarung tangan disarankan untuk melindungi tangan dari tepi plastik yang tajam. Semua peralatan ini mudah ditemukan di toko bangunan atau perkakas rumah tangga terdekat.

Bersihkan Galon dari Sisa Air dan Kotoran

Cuci galon menggunakan air mengalir untuk menghilangkan sisa air minum yang masih tertinggal di dalamnya. Gunakan sikat botol agar bagian dalam galon yang sulit dijangkau tangan tetap bersih dari kerak atau lumut.

Rendam galon dengan campuran air dan garam selama beberapa jam untuk menghilangkan bau plastik. Garam berfungsi menetralkan aroma tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi ikan cupang saat galon mulai digunakan sebagai wadah.

Bilas galon berulang kali hingga tidak ada busa atau bau garam yang tersisa. Keringkan galon di tempat teduh selama satu hari penuh sebelum masuk ke tahap pemotongan agar proses selanjutnya berjalan lancar.

Potong Galon Sesuai Ukuran yang Diinginkan

Tandai bagian galon yang akan dipotong menggunakan spidol permanen sebagai panduan. Ukuran potongan bergantung pada model soliter yang diinginkan, bisa berbentuk toples pendek atau tabung memanjang sesuai selera pemilik cupang.

Potong galon secara perlahan mengikuti garis yang sudah ditandai. Gunakan cutter untuk memulai sayatan awal, lalu lanjutkan dengan gergaji kecil pada bagian yang lebih tebal agar hasil potongan tetap rapi dan presisi.

Sisihkan bagian bawah galon karena bagian inilah yang akan menjadi wadah utama. Bagian atas galon bisa disimpan untuk dijadikan tutup atau digunakan pada proyek daur ulang lainnya di rumah.

Haluskan Tepi Potongan agar Aman untuk Cupang

Amplas seluruh tepi galon yang baru dipotong hingga permukaannya tidak lagi tajam. Langkah ini penting karena sirip cupang sangat tipis dan mudah robek jika bersentuhan dengan plastik yang masih kasar.

Periksa kembali permukaan dalam galon menggunakan tangan untuk memastikan tidak ada sisa serpihan plastik. Serpihan kecil yang tertinggal bisa mengapung di air dan berisiko tertelan atau melukai ikan cupang.

Bilas galon sekali lagi setelah proses pengamplasan selesai. Air bilasan akan membawa serpihan halus yang mungkin masih menempel, sehingga wadah benar-benar siap untuk diisi air dan digunakan sebagai soliter cupang.

Isi Air dan Endapkan Sebelum Digunakan

Isi galon dengan air bersih, sebaiknya air sumur atau air PAM yang sudah diendapkan minimal satu malam. Pengendapan berguna untuk menghilangkan kandungan klorin yang bisa mengganggu pernapasan ikan cupang.

Tambahkan daun ketapang kering ke dalam air sebagai bahan alami yang membantu menstabilkan kadar keasaman. Daun ketapang juga dipercaya dapat mengurangi risiko infeksi pada sirip dan tubuh cupang.

Diamkan air selama dua hingga tiga hari sebelum cupang dimasukkan ke dalam galon. Proses ini memberi waktu bagi suhu dan kandungan air untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Tambahkan Aksesori dan Pindahkan Cupang ke Wadah Baru

Letakkan tanaman air seperti eceng gondok atau melati air di permukaan galon. Tanaman ini berfungsi sebagai tempat berlindung sekaligus penambah oksigen alami di dalam wadah tempat cupang akan tinggal.

Pindahkan cupang secara bertahap menggunakan plastik atau wadah kecil berisi air lama. Biarkan wadah tersebut mengapung di permukaan galon selama sepuluh menit agar cupang beradaptasi dengan suhu air baru.

Lepaskan cupang perlahan setelah proses adaptasi selesai. Amati perilaku cupang selama beberapa jam pertama untuk memastikan ikan tersebut berenang normal dan tidak menunjukkan tanda stres di wadah barunya.

Tips Merawat Ikan Cupang di Wadah Galon

Merawat cupang di wadah galon membutuhkan perhatian rutin agar ikan tetap sehat dan aktif. Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa diterapkan setiap hari tanpa memakan banyak waktu.

Ganti Air Secara Berkala: Lakukan pergantian air setiap dua hingga tiga hari sekali. Endapkan air pengganti terlebih dahulu selama satu malam agar kandungan klorin hilang dan cupang tidak mengalami gangguan pernapasan setelah dipindahkan.

Beri Pakan Secukupnya: Berikan pakan dua kali sehari dalam jumlah kecil, cukup sebanyak yang bisa dihabiskan dalam beberapa menit. Sisa pakan yang mengendap di dasar galon dapat mencemari air dan memicu penyakit.

Letakkan di Tempat Teduh: Hindari paparan sinar matahari langsung karena suhu air yang naik drastis membuat cupang mudah stres. Pilih sudut ruangan dengan cahaya lembut agar suhu air tetap stabil sepanjang hari.

Bersihkan Dinding Galon: Sikat bagian dalam galon secara rutin, minimal seminggu sekali, untuk mencegah munculnya lumut. Lumut yang menumpuk dapat menutupi cahaya dan membuat cupang enggan berenang mendekati dinding wadah.

Perhatikan Sirkulasi Udara: Jangan menutup galon secara rapat karena cupang bernapas langsung dari permukaan air menggunakan organ labirin. Sisakan celah terbuka agar pertukaran udara tetap lancar dan ikan tidak kekurangan oksigen.

Pantau Kondisi Sirip: Periksa sirip cupang secara berkala untuk mendeteksi tanda robek atau memutih sejak dini. Kondisi ini bisa menjadi gejala awal infeksi yang perlu segera ditangani sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyulap Galon Bekas Jadi Soliter Cupang

Apakah galon bekas aman digunakan untuk wadah cupang?

Galon bekas air minum aman digunakan asalkan dicuci bersih dan direndam air garam untuk menghilangkan bau plastik sebelum diisi air dan ditempati cupang.

Berapa lama cupang bisa beradaptasi di wadah galon baru?

Cupang umumnya membutuhkan waktu sepuluh hingga lima belas menit untuk menyesuaikan suhu air sebelum benar-benar dilepas ke dalam wadah galon yang baru dibuat.

Apakah wadah galon perlu diberi aerator tambahan?

Wadah galon tidak wajib memakai aerator karena cupang bernapas dari udara langsung, namun sirkulasi udara di permukaan air tetap harus dijaga agar tidak tertutup rapat.

Berapa hari sekali air di galon cupang harus diganti?

Air di wadah galon sebaiknya diganti setiap dua hingga tiga hari sekali agar kotoran dan sisa pakan tidak mengendap dan mencemari kualitas air.

Apa saja tanaman yang cocok ditambahkan ke soliter galon cupang?

Eceng gondok dan melati air menjadi pilihan umum karena mudah dirawat, membantu menjaga kualitas air, dan memberi tempat berlindung alami bagi ikan cupang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6