Liputan6.com, Jakarta Cara merawat ikan cupang pada dasarnya ada di tiga hal: wadah yang cukup luas, air bersih dengan suhu stabil, dan pakan berprotein dalam porsi kecil. Kalau tiga hal ini terpenuhi, cupang biasanya lebih aktif dan warnanya lebih keluar.
Supaya cupang tidak mudah mati, jauhkan juga dari klorin, hiasan yang tajam, dan ikan lain yang agresif. Sederhananya, cara merawat ikan cupang adalah meniru kondisi habitat aslinya yang tenang, hangat, dan teduh.
Cupang berasal dari Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia, dengan habitat alami yang sering ternaungi pepohonan, semak, dan tanaman air. Karena itu, akuarium yang tenang dan sedikit teduh membuat cupang merasa seperti di rumahnya sendiri.
Advertisement
1. Siapkan Wadah dan Lingkungan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303659/original/025526200_1784685277-e72295c3-ce7e-4e46-ad7a-8e63d8fb9125.jpg)
Langkah pertama dalam cara merawat ikan cupang adalah menyiapkan "rumah" yang nyaman. Banyak orang memelihara cupang di toples kecil, padahal ukuran dan isi wadah sangat menentukan kesehatan ikan dalam jangka panjang.
Dr. Keller, dokter hewan, dikutip dari Veterinary Medicine at Illinois menyatakan, "Ikan cupang sering terlihat hidup di mangkuk yang terlalu kecil untuk berenang dan bersembunyi secara normal." Wadah yang lebih besar membuat cupang bisa beraktivitas normal dan racun di airnya tidak cepat menumpuk.
- Pilih ukuran wadah yang cukup: Di Indonesia, ukuran yang sering dipakai adalah toples atau akuarium sekitar 20 x 15 x 15 cm. Kalau ruang dan dana cukup, pilih yang lebih besar. Mengacu pada panduan Tree of Life Exotics, ukuran minimal untuk satu ekor cupang adalah 5 galon (sekitar 19 liter), dan tangki yang lebih besar membuat kondisi air lebih stabil.
- Isi air secukupnya dan beri penutup: Cupang bisa melompat cukup tinggi. Sisakan ruang kosong di bagian atas wadah dan gunakan tutup yang berventilasi supaya ikan tidak meloncat keluar tapi tetap bisa mengambil udara di permukaan.
- Gunakan filter yang alirannya lembut: Sebagaimana disampaikan Petco, filter yang lembut menjaga kualitas air tetap stabil dengan mengolah kotoran dan merawat bakteri baik, tetapi cupang lebih suka arus pelan karena arus kuat membuat siripnya yang halus stres. Filter spons adalah pilihan yang aman.
- Tambahkan tanaman dan tempat sembunyi: Cupang butuh tanaman dan tempat bersembunyi agar merasa aman, meniru habitat alaminya bisa mengurangi stres, dan tanaman hidup ideal karena ikut membantu membersihkan air.
- Hindari hiasan yang tajam: Tanaman dan daun palsu sebaiknya berbahan sutra, bukan plastik tajam. Cek juga gua atau batu hias. Tipsnya, gosokkan kain tipis atau stoking ke hiasan itu. Kalau kainnya tersangkut, berarti hiasan bisa merobek sirip cupang.
- Pelihara cupang jantan sendirian: Cupang terkenal agresif terhadap sesamanya. Berdasarkan lembar perawatan Petco, cupang jantan harus dipelihara di tangki sendiri atau menjadi satu-satunya cupang di akuarium komunitas, betina boleh di tangki komunitas, dan jantan serta betina tidak boleh disatukan.
Â
Advertisement
2. Jaga Kualitas Air dan Suhu Tetap Stabil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461151/original/071272600_1767341520-unnamed-12.jpg)
Air adalah faktor terpenting. Hampir semua masalah cupang, dari sirip busuk sampai warna pucat, berawal dari air yang kotor atau suhu yang naik-turun. Jadi, cara merawat ikan cupang yang paling berpengaruh justru ada di urusan air ini.
Sebagaimana dilaporkan dalam salah satu liputan, seorang penghobi cupang menjelaskan bahwa kunci agar cupang berumur panjang adalah air netral yang bebas racun. Kamu bisa membaca pengalamannya di artikel tentang cara agar ikan cupang tidak mudah mati.
- Hilangkan klorin dari air keran: Air sumur atau PAM bisa dipakai setelah diendapkan sekitar 24 jam. Cara lainnya, gunakan water conditioner. Air keran sebaiknya diberi water conditioner sebelum setiap penggantian air untuk menetralkan klorin dan kloramin.
- Jangan pakai air suling: Air suling tidak sebaiknya digunakan karena tidak punya mineral penting untuk kesehatan ikan.
- Jaga suhu di kisaran hangat: Dilansir dari California Fish Vet, cupang adalah ikan tropis yang butuh air hangat sekitar 25-28 derajat Celsius. Pada suhu yang lebih rendah, sistem imun cupang melemah dan metabolismenya melambat. Kalau rumahmu dingin, terutama saat musim hujan, pasang heater kecil dan termometer.
- Jauhkan dari perubahan suhu mendadak:Â Jangan menaruh akuarium di dekat jendela berangin atau lubang AC karena suhu bisa berubah tiba-tiba. Saat kemarau, taruh akuarium di tempat teduh supaya air tidak terlalu panas dan cepat menguap.
- Pantau pH dan amonia: Merujuk panduan Bettafish.org, cupang menyukai pH 6,5-7,5, amonia idealnya nol ppm, nitrat di bawah 40 ppm, dan nitrit idealnya nol ppm. Daun ketapang sering dipakai penghobi di Indonesia untuk membuat air sedikit asam, mirip habitat aslinya.
- Ganti air sebagian secara rutin: Jangan langsung menguras semua air, karena bakteri baik ikut terbuang dan ikan bisa stres. Untuk wadah kecil di bawah sekitar 7,5 liter tanpa filter, gantilah 50% air seminggu sekali. Untuk akuarium berfilter, mengganti 25-50% air setiap minggu sudah ideal.
- Bersihkan wadah tanpa sabun: Jangan membersihkan akuarium, substrat, atau hiasan dengan sabun. Cukup pakai spons dan air bersih. Saat memindahkan cupang, gunakan cangkir atau gelas, bukan jaring kasar yang bisa merusak sirip.
Â
3. Atur Pola Makan dan Pantau Kesehatan Harian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302240/original/046731000_1784537651-Gemini_Generated_Image_t5rl65t5rl65t5rl.jpg)
Banyak pemula mengira semakin sering diberi makan, cupang akan semakin sehat. Padahal, dalam praktik cara merawat ikan cupang yang benar, porsi kecil justru lebih aman karena sisa pakan cepat membusuk dan mengotori air.
- Berikan pakan tinggi protein: Cupang adalah karnivora yang memakan serangga dan larvanya, sehingga perlu diberi pelet atau flake seimbang. Untuk mendukung warna, pilih pelet berprotein tinggi. Berdasarkan sebuah panduan kedokteran hewan, cupang butuh pelet dengan protein kasar 40-50% plus pakan beku atau hidup seperti cacing darah dan brine shrimp.
- Ukur porsi dengan waktu: Patokan praktisnya, berikan sebanyak yang bisa dihabiskan dalam 2-3 menit. Kalau masih ada sisa, ambil dengan pipet supaya air tidak cepat kotor.
- Jangan andalkan akar tanaman sebagai makanan: Masih banyak yang percaya cupang bisa hidup hanya dari akar tanaman. Tanaman memang memberi ruang bersembunyi dan bereksplorasi, tetapi bukan sumber makanan.
- Puasakan sesekali: Satu hari puasa tiap minggu membantu pencernaan. Kalau perut cupang terlihat kembung, hentikan makan selama dua sampai tiga hari.
- Jemur secukupnya: Penghobi di Indonesia biasa menjemur cupang sekitar pukul 08.00-10.00 selama 15-30 menit untuk membuatnya lebih segar. Pastikan suhu air tidak naik drastis, dan segera pindahkan ke tempat teduh kalau ikan terlihat gelisah.
- Cek kondisi ikan setiap hari: Luangkan satu menit saat memberi makan untuk melihat warna, sirip, dan cara berenangnya. Dengan begitu, masalah kecil bisa ketahuan sebelum menjadi serius.
Kalau kamu ingin fokus memperindah warna, ada juga panduan khusus tentang merawat ikan cupang agar warnanya bagus yang bisa jadi bacaan tambahan.
Advertisement
Tanda Ikan Cupang Sakit dan Cara Menanganinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290830/original/020578500_1783496270-733719ee-8812-471e-ae1d-86481f6858db.jpg)
Bagian penting dari perawatan adalah mengenali gejala sakit lebih awal. Sebagaimana dikutip dari panduan kedokteran hewan, masalah umum seperti sirip busuk dan dropsy sering muncul akibat kualitas air yang buruk, dan dokter hewan perlu dihubungi bila ikan terus menolak makan, ada luka, atau megap-megap.
- Sirip robek atau ujungnya memudar: Ini tanda awal sirip busuk. Pindahkan ke wadah karantina, ganti air lebih sering, dan gunakan garam ikan atau obat seperti methylene blue sesuai petunjuk kemasan.
- Bintik putih seperti garam: Gejala ini biasanya mengarah ke white spot atau ich. Mengutip lembar perawatan Petco yang disusun bersama dokter hewan, ikan perlu dikarantina dan diobati dengan obat ich komersial.
- Perut membengkak: Bisa karena kebanyakan makan. Puasakan beberapa hari. Kalau sisik sampai berdiri seperti pinus, segera konsultasikan karena bisa jadi dropsy.
- Sirip menguncup dan diam di dasar: Biasanya tanda stres atau suhu terlalu dingin. Cek termometer dan kualitas air terlebih dahulu.
- Warna memucat: Bisa karena stres, pakan kurang protein, atau air kotor. Perbaiki tiga faktor tersebut secara bertahap.
- Tidak mau makan: Cupang memang kadang pilih-pilih. Coba merek atau jenis pakan lain. Kalau mogok makan berlangsung lama, cari bantuan dokter hewan ikan.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ikan Cupang
Apakah ikan cupang butuh aerator?
Tidak wajib. Cupang punya organ labirin sehingga bisa mengambil udara langsung dari permukaan. Meski begitu, filter beraliran lembut tetap membantu menjaga air bersih.
Berapa kali sehari ikan cupang diberi makan?
Umumnya satu sampai dua kali sehari dengan porsi yang habis dalam beberapa menit. Yang terpenting bukan seberapa sering, tetapi tidak ada sisa pakan di dasar wadah.
Bolehkah ikan cupang dicampur dengan ikan lain?
Cupang jantan sebaiknya dipelihara sendirian. Betina bisa hidup bersama ikan kecil yang tenang di akuarium yang cukup besar, asalkan teman satu tangkinya tidak suka menggigit sirip.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3355269/original/093990700_1611205067-macro-4639396_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377743/original/083769400_1792477908-Gemini_Generated_Image_ahmoaqahmoaqahmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372095/original/067067800_1791867676-01M4SRQ56RKME27V4A7VTC5HYB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377941/original/033740500_1792483308-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377918/original/086244100_1792482387-Gemini_Generated_Image_t5k1urt5k1urt5k1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375162/original/007001800_1792133584-Talang_air_atap_rumah_untuk_musim_hujan_yang_kokoh_dan_anti_tempias_model_setengah_lingkaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378015/original/054392800_1792486799-02a628ba-2755-4f77-89da-a95a4d9d69e0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377957/original/003948000_1792484056-Gemini_Generated_Image_y5nousy5nousy5no.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4851051/original/045304600_1717387676-kemarau.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377937/original/001064700_1792483184-Gemini_Generated_Image_iwtltdiwtltdiwtl.jpg)