Liputan6.com, Jakarta - Peran santri di Indonesia telah tercatat dalam sejarah bangsa, tidak hanya sebagai penjaga tradisi keagamaan tetapi juga sebagai kekuatan penggerak dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan nasional.
Kiprah mereka meluas dari medan perang hingga ranah pendidikan, politik, ekonomi, dan sosial. Pengakuan atas kontribusi besar ini diwujudkan melalui penetapan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober.
Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang diteken Presiden Joko Widodo menjadi penanda resmi apresiasi negara terhadap peran santri dalam merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tahun ini, Hari Santri jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026. Simak penjelasannya berikut ini, Liputan6.com, Selasa (20/10/2026).
Advertisement
Arti Kata 'Santri'
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387839/original/029603100_1761105091-san3.jpg)
Secara etimologis, kata "santri" memiliki beragam interpretasi. Nurcholish Madjid dalam buku Bilik-Bilik Pesantren menjelaskan bahwa "santri" berasal dari "sastri" dalam bahasa Sanskerta yang berarti melek huruf, merujuk pada kaum literer yang mendalami agama dari kitab berbahasa Arab. Pendapat lain menyebutkan asal kata "cantrik" dari bahasa Jawa, yang dimaknai sebagai pengikut guru.
Identitas santri erat kaitannya dengan agama Islam dan pesantren, dengan tujuan utama membangun iqamatuddin (menegakkan agama) dan tafaqquh fiddin (memperdalam pengetahuan agama). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan santri sebagai orang yang mendalami agama Islam dan beribadat dengan sungguh-sungguh.
Advertisement
Akar Sejarah: Pesantren sebagai Pusat Pendidikan dan Dakwah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3275496/original/082732800_1603376985-PESANTREN_ELBAYAN_3-ridlo.jpg)
Untuk memahami peran santri di Indonesia, kita perlu menengok sejarah pesantren. Lembaga ini tumbuh sejak masa penyebaran Islam di Nusantara, ketika para ulama dan wali mendirikan tempat belajar yang sekaligus menjadi pusat dakwah. Sejak awal, pesantren tidak hanya mengajarkan fikih, tauhid, dan tasawuf, tetapi juga menanamkan akhlak, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kehidupan asrama yang sederhana, belajar langsung dari kiai, dan tradisi mengaji kitab kuning membentuk santri yang disiplin dan dekat dengan masyarakat. Karena itulah, ketika penjajahan menekan rakyat, pesantren menjadi salah satu ruang tempat kesadaran berbangsa tumbuh.
Peran Kunci dalam Merebut Kemerdekaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2518617/original/068194900_1544322906-20181209-Anak-Punk-Mengaji-Imam8.jpg)
Semangat perlawanan terhadap penjajahan telah lama berkobar di kalangan santri. Melalui interaksi dengan tokoh pemikiran Islam internasional saat ibadah haji, banyak tokoh santri membawa pulang gagasan kemerdekaan yang kemudian disebarkan di pesantren. Pesantren menjadi benteng perjuangan, di mana kiai memimpin perlawanan dengan ajaran agama sebagai fondasi, membentuk kesadaran nasional untuk membebaskan diri dari penjajahan.
Puncak dari peran heroik ini adalah fatwa jihad fi sabilillah yang menggerakkan santri untuk mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan. KH Hasyim Asy'ari dan Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan Resolusi Jihad Fii Sabilillah di Surabaya pada 22 Oktober 1945, yang menegaskan kewajiban setiap Muslim mempertahankan Republik Indonesia dari upaya penjajahan kembali.
Seruan tersebut menjadi pemersatu semangat pejuang dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk santri, yang kemudian memobilisasi "arek-arek Suroboyo" dalam Pertempuran 10 November 1945 melawan pasukan Sekutu yang diboncengi Belanda (NICA).
Pertempuran yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan ini menjadi bukti kepedulian santri untuk membebaskan bangsa dari penjajahan. Kiai dan santri se-Jawa dan Madura bergabung dalam perjuangan itu, di antaranya dipimpin tokoh seperti Kiai Abbas Buntet, Kiai Wahab Hasbullah, dan Kiai Mahrus Ali, sementara banyak santri dan pejuang lain gugur di medan laga.
Advertisement
Kontribusi Santri di Pilar Pembangunan Bangsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158351/original/031045100_1741664997-kata-kata-untuk-guru-ngaji.jpg)
Pendidikan. Setelah kemerdekaan, peran santri bergeser ke pembangunan nasional, terutama di sektor pendidikan. Santri telah menjadi guru, dosen, dan pendidik yang berdedikasi, menyebarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Pesantren, yang telah menjadi pusat pendidikan Islam sejak berabad-abad lalu, awalnya fokus pada pendidikan agama, namun seiring waktu juga mengembangkan pendidikan umum seperti bahasa, matematika, dan ilmu pengetahuan. Pendidikan pesantren berperan krusial dalam membentuk karakter dan keilmuan umat Islam.
Politik. Di ranah politik, santri tidak lagi sekadar objek, melainkan aktor kunci. Dinamika politik Indonesia kini diwarnai politisi santri dan kehadiran partai politik berbasis massa santri seperti PKB, PKU, PNU, PBR, dan PKNU. Sejumlah kiai juga turut dalam pemerintahan setelah kemerdekaan, di antaranya K.H. Wahid Hasyim, K.H. Ilyas, Saifuddin Zuhri, dan Moh. Dahlan yang pernah menjabat Menteri Agama. Pada era yang lebih baru, KH Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden ke-4 RI dan KH Ma'ruf Amin menjabat Wakil Presiden RI periode 2019–2024.
Ekonomi. Secara ekonomi, santri juga berkontribusi sebagai pengusaha, wiraswasta, dan pekerja yang berdedikasi. Banyak pesantren kini mengembangkan unit usaha seperti koperasi, pertanian, peternakan, hingga industri kecil. Program "santri preneur" juga didorong untuk menjadikan santri pelaku ekonomi yang tangguh.
Sosial dan kebhinekaan. Dalam aspek sosial, santri memegang peran vital dalam membangun masyarakat yang harmonis dan beradab. Santri adalah cikal bakal nilai-nilai kebangsaan, lintas agama, lintas budaya, dan lintas suku, dengan peran utama menjaga dan mengawal NKRI. Nilai toleransi, moderasi, dan saling menghormati yang diajarkan di pesantren menjadikan santri teladan dalam kerukunan umat serta agen persatuan (agent of unity) dalam menjaga kebhinekaan negara.
Santri di Era Modern: Adaptasi dan Kontribusi Strategis
Di era kontemporer, santri diharapkan terus berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka diproyeksikan menjadi kader pelaksana kebijakan di berbagai sektor strategis, termasuk pangan, energi, kesehatan, dan pendidikan.
Penguasaan bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) menjadi kunci bagi santri untuk memperkuat daya saing dan masa depan Indonesia. Tantangan santri hari ini tentu berbeda dengan masa revolusi. Derasnya arus informasi, penyebaran hoaks, dan perubahan pola komunikasi di media sosial menuntut santri memiliki literasi digital yang baik.
Di sinilah tradisi sanad keilmuan, kehati-hatian dalam menerima kabar, dan adab terhadap guru menjadi bekal berharga. Santri yang mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan kecakapan teknologi dapat menjadi penyaring informasi sekaligus penyebar konten positif yang menyejukkan.
Advertisement
Peringatan Hari Santri 2026
Peringatan Hari Santri 2026 membawa pesan yang selaras dengan tantangan itu. Kementerian Agama menetapkan tema resmi "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", sementara PBNU mengangkat tema "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri" yang menekankan agar kemajuan zaman tidak membuat santri tercerabut dari akar keilmuan, adab, dan tradisi pesantren.
Keduanya bermuara pada pesan yang sama: santri diharapkan kuat secara tradisi sekaligus berkontribusi nyata bagi bangsa. Santri masa kini dituntut adaptif, mengikuti perkembangan zaman, dan menyikapinya dengan bijak dan hati-hati.
Landasan hukumnya pun kuat. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren secara eksplisit menegaskan tiga fungsi utama pesantren: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Regulasi ini memperkuat landasan kontribusi luas pesantren dan santri dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Peran Santri di Indonesia
Apa peran utama santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia?
Santri memiliki peran kunci dalam membangun kesadaran nasional, memimpin perlawanan melalui pesantren, serta menjadi penggerak fatwa jihad fi sabilillah. Kontribusi besar lainnya adalah melalui Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama pada 22 Oktober 1945 dan mobilisasi dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Kapan Hari Santri Nasional diperingati dan mengapa?
Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Penetapan ini melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo, sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan nasional atas peran besar santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bagaimana santri berkontribusi dalam pembangunan nasional di era modern?
Di era modern, santri diharapkan berkontribusi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika). Mereka diproyeksikan menjadi kader pelaksana kebijakan di berbagai sektor strategis seperti pangan, energi, kesehatan, dan pendidikan, serta terus berperan dalam menjaga kebhinekaan dan membangun masyarakat harmonis.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378015/original/054392800_1792486799-02a628ba-2755-4f77-89da-a95a4d9d69e0.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377957/original/003948000_1792484056-Gemini_Generated_Image_y5nousy5nousy5no.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4851051/original/045304600_1717387676-kemarau.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377937/original/001064700_1792483184-Gemini_Generated_Image_iwtltdiwtltdiwtl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387839/original/029603100_1761105091-san3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333852/original/049228500_1787809844-Screenshot__252_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377847/original/044796600_1792480606-28158.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377802/original/064634500_1792479811-q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320362/original/044518300_1786346864-Kedung_Sepur_SMT_wikipedia.jpg)