9 Kebiasaan Orang dengan Daya Ingat Kuat yang Bisa Ditiru

Kebiasaan orang dengan daya ingat kuat bisa dilatih. Simak 9 kebiasaan harian berbasis penelitian, dari tidur hingga cara belajar. Coba mulai hari ini.

Diterbitkan 24 September 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lupa letak kunci, nama rekan kerja, atau janji temu sering dianggap wajar. Namun, sebagian orang hampir tidak pernah mengalaminya. Para peneliti menemukan pola: kebiasaan orang dengan daya ingat kuat dibentuk lewat aktivitas harian yang bisa dilakukan siapa saja, tanpa alat dan tanpa biaya, mulai dari kamar tidur hingga meja belajar.

Otak tidak menyimpan ingatan begitu saja. Ada tiga tahap: memasukkan informasi, menyimpannya, lalu memanggilnya kembali. Kebiasaan sehari-hari memengaruhi setiap tahap itu. Artinya, kemampuan mengingat bukan hanya bawaan lahir. Pola tidur, gerak, belajar, hingga cara mencatat ikut menentukan berapa lama informasi bertahan di kepala. Ini kabar baik bagi yang sering lupa.

Berikut ini adalah sembilan kebiasaan orang dengan daya ingat kuat yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (24/9/2026). Anda bisa langsung memilih satu atau dua yang paling mudah dijalankan lebih dulu, lalu menambahnya secara bertahap pada pekan-pekan berikutnya, tanpa perlu mengubah seluruh rutinitas harian sekaligus.

1. Tidur Cukup Setiap Malam

Orang dengan daya ingat kuat menjaga jam tidurnya. Saat tidur, otak memproses informasi yang diterima sepanjang hari, lalu memindahkannya ke penyimpanan jangka panjang. Proses ini disebut konsolidasi memori. Tanpa waktu tidur yang memadai, proses tersebut terganggu sehingga informasi baru mudah hilang keesokan harinya, bahkan sebelum sempat digunakan. Karena itu, tidur termasuk bagian dari belajar.

Kebutuhan jam tidur bergantung pada usia. NIH News in Health menganjurkan tidur “7 hingga 8 jam untuk kebanyakan orang dewasa”. Jam tidur yang teratur membantu tubuh mengenali waktu istirahat. Untuk memulai, tetapkan jam tidur dan jam bangun yang sama setiap hari, matikan layar ponsel sebelum berbaring, dan hindari begadang menjelang ujian atau presentasi.

2. Rutin Bergerak dan Berolahraga

Tubuh yang bergerak membuat darah mengalir lebih lancar ke seluruh organ, termasuk otak. Orang dengan daya ingat kuat biasanya punya jadwal olahraga tetap, misalnya jalan kaki, bersepeda, atau berenang. Otak menerima pasokan oksigen dan nutrisi dengan baik, sehingga sel-sel otak bekerja dengan bahan bakar yang cukup untuk menyimpan dan memanggil informasi.

Olahraga juga membantu meredakan stres dan memperbaiki tidur, dua hal yang berpengaruh pada kemampuan mengingat. Tidak perlu ke pusat kebugaran. Pilih gerakan yang disukai, lakukan beberapa kali dalam seminggu, dan mulai dari durasi pendek. Naik tangga, berjalan sambil menelepon, atau bersepeda ke warung sudah menjadi awal yang baik untuk pemula.

3. Mencatat dengan Tulisan Tangan

Menulis dengan tangan membuat seseorang bergerak lebih pelan daripada mengetik. Kecepatan yang lebih rendah memberi waktu untuk berpikir tentang isi yang akan ditulis. Orang dengan daya ingat kuat jarang menyalin kalimat begitu saja. Mereka memilih inti pembicaraan, lalu menuliskannya dengan susunan kata sendiri di buku atau kertas. Cara ini membuat catatan memuat pemahaman pribadi penulisnya.

Catatan tulisan tangan juga membantu menandai bagian yang belum dipahami, karena penulis harus memutuskan apa yang layak dicatat. Untuk memulai, siapkan buku kecil di tas atau meja kerja. Tulis tiga hingga lima poin setelah rapat, kuliah, atau membaca, lalu lihat kembali catatan itu keesokan harinya. Kebiasaan ini tidak memerlukan alat selain pena dan kertas.

4. Melatih Diri Mengingat Kembali

Orang dengan daya ingat kuat tidak hanya membaca ulang. Mereka menutup buku, lalu mencoba mengingat isinya atau mengerjakan soal latihan. Cara ini disebut retrieval practice atau efek pengujian. Latihan ini melatih otak memanggil informasi tanpa bantuan, seperti saat ujian atau rapat. Bentuk soalnya bebas: pilihan ganda, isian, atau pertanyaan buatan sendiri.

Studi Guran dan rekan di jurnal Frontiers in Psychology menguji 86 peserta. Hasilnya, mengingat kembali informasi “meningkatkan performa memori berikutnya lebih kuat daripada belajar ulang”, dan efeknya masih tampak tujuh hari kemudian. Setelah membaca satu bab, tutup bukunya dan tuliskan semua poin yang masih diingat, lalu periksa bagian yang terlewat.

5. Mengulang Materi dengan Jeda Waktu

Orang dengan daya ingat kuat tidak menumpuk pelajaran dalam satu waktu. Mereka membagi belajar ke beberapa sesi yang berjauhan. Cara ini memberi otak kesempatan untuk hampir lupa, lalu mengingat lagi. Proses mengingat ulang itulah yang membuat informasi lebih lama bertahan, dibandingkan membaca berulang kali dalam satu malam. Karena itu, jeda justru berguna.

Aturannya sederhana: ulangi materi sebelum benar-benar terlupa. Beri jarak antara sesi pertama, kedua, dan ketiga, lalu perlebar jaraknya bila materi sudah terasa akrab. Tandai jadwal ulang di kalender ponsel atau buku agenda. Kartu belajar berisi pertanyaan di satu sisi dan jawaban di sisi lain juga bisa dipakai untuk latihan singkat di sela kegiatan.

6. Menjelaskan Ulang kepada Orang Lain

Menjelaskan sesuatu kepada orang lain memaksa seseorang menyusun pikirannya. Kalimat yang samar di kepala harus diubah menjadi kalimat yang bisa dipahami lawan bicara. Orang dengan daya ingat kuat sering melakukannya secara alami, misalnya bercerita kepada teman tentang buku yang dibaca atau menjelaskan pekerjaan baru kepada keluarga. Kebiasaan ini melatih ingatan sekaligus pemahaman.

Cara ini juga cepat menunjukkan bagian yang belum dikuasai, sebab kalimat akan tersendat di titik itu. Coba ceritakan materi baru dengan kata sendiri, tanpa membuka catatan. Mulailah dari materi yang baru dipelajari hari itu. Bila tidak ada lawan bicara, berbicara sendiri di depan cermin atau merekam suara di ponsel tetap bisa dipakai untuk berlatih.

7. Mengatur Pola Makan

Otak bekerja sepanjang hari dan membutuhkan asupan dari makanan. Orang dengan daya ingat kuat cenderung menjaga pola makan teratur. Mereka makan sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta tidak melewatkan sarapan. Makanan bergizi menjadi sumber tenaga bagi tubuh, termasuk sel-sel otak yang mengatur konsentrasi dan ingatan. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar terdekat.

Mengurangi gorengan, makanan tinggi gula, dan minuman manis juga membantu menjaga tubuh tetap sehat. Tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Tambahkan satu porsi sayur di makan siang, ganti camilan manis dengan kacang atau buah, dan minum air putih secukupnya setiap hari. Bila punya penyakit tertentu, tanyakan menu yang cocok kepada ahli gizi.

8. Menjaga Hubungan Sosial

Kebiasaan lain adalah menjaga hubungan dengan orang di sekitar. Berbincang, bertukar cerita, dan mengikuti kegiatan bersama menuntut seseorang menyimak, mengingat nama, dan menyusun jawaban. Aktivitas itu melatih otak setiap hari tanpa terasa sebagai latihan. Orang dengan daya ingat kuat biasanya punya lingkaran pertemanan yang aktif. Percakapan tatap muka juga melatih perhatian.

Harvard Health Publishing mencatat bahwa isolasi berkaitan dengan potensi penurunan fungsi kognitif. Lembaga itu menekankan pentingnya menjangkau orang lain dan tetap terhubung secara sosial bagi kesehatan otak. Caranya bisa lewat telepon, aplikasi video, atau pertemuan langsung di rumah. Sisihkan waktu rutin untuk berbincang dengan teman atau keluarga setiap pekan, meski hanya sebentar.

9. Mengelola Stres

Pikiran yang penuh beban membuat konsentrasi terpecah. Ketika perhatian tidak tertuju pada satu hal, informasi yang masuk sulit tersimpan, sehingga seseorang mudah lupa. Orang dengan daya ingat kuat biasanya punya cara tersendiri untuk mengurangi ketegangan, seperti berolahraga ringan, beribadah, berbincang dengan teman, atau menulis hal yang mengganggu pikiran sebelum tidur malam.

Mulailah dengan jeda singkat setiap hari. Tarik napas perlahan selama beberapa menit, berjalan di luar ruangan, atau matikan notifikasi ponsel sejenak. Susun daftar tugas agar beban tidak menumpuk di kepala. Bila stres terasa berkepanjangan dan mengganggu aktivitas, bicarakan dengan tenaga kesehatan atau psikolog. Langkah kecil yang dilakukan rutin lebih mudah dijaga.

Tanya Jawab Seputar Kebiasaan Orang dengan Daya Ingat Kuat

Apa yang membuat daya ingat seseorang kuat?

Daya ingat dipengaruhi kebiasaan harian, bukan hanya bawaan lahir. Penelitian mengaitkannya dengan tidur cukup, olahraga teratur, latihan mengingat kembali, belajar berjeda, pola makan, hubungan sosial, dan pengelolaan stres. Setiap faktor bekerja pada tahap berbeda, mulai dari menyimpan hingga memanggil kembali informasi.

Bagaimana cara meningkatkan daya ingat dengan cepat?

Tidak ada cara instan yang terbukti. Langkah yang punya dasar penelitian adalah tidur cukup malam ini, lalu menutup catatan dan mencoba mengingat isi materi dari kepala. Setelah itu, ulangi materi pada hari berikutnya dan pekan berikutnya agar ingatan bertahan lebih lama.

Makanan apa yang baik untuk daya ingat?

Belum ada satu makanan yang menjamin daya ingat kuat. Pola makan seimbang dengan sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk otak. Batasi gorengan dan minuman manis. Ahli gizi dapat membantu menyusun menu sesuai kondisi kesehatan.

Apakah olahraga bisa meningkatkan daya ingat?

Olahraga teratur membantu menjaga kesehatan tubuh, memperlancar aliran darah, dan meredakan stres, yang semuanya berkaitan dengan kemampuan mengingat. Pilih gerakan yang disukai, seperti jalan kaki atau bersepeda, lalu lakukan beberapa kali seminggu. Mulailah dari durasi pendek dan tambah bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Kapan sering lupa perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri bila lupa mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, makin sering terjadi, atau mengkhawatirkan. Orang yang cemas dengan memorinya dianjurkan melapor ke dokter. Pemeriksaan bisa memberi kepastian atau menemukan penyebab yang dapat ditangani, seperti kurang tidur atau stres.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6