Liputan6.com, Jakarta - Handuk yang semula lembut dan empuk dapat berubah menjadi kaku serta kasar setelah digunakan dan dicuci berulang kali. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan saat mengeringkan tubuh, tetapi juga bisa membuat daya serap handuk menurun.
Penumpukan residu deterjen, penggunaan produk pencuci secara berlebihan, suhu pengeringan yang terlalu tinggi, hingga mineral dari air keras dapat menjadi penyebabnya. Meski begitu, handuk yang sudah kaku belum tentu harus langsung diganti. Perawatan yang tepat dapat membantu mengembalikan tekstur lembutnya.
Berikut beberapa cara membuat handuk yang sudah kaku lembut kembali yang dapat dilakukan di rumah, dilansir Liputan6.com dari Southern Living, Selasa (11/8).
Advertisement
Mengapa Handuk Menjadi Kaku dan Kasar?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303958/original/062561800_1784702732-person-drying-her-hands-towel-close-up.jpg)
Handuk berbahan katun dapat menjadi kaku ketika seratnya mengalami penumpukan kotoran atau residu dari produk pencuci. Kondisi tersebut membuat serat tidak dapat bekerja secara optimal sehingga handuk terasa lebih kasar dan daya serapnya berkurang.
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah residu deterjen. Penggunaan deterjen dalam jumlah terlalu banyak dapat meninggalkan sisa produk pada serat handuk, terutama jika proses pembilasan tidak maksimal. Seiring waktu, penumpukan tersebut dapat membuat tekstur handuk semakin kaku.
Suhu air juga perlu diperhatikan. Gunakan suhu tertinggi yang masih direkomendasikan pada label perawatan handuk untuk membantu mengangkat residu tanpa merusak serat kain. Karena itu, label perawatan pada handuk sebaiknya selalu diperiksa sebelum menentukan suhu dan siklus pencucian.
Selain proses mencuci, cara mengeringkan handuk juga berpengaruh. Pengering yang terlalu penuh membuat handuk tidak dapat bergerak dengan leluasa, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada serat.
Air keras juga dapat menjadi penyebab handuk kehilangan kelembutan. Kandungan mineral dalam air dapat meninggalkan endapan pada serat sehingga teksturnya terasa semakin kasar.
Usia handuk juga dapat memengaruhi kelembutan dan daya serapnya. Dengan perawatan yang tepat, handuk berkualitas tinggi dapat bertahan setidaknya satu hingga dua tahun. Namun, jika handuk mulai berbau apak, terasa kaku, dan daya serapnya menurun, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa handuk sudah perlu diganti.
Advertisement
Cara Membuat Handuk yang Sudah Kaku Lembut Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3531946/original/007660600_1628148065-flour-powder-wheat-jar.jpg)
1. Gunakan Cuka Putih dan Soda Kue dalam Dua Siklus
Cuka putih dan soda kue dapat digunakan untuk membantu menangani residu serta bau yang menempel pada handuk. Namun, keduanya tidak sebaiknya dicampurkan dalam satu siklus pencucian karena dapat saling menetralkan.
Metode ini dilakukan dalam dua kali pencucian. Berikut caranya:
- Masukkan handuk ke dalam mesin cuci, tetapi jangan mengisi tabung terlalu penuh.
- Pada siklus pertama, gunakan sekitar 1 cangkir cuka putih sebagai pengganti deterjen.
- Gunakan air hangat untuk handuk berwarna dan air panas untuk handuk putih, dengan tetap mengikuti petunjuk pada label perawatan.
- Setelah siklus pertama selesai, tambahkan sekitar 1 cangkir soda kue langsung ke dalam tabung mesin cuci.
- Jalankan siklus pencucian kedua menggunakan suhu yang sama seperti sebelumnya.
- Setelah selesai, keringkan handuk dengan suhu rendah hingga sedang.
Perawatan ini dapat dilakukan secara berkala, misalnya ketika handuk mulai terasa kaku atau kehilangan kelembutannya.
2. Cuci Handuk dengan Cuka Putih
Cuka putih dapat menjadi alternatif untuk membantu mengatasi residu yang membuat handuk terasa kasar. Bahan ini juga dapat membantu mengurangi bau tidak sedap pada kain.
Masukkan handuk ke dalam mesin cuci dan sisakan ruang agar kain dapat bergerak bebas. Kemudian, tambahkan sekitar 2 cangkir cuka putih langsung ke dalam tabung.
Pada metode ini, tidak perlu menambahkan deterjen maupun pelembut kain. Jalankan siklus pencucian menggunakan air hangat hingga panas sesuai dengan petunjuk perawatan handuk.
Setelah selesai, keringkan handuk dengan suhu rendah hingga sedang.
3. Tambahkan Soda Kue Saat Mencuci
Soda kue juga dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan rutin untuk membantu mengurangi bau pada handuk. Cara ini dapat diterapkan terutama pada handuk yang berbau apak atau setelah menjalani pencucian menggunakan cuka.
Masukkan handuk dalam jumlah kecil hingga sedang ke dalam mesin cuci. Taburkan sekitar ½ cangkir soda kue di atas handuk, lalu tambahkan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan.
Hindari penggunaan pelembut kain. Selanjutnya, cuci menggunakan air hangat atau panas sesuai label perawatan.
Setelah siklus pencucian selesai, segera keringkan handuk dengan suhu rendah hingga sedang.
Keringkan Handuk dengan Suhu Rendah hingga Sedang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3315547/original/019862700_1607075754-Ilustrasi_handuk_hotel_1.jpg)
Perawatan handuk tidak berhenti setelah proses pencucian. Cara mengeringkan handuk juga menentukan apakah teksturnya akan tetap lembut atau justru menjadi kaku.
Segera pindahkan handuk ke mesin pengering setelah siklus pencucian selesai. Jangan membiarkannya terlalu lama dalam kondisi basah karena dapat memicu munculnya bau apak.
Sebelum memasukkannya ke pengering, kibaskan handuk terlebih dahulu. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi lipatan dan membuat serat kain lebih terurai.
Hindari mengisi mesin pengering secara berlebihan. Handuk membutuhkan ruang untuk bergerak selama proses pengeringan agar panas dan udara dapat menjangkau seluruh bagian kain secara merata.
Gunakan suhu rendah hingga sedang dan hindari pengeringan berlebihan. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak serat dan membuat handuk terasa semakin kasar.
Advertisement
Pastikan Handuk Benar-Benar Kering di Antara Penggunaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4763573/original/027361000_1709703753-pexels-sang-bum-ko-10156021.jpg)
Cara menggantung handuk setelah digunakan juga penting untuk mempertahankan kondisinya. Handuk yang tetap lembap dalam waktu lama akan lebih mudah menimbulkan bau tidak sedap.
Setelah digunakan, bentangkan handuk dan gantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menumpuknya di lantai, di dalam keranjang cucian, atau menggantungnya dalam kondisi terlalu terlipat.
Jika handuk membutuhkan waktu sangat lama untuk kering, kemungkinan sirkulasi udara di tempat tersebut kurang baik. Memindahkannya ke area yang lebih terbuka dapat membantu mempercepat proses pengeringan.
Hindari Penggunaan Pelembut Kain
Pelembut kain memang dapat membuat kain terasa lebih licin dan harum, tetapi penggunaan rutin pada handuk justru dapat mengurangi daya serapnya.
Pelembut kain dapat meninggalkan lapisan pada serat. Jika digunakan terus-menerus, lapisan tersebut dapat menumpuk dan membuat handuk kurang mampu menyerap air.
Karena itu, sebaiknya hindari atau batasi penggunaan pelembut kain ketika mencuci handuk. Lembaran pengering juga sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan karena dapat meninggalkan residu pada kain.
Sebagai alternatif, bola pengering dapat digunakan untuk membantu menjaga handuk tetap mengembang selama proses pengeringan.
Advertisement
Cuci Handuk Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111737/original/089347500_1738057912-pexels-rdne-5591581.jpg)
Handuk sebaiknya dicuci secara rutin agar tetap bersih, segar, dan nyaman digunakan. Sebagai panduan, handuk dapat dicuci setiap satu hingga tiga kali penggunaan untuk membantu mengurangi penumpukan bakteri dan jamur.
Jika handuk mulai terasa kaku, kasar, atau berbau, perawatan menggunakan cuka putih dan soda kue dapat dilakukan sekitar satu kali dalam sebulan atau kapan pun handuk membutuhkan perawatan tambahan.
Dengan begitu, tidak mengulang pembahasan soal pengeringan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sumber memang menyebut frekuensi 1–3 kali penggunaan dan perawatan cuka/soda kue sebulan sekali atau saat kaku/berbau.
Gunakan Deterjen Sesuai Takaran
Penggunaan deterjen yang berlebihan tidak membuat handuk menjadi lebih bersih. Sebaliknya, terlalu banyak deterjen justru dapat meninggalkan residu pada serat.
Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan produsen, dengan mempertimbangkan jumlah cucian dan tingkat kekotorannya. Jika diperlukan, gunakan siklus pembilasan tambahan untuk membantu menghilangkan sisa deterjen.
Handuk juga sebaiknya tidak dimasukkan terlalu padat ke dalam mesin cuci. Berikan ruang yang cukup agar handuk dapat bergerak bebas selama proses pencucian.
Advertisement
Cuci Handuk Secara Terpisah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4690227/original/096938500_1702891391-towels-2822910_640.jpg)
Mencuci handuk bersama barang lain dapat meningkatkan risiko seratnya rusak. Pakaian dengan ritsleting, kancing, hiasan, atau bahan yang lebih kasar dapat bergesekan dengan permukaan handuk.
Karena itu, mencuci handuk secara terpisah merupakan pilihan yang lebih baik. Cara ini juga memungkinkan pengaturan suhu dan siklus pencucian disesuaikan dengan kebutuhan handuk.
Selalu perhatikan petunjuk pada label perawatan karena setiap handuk dapat memiliki kebutuhan pencucian yang berbeda, tergantung bahan dan kualitas seratnya.
Dengan mengurangi residu deterjen, menghindari pelembut kain, mencuci dengan ruang yang cukup, serta menggunakan suhu pengeringan yang tepat, handuk yang mulai kaku dapat kembali terasa lebih lembut dan nyaman. Perawatan rutin juga membantu mempertahankan daya serapnya sehingga handuk tetap nyaman digunakan lebih lama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Handuk yang Sudah Kaku Lembut Kembali
1. Apa penyebab handuk menjadi kaku dan kasar?
Handuk dapat menjadi kaku karena penumpukan residu deterjen, penggunaan pelembut kain berlebihan, suhu pengeringan terlalu tinggi, air keras, serta usia handuk.
2. Apakah cuka dan soda kue bisa membuat handuk kembali lembut?
Bisa. Cuka putih dapat membantu mengatasi residu, sedangkan soda kue membantu mengurangi bau. Keduanya sebaiknya digunakan dalam dua siklus pencucian berbeda agar tidak saling menetralkan.
3. Seberapa sering handuk perlu dicuci?
Handuk dapat dicuci setiap satu hingga tiga kali penggunaan. Pastikan handuk dikeringkan dengan baik di antara penggunaan dan lakukan perawatan tambahan jika mulai terasa kaku, kasar, atau berbau.   Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3294391/original/045231600_1605161123-woman-bathroom-wipes-her-face-after-shower-with-terry-towel_118454-11139.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4570833/original/042949300_1694414623-Ilustrasi_pasangan_bertengkar__cuek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321300/original/037059800_1786437165-3437ffd0-1327-4c46-9f7e-5b7b989942dd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)