Bagaimana Kehidupan Sosial Memengaruhi Kondisi Ekonomi? Ini Penjalasannya Menurut Psikologi

Hubungan sosial, dari modal kepercayaan hingga pertemanan lintas kelas, terbukti memengaruhi kondisi ekonomi individu dan pertumbuhan negara secara signifikan.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagaimana kehidupan sosial memengaruhi kondisi ekonomi menjadi pertanyaan yang semakin menarik untuk dibahas. Selama ini banyak orang menganggap kondisi ekonomi hanya ditentukan oleh pendidikan, pekerjaan, atau besarnya penghasilan. Padahal, hubungan sosial juga memiliki pengaruh yang tidak kalah penting.

Interaksi dengan keluarga, teman, rekan kerja, hingga komunitas dapat membentuk akses seseorang terhadap informasi, peluang, dan dukungan yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi. Hubungan sosial bukan sekadar memenuhi kebutuhan emosional, tetapi juga menjadi modal yang bernilai.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jaringan pertemanan yang beragam mampu meningkatkan peluang seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik, memperluas wawasan, hingga mempercepat mobilitas ekonomi. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan sosial dan kondisi ekonomi saling berkaitan. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (5/8/2026).

Kehidupan Sosial Lebih dari Sekadar Hubungan Antarindividu

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Sejak kecil, seseorang belajar melalui interaksi dengan keluarga, sekolah, lingkungan, hingga tempat kerja. Hubungan-hubungan tersebut membentuk cara berpikir, pola komunikasi, serta kesempatan yang dimiliki sepanjang hidup.

Menurut ulasan di Psychology Today yang ditulis oleh Max Alberhasky, Ph.D., hubungan sosial merupakan bagian penting dari pengalaman manusia. Selain memberikan kebahagiaan secara emosional, pertemanan juga menjadi sumber "modal karier" atau career capital. Artinya, teman dapat memberikan informasi, rekomendasi, maupun akses terhadap peluang yang mungkin tidak mudah diperoleh tanpa adanya relasi.

Dalam kehidupan modern, jaringan sosial bahkan sering kali menjadi jembatan menuju kesempatan ekonomi yang lebih luas. Tidak sedikit orang memperoleh pekerjaan, proyek, maupun peluang bisnis melalui rekomendasi dari teman atau kenalan.

Bagaimana Kehidupan Sosial Memengaruhi Kondisi Ekonomi?

Pembahasan mengenai bagaimana kehidupan sosial memengaruhi kondisi ekonomi menjadi semakin jelas setelah adanya penelitian besar yang dipublikasikan dalam jurnal Nature oleh Raj Chetty dan rekan-rekannya.

Penelitian tersebut menganalisis sekitar 21 miliar hubungan pertemanan di Facebook yang melibatkan lebih dari 70 juta orang dewasa di Amerika Serikat. Tujuannya adalah melihat hubungan antara jaringan sosial dengan mobilitas ekonomi atau kemampuan seseorang untuk meningkatkan kondisi ekonominya.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang memiliki pertemanan lintas kelas ekonomi cenderung memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dibandingkan mereka yang hanya berteman dengan orang-orang dari latar belakang ekonomi yang sama.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kehidupan sosial bukan hanya berpengaruh terhadap kesehatan mental, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi seseorang dalam jangka panjang.

Pertemanan Lintas Kelas Membuka Akses terhadap Peluang

Salah satu temuan paling menarik dalam penelitian tersebut adalah pentingnya cross-class friendship atau pertemanan lintas kelas sosial ekonomi.

Secara alami, kebanyakan orang cenderung berteman dengan individu yang memiliki kondisi ekonomi, pendidikan, maupun gaya hidup yang serupa. Dalam psikologi, kecenderungan ini dikenal sebagai homophily, yaitu fenomena ketika orang lebih nyaman berinteraksi dengan mereka yang memiliki kesamaan.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang hanya berada dalam lingkaran sosial yang sama justru dapat membatasi akses terhadap informasi baru.

Sebaliknya, ketika seseorang memiliki teman dari latar belakang ekonomi yang lebih beragam, peluang memperoleh berbagai informasi penting menjadi lebih besar, seperti:

  • Informasi mengenai universitas terbaik.
  • Kesempatan magang yang berkualitas.
  • Lowongan pekerjaan yang belum banyak diketahui.
  • Peluang pengembangan karier.
  • Relasi profesional yang lebih luas.

Informasi-informasi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Informasi Adalah Modal Ekonomi

Dalam dunia kerja modern, informasi memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Seseorang mungkin memiliki kemampuan yang baik, tetapi apabila tidak mengetahui adanya kesempatan kerja atau program pengembangan diri, potensi tersebut sulit berkembang.

Max Alberhasky menjelaskan bahwa teman dengan latar belakang sosial ekonomi lebih tinggi sering kali membawa akses terhadap informasi yang lebih luas. Hal ini bukan semata karena mereka lebih kaya, melainkan karena mereka berada dalam lingkungan yang berbeda sehingga memiliki pengalaman, jaringan, dan wawasan yang lebih beragam.

Dengan demikian, hubungan sosial berfungsi sebagai saluran distribusi informasi. Semakin luas jaringan sosial seseorang, semakin besar kemungkinan memperoleh informasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kondisi ekonominya.

Banyak Kesempatan Kerja Datang Melalui Relasi

Penelitian lain yang dikutip dalam artikel Psychology Today menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan ternyata diperoleh melalui hubungan sosial.

Sekitar 20 persen pekerjaan diperoleh melalui lamaran langsung, sekitar 20 persen berasal dari hubungan dekat seperti keluarga atau pasangan, sedangkan sekitar 60 persen diperoleh melalui hubungan yang lebih longgar seperti teman, rekan kerja, kenalan, maupun kolega.

Temuan ini memperlihatkan bahwa jaringan sosial memiliki peran besar dalam dunia profesional.

Bukan berarti kemampuan tidak penting. Sebaliknya, kemampuan tetap menjadi syarat utama. Namun, relasi sering kali menjadi pintu pertama yang mempertemukan seseorang dengan kesempatan tersebut.

Lingkungan Juga Memiliki Pengaruh

Penelitian Chetty dan tim juga menemukan bahwa lingkungan tempat tinggal dapat memengaruhi peluang terbentuknya pertemanan lintas kelas.

Sebagai contoh, anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di Minneapolis memiliki rata-rata pendapatan yang lebih tinggi saat dewasa dibandingkan anak-anak dari keluarga serupa di Indianapolis.

Salah satu faktor yang diduga berkontribusi adalah lebih banyaknya hubungan sosial lintas kelas yang terbentuk di Minneapolis.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan sosial dalam suatu komunitas dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Kehidupan Sosial Tidak Boleh Dipandang sebagai Transaksi

Meski hubungan sosial dapat memberikan manfaat ekonomi, bukan berarti seseorang perlu berteman hanya demi memperoleh keuntungan finansial.

Persahabatan tetap dibangun atas dasar saling percaya, saling menghargai, dan saling mendukung.

Max Alberhasky menekankan bahwa membangun hubungan sosial bukanlah transaksi ekonomi. Pertemanan yang sehat bersifat timbal balik dan tidak seharusnya dimanfaatkan semata-mata untuk mencari keuntungan.

Justru yang perlu diperkuat adalah terciptanya ruang-ruang yang memungkinkan orang dari berbagai latar belakang saling mengenal secara alami.

Peran Sekolah, Tempat Kerja, dan Komunitas

Institusi memiliki peran penting dalam memperluas jaringan sosial masyarakat.

Sekolah dapat menciptakan kegiatan kolaboratif yang mempertemukan siswa dari berbagai latar belakang.

Tempat kerja dapat membangun budaya kerja yang inklusif sehingga karyawan memiliki kesempatan bekerja sama dengan berbagai divisi dan tingkat jabatan.

Komunitas masyarakat juga dapat menghadirkan program yang mempertemukan individu dari kelompok ekonomi yang berbeda.

Semakin banyak interaksi yang terjadi, semakin besar peluang terbentuknya hubungan sosial yang bermakna.

Membangun Kehidupan Sosial yang Berkualitas

Setiap orang dapat mulai memperluas jaringan sosial melalui langkah sederhana, seperti aktif mengikuti komunitas, menghadiri seminar, menjadi relawan, atau bergabung dalam organisasi yang sesuai dengan minat.

Hubungan sosial yang sehat bukan hanya memperluas pergaulan, tetapi juga meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memperkaya perspektif, dan membuka kesempatan belajar dari pengalaman orang lain.

Pada akhirnya, bagaimana kehidupan sosial memengaruhi kondisi ekonomi tidak hanya berkaitan dengan siapa yang dikenal, tetapi juga bagaimana hubungan tersebut dibangun secara tulus dan saling memberikan manfaat.

Kemampuan, pendidikan, serta kerja keras tetap menjadi fondasi utama dalam mencapai kesejahteraan. Namun, jaringan sosial yang sehat dapat menjadi faktor pendukung yang mempercepat hadirnya peluang-peluang baru. Oleh karena itu, membangun hubungan yang berkualitas sejak dini merupakan investasi jangka panjang yang bernilai, baik bagi perkembangan pribadi maupun peningkatan kondisi ekonomi.

Tanya Jawab tentang Kehidupan Sosial

1. Apa yang dimaksud dengan kehidupan sosial?

Kehidupan sosial adalah seluruh bentuk interaksi seseorang dengan keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, maupun komunitas yang membentuk hubungan antarmanusia.

2. Mengapa kehidupan sosial dapat memengaruhi kondisi ekonomi?

Karena hubungan sosial dapat membuka akses terhadap informasi, peluang kerja, rekomendasi, serta jaringan profesional yang mendukung peningkatan pendapatan.

3. Apa itu pertemanan lintas kelas sosial?

Pertemanan lintas kelas sosial adalah hubungan persahabatan antara individu yang berasal dari latar belakang ekonomi berbeda, misalnya antara kelompok berpenghasilan rendah dan tinggi.

4. Apakah memperluas pergaulan selalu meningkatkan penghasilan?

Tidak selalu. Penghasilan tetap dipengaruhi oleh pendidikan, keterampilan, pengalaman, dan kerja keras. Namun, jaringan sosial dapat memperbesar peluang memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih baik.

5. Bagaimana cara membangun kehidupan sosial yang sehat?

Mulailah dengan aktif di komunitas, menjaga komunikasi yang baik, menghargai perbedaan, membangun hubungan yang tulus, dan saling membantu tanpa menjadikan persahabatan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan semata.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6