Prabowo Rapat Matangkan Program Pendidikan Gratis dari PAUD hingga Kuliah

Pemerintah juga akan mematangkan rencana pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri.

Diterbitkan 24 September 2026, 00:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo pimpin rapat percepatan pendidikan gratis di 164.000 sekolah negeri.
  • Pemerintah matangkan rencana pembebasan biaya kuliah (UKT/uang pangkal) di PTN.
  • Pemerintah bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag untuk dukung pendidikan nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas percepatan penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah.

Saat ini, terdapat sekitar 164.000 sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia.

"Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dikutip dari siaran pers, Rabu (23/9/2026).

Selain pendidikan gratis di sekolah negeri, Prabowo juga memberikan perhatian terhadap perluasan akses pendidikan tinggi.

Pemerintah akan mematangkan rencana pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri, termasuk uang kuliah tunggal (UKT) dan uang pangkal.

"Dalam 2–4 minggu ke depan, pemerintah akan mematangkan rencana penerapan Pendidikan Tinggi Negeri bebas biaya kuliah, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal," jelas Teddy.

 

Perhatian ke Pesantren

Di sisi lain, pemerintah turut memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren. Teddy menyampaikan pemerintah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama sebagai wadah khusus yang menangani urusan pesantren.

Pembentukan direktorat jenderal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pendidikan pesantren memperoleh perhatian dan dukungan dalam penguatan pendidikan nasional.

"Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan setiap jalur pendidikan mendapat perhatian dan dukungan yang dibutuhkan," tutur Teddy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6