Liputan6.com, Jakarta - Ciri-ciri orang yang benar-benar mencintai pasangannya sering muncul lewat sikap kecil yang sering luput dari perhatian. Sayangnya, kita masih sering terpaku hanya pada kejutan besar atau ucapan manis semata. Nyatanya, cinta yang tulus dan jujur sebenarnya bisa terlihat dari kebiasaan sehari-hari yang konsisten dijaga dan diupayakan oleh kedua belah pihak.
Menurut kajian Unit Konsultasi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada berjudul "The Psychology of Love: Mencintai Tanpa Harus Kehilangan Jati Diri", hubungan yang sehat ditandai oleh rasa saling menghargai, kesetaraan peran, serta komunikasi yang terbuka antara dua pihak. Kondisi ini penting dipahami sebelum seseorang melangkah ke jenjang pernikahan, agar kebahagiaan bisa dirasakan secara utuh.
Sebelum memutuskan untuk menikah, ada baiknya mengenali dulu tanda-tanda cinta yang sehat pada pasangan. Berikut Liputan6 hadirkan 10 ciri yang bisa dijadikan acuan untuk menilai keseriusan dan ketulusan hubungan yang sedang dijalani, Selasa (4/8).
Advertisement
1. Menyampaikan Perasaan dan Kebutuhan secara Terbuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184416/original/093536900_1744283494-couple-4883585_1280.jpg)
Pasangan yang mencintai dengan tulus terbiasa mengungkapkan apa yang dirasakan tanpa menutupi atau memendamnya sendirian. Ia berani menyampaikan keinginan, keluhan, maupun harapan secara langsung kepada pasangannya.
Sikap terbuka ini membuat kedua pihak saling memahami kebutuhan masing-masing tanpa harus menebak-nebak. Komunikasi yang jujur menjadi dasar penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang.
Ketika ada masalah, ia lebih memilih membicarakannya langsung daripada memendam kekecewaan. Cara ini membuat hubungan tetap sehat karena tidak ada emosi yang terpendam dan berpotensi memicu konflik di kemudian hari.
Advertisement
2. Mengingat Hal-Hal Kecil yang Berarti bagi Pasangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134507/original/039780900_1739617855-deep_talk.jpg)
Perhatian pada detail kecil menjadi tanda nyata dari rasa sayang seseorang. Ia mengingat makanan kesukaan, minuman favorit, tanggal penting, atau kebiasaan yang jarang disadari orang lain.
Ketika memberi hadiah, pilihannya terasa personal karena disesuaikan dengan hal yang benar-benar disukai pasangannya. Kebiasaan mengingat detail ini menunjukkan ia benar-benar memperhatikan setiap bagian dari diri pasangannya.
Hal-hal kecil semacam ini memang jarang disadari, tetapi memberi dampak besar bagi hubungan. Pasangan yang merasa diperhatikan cenderung merasa lebih dihargai dan nyaman menjalani hubungan.
3. Tetap Hadir Saat Menghadapi Masalah Bersama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289646/original/065306800_1783411286-pexels-vera-arsic-304265-984922.jpg)
Ciri-ciri orang yang benar-benar mencintai pasangannya juga terlihat saat hubungan menghadapi masalah. Ia tidak menghindar atau memilih pergi begitu saja ketika situasi menjadi sulit.
Sebaliknya, ia bersedia duduk bersama, mendiskusikan akar masalah dengan kepala dingin, dan mengakui kesalahan jika memang keliru. Sikap ini menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan persoalan bersama, bukan saling menyalahkan.
Kehadirannya di saat sulit memberi rasa aman bagi pasangan. Hubungan yang mampu melewati konflik dengan cara sehat biasanya tumbuh menjadi lebih kuat dan saling percaya.
Advertisement
4. Memberikan Perhatian Penuh Tanpa Gangguan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3170674/original/015066800_1593959254-beautiful-couple-spend-time-summer-field_1157-35917.jpg)
Saat bersama pasangan, ia meletakkan gawai dan mengalihkan fokus sepenuhnya. Perhatian yang diberikan terasa alami, bukan sekadar formalitas atau basa-basi belaka.
Kehadiran pasangan mampu membuat raut wajahnya berubah menjadi lebih hangat. Bahkan di tengah keramaian sekalipun, perhatiannya tetap tertuju kepada orang yang dicintainya.
Sikap ini berbeda dari perhatian yang dipaksakan. Ketulusan dalam memberi perhatian penuh menjadi salah satu indikator paling mudah dikenali dari cinta yang sesungguhnya.
5. Menjaga Kesetaraan Peran dalam Hubungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4974749/original/061090600_1729501307-Ilustrasi_pasangan_bahagia.jpg)
Hubungan yang sehat menurut kajian psikologi UGM ditandai oleh kesetaraan, tidak ada pihak yang mendominasi atau merasa lebih berkuasa. Kedua pihak saling mendukung dengan peran yang seimbang.
Ia tidak memaksakan keputusan sepihak atau mengabaikan pendapat pasangannya dalam berbagai hal. Setiap keputusan penting diambil bersama, mulai dari urusan kecil hingga rencana jangka panjang.
Kesetaraan ini membuat kedua pihak merasa dihargai sebagai individu yang setara. Relasi yang seimbang menjadi fondasi penting untuk hubungan yang bertahan lama, termasuk menuju jenjang pernikahan.
Advertisement
6. Menghargai Perbedaan Karakter dan Kebiasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4606473/original/072088200_1696996150-gentle-stylish-couple-are-having-walk-autumn-park_1_.jpg)
Setiap individu memiliki karakter, cara berpikir, dan kebiasaan yang berbeda satu sama lain. Orang yang benar-benar mencintai pasangannya tidak berusaha mengubahnya menjadi pribadi lain demi keinginan sendiri.
Ia menerima keunikan, kebiasaan, bahkan sisi yang mungkin dianggap aneh oleh orang lain. Sikap ini juga sejalan dengan prinsip cinta sehat yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan antar individu.
Saling menghargai perbedaan menjadi fondasi hubungan yang bertahan lama. Tanpa sikap ini, hubungan rentan diwarnai tuntutan sepihak yang justru merugikan salah satu pihak.
7. Memberi Ruang untuk Tumbuh Tanpa Kehilangan Jati Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209406/original/057994400_1746432934-Pasangan_traveling.jpg)
Cinta yang sehat tidak berarti harus selalu bersama setiap waktu. Pasangan yang benar-benar mencintai akan menghormati batasan pribadi dan memberi kebebasan untuk berkembang sebagai individu.
Kajian psikologi UGM menyebutkan, individu yang kehilangan jati diri dalam hubungan biasanya terlalu fokus pada kehidupan pasangan hingga lupa waktu untuk diri sendiri. Pasangan yang mencintai dengan sehat justru mencegah kondisi tersebut terjadi.
Dengan memberi ruang tumbuh, kedua pihak tetap berkembang sebagai pribadi sekaligus memperkuat ikatan sebagai pasangan. Hubungan semacam ini cenderung lebih tahan lama karena tidak ada pihak yang merasa terkekang.
Advertisement
8. Melibatkan Pasangan dalam Rencana Masa Depan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5199339/original/033769500_1745577325-side-view-bride-groom-posing-street_23-2148746628.jpg)
Orang yang serius menjalani hubungan mulai memandang masa depan dengan sudut pandang berdua, bukan lagi sendiri-sendiri. Ia mengajak pasangannya merencanakan liburan, membahas tujuan jangka panjang, atau menentukan aktivitas bersama.
Pelibatan ini juga terlihat dari kesediaannya membicarakan hal-hal penting seperti karier, keluarga, hingga rencana pernikahan. Pasangan yang dicintai selalu menjadi bagian dari pertimbangan setiap langkah besar.
Kehadirannya dalam berbagai momen penting, baik saat dibutuhkan dukungan maupun saat merayakan keberhasilan, menunjukkan posisi pasangan yang berarti dalam perjalanan hidupnya.
9. Mendukung Pasangan Mengejar Tujuan Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305630/original/099798400_1784798854-pexels-n-voitkevich-5412032.jpg)
Selain menjalin hubungan berdua, orang yang benar-benar mencintai pasangannya tetap mendorong pasangannya mengejar cita-cita dan tujuan pribadi. Ia tidak merasa terancam dengan pencapaian yang diraih pasangannya.
Dukungan ini bisa berupa dorongan semangat, bantuan praktis, atau sekadar mendengarkan rencana yang sedang disusun. Sikap semacam ini menunjukkan bahwa kebahagiaan pasangan menjadi prioritas, bukan ego pribadi.
Hubungan yang saling mendukung tujuan masing-masing sejalan dengan prinsip cinta sehat, yakni relasi yang menumbuhkan, bukan menghambat perkembangan diri kedua pihak yang terlibat.
Advertisement
10. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian Saat Pasangan Berbicara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5142795/original/065333800_1740472008-jonathan-borba-uNJQnlZHIZU-unsplash.jpg)
Seseorang yang mencintai pasangannya akan mendengarkan tanpa menghakimi ketika pasangannya berbicara. Ia tidak sekadar menunggu giliran untuk merespons, tetapi berusaha memahami isi pikiran dan perasaan yang disampaikan.
Kemampuan mendengarkan ini sejalan dengan prinsip komunikasi asertif dalam cinta yang sehat, yakni saling menyampaikan dan menerima perasaan dengan penuh perhatian tanpa menyela atau meremehkan.
Dengan mendengarkan secara utuh, pasangan merasa dihargai dan tidak sendirian dalam menghadapi persoalan. Sikap ini memperkuat kedekatan emosional antara kedua pihak dalam hubungan.
Sepuluh ciri-ciri orang yang benar-benar mencintai pasangannya di atas bisa menjadi acuan sebelum memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan. Hubungan yang sehat dibangun dari sikap saling menghargai, kesetaraan, dan komunikasi terbuka, bukan sekadar perasaan sesaat.
Pertanyaan Seputar Ciri Orang yang Benar-Benar Mencintai Pasangannya
1. Apa saja ciri-ciri orang yang benar-benar mencintai pasangannya?
Beberapa tandanya meliputi mendengarkan tanpa menghakimi, mengingat hal kecil yang berarti, memberi ruang untuk berkembang, serta tetap hadir saat menghadapi masalah bersama.
2. Bagaimana cara mengetahui pasangan mencintai kita dengan tulus?
Perhatikan konsistensi sikapnya sehari-hari, seperti perhatian penuh saat bersama, keterlibatan dalam rencana masa depan, dan kesediaan mendukung tujuan pribadi masing-masing.
3. Apakah cinta sehat berarti selalu bersama setiap waktu?
Tidak. Cinta yang sehat justru memberi ruang bagi masing-masing pihak untuk tumbuh tanpa kehilangan jati diri, sambil tetap menjaga komitmen dalam hubungan.
4. Apa perbedaan hubungan sehat dan hubungan toxic?
Hubungan sehat ditandai kesetaraan, saling menghargai, dan komunikasi terbuka, sementara hubungan toxic membuat salah satu pihak merasa direndahkan, disalahpahami, atau kehilangan jati diri.
5. Kapan sebaiknya menilai kesiapan menikah dari sisi hubungan?
Kesiapan menikah bisa dinilai dari sejauh mana pasangan menunjukkan kesetaraan peran, dukungan terhadap tujuan pribadi, serta kemampuan menyelesaikan masalah bersama secara sehat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315002/original/001591700_1785821680-cek_fakta_pamsimas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297255/original/001962300_1784085160-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-15T101147.650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314981/original/095911000_1785820083-Screenshot_2026-08-04_112610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4812293/original/042063800_1714010355-Ilustrasi_pasangan_cinta__romantis__kencan__pacaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2882659/original/014786600_1565851476-Photo_by_JD_Chow_on_Unsplash_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312447/original/079392600_1785493170-stocksnap-guy-2617866_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3569791/original/060021600_1631511413-afif-kusuma-CT7IWRM7G5k-unsplash.jpg)