Liputan6.com, Jakarta - Menyediakan pakan berkualitas tinggi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam usaha peternakan. Pakan fermentasi seringkali menjadi pilihan karena nilai nutrisinya yang baik dan kemampuannya untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu. Namun, untuk memastikan pakan fermentasi tetap awet hingga 30 hari atau bahkan lebih, diperlukan perhatian khusus pada beberapa aspek penyimpanan. Tanpa metode yang tepat, pakan fermentasi rentan mengalami kerusakan, yang berujung pada kerugian dan risiko kesehatan bagi ternak.
Kualitas pakan yang terjaga akan mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak secara optimal. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan teknik penyimpanan yang benar adalah hal penting bagi para peternak. Berikut cara menyimpan pakan fermentasi agar awet hingga 30 hari, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (2/8/2026).
1. Proses Fermentasi Harus Dipastikan Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313634/original/067554800_1785660777-clare-tallamy-TP1s5eX-Zmc-unsplash.jpg)
Langkah penting dalam menjaga keawetan pakan fermentasi adalah memastikan proses fermentasi awal telah berjalan dengan baik. Indikator keberhasilan fermentasi mencakup munculnya gelembung gas, aroma asam segar layaknya tape, serta tekstur pakan yang lunak. Selain itu, warna pakan harus tetap alami, tanpa adanya tanda-tanda keabu-abuan atau pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.
Kondisi pakan fermentasi yang aman untuk dikonsumsi ternak harus mencapai tingkat pH sekitar 4,5 atau lebih rendah. Tingkat keasaman ini menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi pertumbuhan jamur dan bakteri patogen, sehingga pakan lebih terlindungi dari kerusakan.
Sebaliknya, jika pakan mengeluarkan bau busuk, terasa berlendir, atau menunjukkan adanya jamur, itu merupakan sinyal kegagalan dalam proses fermentasi. Kegagalan ini biasanya disebabkan oleh kontaminasi atau kondisi lingkungan yang tidak sesuai selama proses awal.
Advertisement
2. Pilih Wadah Kedap Udara dan Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313635/original/072134500_1785660777-coverrf.jpg)
Penggunaan wadah penyimpanan yang tepat memegang peranan krusial dalam menjaga kualitas pakan fermentasi. Disarankan untuk menggunakan ember plastik food grade, drum plastik yang dilengkapi tutup rapat, atau toples kaca berukuran besar. Pemilihan wadah yang tepat merupakan bagian penting dari cara menyimpan pakan fermentasi agar awet hingga 30 hari.
Sebelum digunakan, semua wadah penyimpanan wajib dibersihkan dan disanitasi secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang yang dapat merusak kualitas pakan yang telah difermentasi. Kebersihan wadah menjadi garis pertahanan pertama terhadap mikroorganisme berbahaya.
Kondisi anaerob, yaitu lingkungan tanpa oksigen, merupakan kunci utama keberhasilan penyimpanan pakan fermentasi. Oksigen adalah musuh terbesar dalam proses ini karena dapat memicu pertumbuhan jamur dan mengganggu stabilitas pakan. Dengan penyimpanan yang baik dalam wadah tertutup di tempat sejuk dan kering, pakan fermentasi dapat bertahan hingga 1-2 bulan.
3. Lakukan Pemadatan Pakan Secara Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313636/original/006320100_1785660778-wadah.jpeg)
Pemadatan pakan yang maksimal adalah aspek esensial untuk memastikan pakan fermentasi dapat bertahan lama. Bahan pakan harus dimasukkan ke dalam wadah secara bertahap, lapis demi lapis, dengan ketebalan sekitar 15 hingga 20 sentimeter setiap lapisannya.
Setiap lapisan yang dimasukkan harus diinjak-injak atau ditumbuk dengan kuat hingga benar-benar padat. Proses pemadatan ini harus dilakukan dari bagian pinggir menuju ke tengah wadah, memastikan tidak ada lagi rongga udara yang tersisa di antara helaian cacahan hijauan.
Tujuan utama dari pemadatan ini adalah untuk mengeluarkan udara atau oksigen yang mungkin terperangkap di dalam pakan. Semakin padat pakan yang disimpan, semakin besar peluang keberhasilan penyimpanan jangka panjang karena meminimalkan ruang kosong yang dapat diisi udara, yang berpotensi memicu kerusakan.
Advertisement
4. Jaga Pakan Tetap Terendam Cairan Fermentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313637/original/042170600_1785660778-ciara.jpeg)
Untuk mencegah terjadinya pembusukan dan pertumbuhan jamur pada pakan, sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh bagian pakan tetap terendam dalam cairan fermentasi. Bagian pakan yang mengapung atau terpapar langsung ke udara memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk ditumbuhi jamur.
Jika terdapat bahan pakan yang cenderung mudah mengapung, disarankan untuk menambahkannya setelah proses fermentasi utama selesai. Alternatif lain adalah dengan menekan bahan pakan tersebut menggunakan pemberat. Tujuannya adalah agar semua bahan tetap terendam sempurna dalam cairan fermentasi.
Praktik ini merupakan salah satu strategi efektif dalam menyimpan pakan fermentasi agar awet hingga 30 hari. Dengan menjaga pakan tetap terendam, lingkungan anaerobik yang mendukung keawetan pakan dapat dipertahankan secara optimal.
5. Simpan di Lingkungan Sejuk, Gelap, dan Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313638/original/083881000_1785660778-Simpan_di_Lingkungan_Sejuk__Gelap__dan_Kering.jpeg)
Lingkungan penyimpanan memiliki dampak signifikan terhadap keawetan pakan fermentasi. Meskipun pakan fermentasi mengandung kadar air, tempat penyimpanannya harus tetap kering dan sejuk. Suhu dan kelembapan yang tinggi dapat mempercepat laju pertumbuhan jamur pada bahan pakan, sehingga sangat penting untuk mengontrol kondisi ini.
Hindari menyimpan pakan fermentasi di area yang terpapar sinar matahari langsung atau berdekatan dengan sumber panas. Paparan langsung dapat meningkatkan suhu internal wadah dan merusak kualitas pakan.
Selain itu, tempat yang gelap sangat membantu dalam menjaga stabilitas mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi. Suhu ideal untuk penyimpanan bahan hasil pertanian, termasuk pakan ternak, berkisar antara 27 hingga 30 derajat Celcius. Dengan kondisi penyimpanan yang optimal ini, pakan fermentasi dapat bertahan 1-2 bulan.
Advertisement
6. Minimalkan Paparan Udara saat Pengambilan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313639/original/017189300_1785660779-Paparan_Udara_Saat_Pengambilan.jpeg)
Saat akan mengambil pakan fermentasi untuk diberikan kepada ternak, pastikan untuk selalu menggunakan alat yang bersih dan kering. Kebersihan alat menjadi kunci untuk mencegah kontaminasi yang tidak diinginkan pada sisa pakan di dalam wadah.
Sangat penting untuk tidak membiarkan wadah penyimpanan terbuka terlalu lama. Paparan udara yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan jamur dan merusak kondisi anaerobik yang telah terbentuk di dalam wadah.
Setelah selesai mengambil pakan, segera tutup kembali wadah dengan rapat. Praktik ini merupakan bagian krusial dari cara menyimpan pakan fermentasi agar awet hingga 30 hari. memastikan kualitas pakan yang tersisa tetap terjaga dan tidak mudah rusak.
7. Perhatikan Kadar Air Optimal Pakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313640/original/050981700_1785660779-kadarair.jpeg)
Kadar air yang tepat pada bahan pakan merupakan faktor krusial, baik sebelum proses fermentasi maupun selama periode penyimpanan. Untuk mempermudah proses fermentasi, kadar air optimal pada bahan pakan sebaiknya berkisar antara 60 hingga 70 persen.
Namun, untuk tujuan penyimpanan jangka panjang, kadar air yang terlalu tinggi justru dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan mikroorganisme yang tidak diinginkan. Dedak halus yang terlalu lembap, misalnya, dapat mengalami penurunan mutu pakan.
Oleh karena itu, pakan yang dianggap baik untuk penyimpanan jangka panjang, dan menjadi bagian penting dari cara menyimpan pakan fermentasi agar awet hingga 30 hari, harus memiliki kadar air maksimal 13 persen. Kondisi ini akan membuat pakan tidak mudah ditumbuhi jamur dan dapat disimpan lebih lama.
Advertisement
8. Lakukan Pemeriksaan Kondisi Pakan Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313641/original/003711800_1785660786-reilly-cook-EMvo_ofE6jQ-unsplash.jpg)
Meskipun berbagai metode penyimpanan telah diterapkan, pemeriksaan rutin terhadap kondisi pakan fermentasi tetap merupakan langkah yang tidak boleh diabaikan. Selalu periksa kondisi pakan sebelum diberikan kepada ternak untuk memastikan keamanannya.
Pakan fermentasi yang berkualitas baik tidak akan menunjukkan tanda-tanda pembusukan atau pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Keberadaan warna yang tidak biasa atau bau yang tidak menyenangkan dapat menjadi indikasi adanya masalah dalam proses fermentasi atau penyimpanan.
Ciri-ciri pakan yang sudah rusak meliputi aroma busuk, perubahan warna menjadi pucat atau keabu-abuan, serta munculnya jamur berbulu di permukaan. Jika tanda-tanda kerusakan ini ditemukan, pakan sebaiknya segera dibuang untuk menghindari risiko kesehatan yang serius pada ternak.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313642/original/099528100_1785660790-sergio-zhukov-fQ9CXXmc6cM-unsplash.jpg)
Agar pakan tetap awet, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Menggunakan wadah yang bocor atau tidak kedap udara.
- Menyimpan pakan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
- Membiarkan air masuk ke dalam wadah.
- Mengambil pakan dengan tangan atau alat yang kotor.
- Menyimpan pakan terlalu lama tanpa pemeriksaan rutin.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Pakan Fermentasi
1. Apa tanda pakan fermentasi yang berhasil?
Pakan fermentasi yang berhasil ditandai dengan bau asam segar seperti tape, tekstur lunak, dan tidak ada jamur.
2. Mengapa wadah penyimpanan pakan fermentasi harus kedap udara?
Wadah harus kedap udara untuk menciptakan kondisi anaerob (tanpa oksigen), karena oksigen dapat memicu pertumbuhan jamur dan merusak pakan.
3. Berapa lama pakan fermentasi dapat bertahan jika disimpan dengan baik?
Pakan fermentasi dapat bertahan 1-2 bulan jika disimpan dengan baik dalam wadah tertutup di tempat sejuk dan kering.
4. Apa yang harus dilakukan jika ada bagian pakan yang mengapung di permukaan?
Bagian pakan yang mengapung harus ditekan dengan pemberat agar tetap terendam cairan fermentasi untuk mencegah pertumbuhan jamur.
5. Bagaimana ciri-ciri pakan fermentasi yang sudah rusak?
Pakan fermentasi yang rusak memiliki aroma busuk, perubahan warna menjadi pucat atau keabu-abuan, dan munculnya jamur berbulu di permukaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346802/original/063133700_1757650216-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__68_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362936/original/004760500_1758877364-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313633/original/054410900_1785660775-reilly-cook-EMvo_ofE6jQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309361/original/033992900_1785225635-P8pTsLCJd1brxhYlOgueflkvKA2D7S8CQSDFed4e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304588/original/099620000_1784722235-oYUKSZqEpKuBQiOVYUaObsDncz8pn6sWPlKnSCDy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313616/original/095860600_1785660130-Tempat_Sabun_Cuci_dari_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313607/original/090511600_1785658756-ChatGPT_Image_2_Agu_2026__15.16.51.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059293/original/048218100_1655790178-pexels-liza-summer-6383158.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4916776/original/068984900_1723534956-young-adults-having-fun-open-mic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313580/original/020496000_1785656595-Gemini_Generated_Image_sx9a8gsx9a8gsx9a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295781/original/095372500_1783945122-3.jpeg)