Liputan6.com, Jakarta - Sepatu yang mengeluarkan aroma kurang sedap sering kali membuat rasa percaya diri menurun. Padahal, cara menghilangkan bau apek pada sepatu tidak selalu membutuhkan produk mahal atau perawatan khusus. Dengan langkah yang tepat, bau yang muncul akibat kelembapan maupun bakteri dapat diatasi menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.
Bau apek umumnya muncul ketika bagian dalam sepatu sering lembap karena keringat, terkena hujan, atau disimpan dalam kondisi kurang memiliki sirkulasi udara. Lingkungan yang lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur berkembang sehingga menimbulkan aroma tidak sedap yang sulit hilang jika hanya ditutupi dengan pewangi.
Pada artikel ini, Liputan6.com telah merangkum berbagai cara untuk menghilangkan bau apek pada sepatu dari berbagai sumber, Minggu (2/8/2026). Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Advertisement
1. Keringkan Sepatu hingga Benar-Benar Bebas Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311427/original/062984000_1785402287-6203c89e-1bf0-4d8d-9c5d-1bf59675f2cf.jpg)
Kelembapan merupakan penyebab utama munculnya bau apek pada sepatu. Setelah dipakai, terutama ketika kaki berkeringat atau sepatu terkena air hujan, bagian dalam sepatu sering kali masih menyimpan uap air yang tidak terlihat. Kondisi inilah yang memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengeringkan sepatu secara menyeluruh. Lepaskan tali sepatu dan insole apabila memungkinkan agar sirkulasi udara menjangkau seluruh bagian dalam. Letakkan sepatu di tempat teduh yang memiliki aliran udara baik sehingga proses pengeringan berlangsung lebih optimal.
Hindari menjemur sepatu terlalu lama di bawah sinar matahari langsung. Paparan panas berlebihan dapat merusak lem, mengubah bentuk material, dan memudarkan warna sepatu. Pengeringan alami dengan sirkulasi udara yang baik jauh lebih aman untuk menjaga kualitas sepatu.
Advertisement
2. Gunakan Baking Soda sebagai Penyerap Bau
Baking soda dikenal sebagai bahan alami yang efektif menyerap bau sekaligus kelembapan. Sifatnya yang mampu menetralkan senyawa penyebab aroma tidak sedap membuat bahan ini sering dimanfaatkan untuk membersihkan berbagai perlengkapan rumah tangga, termasuk sepatu.
Taburkan satu hingga dua sendok makan baking soda ke dalam setiap sepatu. Pastikan bubuk tersebar merata pada bagian dalam agar proses penyerapan berlangsung maksimal. Diamkan semalaman sehingga baking soda memiliki waktu cukup untuk bekerja.
Keesokan harinya, keluarkan seluruh bubuk sebelum sepatu digunakan kembali. Cara sederhana ini dapat dilakukan secara berkala, terutama setelah sepatu digunakan dalam waktu lama atau saat musim hujan ketika tingkat kelembapan udara meningkat.
3. Bersihkan Insole Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311428/original/029280800_1785402289-Insole_Direndam_Air_Sabun.jpg)
Bagian insole menjadi tempat yang paling sering bersentuhan dengan telapak kaki sehingga menyerap banyak keringat setiap hari. Jika tidak dibersihkan secara rutin, bakteri akan berkembang dan menghasilkan aroma apek yang menetap di dalam sepatu.
Apabila insole dapat dilepas, cucilah menggunakan air hangat dan sabun lembut. Gosok perlahan hingga kotoran terangkat, kemudian bilas sampai bersih agar tidak ada sisa sabun yang tertinggal pada permukaannya.
Pastikan insole benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Memasang insole dalam kondisi masih lembap justru dapat memicu pertumbuhan jamur sehingga bau apek kembali muncul dalam waktu singkat.
Advertisement
4. Manfaatkan Silica Gel untuk Menyerap Kelembapan
Silica gel sering ditemukan di dalam kemasan produk elektronik maupun tas. Bahan ini memiliki kemampuan menyerap kelembapan udara sehingga sangat membantu menjaga kondisi bagian dalam sepatu tetap kering.
Masukkan beberapa kantong silica gel ke dalam sepatu setelah selesai digunakan. Biarkan selama semalaman atau ketika sepatu sedang disimpan agar kelembapan berlebih dapat terserap secara perlahan.
Cara ini sangat efektif diterapkan pada musim hujan atau bagi pemilik sepatu yang jarang digunakan. Dengan kelembapan yang lebih terkendali, risiko munculnya bau apek dapat berkurang secara signifikan.
5. Semprotkan Larutan Cuka Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311429/original/035870000_1785402289-cfa55082-7bb0-4ec7-a974-c73deea0fc2b.jpg)
Cuka putih memiliki sifat antimikroba yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau. Penggunaannya cukup populer sebagai alternatif pembersih alami untuk berbagai perlengkapan rumah tangga.
Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan satu banding satu, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan tipis pada bagian dalam sepatu tanpa membuat material terlalu basah.
Biarkan sepatu mengering secara alami sebelum digunakan kembali. Aroma cuka memang cukup kuat pada awalnya, tetapi akan menghilang setelah mengering dan digantikan kondisi sepatu yang terasa lebih segar.
Advertisement
6. Letakkan Arang Aktif di Dalam Sepatu
Arang aktif atau activated charcoal memiliki pori-pori yang mampu menyerap bau serta kelembapan secara efektif. Karena kemampuannya tersebut, bahan ini banyak digunakan sebagai penyerap bau di berbagai ruangan maupun kendaraan.
Masukkan kantong kecil berisi arang aktif ke dalam sepatu ketika tidak digunakan. Diamkan selama beberapa jam atau semalaman agar proses penyerapan berlangsung optimal.
Selain membantu menghilangkan bau, arang aktif juga mengurangi kelembapan yang menjadi pemicu utama berkembangnya bakteri dan jamur pada bagian dalam sepatu.
7. Gunakan Kertas Koran sebagai Penyerap Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311430/original/041751600_1785402289-26e9d99e-9348-4f52-b378-52e6572e45c1.jpg)
Kertas koran memiliki daya serap yang cukup baik terhadap kelembapan. Meski sederhana, cara ini masih efektif digunakan untuk membantu mengeringkan bagian dalam sepatu setelah terkena hujan atau dicuci.
Remas beberapa lembar koran kemudian masukkan hingga memenuhi rongga sepatu. Biarkan selama beberapa jam agar air dan kelembapan terserap oleh serat kertas.
Apabila koran sudah terasa lembap, gantilah dengan lembar baru hingga bagian dalam sepatu benar-benar kering. Langkah ini membantu mencegah bau apek berkembang lebih lanjut.
Advertisement
8. Cuci Sepatu Sesuai Jenis Bahannya
Tidak semua bau dapat diatasi hanya dengan mengeringkan sepatu. Jika kotoran dan keringat sudah menumpuk dalam waktu lama, pencucian menyeluruh menjadi solusi yang lebih efektif.
Gunakan metode pencucian sesuai bahan sepatu. Sepatu berbahan kanvas umumnya aman dicuci menggunakan sabun lembut, sedangkan sepatu kulit memerlukan cairan pembersih khusus agar tidak merusak permukaannya.
Setelah dicuci, keringkan sepatu hingga benar-benar bebas air sebelum digunakan kembali. Jangan menyimpan sepatu dalam kondisi setengah kering karena bau apek dapat muncul kembali.
9. Gunakan Semprotan Antibakteri Khusus Sepatu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311431/original/047797300_1785402289-aefe2311-ee5f-412f-9949-81cf51ac3371.jpg)
Berbagai produk semprotan khusus sepatu kini tersedia untuk membantu membunuh bakteri penyebab bau. Produk semacam ini berbeda dengan pewangi biasa karena bekerja langsung pada sumber masalah.
Semprotkan produk sesuai petunjuk penggunaan setelah sepatu selesai dipakai. Pastikan cairan menjangkau bagian dalam sepatu tanpa membuat material terlalu basah.
Penggunaan secara rutin dapat membantu menjaga kondisi sepatu tetap higienis sekaligus mengurangi risiko munculnya aroma kurang sedap setelah digunakan beraktivitas seharian.
Advertisement
10. Perbaiki Cara Menyimpan Sepatu
Cara penyimpanan sering kali menjadi penyebab bau apek yang tidak disadari. Menyimpan sepatu di tempat tertutup tanpa sirkulasi udara membuat kelembapan terperangkap dalam waktu lama.
Gunakan rak terbuka atau lemari yang memiliki ventilasi agar udara dapat mengalir dengan baik. Jika menggunakan kotak penyimpanan, tambahkan silica gel atau penyerap kelembapan lainnya.
Pastikan sepatu selalu dalam kondisi kering sebelum disimpan. Kebiasaan sederhana ini mampu mengurangi risiko pertumbuhan jamur sekaligus memperpanjang usia pakai sepatu.
Cara Mencegah Bau Apek pada Sepatu agar Tidak Mudah Kembali
Menghilangkan bau memang penting, tetapi mencegahnya jauh lebih efektif. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu menjaga sepatu tetap bersih, kering, dan bebas bau meski digunakan setiap hari.
- Gunakan Kaus Kaki Bersih: Kaus kaki yang bersih membantu menyerap keringat sehingga kelembapan pada bagian dalam sepatu berkurang dan pertumbuhan bakteri penyebab bau dapat diminimalkan.
- Jangan Memakai Sepatu yang Sama Setiap Hari: Berikan waktu setidaknya satu hari agar sepatu benar-benar kering sebelum digunakan kembali sehingga kelembapan tidak terus menumpuk.
- Segera Keringkan Setelah Terkena Hujan: Jangan membiarkan sepatu basah terlalu lama karena kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang.
- Bersihkan Bagian Dalam Sepatu secara Berkala: Membersihkan insole dan lapisan dalam membantu mengurangi penumpukan keringat, debu, serta bakteri yang menjadi penyebab utama bau.
- Simpan di Tempat Bersirkulasi Udara Baik: Hindari menyimpan sepatu pada area yang lembap atau tertutup rapat agar udara tetap mengalir dan kelembapan tidak terjebak.
- Ganti Insole jika Sudah Aus: Insole yang sudah terlalu lama digunakan lebih sulit dibersihkan sehingga menggantinya dapat membantu mengurangi bau membandel.
Advertisement
Pertanyaan yang Sering Dicari Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek pada Sepatu
1. Apa penyebab utama bau apek pada sepatu?
Bau apek umumnya disebabkan oleh kelembapan akibat keringat, air hujan, serta pertumbuhan bakteri dan jamur pada bagian dalam sepatu.
2. Apakah baking soda benar-benar bisa menghilangkan bau sepatu?
Ya. Baking soda membantu menyerap kelembapan sekaligus menetralkan bau sehingga efektif digunakan sebagai solusi rumahan.
3. Berapa lama sepatu harus dijemur agar bau hilang?
Tidak ada waktu pasti. Yang terpenting adalah memastikan bagian dalam sepatu benar-benar kering sebelum digunakan atau disimpan kembali.
4. Apakah menyemprot parfum ke dalam sepatu dapat menghilangkan bau?
Tidak sepenuhnya. Parfum hanya menutupi aroma sementara, sedangkan sumber bau berupa bakteri dan kelembapan tetap harus diatasi.
5. Bagaimana cara mencegah bau apek muncul kembali?
Gunakan kaus kaki bersih, keringkan sepatu setelah dipakai, simpan di tempat berventilasi baik, dan hindari memakai sepatu yang sama setiap hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346802/original/063133700_1757650216-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__68_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362936/original/004760500_1758877364-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311426/original/055687500_1785402287-2150991569.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304787/original/033007000_1784770907-ChatGPT_Image_Jul_23__2026__08_33_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288646/original/037156400_1783328819-WhatsApp_Image_2026-07-06_at_00.18.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288168/original/082596400_1783306544-cropped-62e1c5ab-52f6-4214-a3d4-05884ea56c87.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618159/original/099043100_1782606638-AP26174599839942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263806/original/081132800_1782015144-DSC04934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263774/original/069400600_1782010535-063_2282237261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292913/original/058001100_1753269865-1000071141.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7665362/original/039200100_1780459167-IMG-20260603-WA0016.jpg)