10 Tanda Seseorang Memiliki Empati Rendah yang Sering Tidak Disadari, Ini Cara Menyikapinya

Dalam kehidupan sehari-hari, empati berperan penting dalam membangun hubungan yang sehat, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, maupun tempat kerja.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Empati menjadi salah satu kemampuan sosial penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui empati, seseorang mampu memahami perasaan, sudut pandang, maupun pengalaman orang lain sehingga hubungan antarmanusia dapat terjalin lebih harmonis. Di sisi lain, tanda seseorang memiliki empati rendah sering kali tidak langsung disadari, baik oleh pelakunya maupun orang-orang di sekitarnya.

Dalam psikologi, kemampuan berempati memengaruhi cara seseorang merespons berbagai situasi emosional. Orang berempati tinggi umumnya lebih mudah memberi dukungan, mendengarkan keluh kesah, lalu menghargai perasaan orang lain. Sebaliknya, tanda seseorang memiliki empati rendah bisa terlihat melalui pola perilaku tertentu saat berinteraksi di lingkungan keluarga, pertemanan, atau tempat kerja.

Empati bukan sekadar rasa iba, melainkan kemampuan mengenali emosi orang lain lalu memberikan respons secara tepat. Tingkat empati setiap individu dapat berbeda, dipengaruhi pengalaman hidup, pola pengasuhan, maupun proses belajar sepanjang kehidupan. Oleh sebab itu, memahami tanda seseorang memiliki empati rendah dapat membantu siapa pun membangun komunikasi lebih efektif serta mengurangi potensi konflik.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (28/7/2026).

Tanda-Tanda Seseorang Memiliki Empati Rendah

1. Sulit Memahami Perasaan Orang Lain

Salah satu tanda seseorang memiliki empati rendah adalah kesulitan memahami emosi orang lain. Saat melihat teman, pasangan, atau anggota keluarga merasa sedih, kecewa, atau marah, ia mungkin tidak menyadari perubahan tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap perasaan itu sebagai sesuatu yang berlebihan. Akibatnya, orang di sekitarnya merasa kurang dipahami dan enggan menceritakan masalah pribadi.

2. Cenderung Mengabaikan Masalah Orang Lain

Orang dengan empati rendah biasanya tidak tertarik mendengarkan cerita atau keluhan orang lain dalam waktu lama. Saat seseorang sedang mencurahkan isi hati, ia lebih memilih mengalihkan pembicaraan atau memberikan tanggapan singkat tanpa menunjukkan kepedulian. Sikap ini dapat membuat lawan bicara merasa diabaikan sehingga hubungan menjadi kurang dekat.

3. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri

Memikirkan kebutuhan pribadi merupakan hal yang normal. Akan tetapi, jika seseorang hampir selalu mengutamakan kepentingannya tanpa mempertimbangkan perasaan maupun kebutuhan orang lain, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu ciri rendahnya empati. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku ini sering terlihat saat mengambil keputusan hanya berdasarkan keuntungan pribadi.

4. Mudah Menghakimi

Alih-alih mencoba memahami latar belakang suatu tindakan, orang yang memiliki empati rendah cenderung cepat memberikan penilaian. Mereka lebih mudah melontarkan kritik daripada mencari tahu alasan di balik perilaku seseorang. Misalnya, mereka langsung menyebut orang lain terlalu sensitif tanpa memahami situasi atau tekanan yang sedang dihadapi.

5. Kurang Peka terhadap Bahasa Tubuh

Empati tidak hanya terlihat dari kemampuan mendengarkan kata-kata, tetapi juga membaca ekspresi wajah, kontak mata, nada suara, maupun gerak tubuh. Seseorang dengan empati rendah sering kali gagal menangkap isyarat nonverbal tersebut. Akibatnya, ia tidak menyadari bahwa lawan bicara sedang merasa sedih, cemas, atau membutuhkan dukungan.

 

6. Jarang Memberikan Dukungan Emosional

Ketika orang terdekat sedang mengalami masalah, seseorang yang memiliki empati rendah mungkin kesulitan memberikan penghiburan. Responsnya cenderung singkat, datar, atau langsung menawarkan solusi tanpa terlebih dahulu mengakui perasaan lawan bicara. Padahal, dalam banyak situasi, seseorang lebih membutuhkan rasa dipahami sebelum menerima saran.

7. Sulit Meminta Maaf

Mengakui kesalahan membutuhkan kemampuan memahami dampak perilaku terhadap orang lain. Orang dengan empati rendah sering kali merasa tindakannya tidak menimbulkan masalah sehingga enggan meminta maaf. Bahkan jika akhirnya meminta maaf, ungkapan tersebut terkadang terasa kurang tulus atau hanya dilakukan untuk mengakhiri perdebatan.

8. Tidak Suka Mendengarkan

Mendengarkan secara aktif merupakan bagian penting dari empati. Sebaliknya, orang dengan empati rendah lebih sering memotong pembicaraan, mendominasi diskusi, atau sibuk menyiapkan jawaban sebelum lawan bicara selesai berbicara. Kebiasaan ini membuat komunikasi menjadi kurang efektif dan dapat memicu kesalahpahaman.

9. Menganggap Emosi sebagai Kelemahan

Sebagian orang percaya bahwa menunjukkan kesedihan, menangis, atau mengungkapkan perasaan merupakan tanda kelemahan. Pandangan tersebut dapat membuat mereka sulit menerima ekspresi emosi orang lain. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru meminta orang lain berhenti mengeluh atau bersikap lebih kuat tanpa memahami kondisi yang sedang dialami.

10. Sering Menimbulkan Konflik dalam Hubungan

Kurangnya kemampuan memahami sudut pandang orang lain membuat komunikasi lebih mudah mengalami hambatan. Kesalahpahaman pun lebih sering terjadi, baik dalam hubungan keluarga, pertemanan, percintaan, maupun lingkungan kerja. Jika tidak disadari, pola ini dapat mengurangi kepercayaan, menimbulkan jarak emosional, bahkan memicu konflik yang berulang.

Penyebab dan Cara Menyikapinya

Tidak ada satu penyebab tunggal yang membuat seseorang memiliki empati rendah. Beberapa faktor yang dapat berperan antara lain:

  • Pola asuh dan lingkungan saat tumbuh.
  • Pengalaman traumatis atau stres berkepanjangan.
  • Kelelahan emosional (burnout).
  • Kurangnya pengalaman berinteraksi dengan beragam orang.
  • Kondisi kesehatan mental tertentu yang dapat memengaruhi kemampuan memahami emosi orang lain.

Penting untuk diingat bahwa hanya tenaga profesional yang dapat melakukan penilaian psikologis secara menyeluruh. Tanda-tanda di atas tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi tertentu.

Cara Menyikapi Orang dengan Empati Rendah

Berinteraksi dengan orang yang kurang berempati memang bisa menjadi tantangan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Jangan berharap mereka selalu memahami isyarat atau kode. Komunikasi yang langsung dan sopan sering kali lebih efektif.

2. Jika perilaku mereka membuat Anda tidak nyaman, sampaikan batasan dengan tegas namun tetap menghormati.

3. Menanggapi sikap yang kurang peka dengan kemarahan biasanya justru memperburuk situasi.

4. Mendengarkan dengan penuh perhatian dan menghargai perasaan orang lain dapat menjadi contoh positif dalam interaksi sehari-hari.

5. Jika kurangnya empati menyebabkan konflik berkepanjangan dalam hubungan atau mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi pilihan yang bermanfaat.

 

Pertanyaan Umum Seputar Tanda Seseorang Memiliki Empati Rendah

Apa yang dimaksud dengan empati rendah?

Empati rendah adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan memahami, merasakan, atau merespons emosi orang lain secara tepat. Hal ini dapat memengaruhi kualitas komunikasi dan hubungan sosial.

Apa saja tanda seseorang memiliki empati rendah?

Beberapa tanda meliputi sulit memahami perasaan orang lain, mudah menghakimi, kurang mendengarkan, lebih fokus pada kepentingan pribadi, hingga jarang memberikan dukungan emosional.

Apakah orang yang memiliki empati rendah selalu bersikap jahat?

Tidak. Empati rendah tidak selalu menunjukkan niat buruk. Sebagian orang mungkin belum terbiasa memahami emosi orang lain atau sedang mengalami tekanan tertentu.

Apakah empati rendah sama dengan tidak peduli?

Tidak selalu. Ada orang yang sebenarnya peduli, tetapi kesulitan mengekspresikan perhatian atau memahami kebutuhan emosional orang lain.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6