13 Ternak Rumahan Modal Receh untuk IRT yang Bisa Mengurangi Uang Belanja Harian

Ternak rumahan modal receh untuk IRT yang bisa mengurangi uang belanja harian, mulai dari unggas hingga serangga.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ternak rumahan modal receh untuk IRT yang bisa mengurangi uang belanja harian menjadi pilihan usaha yang menarik karena dapat dimulai dengan biaya terjangkau dan perawatan yang relatif mudah. Selain produktif, kegiatan ini juga berpotensi membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Banyak jenis hewan yang cocok dipelihara di lingkungan rumah dengan lahan terbatas. Melalui ternak rumahan modal receh untuk IRT yang bisa mengurangi uang belanja harian, pengeluaran dapur dapat lebih hemat sekaligus membuka peluang mendapatkan tambahan pemasukan.

Saat ini, semakin banyak ibu rumah tangga yang tertarik mencoba usaha peternakan skala kecil. Berbagai ternak rumahan modal receh untuk IRT yang bisa mengurangi uang belanja harian dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan sumber penghasilan dari rumah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ternak rumahan modal receh untuk IRT yang bisa mengurangi uang belanja harian, Jumat (12/6/2026).

1. Ayam Kampung

Ayam kampung menjadi salah satu ternak rumahan yang paling mudah dijalankan oleh ibu rumah tangga. Selain dapat menghasilkan telur dan daging untuk konsumsi keluarga, ayam kampung juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Biaya pakannya relatif hemat karena dapat memanfaatkan dedak, hijauan, hingga sisa makanan rumah tangga. Dengan beternak ayam kampung, kebutuhan protein keluarga dapat terpenuhi tanpa harus sering membeli di pasar.

2. Bebek Petelur

Bebek petelur dikenal memiliki produktivitas telur yang tinggi. Telurnya bisa dimanfaatkan sebagai lauk sehari-hari atau dijual untuk menambah penghasilan.

Harga telur bebek umumnya lebih tinggi dibandingkan telur ayam, sehingga usaha ini cukup menjanjikan meskipun dimulai dalam skala kecil.

3. Burung Puyuh

Burung puyuh cocok diternakkan di lahan sempit karena ukuran tubuhnya kecil dan tidak membutuhkan kandang yang besar. Puyuh mulai bertelur pada usia sekitar 40–45 hari sehingga hasilnya bisa dinikmati dalam waktu relatif singkat. Telur puyuh dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk menambah pemasukan keluarga.

4. Burung Merpati

Merpati pedaging atau squab memiliki siklus reproduksi yang cukup cepat. Perawatannya sederhana dan tidak membutuhkan kandang yang rumit. Daging merpati memiliki cita rasa khas serta kandungan gizi yang baik sehingga dapat menjadi alternatif sumber protein bagi keluarga.

5. Ikan Lele

Lele merupakan salah satu ikan yang paling populer untuk budidaya rumahan. Ikan ini dapat dipelihara menggunakan kolam terpal, bak plastik, bahkan ember besar. Pertumbuhannya cepat dan biaya pakannya relatif terjangkau, sehingga cocok bagi ibu rumah tangga yang ingin menghemat pengeluaran untuk lauk harian.

6. Ikan Nila

Ikan nila mudah dipelihara dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Budidayanya dapat dilakukan di kolam terpal atau kolam sederhana di halaman rumah. Selain menjadi sumber protein sehat untuk keluarga, ikan nila juga memiliki permintaan pasar yang cukup stabil.

7. Belut

Belut dapat dibudidayakan menggunakan drum bekas, kolam semen kecil, atau wadah sederhana lainnya. Hewan ini tidak membutuhkan lahan yang luas dan memiliki nilai jual yang cukup baik. Selain untuk dijual, belut juga bisa menjadi pilihan lauk bergizi bagi keluarga.

8. Cacing Sutra

Budidaya cacing sutra dapat dilakukan dalam wadah kecil dengan media lumpur atau kompos. Modal yang dibutuhkan relatif rendah, sementara permintaannya cukup tinggi sebagai pakan alami untuk benih ikan. Usaha ini cocok dijalankan sebagai sumber penghasilan tambahan dari rumah.

9. Kelinci

Kelinci bisa diternakkan dengan kandang sederhana dan beberapa ekor indukan. Selain dapat dijual sebagai hewan peliharaan, daging kelinci juga memiliki nilai ekonomi dan dikenal rendah lemak. Menariknya, kotoran kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman.

10. Jangkrik

Jangkrik merupakan ternak yang membutuhkan modal kecil dan tidak memerlukan lahan luas. Budidayanya dapat dilakukan di dalam kotak atau kandang sederhana. Permintaan pasar terhadap jangkrik cukup tinggi karena banyak digunakan sebagai pakan burung, ikan, dan reptil.

11. Ulat Hongkong

Ulat Hongkong termasuk usaha ternak rumahan yang mudah dijalankan. Hewan ini dapat dibudidayakan dalam wadah plastik dengan pakan sederhana seperti dedak atau ampas tahu. Pasarnya cukup luas karena banyak dicari sebagai pakan burung kicau dan ikan hias.

12. Maggot Black Soldier Fly (BSF)

Maggot BSF menjadi pilihan menarik karena dapat mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pakan berprotein tinggi. Selain membantu mengurangi sampah dapur, maggot juga bisa digunakan sebagai pakan alternatif untuk ayam, bebek, dan ikan sehingga mampu menekan biaya pemeliharaan ternak lainnya.

13. Kroto

Kroto atau telur semut rangrang memiliki nilai jual yang tinggi karena banyak dibutuhkan sebagai pakan burung kicau. Budidayanya dapat dilakukan menggunakan toples atau wadah sederhana di dalam rumah. Dengan modal yang relatif kecil, ternak kroto berpotensi memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Pertanyaan Seputar Ternak Rumahan Modal Receh 

Apa manfaat utama ternak rumahan bagi Ibu Rumah Tangga?

Manfaat utama ternak rumahan bagi Ibu Rumah Tangga (IRT) adalah mengurangi pengeluaran belanja harian untuk kebutuhan protein dan makanan, serta berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan dari penjualan hasil ternak.

Jenis ternak apa saja yang cocok untuk lahan terbatas?

Beberapa jenis ternak yang cocok untuk lahan terbatas antara lain burung puyuh yang ukurannya kecil, budidaya ikan lele dan nila di kolam terpal atau ember, belut di drum bekas, serta cacing sutra, ulat hongkong, jangkrik, dan kroto yang bisa dipelihara di wadah kecil atau toples.

Bagaimana ternak ayam kampung dapat menekan biaya pakan?

Ayam kampung dapat menekan biaya pakan karena memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mampu memanfaatkan pakan alami seperti sisa makanan rumah tangga, dedak, atau hijauan.

Selain daging dan telur, apa manfaat lain dari beternak kelinci?

Selain dagingnya yang rendah kolesterol dan bisa menjadi variasi menu, kotoran kelinci juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Mengapa maggot BSF dianggap efisien untuk budidaya rumahan?

Maggot BSF dianggap efisien karena dapat mengurai limbah organik rumah tangga seperti sisa makanan atau sayuran busuk menjadi biomassa maggot yang kaya protein. Maggot ini kemudian dapat digunakan sebagai pakan alternatif untuk ternak lain atau dijual.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6