Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat tempat penetasan benih lele dari galon bekas menjadi solusi praktis bagi pembudidaya yang ingin menekan biaya pembuatan alat penetasan tanpa mengurangi fungsinya. Dengan memanfaatkan galon air mineral bekas berkapasitas 19 liter, siapa pun dapat membuat wadah penetasan sederhana yang tetap mampu menjaga sirkulasi air dan suplai oksigen bagi telur lele.
Tempat penetasan dari galon bekas banyak dipilih karena bahan-bahannya mudah diperoleh, proses pembuatannya tidak rumit, dan dapat digunakan berulang kali. Selain menghemat biaya, pemanfaatan galon bekas juga menjadi salah satu bentuk daur ulang limbah plastik yang masih layak pakai sehingga lebih ramah lingkungan.
Menurut berbagai panduan budidaya dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), wadah penetasan yang baik harus mampu menjaga kualitas air, memiliki aerasi yang cukup, mudah dibersihkan, serta memudahkan proses pemindahan telur hasil pemijahan. Karena itu, desain galon bekas perlu dimodifikasi agar memenuhi fungsi-fungsi tersebut. Lantas, seperti apa cara membuat penetasan benih lele dari galon bekas ini? Dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (31/7), berikut ulasannya.Â
Advertisement
1. Pilih Galon Bekas yang Masih Tebal dan Layak Pakai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311780/original/051995100_1785459877-1.jpg)
Tahapan pertama dalam cara membuat tempat penetasan benih lele dari galon bekas adalah memilih galon yang kondisinya masih bagus. Sebaiknya gunakan galon berbahan polikarbonat atau PET yang tidak retak, tidak bocor, dan tidak berubah bentuk akibat panas. Hindari menggunakan galon yang pernah dipakai menyimpan cairan selain air minum karena dikhawatirkan masih menyisakan residu yang berbahaya bagi telur ikan.
Sebelum mulai dipotong, galon harus dicuci menggunakan sabun lembut, kemudian dibilas berulang kali hingga benar-benar bersih. Setelah itu, rendam menggunakan air bersih beberapa jam dan jemur sampai kering. Proses pembersihan ini penting agar bagian dalam galon bebas dari lumut, bau, maupun kotoran yang dapat mengganggu kualitas air penetasan.
Advertisement
2. Tentukan Posisi Bukaan Galon Sebelum Dipotong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311781/original/055958600_1785459877-2.jpg)
Langkah berikutnya adalah menentukan bagian galon yang akan dibuka sebagai akses utama. Umumnya bagian samping galon dipilih karena memudahkan memasukkan media penempel telur sekaligus memudahkan proses pembersihan setelah digunakan. Sebelum memotong, buat terlebih dahulu pola menggunakan spidol agar hasilnya lebih presisi.
Potong mengikuti garis menggunakan cutter yang tajam atau gerinda mini dengan kecepatan rendah. Sisakan bingkai sekitar 3–5 sentimeter di setiap sisi supaya struktur galon tetap kuat ketika terisi air. Setelah selesai dipotong, haluskan seluruh bagian tepi menggunakan amplas agar tidak tajam dan aman saat digunakan.
3. Buat Lubang Aerasi dan Saluran Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311782/original/060178100_1785459877-3.jpg)
Setelah bukaan selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah menambahkan beberapa lubang yang berfungsi sebagai jalur aerasi dan saluran air. Lubang aerasi biasanya dibuat pada bagian tutup galon atau sisi atas sehingga selang aerator dapat masuk tanpa mengganggu posisi media penetasan.
Selain itu, buat satu lubang kecil di bagian bawah samping galon untuk dipasang keran mini atau selang pembuangan. Saluran ini akan memudahkan penggantian air tanpa harus mengangkat seluruh wadah. Jika tidak menggunakan keran, lubang dapat ditutup menggunakan karet penutup yang mudah dibuka saat diperlukan.
Advertisement
4. Pasang Dudukan agar Galon Tetap Stabil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311783/original/064032600_1785459877-4.jpg)
Galon yang sudah dimodifikasi sebaiknya tidak langsung diletakkan di lantai karena posisi tersebut menyulitkan proses pengurasan air. Oleh sebab itu, buat dudukan sederhana menggunakan rangka kayu, besi ringan, atau susunan bata agar galon berada pada posisi yang lebih tinggi dan stabil.
Dudukan juga membantu mengurangi risiko galon terguling ketika penuh berisi air. Pastikan permukaannya rata dan mampu menopang berat galon yang dapat mencapai lebih dari 20 kilogram setelah terisi penuh. Bila perlu, gunakan tali pengikat agar posisi galon tidak bergeser selama digunakan.
5. Buat Tempat Gantung untuk Media Penetasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311784/original/068121200_1785459877-5.jpg)
Agar telur tidak berada di dasar wadah, bagian dalam galon perlu diberi penyangga atau gantungan untuk media penempel telur seperti kakaban atau ijuk. Penyangga ini dapat dibuat menggunakan kawat stainless, pipa PVC kecil, atau batang plastik yang dipasang melintang pada bagian atas galon.
Jarak media dengan dasar galon sebaiknya sekitar 5–10 sentimeter sehingga sirkulasi air dapat berjalan lancar dari bawah ke atas. Posisi ini juga membuat gelembung udara dari aerator menyebar lebih merata ke seluruh bagian media penetasan sehingga oksigen dapat menjangkau semua telur.
Advertisement
6. Rakit Sistem Aerator Sebelum Galon Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311785/original/072748900_1785459877-6.jpg)
Sebelum tempat penetasan diisi air, rangkai terlebih dahulu sistem aerasi. Sambungkan selang ke aerator, kemudian pasang batu aerasi di bagian dasar galon menggunakan pemberat agar posisinya tidak berpindah. Pastikan panjang selang cukup sehingga tidak tertarik saat aerator dinyalakan.
Nyalakan aerator beberapa menit untuk memastikan gelembung udara keluar secara merata. Bila gelembung terlalu besar atau terlalu kuat, gunakan katup pengatur udara agar aliran oksigen menjadi lebih halus. Aerasi yang stabil akan membantu menjaga kualitas air sekaligus mencegah telur kekurangan oksigen.
7. Uji Coba Wadah Sebelum Dipakai Menetaskan Telur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311786/original/077328200_1785459877-7.jpg)
Tahap terakhir dalam cara membuat tempat penetasan benih lele dari galon bekas adalah melakukan pengujian. Isi galon dengan air hingga ketinggian yang diinginkan, kemudian nyalakan aerator selama beberapa jam. Perhatikan apakah terdapat kebocoran pada sambungan keran, lubang aerasi, maupun bagian galon yang telah dipotong.
Jika seluruh bagian berfungsi dengan baik, kosongkan kembali air, bersihkan sisa serpihan plastik, lalu isi ulang menggunakan air yang sudah diendapkan. Tempat penetasan kini siap digunakan untuk memindahkan media yang berisi telur lele hasil pemijahan. Dengan pengujian sederhana ini, risiko kebocoran atau kerusakan saat proses penetasan berlangsung dapat diminimalkan.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Tempat Penetasan Benih Lele dari Galon Bekas
1. Galon bekas ukuran berapa yang paling ideal? Galon air mineral berkapasitas sekitar 19 liter.
2. Apakah galon harus dipotong seluruh bagian atasnya? Tidak. Cukup buat bukaan pada salah satu sisi agar struktur galon tetap kuat.
3. Mengapa perlu memasang dudukan galon? Agar lebih stabil dan memudahkan pengurasan air.
4. Bisakah tanpa memasang keran pembuangan? Bisa, tetapi penggantian air akan lebih sulit karena harus disedot atau diangkat.
5. Apakah tempat penetasan ini bisa digunakan berulang kali? Ya, selama dibersihkan dan disimpan dengan baik setelah digunakan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311330/original/051013700_1785399316-Screenshot_2026-07-30_144448.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455556/original/058687200_1766711056-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-26T080132.246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311779/original/024390100_1785459732-b7cf5523-cfeb-41eb-9938-b5bece3ed24c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258681/original/020989400_1781401152-17859304121363832934.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067830/original/010791000_1780912569-kolam_lele.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8039105/original/019591800_1780881236-14836773146139845770.jpeg)