Barang Dapur Sumber Mikroplastik yang Sering Tak Disadari, Waspadai dari Sekarang

Kenali berbagai barang dapur sumber mikroplastik yang sering digunakan sehari-hari agar Anda bisa mengurangi risiko paparan plastik berbahaya di rumah.

Diterbitkan 15 Februari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Barang dapur sumber mikroplastik ternyata lebih dekat dari yang kita kira dan sering digunakan setiap hari tanpa disadari. Aktivitas sederhana seperti memasak, mencuci piring, hingga menyimpan makanan bisa menjadi celah masuknya partikel plastik berukuran sangat kecil ke dalam tubuh. Mikroplastik ini berukuran kurang dari 5 milimeter dan dapat bercampur dengan makanan maupun minuman.

Paparan mikroplastik dalam jangka panjang dikhawatirkan berdampak pada kesehatan karena partikel ini sulit terurai dan bisa terakumulasi di dalam tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan mikroplastik telah ditemukan dalam air minum, makanan laut, bahkan garam dapur.

Dapur menjadi salah satu area yang paling sering bersentuhan dengan plastik. Mulai dari peralatan masak hingga perlengkapan pembersih, banyak barang yang berpotensi melepaskan partikel plastik mikro. Berikut Liputan6 memberikan informasi tentang barang dapur yang patut diwaspadai serta cara sederhana untuk meminimalkan risikonya. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Kamis (12/2/2026).

1. Talenan Plastik yang Tergores

Talenan plastik menjadi salah satu barang dapur sumber mikroplastik yang paling umum. Setiap kali pisau menggores permukaannya, serpihan plastik sangat kecil bisa terlepas. Partikel tersebut berpotensi menempel pada bahan makanan yang sedang dipotong.

Semakin sering digunakan dan semakin dalam goresannya, semakin besar kemungkinan talenan melepaskan mikroplastik. Talenan yang sudah tampak kusam dan penuh bekas sayatan sebaiknya segera diganti. Penggunaan pisau tajam juga dapat mempercepat terbentuknya serpihan halus.

Sebagai alternatif, Anda bisa mempertimbangkan talenan kayu atau bambu yang lebih ramah lingkungan. Selain lebih tahan lama, bahan alami cenderung tidak menghasilkan partikel plastik. Perawatan rutin seperti mencuci dan mengeringkan dengan benar juga penting untuk menjaga kebersihannya.

2. Spons Cuci Piring Berbahan Sintetis

Spons cuci piring umumnya terbuat dari bahan sintetis seperti poliuretan. Saat digosokkan ke permukaan kasar, serat halusnya bisa terurai dan terlepas menjadi partikel mikroplastik. Partikel tersebut kemudian ikut terbawa air limbah.

Meski ukurannya sangat kecil, mikroplastik dari spons bisa mencemari saluran air dan lingkungan. Penggunaan spons dalam jangka panjang juga membuatnya lebih mudah rapuh dan hancur. Banyak orang jarang menyadari bahwa spons lama lebih berisiko melepaskan serpihan plastik.

Sebagai solusi, Anda bisa mengganti spons sintetis dengan sabut kelapa atau sikat berbahan alami. Selain lebih ramah lingkungan, bahan ini cenderung lebih tahan lama. Mengganti spons secara rutin juga membantu mengurangi risiko pelepasan mikroplastik.

3. Wadah Makanan Plastik yang Terpapar Panas

Wadah makanan plastik sering digunakan untuk menyimpan dan memanaskan makanan. Padahal, paparan suhu tinggi dapat mempercepat pelepasan partikel mikroplastik. Apalagi jika wadah tersebut sudah lama dan mulai berubah warna.

Memanaskan makanan langsung dalam wadah plastik di microwave bisa meningkatkan risiko kontaminasi. Beberapa jenis plastik memang diklaim tahan panas, tetapi tetap berpotensi mengalami degradasi. Retakan kecil yang tidak terlihat juga bisa menjadi sumber serpihan plastik.

Sebaiknya gunakan wadah berbahan kaca atau stainless steel untuk menyimpan makanan panas. Jika terpaksa memakai plastik, pastikan berlabel food grade dan bebas BPA. Hindari menggunakan wadah yang sudah retak atau berubah bentuk.

4. Kantong Teh dan Saringan Plastik

Sebagian kantong teh modern ternyata mengandung plastik untuk memperkuat strukturnya. Saat diseduh dengan air panas, kantong tersebut dapat melepaskan partikel mikroplastik ke dalam minuman. Hal ini jarang disadari oleh pecinta teh.

Selain kantong teh, saringan berbahan plastik juga berisiko melepaskan serpihan kecil saat terkena panas. Air mendidih mempercepat proses pelapukan material sintetis. Akibatnya, partikel mikroplastik bisa ikut tertelan bersama minuman.

Alternatif yang lebih aman adalah menggunakan teh daun lepas dengan saringan stainless steel. Selain lebih tahan panas, bahan logam tidak mudah terurai menjadi partikel mikroplastik. Cara ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang.

5. Botol Minum dan Galon Isi Ulang

Botol minum plastik yang digunakan berulang kali dapat menjadi barang dapur sumber mikroplastik berikutnya. Gesekan, tekanan, dan paparan sinar matahari dapat membuat plastik terdegradasi. Lama-kelamaan, partikel kecil bisa terlepas ke dalam air minum.

Galon isi ulang berbahan plastik juga berpotensi mengalami keausan setelah digunakan berkali-kali. Proses pencucian dan pengisian ulang yang berulang dapat mempercepat kerusakan material. Jika tidak dirawat dengan baik, risiko pelepasan mikroplastik meningkat.

Untuk mengurangi paparan, pertimbangkan menggunakan botol minum stainless steel atau kaca. Pastikan juga galon dalam kondisi baik dan tidak kusam. Menghindari paparan panas langsung dapat membantu memperpanjang usia pakai plastik.

People Also Ask

1. Apa itu mikroplastik?

Jawaban: Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, biasanya kurang dari 5 milimeter, yang berasal dari pecahan plastik lebih besar atau produk sintetis tertentu.

2. Apakah mikroplastik berbahaya bagi kesehatan?

Jawaban: Beberapa penelitian menunjukkan mikroplastik berpotensi berdampak pada kesehatan jika terakumulasi dalam tubuh, meski efek jangka panjangnya masih terus diteliti.

3. Apakah semua peralatan plastik pasti menghasilkan mikroplastik?

Jawaban: Tidak semua, tetapi peralatan plastik yang sering tergores, terkena panas, atau sudah lama digunakan berisiko lebih tinggi melepaskan partikel mikroplastik.

4. Bagaimana cara mengurangi paparan mikroplastik di dapur?

Jawaban: Gunakan bahan alternatif seperti kaca, stainless steel, kayu, atau bambu serta hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik.

5. Apakah mengganti semua peralatan plastik adalah solusi terbaik?

Jawaban: Tidak harus sekaligus, tetapi mengganti secara bertahap dengan bahan yang lebih aman dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik secara signifikan. 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6