Liputan6.com, Jakarta - Organisasi lingkungan Seven Clean Seas mencatat pencapaian signifikan dalam upaya mengatasi pencemaran plastik di laut Indonesia.
Dalam hampir delapan tahun perjalanannya, organisasi yang didirikan oleh Tom Peacock-Nazil tersebut mengaku mengangkat sekitar 10 ton sampah plastik dari lautan setiap hari melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat pesisir.
Tom bercerita, upayanya dalam menjaga lingkungan dari sampah berawal dari sebuah proyek di Bintan, Kepulauan Riau, saat pandemi COVID-19 melanda dan memukul sektor pariwisata.
Advertisement
Tom memulai dengan sebuah proyek di Bintan, Indonesia, Kepulauan Riau. Saat pandemi COVID-19, sektor pariwisata sangat terdampak dan banyak orang kehilangan pekerjaan.
“Kami kemudian menggunakan dana yang telah kami kumpulkan untuk mempekerjakan orang-orang dari sektor perhotelan dan pariwisata untuk membersihkan kawasan konservasi laut,” ujar Tom dalam acara Turn the Tide: Waste to Waves yang diselenggarakan DANA di Pantai Petitenget, Bali, Sabtu (13/6/2026).
Tom menyebut, programnya berhasil berkembang dan kini menjangkau Batam hingga Bali. Di Batam, Seven Clean Seas mempekerjakan sekitar 50 pekerja formal yang beroperasi di tiga komunitas.
“Secara keseluruhan, organisasi ini telah menciptakan lapangan kerja bagi 124 orang dan berhasil mengangkat lebih dari 8 juta kilogram plastik dari lautan,” ungkap Tom.
Laut Penopang Kehidupan Manusia
Menurut Tom, pentingnya menjaga laut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa laut seperti paus, penyu, dan ikan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup manusia.
“Lautan menghasilkan lebih dari 50 persen oksigen di udara yang kita hirup. Lautan sangat tidak terpisahkan dari kesehatan dan kesejahteraan manusia, sehingga kita harus benar-benar fokus untuk melindunginya,” catat Tom.
Tom pun mencoba menggugah kesadaran dengan mendorong Seven Clean Seas untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan pembersihan laut, tetapi juga membangun pendekatan berbasis komunitas yang menggabungkan aspek lingkungan dan sosial ekonomi.
“Banyak komunitas pesisir di Indonesia menghadapi tekanan ekonomi sehingga pengelolaan sampah bukan menjadi prioritas utama. Karena itu, Seven Clean Seas memilih untuk hadir melalui program pemberdayaan masyarakat,” seru Tom.
Seven Clean Seas Berdayakan Masyarakat
Tom mengatakan organisasinya turut mempekerjakan warga secara formal, memberikan edukasi lingkungan di sekolah, bekerja sama dengan pelaku usaha lokal, hingga menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah dari rumah ke rumah.
Salah satu program yang paling dibanggakan, lanjut Tom, adalah mengolah sampah plastik menjadi genteng untuk menggantikan atap asbes di kawasan prasejahtera.
“Kami menemukan hampir semua rumah menggunakan asbes karena udara laut yang asin membuat atap logam cepat berkarat. Padahal asbes sangat berbahaya bagi kesehatan. Kami mengubah plastik yang kami kumpulkan menjadi genteng yang dapat membuat hidup masyarakat lebih sehat,” jelas Tom.
Tom menilai, Bali memiliki hubungan yang sangat erat dengan lautan, baik dari sisi budaya, pariwisata, maupun ekonomi. Ia mengingatkan bahwa pencemaran plastik kini menjadi ancaman serius bagi masa depan pulau wisata tersebut.
“Plastik tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga telah masuk ke dalam rantai makanan manusia melalui konsumsi ikan dan hasil laut lainnya. Plastik telah masuk ke dalam rantai makanan. Ada di dalam ikan, ada di piring Anda, masuk ke dalam tubuh Anda, dan ada masalah kesehatan serius di balik ini,” wanti dia.
Tom menegaskan, persoalan sampah plastik di Bali juga merupakan persoalan ekonomi. Reputasi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia dapat terancam apabila pencemaran lingkungan terus terjadi.
“Bali telah membangun reputasi internasional sebagai surga dunia. Namun surga ini sedang terancam. Setiap hari kita melihat plastik bocor ke sungai, dibakar di pinggir jalan, atau bermuara ke laut. Reputasi Bali sedang dipertaruhkan,” tegas Tom.
Tom meyakini, menjaga laut tetap bersih adalah investasi ekonomi jangka panjang. Sebab, jika tidak dapat melakukannya demi biota laut dan ekosistem, setidaknya lihatlah dari nilai ekonomi dari lautan yang bersih.
“Lautan yang sehat berarti ekonomi yang sehat pula bagi Bali,” ia menandaskan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258830/original/011491900_1781413200-IMG_3403.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296970/original/020664500_1784037178-Jumhur_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3166525/original/099193000_1593520006-20200630-Nasib-Pedagang-Plastik-Jelang-Pemberlakuan-Larangan-Kantong-Sekali-Pakai-IQBAL-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8039215/original/012921000_1780881327-WhatsApp_Image_2026-06-07_at_8.18.33_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554602/original/063147100_1776079707-IMG-20260413-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672883/original/052809700_1778512971-image__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551128/original/020440500_1775718906-industri_petrokimia_1.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568436/original/043916200_1777359168-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-28_April_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167102/original/009661500_1742306811-cdacf437-a867-44a0-8f7f-1cd7ef219f5b.jpg)