Anakan Ular Muncul di Parit Rumah, Ini Cara Mengantisipasinya

Fenomena anakan ular muncul di parit rumah sering terjadi saat musim hujan.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemunculan hewan liar di sekitar rumah perlu diwaspadai, terutama anakan ular muncul di parit rumah, karena area parit yang lembap dan tersembunyi sering menjadi tempat persembunyian mereka. Mengenali tanda-tanda keberadaannya penting untuk menjaga keselamatan penghuni.

Lingkungan parit yang kurang terjaga, seperti adanya sampah, air tergenang, atau vegetasi rimbun, bisa menjadi jalur pergerakan anakan ular muncul di parit rumah. Pemeriksaan rutin akan membantu mencegah ular berkeliaran di area hunian.

Fenomena ini juga menjadi sinyal bahwa ada induk ular di dekatnya. Dengan menjaga kebersihan dan memantau parit secara berkala, risiko konfrontasi dengan ular dapat diminimalkan, sehingga anakan ular muncul di parit rumah tidak menimbulkan bahaya.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang anakan ular muncul di parit rumah dan cara mengantisipasinya, Kamis (4/12/2025).

Penyebab Anakan Ular Muncul di Parit Rumah

1. Siklus Penetasan Telur Ular

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Protobiont (2019) Vol. 8 (2) : 35 – 46, anakan ular ukuran panjangnya yang masih pendek dan diameter tengah badan yang masih kecil.

Musim hujan, terutama antara November hingga Januari, menjadi puncak siklus penetasan telur ular. Induk ular biasanya meletakkan telur sekitar Agustus–September setelah musim kawin, dan telur menetas saat curah hujan meningkat. Proses penetasan umumnya memakan waktu sekitar tiga bulan, setelah itu anakan ular akan menyebar mencari tempat aman karena induknya sering meninggalkan sarang.

2. Pencarian Tempat Berlindung dan Kehangatan

Ular mencari area gelap, lembap, dan hangat. Saat musim hujan, mereka cenderung mencari lokasi kering dan stabil. Parit atau selokan sering menjadi jalur migrasi sementara bagi ular, terutama ketika lubang alami, sarang, atau semak tergenang air.

3. Ketersediaan Sumber Makanan

Anakan ular sering muncul di parit rumah karena adanya mangsa, seperti tikus, katak, kadal, dan serangga. Populasi hama tinggi di sekitar hunian akan menarik ular untuk datang. Menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan hama menjadi langkah penting untuk mencegah kehadiran mereka.

4. Perubahan dan Kerusakan Habitat Alami

Urbanisasi dan pembangunan permukiman manusia mengikis habitat asli ular. Sawah, pepohonan, atau area terbuka yang dulunya menjadi tempat tinggal ular kini berubah fungsi, memaksa ular mencari tempat baru, termasuk di sekitar rumah warga.

5. Akses Masuk yang Mudah

Anakan ular kecil dan lentur sehingga bisa menyelinap melalui celah sekecil 1–1,5 cm. Parit, drainase, retakan dinding, celah di bawah pintu, dan lubang ventilasi menjadi jalur masuk yang umum. Menutup semua potensi akses ini sangat penting untuk mencegah ular masuk ke dalam hunian.

Bahaya Anakan Ular

Mengutip buku berjudul Pertolongan Pertama Kondisi Kegawatdaruratan Prehospital (2022) oleh Ns. Bayu Akbar Khayudin M.Kep, dkk., macam-macam ular berbisa meliputi ular cobra, ular black mamba, ular cabe, ular welang, ular derik mojave, viper, taipan daratan, dan lain-lain.

Pertolongan pertama ular berbisa yaitu jangan panik dan jangan cemas, kurangi pergerakan yang tidak perlu, immobilisasi bagian tubuh yang tergigit dengan cara pembidaian, gigitan ular berbisa tidak memerlukan ikatan kuat (torniquet), penghisapan darah, maupun vakum area gigitan.

Berikut ini bahaya anakan ular:

1. Tetap Berbisa dan Berbahaya

Meskipun ukuran tubuh anakan ular lebih kecil dibanding induknya, mereka tetap memiliki potensi bahaya yang serius. Anakan ular lahir dengan kelenjar bisa yang berfungsi penuh dan taring aktif, siap digunakan untuk pertahanan diri. Misalnya, anakan kobra sudah memiliki bisa mematikan sejak lahir, meskipun jumlah bisanya lebih sedikit dibanding induknya.

2. Gigitan Sulit Terdeteksi dan Risiko Tinggi

Ukuran tubuh yang kecil membuat gigitan anakan ular lebih sulit diketahui. Rahang kecil memungkinkan mereka menggigit bagian tubuh tipis atau sensitif, seperti jari tangan atau kaki anak-anak. Gigitan ini bisa menyebabkan cedera serius atau reaksi racun, bahkan pada hewan peliharaan kecil. Beberapa jenis ular berbisa tinggi, seperti ular weling, memiliki neurotoksin yang kuat sehingga gigitan anakan pun berpotensi membahayakan nyawa.

3. Setiap Gigitan Harus Dianggap Serius

Meski ada anggapan bahwa anakan ular tidak bisa mengontrol dosis bisanya, fakta menunjukkan bahwa setiap gigitan tetap aktif dan berbahaya. Oleh karena itu, setiap gigitan anakan ular berbisa harus dianggap serius dan memerlukan penanganan medis segera untuk mengurangi risiko komplikasi atau keracunan parah.

Cara Mengantisipasi dan Mencegah Anakan Ular Masuk Rumah

1. Jaga Kebersihan Lingkungan Rumah

Bersihkan halaman secara rutin dan singkirkan tumpukan kayu, batu, puing, atau sampah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular. Pangkas rumput dan semak yang rimbun agar tetap pendek, karena vegetasi tinggi sering dijadikan sarang ular. Rapikan tumpukan kardus atau barang bekas, simpan di rak tertutup, dan buang yang tidak diperlukan. Buang sampah rumah tangga setiap hari untuk mengurangi daya tarik tikus sebagai mangsa ular.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di J-PAL, Vol. 6, No. 1, 2015, dapat ditemukannya ular di wilayah pemukiman manusia dikarenakan pada wilayah tersebut banyak ditemukan tikus (mangsa ular) yang berhabitat di sawah, kebun, ladang, saluran air, dan semak-semak.

2. Tutup Celah dan Lubang Akses Masuk

Periksa semua elemen bangunan untuk menemukan celah mikro yang dapat menjadi jalur masuk ular. Tutup retakan dinding, lubang ventilasi, celah di bawah pintu, serta selokan atau pipa yang rusak dengan kawat ram atau penutup rapat. Pastikan lubang tikus, selokan, dan saluran air juga tertutup, sehingga anakan ular sulit menyelinap masuk ke dalam rumah.

3. Eliminasi Sumber Makanan Ular

Kurangi populasi hama di sekitar rumah, seperti tikus, katak, kadal, dan serangga, karena ular datang untuk mencari mangsa. Simpan makanan manusia dalam wadah tertutup dan kelola sampah organik dengan baik. Hindari genangan air yang bisa menjadi habitat amfibi. Dengan langkah ini, kemungkinan anakan ular muncul di parit rumah atau area lain berkurang secara signifikan.

4. Gunakan Aroma Pengusir Ular

Aroma menyengat dapat mencegah ular masuk. Letakkan kapur barus di dekat pintu atau jendela, taburkan belerang tipis di sekitar saluran air, atau gunakan larutan pembersih yang mengandung amonia atau cuka untuk mengepel area tertentu. Menanam tanaman pengusir ular seperti serai atau membuat asap di halaman juga efektif untuk mengusir ular dari sekitar rumah.

5. Tindakan Tambahan

Pasang pagar keliling atau dinding rapat untuk memperkuat pertahanan rumah. Taruh keset ijuk atau plastik kasar di depan pintu karena ular tidak menyukai tekstur ini. Sebelum membongkar tumpukan barang lama, semprotkan obat nyamuk untuk memastikan tidak ada ular. Pastikan ventilasi dan pencahayaan rumah baik, karena ular cenderung menyukai tempat gelap dan lembap.

Cara Menangani Anakan Ular yang Sudah Masuk Rumah

1. Tetap Tenang dan Jaga Jarak Aman

Hindari kepanikan karena gerakan mendadak bisa memicu agresivitas ular. Segera hentikan aktivitas yang menimbulkan getaran atau suara keras. Jauhi lokasi keberadaan ular secara perlahan, jangan membelakangi hewan tersebut, dan pantau gerak-geriknya dari jarak aman minimal 1,8 meter. Amankan anak-anak dan hewan peliharaan ke area yang tertutup dan aman.

2. Jangan Sentuh atau Tangkap Sendiri

Hindari menyentuh anakan ular dengan tangan kosong karena taring dan racunnya tetap aktif. Jangan menggunakan air panas, bahan kimia, atau mencoba mengusirnya dengan cara berisiko yang dapat membuat ular lebih agresif.

3. Gunakan Alat Bantu untuk Mengarahkan Ular Keluar

Manfaatkan tongkat panjang, gagang sapu, atau alat serupa untuk menggiring ular secara perlahan ke pintu atau jendela terbuka. Jika perlu, gunakan ember terbalik dan karton tebal untuk menjebak ular tanpa kontak langsung. Gerakan lembut akan membantu ular keluar dari rumah dengan aman.

4. Hubungi Profesional

Jika Anda ragu dengan jenis ular, merasa tidak aman, atau ular sulit diarahkan, segera hubungi petugas pemadam kebakaran, pawang reptil, atau layanan penanganan satwa liar. Profesional memiliki pengalaman dan peralatan yang tepat untuk mengevakuasi ular dengan aman dan cepat.        

Q & A Seputar Topik

Mengapa anakan ular sering muncul di parit rumah?

Anakan ular cenderung mencari tempat lembap, hangat, dan aman dari predator. Parit atau selokan sering menjadi jalur migrasi mereka saat hujan atau genangan air mengganggu habitat aslinya. Selain itu, parit juga menjadi tempat mudah bagi ular kecil untuk mencari makanan seperti tikus, kodok, atau serangga.

Apa langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah anakan ular muncul di parit?

Langkah pertama adalah menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. Singkirkan tumpukan kayu, batu, dedaunan, dan sampah yang bisa menjadi persembunyian ular. Pangkas rumput atau semak rimbun agar area tetap terbuka dan tidak menarik ular maupun mangsanya.

Bagaimana menutup jalur masuk ular ke rumah melalui parit?

Inspeksi dan tutup semua celah akses, seperti retakan dinding, lubang ventilasi, dan celah di bawah pintu. Pasang kawat ram atau penutup pada saluran air dan selokan untuk mencegah ular menyelinap masuk. Langkah ini efektif mengurangi risiko anakan ular muncul di halaman maupun interior rumah.

Apakah sumber makanan mempengaruhi kemunculan anakan ular di parit?

Ya, keberadaan hewan kecil seperti tikus, katak, kadal, dan serangga di sekitar rumah menarik ular untuk mendekat. Mengendalikan populasi hama dengan cara menyimpan makanan dengan rapat, mengelola sampah organik, dan menghindari genangan air akan mengurangi peluang ular muncul.

Apakah ada cara alami untuk mengusir anakan ular dari parit rumah?

Beberapa aroma dapat dijadikan pengusir alami, misalnya kapur barus, belerang, atau larutan cuka/amonia. Menanam tanaman pengusir ular seperti serai, serta memastikan area parit terang dan kering, juga membantu membuat ular enggan tinggal di sekitar rumah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6