Pakai AI untuk Jadi Dokter Gadungan, Wanita China Raup Untung Rp 453,8 Juta

Begini skema penipuan AI yang dilakukan wanita asal China sebagai dokter gadungan.

Diterbitkan 25 September 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita berumur 65 tahun asal China menggunakan artificial intelligence atau AI untuk menjadi dokter muda gadungan sekaligus ibunya, dan berhasil menipu sebesar 170 ribu yuan atau Rp 453,8 juta dari seorang pria.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (25/9/2026), Liu Hui, seorang warga di Shanghai, berkenalan dengan seorang wanita bernama Yu Xiuzhen di platform media sosial pada tahun 2021. Yu mengaku bahwa ia adalah seorang dokter berusia 29 tahun di sebuah rumah sakit bergengsi kelas 3A di Shanghai dan mengklaim memiliki pengaruh atas proyek-proyek teknik properti di rumah sakit tersebut.

Dalam lima tahun terakhir, Yu sering membagikan kehidupan sehari-harinya di akunnya, dengan memposting hampir 7.000 video dan berhasil mendapatkan 10 ribu pengikut.

Liu, seorang pengusaha properti, percaya bahwa Yu bisa membantunya mendapatkan proyek, membuatnya ingin menjalin hubungan romantis dengannya.

Meskipun mereka tinggal di kota yang sama, Yu mengaku tidak bisa bertemu dengan Liu karena ibunya tak mengizinkan. Ia berkata mereka bisa bertemu apabila ia menyiapkan mas kawin sebesar 300 ribu yuan (Rp 800,9 juta) dan membeli properti di Shanghai.

Dalam waktu lima bulan, Liu sudah mentransfer uang dengan total 170 ribu yuan (Rp 453,8 juta) kepada Yu walaupun belum pernah bertemu secara langsung.

Sempat beberapa kali Liu meminta untuk melakukan panggilan video dengan Yu tapi selalu ditolak dengan alasan sang ibu berada di dekatnya.

Terlebih lagi, Yu tidak pernah melanjutkan proyek teknik tersebut seperti yang ia janjikan. Merasa hal tersebut aneh, Liu pun menghubungi polisi.

Pihak berwenang dengan cepat berhasil melacak penipu bernama Yu, yang sebenarnya lahir di tahun 1961. Ia tidak memiliki kualifikasi medis dan hanya bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah rumah sakit. Rekening yang digunakan untuk menerima dana tersebut terdaftar atas nama orang lain.

 

Penipuan Menggunakan AI Terkuak

Saat sedang melakukan peninjauan kepada video Yu, pihak polisi menemukan tulisan kecil di beberapa video yang mengindikasikan "Karya ini berisikan konten yang dibuat oleh AI."

Akhirnya terkuak bahwa Yu menggunakan AI untuk mempercantik penampilannya dan menciptakan citra dirinya sebagai dokter yang menarik lewat teknik penggabungan gambar. Ia juga terkadang menyamar sebagai ibunya untuk meyakinkan Liu bahwa sang ibu sedang menghalangi hubungan mereka.

Liu mengaku bahwa ia tidak pernah menyadari tulisan kecil tersebut dan tidak memiliki pemahaman terhadap AI.

Polisi mengungkapkan bahwa Yu menggunakan uang hasil tipuannya untuk operasi plastik, perawatan kulit, dan pakaian. Terlebih lagi, ia pernah dihukum karena kasus penipuan dan mendapat hukuman empat tahun penjara di tahun 2009.

Baru-baru ini, pihak kepolisian mempublikasikan kasus ini untuk memperingatkan masyarakat tentang jenis penipuan baru kencan online yang menggunakan AI.

Menurut data dari Kementerian Keamanan Publik, dalam waktu setengah tahun, kasus penipuan online dan telekomunikasi yang melibatkan 10 miliar yuan (Rp 26,6 triliun) terjadi di seluruh negeri. Hanya dalam kuartal pertama tahun lalu, kasus penipuan yang menggunakan AI untuk mengganti wajah dan meniru suara melonjak sebesar 45 persen.

Ada salah satu pengguna yang berkata, "Wanita 65 tahun ini lebih jago menggunakan AI dibanding saya yang 35 tahun." Ada juga yang berkomentar bahwa Liu terjerat kasus penipuan karena kerakusannya terhadap peluang bisnis.

Â