Kata Tanya yang Digunakan dalam Perumusan Masalah Karya Ilmiah Yaitu? Ini Penjelasannya

Kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu apa, mengapa ,dan bagaimana memungkinkan peneliti untuk dapat menyusun rumusan masalah yang jelas dan terfokus.

Diperbarui 24 Juni 2025, 09:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam menyusun karya ilmiah, perumusan masalah menjadi tahap awal yang sangat menentukan arah dan fokus penelitian. Salah satu elemen penting dalam merumuskan masalah adalah penggunaan kata tanya yang tepat. Kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu kata-kata seperti apa, bagaimana, dan mengapa yang digunakan untuk menggali fakta, hubungan antar variabel, serta alasan terjadinya suatu fenomena. Penggunaan kata tanya ini membantu peneliti menyusun pertanyaan yang tajam, relevan, dan dapat dijawab melalui proses ilmiah yang sistematis.

Menurut Sutrisno Hadi dalam bukunya Metodologi Research (1994), menjelaskan bahwa masalah yang baik dalam penelitian selalu dimulai dari pertanyaan yang jelas, terfokus, dan dapat diuji. Hal ini menunjukkan pentingnya pemilihan kata tanya sebagai pintu masuk menuju pengumpulan data dan analisis yang objektif.

Sementara itu, menurut Sugiyono dalam Metode Penelitian Pendidikan (2013), menjelaskan bahwa perumusan masalah harus disusun dalam bentuk kalimat tanya yang mengarahkan peneliti pada tujuan penelitian dan metode yang sesuai.

Dengan demikian, kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu kata tanya yang mendorong eksplorasi dan pemahaman terhadap objek kajian. Pemilihan kata tanya yang tepat akan mempermudah peneliti dalam menyusun rumusan masalah yang tidak hanya logis, tetapi juga operasional dan terukur. Hal ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kerangka berpikir dan metodologi yang valid dalam sebuah karya ilmiah.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (24/6/2025).

Peran Kata Tanya Apa, Mengapa, dan Bagaimana dalam Penelitian Ilmiah

Kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu apa, mengapa, dan bagaimana memegang peran kunci dalam proses merumuskan masalah dalam sebuah penelitian ilmiah. Berikut perannya masing-masing.

1. Apa

Kata tanya "apa" digunakan untuk mengidentifikasi objek atau fenomena yang akan diteliti. Dalam konteks rumusan masalah, pertanyaan yang dimulai dengan "apa" membantu peneliti untuk menentukan pokok permasalahan atau fokus penelitian yang akan dijelajahi. Misalnya, "Apa manfaat antioksidan dalam buah jeruk?"

2. Mengapa

Kata tanya "mengapa" membuka ruang untuk penyelidikan terhadap alasan atau justifikasi dari fenomena yang diamati. Dengan bertanya "mengapa", peneliti dapat menggali akar permasalahan, menyelidiki faktor penyebab, atau merumuskan hipotesis tentang hubungan sebab-akibat dalam konteks penelitian mereka. Misalnya, "Mengapa program Keluarga Berencana kurang efektif di wilayah tertentu?"

3. Bagaimana

Kata tanya "bagaimana" membantu peneliti memahami proses atau mekanisme di balik fenomena yang diamati. Dengan bertanya "bagaimana", peneliti dapat mengeksplorasi metode atau strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Misalnya, "Bagaimana cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Keluarga Berencana?"

Dalam konteks merumuskan masalah, ketiga kata tanya ini membantu peneliti untuk menentukan pokok permasalahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan, dan merancang pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian. Dengan demikian, kata tanya "apa", "mengapa", dan "bagaimana" merupakan alat penting dalam membantu peneliti mengarahkan fokus dan merumuskan pertanyaan penelitian yang relevan dan informatif.

Kata Tanya Lainnya dalam Perumusan Masalah

Selain kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu Apa, Mengapa, dan Bagaimana, terdapat kata tanya lain yang juga sering digunakan dalam perumusan masalah, seperti Siapa, Kapan, Di mana, dan Sejauh mana.

Kata tanya "Siapa" digunakan untuk mengidentifikasi pelaku, subjek, atau kelompok yang terlibat dalam suatu masalah atau fenomena. Kata tanya "Kapan" digunakan untuk menanyakan waktu terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Kata tanya "Di mana" digunakan untuk menanyakan lokasi atau tempat terjadinya suatu fenomena. Kata tanya "Sejauh mana" digunakan untuk mengukur tingkat atau derajat suatu fenomena.

Pemilihan kata tanya yang tepat akan sangat bergantung pada pertanyaan penelitian yang ingin dijawab dan jenis penelitian yang dilakukan (kualitatif atau kuantitatif). Rumusan masalah yang baik harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan dibatasi waktu. 

Cara Menyusun Rumusan Masalah

Membuat rumusan masalah yang efektif adalah langkah penting dalam menyusun sebuah karya ilmiah. Ada beberapa langkah yang dapat diikuti untuk menyusun rumusan masalah yang baik, berikut diantaranya.

1. Spesifik

Rumusan masalah haruslah spesifik, singkat, padat, dan jelas. Menghindari penggunaan kata-kata yang terlalu panjang agar esensi dari masalah dapat tersampaikan dengan baik.

2. Metode Penelitian yang Sesuai

Pemilihan metode penelitian yang tepat sangat penting untuk mendukung rumusan masalah. Peneliti harus mempertimbangkan apakah akan menggunakan metode penelitian kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian.

3. Teori Pendukung

Setelah menentukan metode penelitian, peneliti perlu mencari teori-teori yang mendukung metode tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan landasan teoritis yang kuat bagi penelitian yang dilakukan.

4. Mengamati Fenomena Sekeliling

Penting bagi peneliti untuk peka terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Dengan memperhatikan masalah-masalah praktis yang ada, peneliti dapat menemukan topik penelitian yang relevan dan bermanfaat.

5. Menggunakan 5W+1H

Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merumuskan masalah adalah dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan 5W+1H (What, When, Where, Who, Why, How). Hal ini membantu peneliti untuk menentukan topik penelitian dan membuat pertanyaan yang menarik.

Contoh Rumusan Masalah

Judul: Evaluasi Efektivitas Program Keluarga Berencana dalam Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat di Wilayah XYZ

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana tingkat kesadaran masyarakat terhadap program Keluarga Berencana di wilayah XYZ?
  2. Apakah tingkat partisipasi masyarakat dalam program Keluarga Berencana di wilayah XYZ sesuai dengan target yang ditetapkan?
  3. Apa faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kesadaran masyarakat terhadap program Keluarga Berencana di wilayah XYZ?
  4. Bagaimana efektivitas implementasi program Keluarga Berencana di wilayah XYZ dalam menjangkau target populasi?
  5. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh program Keluarga Berencana di wilayah XYZ?
  6. Apakah terdapat perbedaan tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap program Keluarga Berencana antara kelompok usia dan latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda di wilayah XYZ?

Judul: Evaluasi Potensi Antioksidan dan Kesehatan yang Terkandung dalam Berbagai Varietas Jeruk: Studi Kasus di Wilayah ABC

Rumusan Masalah

  1. Apa kandungan antioksidan yang terdapat dalam berbagai varietas jeruk yang ditemui di Wilayah ABC?
  2. Bagaimana perbandingan kandungan antioksidan antara berbagai varietas jeruk yang dikonsumsi di Wilayah ABC?
  3. Bagaimana potensi antioksidan dalam jeruk berkontribusi terhadap perlindungan terhadap penyakit dan promosi kesehatan di antara populasi yang mengonsumsi jeruk secara rutin di Wilayah ABC?
  4. Apakah terdapat perbedaan dalam manfaat kesehatan yang didapatkan dari konsumsi jeruk segar dibandingkan dengan produk olahan jeruk, seperti jus jeruk, di Wilayah ABC?
  5. Apakah ada hubungan antara konsumsi jeruk dan penurunan risiko penyakit tertentu, seperti penyakit kardiovaskular dan kanker, di kalangan populasi di Wilayah ABC?
  6. Bagaimana faktor-faktor lingkungan dan budaya yang memengaruhi pola konsumsi jeruk dan persepsi masyarakat terhadap manfaat kesehatan yang terkait di Wilayah ABC?

QnA tentang Kata Tanya yang Digunakan dalam Perumusan Masalah Karya Ilmiah

Q: Apa itu kata tanya dalam perumusan masalah karya ilmiah?

A: Kata tanya dalam perumusan masalah karya ilmiah adalah kata yang digunakan untuk menyusun pertanyaan penelitian agar fokus, terarah, dan dapat dijawab melalui pendekatan ilmiah, seperti “apa”, “bagaimana”, dan “mengapa”.

Q: Kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu apa saja?

A: Kata tanya yang umum digunakan antara lain:

  • Apa: untuk mengidentifikasi fakta, gejala, atau variabel.
  • Bagaimana: untuk mengetahui proses, mekanisme, atau hubungan.
  • Mengapa: untuk mencari alasan, penyebab, atau latar belakang.

Q: Mengapa penting menggunakan kata tanya dalam perumusan masalah?

A: Karena kata tanya menentukan arah penelitian dan membantu peneliti merumuskan pertanyaan yang bisa diuji secara ilmiah. Tanpa kata tanya yang tepat, rumusan masalah bisa menjadi kabur atau tidak terfokus.

Q: Apakah semua kata tanya cocok untuk semua jenis penelitian?

A: Tidak. Pemilihan kata tanya tergantung pada jenis penelitian. Misalnya, penelitian deskriptif lebih cocok menggunakan “apa” dan “bagaimana”, sedangkan penelitian kausal menggunakan “mengapa”.

Q: Apakah kata tanya harus selalu dituliskan dalam bentuk pertanyaan langsung?

A: Tidak selalu. Dalam praktiknya, rumusan masalah bisa ditulis dalam bentuk narasi, tetapi tetap didasarkan pada pertanyaan yang mengandung kata tanya yang relevan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6