Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah di pekarangan menjadi pilihan banyak orang, untuk menghadirkan suasana hijau sekaligus memperoleh hasil panen sendiri. Selain mempertimbangkan rasa buah, ukuran tanaman, maupun kemudahan perawatan, sebagian pemilik rumah juga memperhatikan potensi kedatangan satwa liar. Itulah sebabnya informasi mengenai jenis pohon buah yang tidak mengundang kelelawar semakin banyak dicari sebagai referensi sebelum mulai menanam.
Kelelawar pemakan buah umumnya aktif pada malam hari saat buah mulai matang. Kehadirannya bisa menyebabkan sebagian hasil panen rusak sebelum sempat dipetik, terutama pada tanaman bercita rasa manis dan beraroma kuat. Oleh sebab itu, memilih jenis pohon buah yang tidak mengundang kelelawar dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga kualitas buah hingga masa panen tiba.
Selain menghasilkan buah untuk kebutuhan keluarga, tanaman produktif juga mampu mempercantik tampilan halaman rumah. Berbagai pilihan pohon memiliki karakter buah, aroma, maupun tekstur kulit yang berbeda-beda, sehingga tingkat ketertarikan satwa pemakan buah pun tidak selalu sama. Memahami jenis pohon buah yang tidak mengundang kelelawar bisa membantu menentukan tanaman paling sesuai bagi kondisi pekarangan.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (2/7/2026).
1. Jeruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548568/original/027435700_1775544413-Gemini_Generated_Image_lnam0klnam0klnam.jpg)
Berbagai jenis jeruk, seperti jeruk nipis, jeruk lemon, jeruk purut, maupun jeruk keprok, termasuk kelompok tanaman buah yang relatif lebih jarang menarik perhatian kelelawar pemakan buah. Salah satu alasannya adalah kulit buah jeruk mengandung minyak atsiri alami yang menghasilkan aroma khas berupa perpaduan wangi segar dan sedikit tajam. Karakter aroma tersebut umumnya tidak terlalu diminati oleh kelelawar, terutama apabila dibandingkan dengan buah-buahan tropis yang memiliki aroma manis sangat kuat ketika memasuki masa matang.
Selain menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap berbagai masakan, minuman, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya, pohon jeruk juga menjadi pilihan yang tepat untuk pekarangan rumah karena ukuran tanamannya tidak terlalu besar. Perawatannya relatif mudah dilakukan melalui penyiraman secara teratur, pemberian pupuk sesuai kebutuhan, pemangkasan cabang yang tidak produktif, serta penempatan pada area yang memperoleh sinar matahari secara optimal. Dengan perawatan yang baik, pohon jeruk mampu tumbuh subur sekaligus menghasilkan buah dalam jumlah yang cukup melimpah.
2. Belimbing
Belimbing menjadi salah satu pohon buah yang cukup direkomendasikan untuk ditanam di sekitar halaman rumah, terutama bagi pemilik hunian yang ingin mengurangi potensi kedatangan kelelawar. Tekstur buah belimbing cenderung lebih padat dibandingkan beberapa jenis buah tropis lain sehingga relatif kurang menarik perhatian kelelawar pemakan buah. Selain itu, aroma buahnya juga tidak terlalu menyengat sehingga peluang menarik satwa nokturnal tersebut menjadi lebih kecil.
Apabila memperoleh perawatan yang tepat, pohon belimbing mampu menghasilkan buah dalam jumlah yang cukup banyak sepanjang musim berbuah. Selain kaya akan vitamin C dan berbagai nutrisi penting lainnya, tanaman ini juga memiliki tajuk yang cukup rindang sehingga mampu memberikan keteduhan alami di area pekarangan. Kehadirannya tidak hanya memberikan manfaat berupa hasil panen, tetapi juga menambah nilai estetika pada lingkungan rumah.
Â
Advertisement
3. Delima
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336956/original/077017500_1782207871-delima_ini.jpeg)
Delima dikenal sebagai salah satu tanaman buah yang memiliki kulit buah sangat tebal dan keras. Karakter tersebut memberikan perlindungan alami terhadap bagian daging buah sehingga tidak mudah dijangkau oleh kelelawar pemakan buah. Berkat lapisan kulit yang kuat, buah delima umumnya tetap berada dalam kondisi baik hingga memasuki waktu panen apabila dirawat secara optimal.
Selain menghasilkan buah yang kaya akan vitamin, antioksidan, dan berbagai senyawa bermanfaat bagi kesehatan, pohon delima juga memiliki nilai keindahan yang tinggi. Tanaman ini menghasilkan bunga berwarna merah cerah yang tampil mencolok di antara dedaunan hijau sehingga mampu mempercantik halaman rumah. Oleh sebab itu, delima sering dipilih sebagai tanaman produktif sekaligus tanaman hias.
4. Kelengkeng
Meskipun dikenal menghasilkan buah yang manis, beberapa varietas kelengkeng relatif lebih jarang mengalami gangguan dari kelelawar apabila buah dipanen segera setelah mencapai tingkat kematangan yang tepat. Kulit buah kelengkeng yang cukup tebal turut membantu melindungi bagian daging buah sehingga tidak mudah mengalami kerusakan selama masih berada di pohon.
Perawatan rutin memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas hasil panen. Pemangkasan cabang secara berkala membantu menjaga sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam tajuk pohon, sedangkan pemanenan tepat waktu dapat mengurangi peluang buah terlalu lama menggantung hingga menarik perhatian satwa liar. Melalui perawatan yang konsisten, pohon kelengkeng mampu menghasilkan buah berkualitas dengan tingkat kerusakan yang lebih rendah.
Â
5. Alpukat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
Alpukat termasuk salah satu tanaman buah yang secara umum kurang menarik perhatian kelelawar apabila dibandingkan dengan buah-buahan tropis yang memiliki aroma sangat harum saat matang. Kulit buah alpukat yang tebal dan kuat berfungsi sebagai pelindung alami sehingga bagian daging buah tetap aman selama masih berada di pohon hingga waktu panen tiba.
Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, alpukat juga terkenal mudah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia. Tanaman ini mampu beradaptasi pada beragam kondisi lingkungan apabila memperoleh media tanam yang baik, penyiraman secara teratur, serta pemupukan sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu, alpukat menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat yang ingin menanam pohon buah produktif di pekarangan rumah.
6. Kedondong
Kedondong menghasilkan buah yang memiliki tekstur cukup keras, terutama ketika belum mencapai tingkat kematangan penuh. Rasa buah yang cenderung asam segar juga membuat tanaman ini relatif kurang diminati oleh kelelawar pemakan buah apabila dibandingkan dengan buah-buahan yang memiliki kadar gula tinggi. Karakter tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kedondong sering dipilih sebagai tanaman buah untuk halaman rumah.
Selain menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi rujak, manisan, sambal, maupun berbagai olahan lainnya, pohon kedondong juga dikenal memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan sehingga perawatannya relatif tidak terlalu rumit apabila dilakukan secara rutin.
7. Mengkudu
Meskipun buah mengkudu mengeluarkan aroma yang sangat kuat ketika mencapai tingkat kematangan, karakter aroma tersebut ternyata tidak menjadi daya tarik utama bagi kelelawar pemakan buah. Berbeda dengan aroma manis yang berasal dari beberapa buah tropis lainnya, bau khas mengkudu justru cenderung membuat tanaman ini relatif lebih jarang mengalami gangguan dari satwa nokturnal tersebut.
Selain dikenal luas sebagai tanaman obat tradisional, mengkudu juga memiliki kemampuan tumbuh yang sangat baik pada berbagai kondisi lahan. Perawatannya tergolong sederhana karena tanaman ini tidak membutuhkan perlakuan khusus untuk dapat berkembang secara optimal. Oleh sebab itu, mengkudu sering menjadi pilihan bagi masyarakat yang menginginkan tanaman buah multifungsi dengan tingkat perawatan yang relatif mudah.
Â
Advertisement
8. Sukun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8966515/original/030609400_1782979173-Screenshot_2026-07-02_145804.jpg)
Walaupun lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan melalui berbagai olahan seperti gorengan, keripik, maupun sayur, sukun sebenarnya termasuk kelompok tanaman buah. Buah sukun memiliki tekstur yang padat dan tidak menghasilkan aroma manis yang menyengat ketika masih berada di pohon. Karakter tersebut membuatnya relatif lebih jarang menjadi sasaran kelelawar pemakan buah dibandingkan beberapa tanaman buah tropis lainnya.
Selain memberikan hasil panen yang dapat diolah menjadi aneka makanan, pohon sukun juga memiliki ukuran tajuk yang cukup besar sehingga mampu menciptakan area teduh di sekitar pekarangan. Kehadirannya tidak hanya memberikan manfaat sebagai tanaman produktif, tetapi juga membantu memperbaiki kualitas lingkungan melalui keteduhan dan kesejukan yang dihasilkan.
9. Zaitun
Zaitun merupakan salah satu tanaman buah yang mulai banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama oleh masyarakat yang tertarik menanam tanaman bernilai ekonomi maupun tanaman koleksi. Buahnya berukuran relatif kecil, memiliki rasa pahit ketika masih segar, serta tidak mengeluarkan aroma manis yang kuat sebagaimana beberapa buah tropis lainnya. Karakter tersebut membuat pohon zaitun relatif kurang menarik perhatian kelelawar pemakan buah.
Selain menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, zaitun juga dikenal sebagai tanaman yang memiliki tampilan elegan dengan daun berwarna hijau keperakan. Apabila dirawat secara tepat melalui penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan berkala, pohon zaitun dapat tumbuh sehat sekaligus menjadi elemen penghias pekarangan yang memberikan kesan unik dan menarik.
Â
Â
Â
Pertanyaan Seputar Jenis Pohon Buah yang Tidak Mengundang Kelelawar
Jenis pohon buah apa yang aman ditanam dekat fondasi rumah?
Pohon buah yang aman ditanam dekat fondasi rumah antara lain jeruk kerdil, jambu air, delima, srikaya, kedondong, pepaya, pisang, tin, mangga kerdil, belimbing, dan kelengkeng mini.
Bisakah pohon buah ditanam di pot agar lebih aman?
Ya, banyak pohon buah berakar aman seperti jeruk kerdil, delima, dan kelengkeng mini cocok ditanam dalam pot besar untuk membatasi pertumbuhan akar dan fleksibilitas penempatan.
Pohon buah apa yang harus dihindari dekat bangunan?
Pohon buah yang sebaiknya dihindari dekat bangunan karena akarnya invasif adalah mangga dewasa, rambutan, nangka, alpukat, durian dan kelapa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8966509/original/027363000_1782979173-Screenshot_2026-07-02_145655.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782370/original/076919000_1782884440-Pohon_menteng_yang_baru_dipanen.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4863708/original/079478700_1718355825-sapodilla-5303029_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8473690/original/075378300_1782383114-2401755508746374115.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3045344/original/084383200_1581243384-rebecca-matthews-6pagvvy09eI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8326845/original/076685000_1782196461-delima2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8403557/original/012338200_1782285835-adbec5f0-c33f-415b-9f61-b0b5c15142b0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6578838/original/003124300_1779421749-jambu_air.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336948/original/034306300_1782207862-6383143947717163819.jpeg)