20 Tari yang Berasal dari Kalimantan, Kekayaan Budaya Indonesia

Tari yang berasal dari Kalimantan terdiri dari tarian tradisional berbagai provinsi di Pulau Kalimantan.

Diperbarui 22 Juni 2025, 11:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tari yang berasal dari Kalimantan perlu kamu kenali sebagai salah satu seni tradisional Indonesia. Pulau Kalimantan terdiri dari beberapa wilayah, yaitu Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Kalimantan Timur.

Tari yang berasal dari Kalimantan merupakan seni tari tradisional yang berasal dari daerah-daerah di kelima provinsi tersebut. Setiap provinsi memiliki tarian khas masing-masing yang mengandung makna tertentu dan ditampilkan untuk tujuan tertentu.

Tari yang berasal dari Kalimantan terdiri dari tarian tradisional berbagai provinsi di Pulau Kalimantan. Tarian daerah ini kerap kali ditampilkan sebagai penyambutan, perayaan, penghormatan, hingga sebagai hiburan masyarakat.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (22/6/2025) tentang tari yang berasal dari Kalimantan.

1. Tari Kancet Ledo

Tari Kancet Ledo merupakan tarian khas dari suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. berdasarkan informasi dari laman indonesiajuara.asia, tarian ini menampilkan penari wanita yang berdiri dan menari di atas gong besar, sebuah keunikan yang menjadikannya sangat ikonik. Dibalut dengan pakaian adat dan menjepit bulu Burung Rangkong atau Enggang di tangan, sang penari menggambarkan kelembutan, keanggunan, dan kecantikan perempuan Dayak.Tarian ini biasa ditampilkan dalam upacara penyambutan tamu kehormatan dan perayaan kelahiran anak kepala suku. Musik pengiringnya adalah Sapek, alat musik petik khas Dayak yang menghasilkan melodi lembut. Ketenaran tarian ini bahkan diabadikan dalam pecahan uang Rp20.000.

2. Tari Mandau

Tari Mandau adalah tarian perang khas Dayak dari Kalimantan Tengah yang menampilkan kekuatan dan keberanian. Senjata Mandau yang digunakan oleh para penari tidak hanya berfungsi sebagai properti, tetapi juga simbol kehormatan dan daya juang suku Dayak. Baik pria maupun wanita bisa membawakan tarian ini, dan meskipun penuh aksi dan menggunakan senjata tajam, tariannya tetap menghadirkan keindahan koreografi yang memikat. Tari Mandau mengangkat nilai-nilai seperti kehormatan, semangat pantang menyerah, dan cinta tanah air.

3. Tari Gantar

Tari Gantar berasal dari wilayah Kutai Barat dan merupakan tarian yang menggambarkan proses menanam padi. Properti utamanya adalah tongkat kayu panjang bernama Gantar yang dihiasi kain merah di ujungnya (Ibus), merepresentasikan alat penumbuk padi. Tarian ini biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu, dengan gerakan yang rampak dan menggembirakan. Tari Gantar menjadi simbol keramahan masyarakat Dayak dan semangat gotong royong dalam bertani.

4. Tari Giring-Giring

Dari Kalimantan Tengah, khususnya suku Dayak Maanyan, lahirlah Tari Giring-Giring yang berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu spesial. Tarian ini juga sering ditampilkan dalam konteks pergaulan muda-mudi. Dengan iringan bunyi lonceng kecil (giring-giring) di tangan, penari menggambarkan suka cita masyarakat dalam menyambut para pejuang yang pulang dari medan perang. Tarian ini adalah lambang rasa syukur dan kegembiraan, dan pernah ditampilkan pada desain uang pecahan Rp2.000.

5. Tari Mance

Tari Mance adalah tari yag berasal dari Kalimantan Utara khas masyarakat suku Bulungan. Tari ini merupakan tarian silat yang luwes dan ditujukan untuk hiburan. Tari ini dibawakan dua pemuda dengan busana adat Bulungan dengan selempang kuning dan ikat kepala. Penari menari dalam sebuah lingkaran diiringi bunyi gong bertalu-talu.

6. Tari Kancet Papatai

Berbeda dengan Tari Kancet Ledo, Tari Kancet Papatai menggambarkan keberanian dan semangat perang suku Dayak Kenyah. Dilansir dari laman indonesiajuara.asia, tarian ini menggambarkan peperangan melawan musuh, lengkap dengan teriakan penuh semangat dan gerakan yang lincah dan energik. Para penari mengenakan kostum perang khas Dayak, membawa Mandau (senjata tradisional), perisai, dan mengenakan pakaian tempur. Koreografinya menggambarkan aksi saling menyerang antar penari, menciptakan suasana teatrikal yang dramatis. Musik pengiring lagu Sak Paku dengan alat musik Sampe membuat tarian ini semakin menggugah semangat.

7. Tari Topeng Kemindu 

Tari Topeng Kemindu menjadi bagian penting dari warisan budaya Kalimantan Timur, khususnya dari Kutai Kartanegara. Dahulu, tarian ini terbatas hanya untuk kalangan tertentu, yaitu remaja putri bangsawan dari Kesultanan Kutai. Namun, seiring perkembangan zaman, tarian ini tidak hanya dipentaskan oleh keluarga keraton tetapi juga oleh masyarakat umum.

8. Tari Radap Rahayu

Tari yang berasal dari Kalimantan berikutnya yaitu Tari Radap Rahayu. Tari daerah Kalimantan Selatan ini dipertunjukkan di upacara tepung tawar sebelum pengantin pria dan wanita dipersandingkan di pelaminan.

9. Tari Burung Enggang

Tari Burung Enggang merupakan tarian adat yang menceritakan kehidupan dan pentingnya burung enggang di Kalimantan Timur, khususnya bagi suku Dayak Kenyah. Dalam kepercayaan lokal, burung enggang dianggap sebagai simbol mulia yang berhubungan erat dengan leluhur mereka yang diyakini berasal dari langit dan turun ke bumi menyerupai burung enggang.

10. Tari Tandak

Tari Tandak adalah tari yang berasal dari Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Sambas. Tari ini biasanya diadakan pada malam sebelum pesta perkawinan, yaitu hari Motong (hari menyembelih sapi). Tari Tandak ditarikan dengan iringan nyanyian pantun bersambut dan dua gendang besar yang disebut rabana. Tari Tandak dulu hanya ditarikan laki-laki, tetapi sekarang juga berpasangan dengan perempuan.

11. Tari Lalatip atau Magunatip

Salah satu tari yang berasal dari Kalimantan yang cukup dikenal adalah Tari Lalatip. Melansir laman Warisan Budaya Kemdikbud, Tari Magunatip atau Tari Lalatip merupakan tarian tradisional yang berasal Suku Dayak Tahol Provinsi Kalimantan Utara. Lalatip artinya menjepit.

Tarian Kalimantan Utara ini muncul pada zaman dahulu, digunakan sebagai latihan ketangkasan kaki dalam melompat dan menghindari rintangan. Hal ini dilakukan karena adanya perang antar suku yang selalu terjadi dan mengancam kehidupan Suku Dayak Tahol, jadi keterampilan berperang wajib dimiliki oleh pemuda dan pemudi Suku Dayak Tahol kala itu.

12. Tari Jepit Kinsat Suara Siam

Tari Jepit Kinsat Suara Siam merupakan tarian suku Tidung di Tarakan, Kalimantan Utara. Tari ini menjadi berbeda dengan tari Jepit lainnya karena didominasi ragam gerak waltz. Waltz adalah jenis tarian dalam ruangan atau indoor dan tarian rakyat dalam ketukan 3/4 terutama dalam posisi tertutup. Tari yang berasal dari Kalimantan ini perlu kemu kenali.

13. Tari Mantang Gandut

Tari Mantang Gandut adalah tarian daerah Kalimantan Selatan yang termasuk jenis tari pergaulan. Penari wanita yang dinamakan Gandut berusaha menarik simpati penonton. Sementara itu, penari pria atau mantang menyambut tantangan itu dengan memilih pasangannya.

14. Tari Jepen

Tari Jepen, tarian tradisional dari Kutai, Kalimantan Timur, mencerminkan perpaduan budaya Melayu dan Islam dalam keunikan koreografinya.Tarian ini dikenal sebagai tarian pergaulan yang dapat ditampilkan oleh satu orang atau berpasangan.

Musik pengiringnya menggunakan alat musik tradisional Kutai yang bernama tingkilan, memberikan kesan khas dan nuansa yang kental dari daerah tersebut. Tari yang berasal dari Kalimantan ini sering dihadirkan dalam berbagai acara kebudayaan, seperti pernikahan, penyambutan tamu, dan acara-acara penting lainnya, menjadi representasi kekayaan budaya Kutai yang terus dilestarikan.

15. Tari Hugo dan Huda

Tari yang berasal dari Kalimantan berikutnya adalah Tari Hugo dan Huda. Tarian daerah Kalimantan Tengah ini dilakukan sebagai tari minta hujan. Tari ini biasanya dilakukan saat musim kemarau panjang.

16. Tari Pingan Sekadau

Tari Pingan Sekadau berkembang di Belitang Hilir, Sekadau, Kalimantan Barat. Tari Pingan merupakan simbol penghormatan terhadap leluhur. Tari yang berasal dari Kalimantan Barat ini punya arti penting keharmonisan hubungan manusia dengan alam, roh para leluhur, makhluk halus, dan hubungan manusia dengan Petara (sang pencipta), seperti dikutip dari laman Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Kemdikbudristek.

17. Tari Ta' Lande

Tari Ta' Lande berasal dari Dayak Lun Dayeh. Tarian ini juga merupakan gabungan syair-syair, lagu dan tarian yang melambangkan kebersamaa. Penari Ta' Lande terdiri atas banyak orang, bisa puluhan sampai ratusan orang. Penari menari tarian daerah Kalimantan ini dalam satu gerak dan lagu yang sama sambil memegang pundak penari di depannya.

18. Tari Manasai

Tari manasai merupakan tarian selamat datang untuk menyambut tamu. Tari yang berasal dari Kalimantan Tengah ini dilakukan penari laki-laki dan perempuan yang berbaris selang-seling membentuk satu lingkaran

19. Tari Burung Mantuk

Tari Burung Mantuk adalah tari yang berasal dari Kalimantan, tepatnya daerah gubahan baru. Tari ini ditarikan beberapa orang penari wanita dewasa di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tari ini merupakan tari hiburan berdasarkan lagu Burung Mantuk. Lagu Burung Mantuk adalah nyanyian puji-pujian dalam upacara pengobatan orang sakit.

20. Tari Hudoq

Tarian Hudoq adalah salah satu tarian paling ikonik dari Kalimantan Timur, khususnya suku Dayak Bahau. Pada laman indonesiajuara.asia dijelaskan, keunikan utama dari tari hudoq terletak pada penggunaan topeng-topeng besar yang menyerupai binatang hama seperti gagak, tikus, atau monyet. Ada juga topeng yang merepresentasikan pembasmi hama seperti elang dan manusia. Tarian ini memiliki makna spiritual yang dalam: sebagai wujud rasa syukur dan harapan untuk hasil panen yang melimpah. Kostum dari daun kelapa yang dikenakan para penari melambangkan hubungan manusia dengan alam dan tumbuhan.

FAQ Tentang Budaya Kalimantan

1. Dari mana asal-usul Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan?

Suku Dayak adalah penduduk asli Pulau Kalimantan yang tersebar di lima provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara. Menurut sejarah, mereka berasal dari wilayah Yunnan, China Selatan, dan bermigrasi melalui Semenanjung Malaysia sebelum akhirnya menetap di Kalimantan bagian utara.

2. Apa saja rumpun dan sub-etnis utama dalam Suku Dayak?

Suku Dayak terdiri dari lebih dari 200 sub-etnis yang dikelompokkan ke dalam enam rumpun utama: Klemantan, Murut, Iban, Apokayan, Ot Danum–Ngaju, dan Punan. Masing-masing memiliki karakteristik budaya dan bahasa tersendiri, namun umumnya memiliki kesamaan dalam rumah panjang, senjata tradisional seperti mandau dan sumpit, serta kepercayaan adat.

3. Apa keunikan tradisi memanjangkan telinga dalam budaya Dayak?

Tradisi memanjangkan telinga merupakan simbol kecantikan, status sosial, dan latihan kesabaran, terutama di kalangan perempuan Dayak. Proses ini menggunakan logam pemberat yang dipasang pada telinga, dan panjangnya bisa mencapai dada bagi perempuan atau bawah dagu bagi laki-laki.

4. Apa makna tato dalam kehidupan masyarakat Dayak?

Tato atau rajah dalam budaya Dayak merupakan simbol kekuatan, kedewasaan, spiritualitas, dan perjalanan hidup. Setiap motif memiliki makna, seperti tato bunga terong yang menandakan kedewasaan bagi pria, dan tato Tedak Kassa di kaki perempuan yang menandai masa kedewasaan. Tato juga dahulu digunakan sebagai penanda identitas saat perang.

5. Apa itu upacara Tiwah dan bagaimana pelaksanaannya?

Tiwah adalah upacara pemakaman adat suku Dayak Ngaju yang bertujuan mengantar arwah ke alam baka (Lewu Tatau). Tradisi ini melibatkan pembakaran tulang belulang kerabat yang telah meninggal secara simbolis, diiringi nyanyian dan tarian oleh keluarga. Upacara ini merupakan bagian dari kepercayaan Kaharingan dan menjadi simbol penghormatan kepada leluhur.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6